Anda di halaman 1dari 2

GRAND THEORY AKUNTANSI MANAJEMEN

1. Agency Theory
Dalam perekonomian modern, manajemen, dan pengelolaan perusahaan semakin
banyak dipisahkan dari kepemilikan perusahaan. Hal ini sejalan dengan Agency
Theory yang menekankan pentingnya pemilik perusahaan (pemegang saham)
menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada tenaga-tenaga profesional (disebut
agents) yang lebih mengerti dalam menjalankan bisnis sehari-hari. (Sutedi, 2011: 13)
Teori ini muncul setelah fenomena terpisahnya kepemilikan perusahaan dengan
pengelolaan terdapat dimana-mana khususnya pada perusahaan-perusahaan besar
yang modern, sehingga teori perusahaan yang klasik tidak bisa lagi dijadikan basis
analisis perusahaan seperti itu. (Sutedi, 2011: 14)
2. Contractual Theories
a. Legal Contractualism
Rasio dari contractual theories adalah untuk membatasi tanggung jawab sosial dan
membatasi entitas yang sulit dipengaruhi oleh negara, karena keengganan
digunakannya perusahaan sebagai alat negara. (Surya dan Yustiavandana, 2008:
18)
Legal contractualism merupakan teori dasar yang digunakan untuk menegaskan
bahwa kepentingan perusahaan harus sejalan dengan kepentingan para pemegang
sahamnya. (Surya dan Yustiavandana, 2008: 20)
b. Economic Contractualism
Analisis ekonomi dimulai dari perspektif bahwa berdirinya perseroan adalah
inisiatif dari pemegang saham, bukan datang dari keinnginan negara. Ceffin dalam
(Surya dan Yustiavandana, 2008: 20) menyatakan hukum perusahaan yang
diberlakukan pada perusahaan hanya berpengaruh sedikit dalam posisi tawar yang
ditanggung pada pendirian dan bentuk aktivitas bisnis perseroan. Biaya transaksi
coba dikurangi melalui suatu desain organisasi perseroan.
3. Communitaire Theories
Teori ini melihat hadirnya suatu perusahaan bukan karena pemberian negara semata,
tetapi dibuat sebagai alat ynag berguna bagi kepentingan negara. Teori ini dimulai
dengan posisi yang berseberangan dengan kepentingan individual dalam contractual
theory. (Surya dan Yustiavandana, 2008: 22)
4. Concession Theories
Teori ini dalam bentuk sederhana melihat kehadiran dan operasi perusahaan sebagai
sebuah pemberian oleh negara. Hal yang berlawanan antara teori ini dengan ide dari
teori communitaire adalah teori concession menerima adanya campur tangan

pemerintah hanya untuk memastikan struktur corporate governance berjalan secara


adil dan demokratis. (Surya dan Yustiavandana, 2008: 23)