Anda di halaman 1dari 6

Nama

NIM
Prodi
Kelas

: I Kade Alfian Kusuma Wirayuda


: 1613511025
: Ilmu Kelautan
:A

Gerak Lurus Beraturan Satu Dimensi

A. Pendahuluan
Ilmu fisika merupakan ilmu pasti yang mempelajari suatu gejala alam yang dapat diukur dan bisa
diamati. Gejala ini berasal dari panca indra manusia. Ilmu fisika memiliki cabang cabang yang sangat
banyak, berbagai jenis ilmu fisika juga berkaitan dengan ilmu lainnya seperti matematika, kimia dan biologi.
Salah satu cabang ilmu fisika yang paling umum dan paling sering kita jumpai adalah Mekanika. Mekanika
fisika merupakan cabang ilmu fisika tertua yang pernah ada, prinsip prinsip mekanika sangat bergantung
pada pehitungan yang sangat teliti, mekanika fisika adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang
berhubungan tentang gerak benda, konsep konsep gaya dan energi yang behubungan. Mekanika klasik
terbagi menjadi dua bagian yaitu Kinematika dan Dinamika.
B. Kinematika dan Dinamika
Kinematika merupakan ilmu alam yang mempelajari tentang gerak benda dan pengembangan
persamaan untuk menggambarkan gerakan benda benda. Ilmu ini secara khusus mempelajari tentang
bagaimana suatu benda dapat bergerak bukan penyebab dari suatu gerakan. Kinematika merupakan cabang
ilmu yang mengevaluasi ciri ciri seperti percepatan, perpindahan dan kecepatan. Selain penggambaran
objek gerak, kinematika juga mempelajari suatu sistem, sistem terkait memiliki pola yang sangat berbeda
dari gerakan suatu objekindividu dan dapat menjadi sangat kompleks. Contoh dari kinematika fisika yaitu
perhitungan kecepatan jatuh sebuat benda tanpa memperhitungkan perlambatan yang disebabkan oleh
tekanan udara.
Selain kinematika adapula dinamika, Dinamika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang gerak
benda dengan menganalisis seluruh penyebab yang menyebabkan terjadinya suatu benda dapat bergerak.
Dalam ilmu dinamika, ada beberapa konsep yang menghubungkan antara kondisi benda dengan keadaan
luar yang menyebabkan benda itu bergerak seperti pada hukum II newton yang berbunyi massa benda
dipengaruhi oleh gaya luar yang berbanding terbalik dengan percepatan gerak benda tersebut. Contoh dari
Kinematika dalam kehidupan sehari hari yaitu pada kejadian seorang pemain sepak bola yang harus
memberikan gaya pada bola agar bola tersebut masuk ke gawang.
Gerak benda seperti bola kasti,mobil,pelari, bahkan matahari dan bulan merupakan bagian dari
kejadian nyata dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun manusia purba memiliki pemahaman yang baik
mengenai gerak, namun pada abad ke-16 dan ke-17, pengertian modern mengenai gerak ditetapkan. Banyak
yang berperan dalam terbentuknya pemahaman ini, tetapi, ada dua orang yang sangat menonjol dalam hal ini
yaitu; Galileo Galilei (1564-1642) dan Isaac Newton (1642-1727).
Sebelum lanjut, kita mulai dengan membahas tentang Gerak Translasi. Gerak translasi dapat
diartikan sebagai gerak pergeseran suatu benda dengan bentuk dan lintasan yang sama di setiap titiknya.
Sehingga sebuah benda dapat dikataan melakukan gerak translasi (pergseran) apabila setiap titiknya pada
benda itu menempuh lintasan da bentuk dan panjangnya sama, meskipun pada lintasan melengkung tetapi
bentuk dan panjangnya sama dari kedudukan satu ke kedudukan lainnya. Gerak Translasi menggunakan
skalar vektor dalam tinjauan dua kordinat aitu x dan y. Contoh dari gerak translasi yaitu pergesaran dari
sebuah balok di atas suatu permukaan datar tanpa mengguling dari posisi awal hingga posisi akhir pada jarak
yang sama.
Gerak suatu benda pada lintasan garis lurus disebut gerak satu dimensi, gerak ni termasuk ke dalam
kinematika fisika karena hanya membahas bagaimana benda itu bergerak tanpa membahas penybab dari
suatu benda dapat bergerak. Gerak satu dimensi terdiri dari dua titik, yaitu titik awal dan titik akhir serta

