Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PEMBUATAN

MOTOR LISTRIK

DISUSUN OLEH :

Alfiatu Nurul Rahmanida


Anida Fazia Zini
Dewi Heny Awallia
Khofifatul Azizah
Nia Aulia Fastabiqa
Vika Nirmala Rahma

(03)
(05)
(09)
(19)
(24)
(33)

SMA NEGERI 1 DEMAK


TAHUN PELAJARAN 2015/2016
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan
rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu. Motor listrik
yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar
global yakni IEC dan NEMA.
Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter ), sedangkan motor listrik NEMA
berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horse power (hp)
maupun kiloWatt (kW). M o t o r l i s t r i k I E C d i b a g i m e n j a d i b e b e r a p a k e l a s
s e s u a i d e n g a n e f i s i e n s i y a n g dimilikinya, sebagai standar diEU,pembagian kelas
ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. E F F 1 a d a l a h m o t o r l i s t r i k y a n g
paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, s e d a n g k a n E F F 3
sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan
E U , s e b a b memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis
akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih
mencemari lingkungan. S t a n d a r I E C y a n g b e r l a k u a d a l a h I E C 3 4 - 1 , i n i
a d a l a h s e b u a h s t a n d a r y a n g mengatur rotating equipment bertenaga listrik.
Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi h a n y a s e b a g i a n s a j a y a n g b e n a r b e n a r m e n g i k u t i a r a h a n I E C 3 4 - 1 d a n j u g a m e n g i k u t i arahan level efisiensi
dari EU.Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU
supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual,
banyak negaraberkembang menjadi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang
memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap
tahunnya. Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah
CEMEP, sebuahkonsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang
ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi
pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian
beban listrik. Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor
listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien
akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk,
apalagi d e n g a n k e n a i k a n t a r i f l i s t r i k s e t i a p t a h u n , m a k a p e m a k a i a n
m o t o r l i s t r i k E F F 1 s u d a h waktunya menjadi keharusan.

B. Tujuan
a. Mampu memahami maksud dari motor listrik
b. Mampu memahami prinsip kerja dari motor listrik
c. Untuk mengaplikasikan pemahaman Gaya Lorentz

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN MOTOR LISTRIK


Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat
yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator
atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin,
mesin cuci, pompa air dan penyedot debu. Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi
tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet
yang disebut sebagai elektro magnit. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari
magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka
kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros
yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.
Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller
pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor listrik
digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik
kadangkala disebut kuda kerjanya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor
menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.

B. JENIS JENIS MOTOR LISTRIK


Tipe atau jenis motor listrik yang ada saat ini beraneka ragam jenis dan tipenya. Semua
jenis motor listrik yang ada memiliki 2 bagian utama yaitu stator dan rotor. Stator adalah
bagian motor listrik yang diam dan rotor adalah bagian motor listrik yang bergerak
(berputar). Pada dasarnya motor listrik dibedakan dari jenis sumber tegangan kerja yang
digunakan. Berdasarkan sumber tegangan kerjanya motor listrik dapat dibedakan menjadi dua
jenis yaitu :
1.

Motor listrik arus bolak-balik AC (Alternating Current)

2.

Motor listrik arus searah DC (Direct Current)

Dari dua jenis motor listrik diatas terdapat varian atau jenis-jenis motor listrik berdasarkan
prinsip kerja, konstruksi, operasinya dan karakternya. Dari berbagai jenis motor listrik yang
ada dapat dibuat suatu gambar klasifikasi motor listrik sebagai berikut.
Klasifikasi Jenis Motor Listrik
Klasifikasi motor listrik dapat dijelaskan secara singkat pengertian dari setiap jenis
motor listrik pada gambar klasifikasi diatas sebagai berikut.

1. Motor Listrik Arus Bolak-Balik (AC) adalah jenis motor listrik yang beroperasi dengan
sumber tegangan arus listrik bolak balik (AC, Alternating Current). Motor listrik arus
bolak-balik AC ini dapat dibedakan lagi berdasarkan sumber dayanya sebagai berikut :
a.

