Anda di halaman 1dari 47

STEREOKIMIA

Perbedaanya dengan Stereo isomeri


Stereo isomeri : Hanya mencakup/mempelajari isomer-isomer yang terjadi akibat
perbedaan penataan dalam ruang (isomer geometri).
Stereokimia :

mempelajari bagaimna perbedaan konfigurasi pada waktu


reaksi terjadi.
-

Bagaimana stereoisomer reaksi


Bagaimna stereoisomer reaksi eliminasi

ISOMER dan KONFORMASI dalam SIKLOHEKSAN


CH2

CH2

CH2

CH2
CH2

CH2

Sikloheksan:
Struktur lingkar dari (CH2)6

Sikloheksan

1. Dalam sikloheksan tidak ada rintangan sudut, oleh karena itu termasuk
senyawa yang stabil
Tidak ada rintangan sudut sebab senyawa ini tidak planar.
-

Kalau planar

1200

: ketidak planaran sebab untuk

mengatasi rintangan sudut.


- Sudut siklo : 109,50
2. Karena tidak planar, maka ada beberapa bentuk : yaitu bentuk kursi dan
biduk.
Bentuk-bentuk yang memungkinkan untuk siklo :

Kursi

Biduk

a. Bentuk kursi yang paling stabil daripada bentuk biduk


b. Bentuk kursi danbentuk biduk bisa berinterkonveksi
/mol

atau
k1

Ada dalam kesetimbangan

k2

Kursi 1

Kursi 2
Ada bentuk skew Boat/ miring tidak sempurna

c. Bagaimana perubahan dari kursi ke biduk (k1 ke k2) (bentuk


biduk) ? ada energi aktifasi yang sebesar 10 kkal/mol yang harus
dilalui.
profil energi dari bentuk kursi menjadi bentuk biduk

Biduk

3. Kedudukan gugus dalam sikloheksan

E
e

Gugus yang sama dapat menempati a atau e, tergantung pada


besarnya gugus dan suhu . makin besar suhu, makin
pada
Ekuatorial lebih stabil, sebagai berikut: adanya rintangan interaksi Skew
Butana.

CH

Skew/miring lalu di lihat sudut e dari


garis itu
CH3
Ada 2 garis miring
Berbeda,sebab
ada rintanganb
interaksi skew
0 skew
butana
butana

2 skew
butana

Punya perbedaan energi


sebesar 1,8 kkal/mol.
Artinya bentuk ekuatorial
lebih stabil daripada akiral
CH3- CH2- CH2- CH3

CH3
H
H
CH3

Skew/miring
CH3
H
CH3

4. Isomer pada senyawa sikloheksana tersubtitusi ganda(dua gugus yang


tersubtitusi)
Contoh:

CH3

gugus tersubtitusi

CH3

1).

1,2 Dimetil Sikloheksana


CH3

CH3

CH3
CH3

CH3

Cis a,e
e,a

CH3

Trans a,a
e,e

CH3

CH3

e,a

CH3

CH3

a,a

CH3
CH3

Cis e,a
a,e

CH3

CH3

Cis a,e

CH3
e,e
Ada 4 skew
butan

Ada 3 skew
butan
Skew Boat

Ada 1 skew
butan

Garis-garis/ikatan yang miring pada 4 atom C dekat


gugus-gugus V pada suatu sikloalkana, yang dalam
bentuk kursi yang tegak lurus pada bidang(aksial).

CH3
Skew jika
dia
pandang
Pada gugus
yang satu
( skew
diluar siklo)

Tabel 1
Isomer
tempat
1,2- dimetil
sikloheksana

1,3-dimetil
sikloheksana

Isomer
geometri

konformasi

E kkal /mol

Cis 1,2

a,e
e,a

2,7

Trans 1,2

a,a
e,e
a,a
e,e

4
1
4
0

3,6
0,9
3,6*
0

e,a
a,e
a,e
e,a

2
2
2
2

1,8
1,8
1,8
1,8

Cis 1,3

Trans 1,3
1,4 dimetil
sikloheksana

i nteraksi
skew
butana

Cis 1,4

Trans 1,4

a,e
4
3,6
e,a
0
0
Penjelasan :untuk cis 1,3 a,a tidak sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu 3,6
melainkan hasil absorpsi

Enya

adalah 5,4 kkal. Hal ini disebabkan karena

cis 1,3 a,a mempunyai interaksi tambahan selain ada 4 skew butana juga
terdapat interaksi antar CH3- CH3 pada kedudukan aksial.