waktu tempuh dari titik awal ke titik akhir. Untuk gerak satu dimensi diharapkan memberi tanda terhadap
dua arah gerakan yang mungkin terjadi, hal ini dibedakan dengan cara memberi tanda positif dan negatif.
Pemahaman mengenai gerak satu dimensi akan lebih mudah dengan tinjauan benda benda yang posisinya
apat digambarkan denganmenentukan posisinya di satu titik, benda seperti ini disebut dengan partikel.
Pembahasan gerakan satu dimensi ini meliputi beberapa sub materi yang terdiri dari kelajuan, perpindahan,
dan kecepatan, keepatan sesaat, percepatan, dan percepatan konstan. Keseluruhan materi tersebut saling
berkaitan dan membentuk seluruh aspek dalam gerak satu dimensi
Kita sering menyatakan arah dengan menggunakan titik titik mata angin yaitu utara, selatan, timur,
dan barat. Atau kita bisa menentukan atas dan bawah. Patokan tersebut biasa disebut kerangka acuan, dalam
ilmu fisika kita sering menggunakan titik kordinat sebagai kerangka acuan atau kerangka sudut pandang.
Penentuan kerangka acuan penting dalam menyatakan laju seperti contohnya ketika kita berada di atas bus
dengan laju 40km/jam, sebenarnya kita sedang bergerak diatas permukaan bumi, sehingga kelajuan bus
tersebut berpatokan pada bumi sebagai kerangka acuan. Selain pada laju, jarak juga bergantung pada
kerangka acuan, seperti contonya tidak ada artinya jika berkata bahwa jarak ke kapus udayana hanya 2 km,
kecuali kita memperjelas kampus udayana berjarak 2km dari arah mana.
Dalam sumbu kordinat kita dapat menempatkan titik asal sebagai O, dan arah sumbu x dan y. Benda
yang diletakkan di kanan dari titik O berada pada sumbu x dan bernilai positif, dan benda yang berada di
sebelah kiri titik O bernilai negatif. Posisi sumbu y brada di atas titik O yang bernilai positif dan di bawah
titik O yang bernilai negatif. Dengan demikian kerangka acuan sangat penting dan harus ditetapkan dn
disepakati agar tidak timbul kerancuan atau kebingungan nantinya. Pada gerak satu dimensi, kita sering
memilih sumbu x sebgai garis dimana gerakan satu dimensi tersebut terjadi. Dengan begitu, posisi benda
hanya dinyatakan dalam kordinat titik x saja. Kedudukan merupakan posisi atau letak suatu benda pada
suatu waktu tertentu terhadap suatu patokan atau kerangka acuan. Kedudukan suatu benda ditentukan oleh
jaraknya terhadap titik acuan.
C. Gerak Lurus Satu Dimensi

Gerak lurus adalah gerak benda yang lintasannya lurus.Ada dua macam gerak lurus yaitu Gerak
Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Beraturan.Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak benda yang
lintasannya lurus dan kecepatannya tetap Suatu benda dikatakan bergerak lurus beraturan jika lintasan yang
dilalui benda tersebut berupa bidang lurus dan memiliki kecepatan yang tetap untuk setiap saat. Benda bisa
dikatakan mengalami gerak lurus beraturan (GLB) bila benda tersebut bergerak dengan kecepatan tetap
(konstan). Jadi, syarat benda bergerak lurus beraturan apabila gerak benda menempuh lintasan lurus dan
dengan kecapatan benda tidak berubah (konstan). Pada gerak lurus beraturan (GLB), benda menempuh jarak
yang sama dalam selang waktu yang sama. Pada kenyataannya, gerak dengan kecepatan yang konstan sulit
ditemukan.contoh dari gerak lurus beraturan adalah sebuah kereta api yang bergerak pada lintasan rel yang
lurus dan tanpa hambatan atau sebuah mobil yang bergerak di jalan tol bebas hambatan, Ciri-ciri GLB, yaitu
Percepatan nol,Kecepatan konstan,Geraknya menempuh intasan lurus secarateratur, Besar kecepatan sama
dengan kelajuan danbesar perpindahan sama dengan jarak.
Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut;
v=

S
t

atau s= v.t

Keterangan:
v = kecepatan (m/s)
s = perpindahan (m)
t = waktu (s
Gerak lurus 1 dimensi adalah gerak suatu objek yang terjadi disepanjang garis lurus. Pemahaman
akan kinematika gerak dapat membantu memahami gerak satu dimensi. .Kinematika adalah ilmu yang