Motor sinkron, adalah motor AC bekerja pada kecepatan tetap pada sistim frekwensi
tertentu. Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan daya dan
memiliki torque awal yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron cocok untuk
penggunaan awal dengan beban rendah, seperti kompresor udara, perubahan frekwensi
dan generator motor. Motor sinkron mampu untuk memperbaiki faktor daya sistim,
sehingga sering digunakan pada sistim yang menggunakan banyak listrik.
Komponen utama motor sinkron adalah :

Rotor. Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah bahwa rotor
mesin sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran medan
magnet. Hal ini memungkinkan sebab medan magnet rotor tidak lagi terinduksi. Rotor
memiliki magnet permanen atau arus DC excited, yang dipaksa untuk mengunci pada
posisi tertentu bila dihadapkan dengan medan magnet lainnya.

Stator. Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan frekwensi
yang dipasok. Motor ini berputar pada kecepatan sinkron.

b.

Motor asinkron (induksi), merupakan motor listrik AC yang bekerja berdasarkan


induksi meda magnet antara rotor dan stator. Motor induksi dapat diklasifikasikan
menjadi dua kelompok utama sebagai berikut :

Motor induksi satu fase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator, beroperasi
dengan pasokan daya satu fase, memiliki sebuah rotor kandang tupai, dan memerlukan
sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh ini motor ini merupakan jenis motor
yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti fan angin, mesin
cuci dan pengering pakaian, dan untuk penggunaan hingga 3 sampai 4 Hp.

Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan tiga
fase yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi, dapat
memiliki kandang tupai atau gulungan rotor (walaupun 90% memiliki rotor kandang
tupai); dan penyalaan sendiri. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri
menggunakan jenis ini, sebagai contoh, pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan
listrik , dan grinder. Tersedia dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Hp.

2. Motor Listrik Arus Searah DC adalah jenis motor listrik yang beroperasi dengan sumber
tegangan arus listrik searah (Direct Current).
Motor DC, sebagaimana namanya Motor arus searah, yaitu menggunkan arus DC. Motor
DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torque yang tinggi
atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas.
Secara sederhana digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan
menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang

stasioner dan dynamo yang menggerakkan bearing pada ruang diantara kutub medan.
Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan yaitu kutub utara dan selatan. Garis
magnetic energy membesar melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan.
Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplekter dapat satu atau lebih
electromagnet. Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai
penyedia struktur medan.

Dinamo

Bila arus masuk menuju dynamo, maka arus ini akan menjadi elektromagnet. Dinamo
yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakkan beban. Untuk
kasus motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub
kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi, arusnya
berbalik untuk merubah kutub kutub utara dan selatan dinamo.

Commutator.
Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah untuk
membalikan arah arus listrikdalam dinamo.Commutator juga membantu dalam
transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.
Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan, yang
tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya.Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur :

Tegangan dinamo meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan.

Arus medan menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.

Motor listrik arus searah DC ini dapat dibedakan lagi berdasarkan sumber dayanya sebagai
berikut :
Motor DC sumber daya terpisah/ Separately Excited. Adalah jenis motor DC yang
sumber arus medan disupply dari sumber terpisah, sehingga motor listrik DC ini disebut
motor DC sumber daya terpisah (separately excited).
Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited. Adalah jenis motor DC yang sumber arus
medan disupply dari sumberyang sama dengan kumparan motor listrik, sehingga motor
listrik DC ini disebut motor DC sumber dayasendiri (self excited).
Motor DC sumber daya sendiri / self exited ini dibedakan lagi menjadi 3 jenis berdasarkan
konfigurasi supply medan dengan kumparan motornya sebagai berikut :
a.

Motor DC shunt, Pada motor DC shunt gulungan medan (medan shunt)


disambungkan secara paralel dengan gulungan motor listrik. Oleh karena itu total arus
dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo.

b.