2). 1,3 dimetil sikloheksana

Bayangan
cermin

Bayangan cermin
CH3

CH3

CH3
CH3

CH3

CH3
CH3

CH3

Cis

kelihatan
miring kalau
dipandang
melalui
garis/gugus
pada
CH3

Trans

CH3

CH3

H3C
CH3

C H3

C H3
C H3

a,a
4 Skew
boad

0/tidak ada skew


boad

2 skew boad

e,a
2 skew boad

CH3
CH3

3) 1,4-dimetil sikloheksana
CH3

CH3

CH3

CH3

Cis

CH3 CH3

Trans

C H3
a

C H3

CH3

CH3

C H3

C H3

cis e,a
2 Skew
boad

CH3

trans e,e
tak ada skew
boad

CH3

Cis e,a
a,e
2 Skew
boad

trans a,a
4 Skew
boad

Cat.: Data ada pada tabel 1

Dua tiang
yang
berinteraksi
cis

cis
cis

cis

Biduk tidak stabil sebab


pada struktur hampir
semua gugus-gugus
berada dalam posisi cis
dan yang paling
mempengaruhi
lagi adalah interaksi tiangtiang pada bagian atas.

SIKLOHEKSAN
Skew boad fleksibeltiang
Q

II (Biduk)

Sikloheksan selalu
dalam posisi
kesetimbangan,
keadaan I dan III
energinya lebih rendah
daripada II(biduk),
III
sebab pada II ada
Contoh:
subtituen pada posisi cis
dan tiang-tiang yang

Catatan: energi dari bentuk II lebih tinggi dari energi bentuk I sebab pada
biduk semua gugus-gugus hampir semua berada pada posisi cis. Energi
bentuk III identik dengan I.
Profil energi dari bentuk kursi ke bentuk biduk dan biduk ke bentuk kursi

ugus dimana energi bentuk I dan III sama, sebab tidak ada subtituen, kalau ada subtituen maka ada perbeda
Bidukbel
Q
fasi untuk mencapai dari bentuk kursi ke bentuk biduk

Ea

Skew boad
Q

daan/bentuk biduk ke kursi


dimana energi kursi III = energiKursi
bentuk
kursi I sebab tidak ada subtit
fleksibel
KursiIII,
fleksibel
Energi aktifasi
Q

Biduk
Profil energi dari bentuk kursi ke bentuk biduk

Ea

Ea
Skew boad

Kursi I

Kursi III

Siklo yang ada gugus tersubtitusi, contoh: 1-metil siklobutana


H

CH3

CH3

II a

III
CH3

H
CH3

Profil energinya

Biduk IIa Biduk IIb

Skew boad

Kursi I

Ada perbedaan energi


dengan bentuk kursi
bentuk pada III berada
pada posisi aksial( ada
Kursi III dua skew butana) sebab
itu energinya lebih
tinggi dengan yang I.

Kalau dilihat bentuk kursi I ada perbedaan energi dimana kursi III lebih tinggi
energinya. Hal ini disebabkan pada bentuk kursi I tak ada skew boad, sebab
gugus CH3 berada pada posisi ekuatorial jadi tidak ada skew boad (tidak ada
gugus yang miring kalau dilihat melalui letak gugus CH 3) sedangkan pada
bentuk kursi III letak gugus CH3 berada pada posisi aksial, dengan demikian
kalau dilihat dari letak CH3 tersebut maka pada bentuk kursi III ada dua skew
boad (gugus yang miring/gauche/skew) skew boad (garis miring ini) disebut
skew Butana, dan skew Boad Butana inilah yag menyebabkan adanya
perbedaan energi (ada selisih energi) dimana sesuai dengan eksp, beda energi
bentuk kursi I dan III ini (antara CH3 yang terletak pada posisi aksial dan

Data perbedaan Energi ( E) aksial-ekuatorial/ Data Perbedaan Energi bebeas


pada posisi gugus yang berada pada aksial-ekuatorial pada siklobutana.
Data
OH
Oac
OCH3
OC2H5
F
Cl
Br
I
CH3
C2 H 5
C6 H 5

Harga untuk 2 skew*


0,4 0,9
0,4 0,7
0,5 0,7
1,0
0,25
0,3 0,5
0,2 0,7
0,4
1,5 1,9
2,1
2,6

Harga rata-rata energi


0,7
0,6
0,6
1,0
0,25
0,4
0,5
1,8

CH3
CH
CH3

2,6

CH3
C

H3C

>3,6

CH3

Ket. * : harga-harga ini adalah untuk 2 skew boad butana


sehingga untuk 1 skew boad butana harga diatas dibagi 2

mislanya: energi untuk Cl = 0,3 0,5 untuk 2 skew boad.