mempelajari gerak dan pengembangan persamaan untuk menggambarkan gerakan benda-benda, bagian dari
komponen yang lebih besar fisika yang dikenal sebagai mekanika klasik. Ilmu ini terlihat secara khusus pada
gerakan, bukan penyebab gerakan atau interaksi yang mungkin terjadi selama gerakan.Gerak dapat
didefinisikan sebagai suatu perubahan posisi suatu benda dari posisi awal. Perubahan letak benda dilihat
dengan membandingkan letak benda tersebut terhadap suatu titik yang diangggap tidak bergerak.
D. Jarak dan Perpindahan
Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda dala selang waktu tertentu, jarak
merupakan besaran skalar yang artinya bernilali mutlak dan selalu positif dan tidak bergantung pada arah.
Jarak memiliki pengertian yang berbeda dengan perpindahan
Sedangkan perpindahan merupakan perpindahan kedudukan suatu benda dalam selang waktu tertentu,
berbeda dengan jarak, perpindahan merupakan besaran vektor sehingga besar atau nlainya bergantung pada
arah. Perpindahan bergantung pada posisi awal benda hingga posisi akhir dan tidak bergantung pada lintasan
gerak yang ditempuh oleh suatu benda. Contoh dari suatu perpindahan adalah suatu benda sedang berpindah
dari kedudukan awalnya Xa menjadi Xb, maka perpindahan yang dilakukan oleh benda tersebut dapat
dirumuskan sebagai berikut. Perpindahan = kedudukan akhir- kedudukan awal
E. Kelajuan dan Kecepatan
Kelajuan rata-rata partikel dapat didefinisikan sebagai perbandingan jarak total yang ditempuh terhadap
waktu total yang dibutuhkan:
Kelajuan rata-rata =

jarak total
waktu total

Satuan SI kelajuan rata-rata adalah meter per sekon (m/s). Secara Internasional, satuan yang lebih umum
adalah kilometre per jam (km/j) jika anda menempuh 200 km dalam 5 jam, maka kelajuan rata-rata anda
adalah (200 km)/(5j) = 40km/j.
Konsep kecepatan serupa dengan konsep kelajuan tetapi berbeda karena kecepatan mencakup arah
gerakan. Kecepatan adalah laju perubahan posisi. Kecepatan rata-rata partikel didefinisikan sebagai
perpindahan antara perpindahan (x) dan selang waktu(t=t2-t1)
x x 2x 1
=
Vrata-rata= t t 2t 1

F. Kecepatan rata-rata
Aspek yang terpenting dari gerak benda adalah seberapa cepat benda tersebut bergerak laju atau
kecepatannya. Istilah laju menyatakan sebarapa jauh sebuah benda berjalan dalamsuatu selang waktu
tertentu. Jika sebuah mobil menempuh jarak 240 kilometer (km) dalam 3 jam, dapat dikatakan bahwa laju
rata-ratanya 80 km/jam. Secara umum, laju rata-rata sebuah benda didefinisikan sebagai jarak yang
diperlukan untuk menempuh jarak tersebut.
Laju rata-rata =

Jarak tempu h
waktu tempu h yang diperlukan

Istilah kecepatan rata-rata dan laju rata rata sering dianggap sama dalam kehidupan sehari-hari,namun dalam
fisika terdapat perbedaan antara keduanya, laju adalah sebuah bilangan positif dengan satuan. Kecepatan
dipihak lain digunakan untuk menyatakan baik besar (bilangan numerik) mengenain seberapa cepat sebuah

benda begerak maupun arah geraknya. (Dengan demikian kecepatan adalah sebuah vektor). Kecepatan atarata dapat dihitung dengan persamaan:
Kecepatan rata-rata =

perpinda h an
waktu tempu h yang diperlukan

G. Kecepatan Sesaat
Ketika anda mengendarai sepeda motor sepanjang jalan yang lurus sejauh 100 km dalam waktu 2 jam, besar
kecepatan rata-ratanya adalah 50 km/jam. Walaupun demikian, tidak mungkin kita mengendarai sepeda
motor tersebut tepat 50 km/jam setiap saat. Untuk mengetahui situasi ini, kita memerlukan konsep kecepatan
sesaat yang merupakan kecepatan pada suatu waktu. Kecepatan sesaat adalah kecepatan rata-rata pada limit
selang waktu t mendekati nol. Secara matematis kecepatan sesaat dituliskan:
lim x

v=

Notasi

lim

t 0

t 0

berisi rasio x/t akan dievaluasi dengan limit t mendekati nol. Kita tidak menentukan

saja t = 0 dalam definisi ini,karena dengan demikian x juga akan menjadi nol, dan kita akan mendapatkan
angka yang tidak terdefinisi. Melainkan,kita memandang rasio x/t sebagai satu kesatuan. Sementara kita
menentukan t mendekati nol, x mendekati nol juga, tetapi rasio x/t mendekati suatu nilai tertentu yang
merupaka suatu kecepatan sesaat pada waktu kapanpun.
H. Percepatan
Percepatan Rata-Rata Dalam kehidupan sehari-hari, sulit menemukan benda atau materi yang bergerak
dengan kecepatan yang konstan. Sebuah benda yang bergerak cenderung dipercepat atau diperlambat
gerakannya. Proses mempercepat dan memperlambat ini adalah suatu gerakan perubahan kecepatan dalam
selang waktu tertentu atau disebut sebagai percepatan. Percepatan rata-rata untuk suatu selang waktu tertentu
t = t2-t1 didefinisikan sebagai rasio v/t, dengan v2-v1 adalah perubahan kecepatan sesaat untuk
selang waktu tersebut:
v
t

