Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sampah merupakan masalah yang tidak pernah terselesaikan hingga saat ini,
meskipun beberapa negara maju telah menindak tegas masyarakat yang membuang
sampah sembarangan, namun belum juga membuat para pembuang sampah
sembarangan menjadi jera, apalagi dengan negara berkembang yang sudah
memiliki undang-undang yang jelas mengenai permasalahan ini.
Sampah kota secara sederhana diartikan sebagai sampah organik maupun
anorganik yang dibuang oleh masyarakat dari berbagai lokasi di kota, sampah
umumnya berasal dari perumahan, pasar, restaurant dan pabrik. Oleh sebab itu
sampah menjadi masalah penting untuk kota yang padat penduduknya, hal tersebut
disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu volume sampah sangat besar sehingga
melebihi kapasitas lahan tempat pembuangan akhir (TPA) semakin sempit karena
tergeser. Tujuan lain manajemen pengolahan sampah tidak efektif sehingga sering
kali terjadi penyebab distorsi dengan masyarakat setempat dan sebagainya.
Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial.Bahkan, sampah dapat
dikatakan sebagai masalah kultural karena dampaknya terkena pada berbagai sisi
kehidupan, terutama dikota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Bandung, Medan
dan Surabaya. Menteri Lingkungan hidup, Balthasar Kambuaya, 14 April 2012
mengatakan bahwa rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 2, 5 liter
sampah per hari atau 625 juta liter dari jumlah total penduduk. Kondisi ini akan
terus bertambah sesuai dengan kondisi lingkungannya. Estimasi jumlah timbunan
sampah di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 38,5 juta ton/tahun dengan
komposisi terbesar adalah sampah organik (58 %), sampah plastik (14 %), sampah
kertas (9 %) dan sampah kayu (4 %) (S. R. Juliastuti, dkk).

Dengan jumlah yang tergolong besar tersebut, maka perlu adanya


penanganan sampah yang khusus. Bila tidak cepat ditangani secara benar maka
kota-kota di Indonesia akan tenggelam dalam timbunan sampah bersamaan dengan
segala dampak negatif yang ditimbulkannya, terutama sampah-sampah yang di
buang di sungai.
Solusi yang telah dilakukan oleh masyarakat untuk menanggulangani
sampah yang ada di sungai kebanyakan masih menggunakan cara manual, seperti
mengambil sampah dari sungai dengan tangan atau dengan penyedok sampah,
namun sampah yang di ambil secara manual tidak dapat dilakukan setiap saat
sedangkan sampah yang mengalir disungai hampir setiap waktu ada, sehingga
masih banyak sampah yang ada di sungai dan akhirnya sampah tersebut menyumbat
aliran air sungai dan ketika hujan deras mengakibatkan banjir bandang yang tidak
dapat dihindari. Sehingga diperlukan suatu cara supaya sampah yang ada disungai
dapat dikurangi atau bahkan tidak ada lagi yang akan menggenangi sungai.

1.2.Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dibahas adalah:


a. Bagaimana proses pembuatan Rancang Bangun Filter Sampah Sungai
Berbasis Mikrokontroller?
b. Bagaimana cara mengaplikasikan Rancang Bangun Filter Sampah Sungai
Berbasis Mikrokontroller?

1.3.Tujuan dan Manfaat

Tujuan yang ingin dicapai dari gagasan tertulis ini adalah mendiskripsikan
suatu instalasi penayaringan sampah sungai berbasis mikrokontroler at mega16
yang ramah lingkungan dan bersifat berkelanjutan sehingga dapat mengurangi
sampah sungai yang menyebabkan banjir, selain itu gagasan ini dapat diaplikasikan

dan bekerjasama dengan dinas kebersihan guna memanfaatkan alat yang sudah ada
untuk mencegah terjadinya banjir akibat penumpukan sampah sungai.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sungai

Sungai atau kali merupakan aliran air yang mengalirkan air dari hulu ke
hilir, melalui sungai air hujan yang turun di daratan mengalir ke laut atau ke
tampungan air seperti danau.Sungai mempunyai banyak manfaat bagi manusia,
seperti untuk irigasi air minum, tempat MCK, dan sebagai saluran pembuangan air
hujan.Sungai seharusnya bersih dari berbagai macam limbah dan sampah, namun
kebanyakan sungai yang ada banyak tercemar oleh limbah dan sampah.Di seluruh
Indonesia, tercatat ada 5.590 sungai induk, yang 600 di antaranya berpotensi
menimbulkan banjir.Daerah rawan banjir yang dicakup sungai-sungai induk
mencapai 1, 4 juta hektar.Indonesia merupakan wilayah bercurah hujan tinggi,
sekitar 2.000 - 3.000 milimeter setahun.Apabila suatu saat curah hujan melebihi
kisaran (range) tersebut, maka banjir sulit dielakkan (Direktorat Pengairan dan
Irigasi, 2009).
Salah satu penyebab terjadinya banjir pada saat terjadi hujan adalah karena
air sungai tidak dapat mengalirkan air secara baik. Hal ini biasanya disebabkan oleh
banyaknya sampah pada aliran air, seringkali sampah dibiarkan berserakan di jalan
sehingga dapat menimbulkan penyumbatan aliran sungai dan banjir. Pembuangan
sampah di sungai, tidak hanya berdampak bagi estetika lingkungan, namun juga
bagi kesehatan serta sosial ekonomi di daerah tersebut.Perlu adanya kerjasama
lintas sektoral dari berbagai profesi termasuk di dalamnya kesehatan khususnya

yang berkesinambungan untuk dapat menyelesaikan masalah pembuangan sampah


di sungai (Mursidik, 2010).