Untuk 1 skew boad butana energi Cl = 0,3/2 = 0,15.
Contoh:
1 skew Cl Cl minimal < 0,2
0,3/2 s.d. 0,5/2 = 0,15 s.d 0,25 rata-rata = 0,2
( 1 terkecil)

Atas adalah 0,15 jadi < 0,2.

1 skew OC2H5 - OC2H5 Minimal < 0,5


2 skew OC2H5 = 1,0 1 skew =
terkecil)
1 skew Cl - OC2H5 <

0,7
2

= 0,5

= 0,35 0,7 adalah 1 skew Cl + 1 skew OC2H5 =


0,2 + 0,5 = 0,7

(2

terkecil)
1 skew Cl - OC2H5 =

0,7
2

= 0,35

1 skew OH - OC2H5 minimal 1,2 2 skew OH = 0,4


= 1,0
1 skew OH = 0,4/2 = 0,2

2 skew OC 2H5
1 skew OC 2H5 = 0,5
0,2 +0,5 = 0,7

X Perbedaan energi Antara Subtitusi Aksial-aksial (1,3 a,a)


Hlm. 273
Eliel
ggxOHOAcCH3CH3
ggyOHOAcCH3CH3
F kal/mol
1,9

Soal:

(3

2,0

2,4

3,7

OH

C H3

Lukiskan cis 2- Metil sikloheksanol yang mungkin


mempunyai E yang minimum, lukiskan bentuk konfigurasi dari cis 2 metil
sikloheksanol yg mempunyai energi minimum.

Cis 2-metil Sikloheksanol


Penjelasan:

2 skew Butana dilihat dari gugus OH


OH

C H3

punya energi yang


paling rendah
Energi yang paling rendah adalah yang gugusnya
terletak pada :OH pada aksial dan CH3 pada ekuatorial.
Cat.: OH pada posisi aksial

E = 0,5

CH3 pada posisi ekuatorial

E =

1,8
Jadi, OH harus pada posisi aksial,
sebab punya energi yang lebih
rendah yaitu 0,5 daripada

E CH
3

yaitu 1,8 dan itulah struktur yang


mempunyai energi paling minimum .

Cat:
OH

C H3
2

2 skew Butan OH pada a dan e = 0,4 0,9

2 skew

Butana CH3 = 1,5 1,9


Proyeksi Newman
OH

OH
CH3

H3C

0,5

0,4

Jika CH3 diganti Cl


OH

OH
Cl

Cl

0,7

Stabil sebab E rendah sebab

0,4

E OH pada posisi aksial <

posisi ekuatorial
Pada struktur ada 3 skew OH dan 1 skew CH 3
2 Skew OH = 0,4 0,9 = 1 Skew 0,4/2 0,9/2 = 0,2 -0,45
Rata-rata = 0,35 3 skew = 3 x 0,35

E CH3 pada

Untuk CH3 : 2 skew CH3 = 1,5 s.d 1,9 1 skew 1,5/2 1,9/2 = 0,75 0,95
rata-rata = 0,85
Jadi, beda energi pada aksial untuk OH dan pada ekuatorial untuk CH 3 adalah:
3 skew OH + 1 skew CH3 = 1,05 + 0,85 = 1,9.
2 skew CH3 = 1,5 1,9 = rata-rata = 1,7
1 skew = 1,5/2 1,9/2 = 0,75 0,95 = rata-rata = 0,85 pada struktur
ada 3 skew
CH3 = 3 x 0,85 = 2,55
2 skew OH = 0,4 0,9

OH

CH3

1 skew OH = 0,4/2 0,9/2 = 0,2 0,45= Rata-rata=


0,35
Jadi, dalam struktur ada 3 skew CH3 dan 1 skew OH = 2,55 + 0,35 = 2,80
Kesimpulan:
Dari hasil perhitungan :
Untuk OH berada pada aksial dan CH 3 pada
ekuatorial pada energi = 1,9.
untuk OH pada ekuatorial dan CH3 pada aksial
dengan energi = 2,80
jadi, bentuk kursi dimana OH berada pada
aksial dan CH3 pada ekuatorial lebih stabil
dibanding OH pada ekuatorial dan CH 3 pada
aksial.

energi tinggi sebab

E CH3 besar, yaitu 1,8


ditambah lagi posisi CH3
berada pada posisi aksial.
Cat. Yang paling stabil/
energi rendah kalau berada
pada
ekuatorial
( sebab tidak ada skew
kalau CH3 berada pada
ekuatorial).

