Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
1. Hasil determinasi tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn)
dan tanaman seledri (Apium graveolens L) menyatakan bahwa sampel
yang digunakan adalah benar buah belimbing wuluh dan daun seledri.
2. Ekstrak etanol yang dihasilkan dari buah belimbing wuluh adalah
ekstrak kental warna coklat pekat, seberat 142,98 g dengan rendemen
15,89% dan daun seledri menghasilkan ekstrak kental warna hijau
pekat dengan berat 115,2 g dengan rendemen 12,80%. Hasil skrining
fitokimia ekstrak etanol buah belimbing wuluh mengandung saponin,
alkaloid, fenolik, flavonoid, triterpenoid dan steroid sedangkan ekstrak
etanol daun Seledri mengandung saponin, alkaloid, fenolik, flavonoid,
triterpenoid dan glikosida. Kandungan flavonoid total seledri lebih
besar dibanding dengan kandungan flavonoid total ekstrak belimbing
wuluh.
3. Data aktivitas analgetik optimum masing-masing ekstrak, yaitu untuk
aktivitas analgetik dari ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa
bilimbi L.) sebesar 22,08%, ekstrak etanol daun seledri (Apium
graveolens L) 64,21%, dan untuk semua kombinasi ekstrak buah
belimbing wuluh dan daun seledri memiliki aktivitas yang lebih baik
sebagai analgetik yaitu (3:1) 50,51%, (2:2) 65,89%%, sedang (1:3)
77,26%. dibandingkan dengan ekstrak tunggal, kombinasi yang paling
optimum adalah ekstrak buah belimbing wuluh dan daun seledri
dengan perbandingan berbanding 1:3. Sehingga dpt disimpulkan
adanya kerja sinergik dari kedua ekstrak.
4. Ekstrak buah belimbing wuluh dan daun seledri dengan perbandingan
1:3 dapat dibuat sediaan larutan sirup dengan karakteristik warna hijau
kecoklatan, bau khas, homogen, bobot jenis 1,3450 gram/ml,
viskositas 24,94 Cp terhadap aquadest, pH 5,3.

109

5. Data uji aktivitas analgetik dan kerja sinergik bentuk sediaan sirup dari
kombinasi ekstrak sebagai analgetik tetap bertahan sampai dengan hari
ke 90 sebesar 55,31% dibandingkan dengan kontrol positif sirup
parasetamol.
6. Sediaan sirup stabil pada uji stabilitas dipercepat selama 3 bulan, yaitu
pada uji cyling test, organoleptis dan pH tidak mengalami perubahan
yang signifikan, nilai BJ rata-rata sebesar 1,2944 g/mL, viskositas ratarata 62,1078 Cp dengan parameter sediaan kental tapi masih mudah
untuk dituang. Sediaan negatif terhadap pemeriksaan mikrobiologi,
kadungan Aflatoksin dan cemaran logam berat dalam sirup tidak
melebihi batas yang ditetapkan, sirup memenuhi uji persyaratan mutu
yang dipersyaratkan. Memiliki masa edar 1,3 tahun.
B. SARAN
1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai uji toksisitas dari
sediaan ekstrak kombinasi belimbing wuluh dan seledri.
2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai aktivitas analgetik
dengan metode pengujian yang lain serta bentuk sediaan oral yang
lainnya.
3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penentuan struktur
senyawa kimia yang berfungsi sebagai analgetik pada ekstrak
belimbing wuluh dan seledri, atau kombinasinya.

110