2.2. Sampah

Sampah merupakan salah satu dari sekian banyak masalah sosial yang
dihadapi masyarakat. Masyarakat kota ataupun daerah yang padat pendududuknya
pasti menghasilkan sampah yang begitu banyak. Seiring dengan pertambahan
jumlah penduduk, maka menyebabkan peningkatan jumlah sampahyang ada,
karena setiap manusia pasti menghasilkan sampah setiap harinya. Sampah
sampah itu ada yang mudah terurai dan tidak, bahkan ada yang memerlukan waktu
hingga ratusan tahun hingga hancur. Hal itulah yang menyebabkan sampah terus
menumpuk yang tentunya bisa berakibat merugikan bagi kita. Terutama jika
sampah tersebut dibuang disembarang tempat oleh masyarakat apalagi jika dibuang
ke sungai maka akan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya baik untuk
lingkungan maupun untuk masyarakat itu sendiri.Secara umum, dampak dari
membuang sampah ke sungai adalah :Air sungai tidak dapat mengalir secara normal
karena pada aliran sungai terhambat oleh tumpukan sampah, pada musim hujan
terjadi banjir karena sungai tidak berfungsi dengan baik,ikan-ikan pada spesies
tertentu banyak yang punah karena jenis sampah tertentu mengandung zat kimia
yang dapat merusak ekosistem di sungai, serta menyebabkan kualitas air menjadi
buruk disertai dengan bau yang tak sedap (Rizal Ardiansyah, 2014).
Di Indonesia sendiri sampah telah menjadi permasalahan yang tak kunjung
selesai.Pemerintah sudah berupaya seoptimal mungkin dalam menyelesaikan
masalahan sampah. Pemerintah juga sudah mengeluarkan peraturan dalam UndangUndang No. 18 Tahun 2008 tentang pengolahan sampah dan larangan bagi setiap
orang untuk memasukkan sampah ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia, mengimpor sampah, mencampur sampah dengan limbah berbahaya dan
beracun, mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan
lingkungan, membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan

disediakan, melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di tempat


pemrosesan akhir serta membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan
teknis pengelolaan sampah (Amri,S.2008).

BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1 Studi Literatur


Metode ini bertujuan untuk mempelajari teori Rancang Bangun Filter
Sampah Sungai Berbasis Mikrokontroller dan unit-unit yang akan digunakan dalam
perancangan filter sampah sungai. Adapun buku buku teks yang berupa tulisan
ilmiah, matakuliah, atrikel pada suatu situs yang tentunya berkaitan dengan
penulisan.

3.2. Prosedur Kerja


Studi Literatur

Observasi

Pengumpulan Alat dan


Bahan

Prancangan

Mengamplikasikan

BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN

Berbagai upaya sudah banyak dilakukan oleh berbagai pihak untuk


mengurangi banyaknya sampah yang tersebar terutama sampah yang ada disungai.
Baik secara manual dengan mengangkat langsung sampah yang ada di sungai
maupun menggunakan alat bantu seperti penyaring sampah. Alat penyaring sampah
yang ada sekarang masih kurang efektif dari segi kinerja karena harus dioperasikan
secara manual oleh operator serta penggunaan energy yang digunakan cenderung
boros karena alat bekerja secara terus menerus sehingga berdampak pada
pemborosan energy dan umur alat tidak bertahan lama.Masalah tersebut dapat
diatasi dengan dengan suatu alat yang dapat berkerja secara otomatis sehingga dapat
mengurangi pemborosan energy.Penulis menawarkan suatu gagasan terkait
penyaring sampah disungai otomatis yaitu alat penyaring sampah otomatis berbasis
mikrokontroller. Alat penyaring sampah otomatis berbasis mikrokontroller ini
bekerja menggunakan system escalator naik, sehingga sampah yang mengalir
disungai dapat terangkut sementara ke bak penampungan untuk kemudian diangkut
ke tempat pembuangan akhir (TPA). Alat ini dapat berkerja secara otomatis karena
dapat menyesuaikan keadaan dan banyaknya sampah yang ada di sungai karena
dilengkapi dengan sensor, ketika sampah yang melewati alat sudah cukup banyak
maka alat akan bekerja dan mengagkat sampah yang ada disungai menuju bak
penampungan, namun ketika sampah sudah tidak ada lagi atau sampah dalam
jumlah sedikit maka alat tidak bekerja, hal ini bertujuan untuk menghemat
pengggunaan energy untuk pengoperasian alat. Ketika sampah yang sudah
terkumpul di dalam bak penampungan sudah penuh maka sensor akan bekerja dan
alat akan mengirim short massage service (sms) kepada petugas truk pengangkut
sampah untuk segera mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Adapun proses kerja dari alat adalah sebagai berikut:

Sampah sungai

sensor
Short massage
service (SMS)

mikrokontroller

Motor penggerak

Bak penampungan

Sensor

Operator truk
pengangkut
sampah

Skema Proses Filter Sampah Sungai


1. Pagar pengarah digunakan untuk mengarahkan sampah yang mengalir di
sungai berkumpul di depan alat supaya memudahkan proses pengangkutan
oleh alat.
2. Motor listrik berfungsi untuk menggerakkan bagian escalator pengangkut
sampah yang sudah terkumpul di depan escalator.
3. Sampah yang telah diangkut, dikumpulkan dalam bak penampungan yang
terletak diujung escalator, sehingga sampah yang telah terangkut dari aliran
sungai tidak terberserakan di darat.
4. Setelah sampah dalam bak penampungan penuh, maka alat akan secara
otomatis mengirim pemberitahuan berupa short massage service (SMS)
kepada petugas truk pengangkut sampah untuk diangkut ke tempat
penampungan akhir atau untuk diolah.
Penyaringan sampah dengan menggunakan alat otomatis ini dapat
mempermudah dan meringankan pekerjaan manusia dan juga dapat bekerja
sepanjang waktu, tanpa pemborosan energi.
7

Pihak-pihak yang terkait dalam mengimplementasikan gagasan diantaranya:


1. Dosen sebagai pembimbing
Dosen pembimbing sebagai sarana untuk berkonsultasi mengenai perancangan,
pembuatan dan pengelolaan instalasi penayaringan sampah sungai berbasis
mikrokontroler at mega.
2. Masyarakat
Masyarakat sebagai sasaran penerima manfaat dari adanya instalasi
penayaringan sampah sungai berbasis mikrokontroler at mega serta sebagai
perawat instalasi tersebut.
3. Lembaga lingkungan dan petugas kebersihan yang terkait.
4. Sponsor.
Langkah-langkah strategis untuk mewujudkan gagasan sehingga tujuan
diharapkan dapat tercapai yaitu:
1. Pencarian literature dan perumusan masalah
Tahap ini bertujuan agar pembangunan instalasi dapat berjalan dengan baik.
2. Merancang instalasi dan pembuatan alat.
Dalam hal ini instalasi akan dibuat dengan berbasis mikrokontroler yang ramah
lingkungan dan bersifat berkelanjutan.
3. Melakukan kerjasama antara masyarakat, sponsor dan pihak lembaga
lingkungan agar pengimplementasian berjalan dengan lancer sesuai harapan.
4. Pengontrolan yang dilakukan secara berkala agar instalasi yang dibangun masih
berfungsi dengan baik semana mestinya.
5. Evaluasi dan revisi bertujuan untuk memperbaiki kekurangan pada instalasi
sehingga kedepannya dapat memperbaiki instalasi tersebut

BAB V
KESIMPULAN

Alat penyaring sampah ini merupakan solusi terbaik untuk penyaringan


sampah sungai yang ramah lingkungan dan bersifat berkelanjutan sehingga dapat
mengurangi sampah sungai yang menyebabkan banjir.Alat penyaring sampah
otomatis berbasis mikrokontroller ini bekerja menggunakan system escalator naik,
sehingga sampah yang mengalir disungai dapat terangkut sementara ke bak
penampungan untuk kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Dibandingkan dengan instalasi yang masih bersifat manual, alat ini
mempunyai keuntungan yaitu berkerja secara otomatis karena dapat menyesuaikan
keadaan dengan banyaknya sampah yang ada di sungai karena dilengkapi dengan
sensor

serta

menghemat

pengggunaan

energy

untuk

pengoperasian

alat.Pembangunan instalasi penyaringan sampah sungai berbasis mikrokontroller


yang ramah lingkungan dan efisien ini diharapkan dapat membantu masalah yang
terkait dengan sampah sungai penyebab banjir.

DAFTAR PUSTAKA

Amri, S. 2008. Sulap sampah jadi bermanfaat Bandung: Media tama


Direktorat Pengairan dan Irigasi, 2009 Pengolahan Sampah Sungai diakses pada
tanggal 15 April 2016 pukul 13.30 WIB.
Rizal

Ardiansyah. 2014. Alasan dan dampak membuang


http://rizalardiansyah25.blogspot.co.id/2014/02/alasandan
membuang sampah di.html. Diakses tanggal 18 Maret 2016.

sampah.
dampak

Juliastuti, S. R.2015.Pengolahan Limbah Plastik Kemasan Multilayer Ldpe (Low


Density
PolyEthilene)
dengan
Menggunakan
Metode
Pirolisis
Microwave.Surabaya. Jurusan Teknik Kimia, FTI, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember Surabaya.
Mursidik,
2010.
Penyebab
Terjadinya
http://murisidik.blogspot.co.id/2010/penyebabterjadinyabanjir.
tanggal 18 Maret 2016

Banjir.
Diakses

10

Daftar Gambar
Gambar 1. Rancang Bangun Proses Filter Sampah Sungai

11

12