SIKLOHEKSANON
Apa keanehannya: ada gugus Keton sebagai gugus fungsi dan keton berada
sebidang dengan cincin (hampir planar) ikatan

tegak lurus pada cincin

sikloheksana.
Hib. e = SP2
O

O sebidang dengan Siklo


Ikatan

tegak lurus pada bidang

Cat: kalau dibuat kursi yang lain tetap sama


(gugus tetap sebidang)
jadi biasa tidak disebut
sebab
sama
posisinya
(tidak berubah)

Dicontohkan halogen sebab


halogen bermuatan negatif

Kalau ada subtituen

e
CH3
e CH3

x
G
Subtituen

Kalau dipandang bahwa


gugus CH3 dan CH3 berada
pada posisi skew/miring, jadi,
ada satu skew pada senyawa
ini.

Cat: yang x pada posisi ekuatorial Eklip dengan gugus keton


(=O)
Kalau x adalah halogen pada posisi Ekuatorial maka ada tolak-menolak antara O
dan halogen , sebab O dan Cl bermuatan negatif (ada interaksi / tolak-menolak
antara 2 gugus) sebab itu posisi x yang ada pada ekuatorial lebih senang berada
pada posisi aksial.
Untuk x berada pada posisi aksial, maka kalau ada gugus (G)

Jika G besar,
maka x
halogen pada
posisi
ekuatorial
G
yang disukai

Cat: kalau G=H maka bentuknya aksial, dan


kalau G adalah gugus, maka itu sama dengan
ekuatorial.( G akan berpindah pada posisi
ekuatorial, sebab adanya gugus X.

O
H

Lebih disukai, sebab pada posisi ekuatorial


terjadi tolak-menolak antar gugus keton (=O)
dan X sebab sama-sama bermuatan negatif

G
H
X

Bentuk yang stabil/disenangi


Bentuk yang disukai . kalau X= halogen aksial berarti ada
skew butana tapi kalau ada gugus yang besar (t-butil)
maka bentuk ekuatorial disukai

Ikatan ada pada satu bidang

H
H

H+
OH

Enolisa
(Tautomer)

ENOLISA
SI

2. contoh lain: Cis-1,2-dibromo sikloheksana


Br

Br
Br
Br

Trans -1,2-dibromo sikloheksanaCis-1,2-dibromo sikloheksana


Br

Br

Br
Br

= 2,1
Ada 4 skew , 0

= 3,09
Ada 2 skew , 0

CH3

Br
Br
Br

Ada 1 skew
= 3,09

Ada 2 skew , 0
= 3,09
= momen dipol

Cat: trans e,e Br Br stabil

= 3,09 kontribusi

Br Br Kecil skew butan tolak-menolak.

Keasaman

Dalam hal ionisasi, trans lebih mudah terionisasi dibandingkan Cis.


H

t - butil

COOH
a

pKa = 8,23 H2Oionisasi H3O+


Kurang asam

H3O+
COOH

t - butil

pKa = 7,79
Lebih asam daripada Cis 1,4

Ionisasi terjadi kalau bisa melepaskan H3O+.


Dalam hidrolisa asam isomer trans lebih mudah dibanding isomer cis karena efek sterik dari hidrogen tetangga efek 1,3
C
is 1,4

Trans 1,4

CH3

H
CH3

OH

H2C

H2C

CH3
OH

H2C
Proyeksi Newman

OH

H2C
H

SIKLOHEKSAN
Contoh : Cis 1,2 dimetil Sikloheksan
H3C
H3C

Jumlah Gauche = 3
Energi Antaraksi = 2,7 kkal/mol
Cat: energi antaraksi rata-rata per Gauche = 2,7 /
3 = 0,9
CH3
2

CH3
H2C

CH3

H2C

H
CH3

e,a

CH3

Untuk Cis diperoleh isomer a,e


dan e,a

H
CH3
H
a,e

Hasil eksperimen
menunjukan energinya 1,66 jadi berada pada data
1,55 1,9

CH3

H
ada 4 skew (Gauche/miring)

H
CH3

Skew terhadap CH3 atas


CH3

CH3

CH2

CH2
5

H2C

CH3

Ket:

arah pandang

H2C
2

CH3

Cara melihat
adanya Skew Butana pada posisi a,a

Cara melihatnya yaitu ambil salah satu garis/sumbu dekat dengan CH 3 ( CH =


skew pada CH3 dibawah sumbu yang diambil ada karbon C no 2 dan 3 ( garis
merah), maka terlihat/apabila dipandamg melalui gugus CH 3 berada pada posisi
skew/miring dibanding garis gugus CH 3.