Motor DC Seri, Pada motor DC seri, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan
secara seri dengan gulungan kumparan motor (A). Oleh karena itu, arus medan sama
dengan arus dinamo.

c.

Motor DC Kompon/Gabungan, Motor Kompon DC merupakan gabungan motor


seri dan shunt. Pada motor kompon, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan
secara paralel dan seri dengan gulungan motor listrik. Sehingga, motor kompon
memiliki torque penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil.

C. ALAT DAN BAHAN


1. Baterai
2. Magnet
3. Papan rangkaian
4. Paper Clip
5. Kumparan
6. Kawat penyangga
7. Jepit buaya
8. Kabel penghubung
9. Gunting
10. Selotip

D. CARA PEMBUATAN MOTOR LISTRIK


1. Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan motor listrik
2. Rekatkan magnet pada papan rangkaian
3. Setelah magnet melekat pada papan rangkaian, selanjutnya merancang klip(kawat
penyangga) , kabel penghubung dan baterai diletakkan diatas papan rangkaian
4. Kemudian setelah magnet, kabel penghubung dan klip yang dibuat kawat penyangga
terpasang di papan rangkaian, lalu membuat kumparan dari bahan lilitan tembaga dan
setelah terjadi kumparan, hilangkan email pada ujung kumparan
5. Selanjutnya setelah selesai membuat kumparan dan meletakkan pada papan
rangkaian, hubungkan kabel penghubung ke baterai sehingga kumparan tersebut akan
berputar
6. Terbentuklah sebuah alat MOTOR LISTRIK SEDERHANA

E. MEKANISME KERJA MOTOR LISTRIK


Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama. Arus listrik dalam
medan magnet akan memberikan gaya Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan
menjadi sebuah lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan
magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan. Pasangan gaya
menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar kumparan. Motor-motor memiliki
beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan
medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan
medan. Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang dimaksud
dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/ torque sesuai dengan
kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok :

1.

Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya


bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak bervariasi. Contoh
beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement
konstan.

2.

Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan
kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal
dan fan (torque bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).

3.

Beban Dengan Energi Konstan adalah beban dengan permintaan torque yang
berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh: Peralatan mesin.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan :
Berdasarkan percobaan, ditunjukkan bahwa gerakan magnet di dalam kumparan
menyebabkan terjadinya perubahan garis gaya magnet (fluks magnetik) dan menyimpangnya
jarum galvanometer. Hal ini menunjukkan bahwa pada kedua ujung kumparan terdapat arus
listrik karena beda potensial yang timbul pada ujung kumparan disebut gaya gerak listrik
(GGL) induksi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyebab timbulnya GGL
induksi adalah perubahan garis gaya magnet yang dilingkupi oleh kumparan. Semakin cepat
terjadinya perubahan fluks magnetik, makin besar GGL induksi yang timbul dan makin besar
arus yang mengalir serta makin besar deviasi jarum galvanometer.
Ketika dihubungkan dengan batang ferit arus yang terbaca lebih besar dibanding
tanpa dihubungkan dengan batang ferit sehingga adanya batang ferit dapat memperbesar arus
yang mengalir pada rangkaian dua kumparan. Banyak sedikitnya lilitan pada kumparan
berpengaruh terhadap besarnya arus, semakin banyak jumlah lilitan kumparan baik yang
dipasang dengan amperemeter maupun dengan sumber arus (catu daya) maka semakin besar
arusnya.
Pengamatan arus pada amperemeter digital harus dilakukan dengan hati-hati karena
penghubungan kabel-kabel harus tepat dan sesuai serta perlu mengatur skala pendeteksi arus
yang disesuaikan

BAB IV
LAMPIRAN

KUMPARAN

MAGNET

PAPER CLIP

BATERAI DAN

SELOTIP

HASIL JADI

KAWAT PENGHUBUNG

MOTOR LISTRIK SEDERHANA