a rata-rata =

dimensi percepatan adalah panjang dibagi (waktu)2 . Satuan yang umum adalah meter per sekon per sekon
(m/s2) .
dengan v2 adalah kecepatan pada saat t 2 dan v1 adalah kecepatan pada saat t1 .
Percepatan Sesaat dapat didefinisikan sebagai perubahan kecepatan pada saat selang waktu yang singkat.
Seperti halnya kecepatan sesaat, percepatan sesaat terjadi dalam kejadian yang memiliki selang waktu yang
sangat pendek atau mendekati nol. Percepatan sesaat adalah limit rasio v/t dengan t mendekati 0. Jika
kita gambarkan pada grafik kecepatan versus waktu, percepatan sesaat pada saat t didefinisikan sebagai
kemiringan garis yang menyinggung kurva pada saat itu
a=

lim
t0

v
t

jadi percepatan adalah turunan kecepatan terhadap waktu. Notasi kalkulus untuk turunan ini adalah dv/dt.
Karena kecepatan adalah turunan posisi x terhadap t, percepatan adalah turunan kedua x terhadap t, yang

biasanya ditulis d2x/dt2. Kita dapat menuliskan notasi semacam ini dengan menuliskan percepatan sebagai
dv/dt dan mengganti v dengan dx/dt:

a=

dv
=
dt

dx
)
dt
dt

d(

jika kecepatan konstan,percepatan akan bernilai 0 karena Av = 0 untuk seluruh selang waktu. Dalam hal ini
kemiringan kurva x terhadap t yang bersangkutan tidak berubah . pada contoh kita telah menjumpai bahwa
untuk fungsi posisi x = (5m/s 2)t2 , kecepatan bertambah secara linier dengan pertambahan waktu menurut
persamaan v = (10 m/s2)t. Dalam hal ini percepatan konstan dan sama dengan 10 m/s 2,yang merupakan
kemiringan kurva v dan t yang bersangkutan.
Alat ukur yang dapat menentukan kecepatan sesaat dan percepatan sesaat adalah ticker timer. Hasil
ketikan yang dilakukan ticker timer tersebut dapat menentukan gerakan yang dilakukan oleh sebuah benda.
Hasil ketikan berupa titik-titik dengan jarak antartitik berbeda-beda. Perbedaan jarak antartitik menunjukkan
bahwa benda tersebut sedang bergerak dipercepat atau diperlambat. Semakin besar jarak antartitik, semakin
besar percepatan yang dilakukan oleh sebuah benda. Semakin pendek jarak antartitik, semakin besar
perlambatan yang dilakukan oleh sebuah benda hingga benda tersebut berhenti. Jika jarak antartitik tetap,
berarti benda tidak melakukan percepatan maupun perlambatan, melainkan memiliki kecepatan yang
konstan. Alat pewaktu ketik, ticker timer, memberikan data kecepatan sebuah benda yang bergerak. Dari
waktu pertama hingga waktu keempat, kecepatan benda tersebut adalah konstan, kemudian mulai waktu
kelima hingga waktu kesebelas, benda tersebut mengalami percepatan, hal ini dapat dilihat dari jarak antara
titik yang semakin membesar.

I. Studi Kasus
Berapakah jarak yang ditempuh sebuah mobil dalam 5 menit jika kecepatan rata-ratanya selama
selang waktu ini adalah 80 km/jam?
Pembahasan:

Diket : v= 80 km/j
Dit

: s dalam 5 menit....?

Jawab : S= v x t
Karena waktu dinyatakan dalam menit dan kecepatan rata-rata dalam kilometer per jam, kita
harus mengubah kecepatan rata-rata menjadi kilometer per menit.
S=vxt

vrata-rata =

v=

80
30 =

s
t
4 km
3 menit

Maka nilai perpindahannya:

S=

4 km
3 menit

x 5 menit = 6,67 km

atau menggunakan teknik perkalian silang:

4 km
3 menit

x
5 menit

20
3

= 6,67

20 = 3x

x =

Sumber:
Paul A, Tipler (1998) Fisika: Untuk Sains dan Teknik. Jakarta : Erlangga
Douglas C. Giancoli (2001) Fisika Jilid1 Edisi 5. Jakarta : Erlangga
http://www.Fisikazone.com