Skew untuk e,e:

1
6

e
CH3

3
4
2

e CH3

ada skew,yaitu antara gugus CH3 dan CH3

Kalau dipandang melalui gugus CH3 seperti diatas, maka tak terdapat skew
butana diantara gugus CH3 dengan cincin (semua pada posisi anti).
Cara melihat adanya Skew dan anti:
Sumbu

Dilihat terdapat CH3 tak ada skew (semuanya anti/berlawanan)


e

H2C 4

CH3

Sumbu
H2C

Dilihat terdapat CH3 tak ada skew (semuanya anti/berlawanan)

1 e

CH3
1

Dilihat terdapat CH3 tak ada skew (semuanya anti/berlawanan)

H2C

Sumbu
CH3

1
Skewbawah maka trlihat bahwa CH3 dibawah skew terhadap CH3 diatas. Jadi ada 1 skew butana.
Sumbu melalui
Dilihat
CH3

CH3
2

CH3

Contoh lain:
H
CH3
OH
H

Tentukan berapa skew


Hanya ada 1 skew
CH3

OH

Jumlah skew untuk Cis 1,3- dimetil Sikloheksana


CH3

CH3

CH3

CH3
4

Ada 4 skew butana:

CH3

H2C

Sumbu 1 - 6

5
6

CH3

H2C

Sumbu 1 - 2

CH2

H 3C

CH3

CH2Sumbu 3 - 4

3
4

Sumbu 3 - 2

Ket:

: Arah pandang

Contoh lain: Untuk Trans 1,4 dimetil sikloheksana


CH3

CH3

atau

CH3

CH3

Trans 1,4

H3C

Trans 1,4

CH3

e,e
tidak ada skew butana
Kursi:

CH3

6
3
4

CH3

a,a

3
2

CH2

CH3

CH3

Sumbu 4 - 3 H2C

Sumbu 1 - 6

sJumlah skew: 4
skew Butana

5
4

CH3

CH2

Sumbu 4 - 5

CH3
H2C

: Arah

Ket:

pandangan

Sumbu 1 - 2

a
Penjelasan data hal.237 Eliel
y

ada antraksi

x
1

Ada senyawa dengan posisi Cis 1,3 a,a


Untuk gugus (X) pada posisi aksial untuk C 1 dan y
aksial pada C3
Antraksi antar gugus-gugus ini akan menghasilkan
tolakan , dan akan menghasilkan perbedaan energi,
yang sesuai dengan percobaan, didapat sesuai data
pada buku Eiel hal 237.

Data cic 1,3 a,a mis gugus-gugs X dan Y diganti dengan gugus-gugus seperti
tertera pada data, akan diperoleh

F = energi sebesar

Gugus x
CH3
-CH3
Gugus y
-CH3

OH

OAc

OH

OAc

- OH

F kkal/mol
2,4

1,9

2,0

3,7

Gugus y diganti OH
OH memberikan perbedaan energi
Contoh harga antraksi untuk CH3 OH pada a,a = 2,4
Antraksi OH
2 gugus OH
OH antraksinya = 1,9 1 gugus OH = 1,9/2 = 0,95
CH3
2 gugus CH3
CH3
antraksinya = 3,7 1 gugus CH3 = 3,7/2 = 1,85
Jadi, energi untuk antraksi gugus CH3 dan OH adalah:
= antraksi 1 gugus OH + antraksi gugus CH3
= 0,95 + 1,85 = 2,8 data hasil perhitungan berdasarkan antraksi
1 gugus
Fakta eksperimen adalah 2,4 harga perhitungan tidak jauh
berbeda dengan harga eksperimen 2,4 2,8
Cat: harganya harus berada di antara 1,9(untuk gugus OH) dan
3,7(untuk gugus CH3).
ENOLISASI
Contoh :

O
CH3

C CH3
Punya kemempuan untuk membentuk

enol sebaba ada kation

yang bisa pindah, dan ada H

pada CH3 yang bisa berpindah sehingga H yqang lepas


bergabung dengan O yang bermuatan negatif sebaba itu
disebut ENOLISASI
momennya disebut TAUTOMER

O H
CH3

CH2

CH3

OH

O
CH2

CH3

C
Enol

CH2

Untuk Siklo
OH

H
H

Keasaman

COOH
a

H
I

H2O

COO

H3O

COOH
II

COOH yang dalam bentuk/posisi ekuatorial lebih mudah diserang oleh H 2O,
sebab sterik hindrancenya kurang , dengan demikian atau H pada COOH mudah
diserang oleh H2O dan membentuk H3O, dengan demikian juga bahwa H lebih
mudah terionisasi. Pada posisi ekuatorial juga tak ada skew butana itulah
sebabnya
Sedangkan pada posisi COOH aksial (I).
HIDROLISA ( DENGAN ESTERIFIKASI)

H
O

C
OH

CH3OH

CH3OH

OH

OH

CH3

H
O

O
H 2O

OCH3

CH3

HO

O
H
HO

H
HO

COOH

O
C

a
H

CH3OH

CH3OH

H
O
CH3
H
HO

H----O

O
O CH3

Katalis(asam)

O
C OH + R

OH

OCH3

H
O CH3

+ H 2O

O
C

COOH + CH3OH

OH

OCH3

O
C OR + H2O
Mekanisme Esterifikasi (Proses

Reaksi)
Prinsip reaksi :

H
O

OH

O
C

OH

OH

R-O-H

C
R

mekanisme
esterifikasi

O
-H+

C
OR

OR

sistem azeotrop

OH

H
O

OH

+ H2O

OR

Reaksi sebaliknya adalah


reaksi hidrolisa , ester jadi as. karboksilat

Meka
nisme:

Reaksi Subtitusi pada Siklo


Contoh:
O Tos
a
t-butil

e
Cis

+ H2O
O Tos

t-butil

Trans
subtirusi Nukleofilik
(SN1)
O Tos
OH

O(ort
ho)-Tos=tosilat Toluen Sulfonat
Biasa
Gugus tosil = merupakan gugus lepas
yang baik
Cat: ternyata dalam siklo heksan dapat
terjadi reaksi SN1 dan SN2
SN1 Membentuk karbokation
Yang mudah ber-SN1 adalah yang posisi
Cis, sebab ada halangan sterik.

Untuk SN1

O Tos
a
t-butil

cepat
e

t-butil

Cis

H2O

lambat
O Tos

t-butil

Trans

OH
t-butil

H
Produk sedikit

Campuran
rasemat

H
OH

t-butil
Produk yang lebih banyak

H
R

Trans

+ y-

x
X

Cis

x
R
y

H
H

Untuk SN2

Pembentukan Peroksida

C C

C(OH)

C(OH)

Pembentukan Epoksida
Prinsip Umum:

Cat: C=C kalau di adisi menggunakan pereaksi-pereaksi:


-

KmnO4
Peroksin/Ozon
Diol

Adisi dengan KmnO4

C O
C O

Adisi Cis

Mn

O
R C
O

OH

dihasilkan senyawa Cis

Pengubahan oksidasi KmnO4 mengalami reaksi yang disebut


adisi Cis
Kalau menghendaki hasil MESO maka gunakan pereaksi KmnO 4.

Adisi trans yang menghasilkan Trans: menggunakan:

C
+

HO

H+

HO

C
C

OH

trans diol
Hasilnya tergantung pada suasana, kalau suasana
asam akan dihasilkan Trans, dan suasana basa
akan lain hasilnya

H
O
C

proses terjadinya epoksida

Pembentukan Etoksi:

Cl

Cepat
CH3

CH3

OH

C
Cl
OH

lambat

CH3

CH3
etoksi

OH

O
Cepat
CH3

CH3

Cl

yang paling stabil, sebab tidak ada ...


sterik Hindrace

Ket:
-

Hub. A dan B adalah isomer struktur sebab strukturnysa


berbeda.(letak gugus-gugus berbeda)

Hub. B dan C isomer geometri sebab trans dan cis terhadap


CH3

Jika B dan C gugus CH3 diganti H maka itu adalah identik


Kalau A dan B tidak ada gugus CH3 (H), maka hubungan keduanya
adalah konformer
A:

OH

Konformer --> R atau S


R

R
Cl
Cl

B:

3
3

2
2

.
1OH

Konfigurasi dari A dan B


Kalau tidak ada gugus CH3

Tutorial Dra. Ciptati

Contoh melihat adanya hubungan 2 senyawa

Cl

1
3

2
OH

Bayangan Cermin

OH

kalau kedua senyawa diatas adalah


isomeri optik aktif
sebab dua struktur ini tidak dapat ditindihkan
jadi, senyawa tersebut bukan konformer

Cl

OH

A.

Cat: kalau e,e berarti


konformernya a,a
Cl
Cl

B.

OH

Contoh lain:

kembalikan dalam bentuk


siklotanpa kursi/yang
bukan kursi

kalau a,e, berarti


konformernya e,a

Cl
HO
bayangan cermin

senyawa ini adalah identik

OH
Cl

Contoh lain:
OH

cat: 1 dan 3 identik


Cl

2 dan 1 isomeri op. aktif


Konformer:

OH

OH
a,e

Cl
OH

Cl

Cl
OH
Cl

e,a

OH

CH3
Cl
KONFORMER SYARAT:MOLEKUL HARUS SAMA

awal

ada nu atau
B--> basa

Cl

CH3
Cl

CH3
H

trans,2, kloro siklo heksanol


menghasilkan epoksida dengan mekanisme diatas
Cat: terjadi eliminasi E2 dimana basa
mendorong terbentuknya epoksi, sebab
H pada OH lebih asam, dibandingkan H
pada CH2 sebab itu terbentuk epoksi butan
(lihat hal.186 Eliel)
Mekanisme Pembentukan Epoksida pada siklo

CH3

Gugus CH3 dapat


berfungsi sebagai
pendorong untuk
lepasnya gugus
halida (Cl)

CH3

OH
Cl
Cl

H
Cl

OH
H

B
O H

H
Hidrida Shift
(pergeseran hidrida)

Untuk gugus yang terletak


pada : OH pada aksial dan Cl pada ekuatorial tidak terjadi epoksida, tetapi
membentuk keton.

Soal:

COOH

COOH
1

H C OH
Cl

H C

Cl

HO C

Cl
Kalau dirubah

H3C
H

CH3

CH3

H
COOH
OH

1
senyawa identik

CH3

Cl

CH3
H C

Cl

H3C

H C

Cl

Cl

Cl

Cl

H C

CH3

CH3
A

CH3

B
Senyawa identik

Isomer struktur sebab


strukturnya berbeda

3.

CH3

COOH

COOH
Berapa isomer
optik?
CH3

CH3

CH3

COOH
H3C

CH3

Jawab:
karena ada 2 atom C asimetris, maka ada maksimal 4 isomer op.aktif ( 2n : 2n : 4)

CH3

COOH
CH3

COOH

CH3

CH3
CH3

H3C
II

III

COOH

CH3
HOOC

CH3
IV

cat: kalau isomer-isomer ini diimpitkan maka


tidak akan berimpit, dengan demikian jumlah
isomer ruang kuat tercapai (2d ada 4 isomer optik)

4. sebutkan isomer dimetil sikloheksan yang optik aktif bila mungkin ?


CH3

CH3

CH3

CH3

CH3
I

CH3

CH3

CH3

II
Optik aktif sebab tak ada
unsur simetri, yang ada hanya
garis simetri sederhana

Optik aktif sebab


tidak ada unsur
simetri

5. Lukiskan isomer metil hidroksil karboksilat yang tidak optik aktif.


CH3

COOH

COOH

CH3
Bidang simetri

Bidang simetri

6. Lukiskan profil energi pada konfersi sikloheksan berikut:

Kursi I

Kursi I

Biduk

Kursi II

Kursi II

COOH
CH3
Bidang simetri

Energinya sama, sebab


tak ada gugus yang
tersubtitusi pada
sikloheksan

7. Lukiskan profil energi pada sikloheksan berikut:

Kursi I
Kursi I

Kursi II

Energi I lebih tinggi daripada 2 sebab


gugus pada kursi I berada pada posisi
E
aksial

Kursi II

Kursi
II

Menggambarkan Proyeksi Newman untuk Senyawa Siklo


Contoh:

CH3

2
4

H
CH3

Proyeksi Newman:
3

CH3

H2C Skew

4
1

interaksi skew butana


segi C1 - C6
segi C1 - C6

H2C

Interaksi Skew Butana antara C1 - C6

CH3

CH2
5

CH2

Soal: Menthol adalah suatu isomer senyawa alam dengan struktur sebagai
CH3

CH3
OH
H3C

CH

H3C

H3C
Mentol

CH

H3C

OH

Neo-Mentol

1. Manakah dari kedua isomer tersebut yang mungkin mempunyai konformasi yang lebih stabil
2. Berapa perbedaan energi kestabilan antara kedua isomer tersebut.

berikut:

H3C
CH3

Jawab:

OH

CH3

OH
Menthol

H3C

HO
e

CH

CH3
CH3

H3C

OH

HO
CH

H3C

CH3

H3C
H3C

H3C

CH

Konformer stabil dari mentol

H3C

H3C

Neo-Menthol H3C

CH

H3C

CH

H3C

skew
e

CH
Skew

CH3

OH
Konformer stabil dari Neo-menthol

1. Yang paling stabil adalah menthol, sebab mempunyai konformasi di manamana gugus-gugus ada pada posisi ekuatorial; di mana pada bentuk
konformer stabil daripada neomenthol punya skew, yaitu skew antara OH
dan CH2. Sedangkan pada struktur stabil dari menthol tidak ada skew,
dengan demikian menthol yang paling stabil.
2. Perbedaan energi kestabilan adalah terletak pada gugus OH, di mana pada
neomenthol gugus OH pada konformer yang stabil berada pada posisi
aksial, sedang pada menthol berada pada posisi ekuatorial. Pada posisi
atau konformer stabil dari neomenthol dengan OH yang aksial terdapat
dua skew. Dengan demikian beda energi dapat ditentukan.

Beda energi untuk 2 skew dari OH

F = 0,4 0,9 1 skew =

0,4 0,9

=0,20,45
2
2
Beda energi untuk 3 skew =

( 0,4+ 0,2 )( 0,9+0,45 )

= 0,6 1,35
Beda energi terletak pada OH = (0,6 0,2) (1,35 0, 45)
= 0,4 0,9
Cat: pada keadaan stabil
daripada struktur menthol....
1 skew, yaitu skew antara
OH
dan
C(CH3)2. Pada
struktur neomenthol juga
terdapat skew yang sama
dengan itu, jadi impas.
Dengan
demikian
beda
energinya
terletak
pada

E dari skew OH, yaitu 2

skew.

Contoh menghitung energi dengan menggunakan data.


Contoh senyawa :
CH3

CH3

Pada data : untuk 2 skew CH3


beda energinya :
2 skew= 1,5 1,9
1 skew=

1,5 1,9

2
2

= 0,75 0,95
Jadi pada senyawa siklo di atas ada 4 skew.
1 skew = 0,75 0,95
4 skew = 4 (0,75) 4(0,95) = 3,0 3,8
Fakta. Data eksperimen menunjukkan, 2 skew CH 3 = 1,8 (pada contoh
yang diberikan untuk profil energi
Jadi, 1 skew CH

1,8
2

= 0,9.

E = 1,8

Sehingga untuk 4 skew = 4 X 0,9 = 3,6.


Kesimpulan : Data hasil hasil eksperimen ada di antara hasil perhitungan,
yaitu 3,0 3,8.
Contoh lain :
OH
2 skew OH

CH2

2 skew CH3 CH2

CH3

Menurut data : 2 skew OH-CH2


F = 0,4 0,9
1 skew =

0,4 0,9

2
2

= 0,2

0,45

2 skew = 0,4 0,9

Rata-rata = 0,65
Menurut data, 2 skew CH3 (menurut
data eksperimen) = 1,8
1 skew = 0,9

2 skew = 2 (0,9) = 1,8


H

H
X
(2) Kursi II

(1) Kursi I
E1(a)

E2 (e)

F energi = 0,65 + 1,8 =

2,45

Interaksi 1,3 aksial-aksial (1,3 a,a) di mana gugus X dan H berinteraksi


(garis merah) dapat memberikan perbedaan energi dibanding dengan X yang

ada pada kursi 2 (X berada pada posisi ekuatorial) dan tidak ada interaksi (tidak
ada skew).
Untuk perbedaan energi dari kursi 1 yang punya 2 skew dibanding kursi
yang pada posisi ekuatorial (tidak ada skew), mempunyai perbedaan energi (

F) seperti

pada data di mana jika X berubah dari posisi aksial ke posisi

ekuatorial (dengan X adalah gugus-gugus seperti pada data) maka akan didapat
perbedaan/selisih energi antar kedua bentuk seperti pada data :

X
-OH
-OAc
-OCH3
-CH3

0,4
0,4
0,5
1,5

F
0,9
0,7
0,7
1,9

Untuk 2 skew
Contoh lain
Untuk 1 skew adalah

1
2

dari harga

OH ada dalam data.


yang
Skew terhadap OC2H5
Contoh, 1 skew CH3 =
H

OC2H5
H

2 skew OH

Cincin = 0,4 - 0,9

1 skew OH - OC2H5 = tidak ada data