Anda di halaman 1dari 57

SAP DAN RPP

ASUHAN KEBIDANAN

DI SUSUN OLEH KELOMPOK 3 :


1. Atika Muris
2. Neng Putri Asih
3. Liobani Grazia Nggeok Putri
4. Rizky Amelia
5. Sylvia Ade Sutarzan
6. Hana Audina

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN


FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS NASIONAL
JAKARTA SELATAN
2016

FORMAT SAP
Fak/Prodi

: D4 Bidan Pendidik Universitas Nasional

Nama Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kode Mata Kuliah

: BD. 303

Semester/Jumlah SKS

: III / 2 SKS ( T: 1, P: 1)

Mata Kuliah Persyaratan

: Asuhan Kebidanan I dan II

Jumlah minggu / pertemuan : 14 mg/ 14 pertemuan/ 48 jam


Nama Tim Dosen

: - Heni Widiastuti
- Nida Choirinisa
- Silvie Yuniar Gamiarsi

TM
I

KOMPETENSI
1. Pemahaman

INDIKATOR

tentang

konsep dasar masa nifas


2. Pemahaman
tentang
asuhan dasar masa nifas,
peran dan tanggung jawab
bidan dalam masa nifas

1. Mahasiswa
menjelaskan

MATERI

MEDIA

mampu

1. Konsep dasar masa

asuhan

nifas
2. Pengertian

dasar masa nifas, peran


dan

tanggung

jawab

bidan dalam masa nifas


2. Mahasiswa
mampu
menjelaskan

tahapan

masa nifas dan program


masa nifas
II

1. Pemahaman
proses

laktasi

tentang
dan

1. Mahasiswa
menjelaskan

masa

nifas
3. Tujuan asuhan dasar
masa nifas
4. Menjelaskan tahapan

METODE

WAKTU

EVALUASI

Proyektor,

Ceramah,

2x50 mnt

Kuesioner,

1. Sarwono,

White

Diskusi,

lembar

board,

Pemberian

penugasan

Spidol,

tugas

2008.
2. Seller P
(1993)
3. V Ruth bennet

penghapus,

Dan

Hand Out

mampu
anatomi

fisiologi payudara

Linda,

(1999)
4. Varney 1997
5. Buku anjuran

masa nifas
5. Peran bidan dalam
masa nifas
6. Program masa nifas
1. Anatomi
dan

SUMBER

Proyektor,

Ceramah,

White

Diskusi,

2x50 mnt

Kuesioner,
lembar

1.

Sarwono,
2008.

menyusui
2. Pemahaman

tentang

dan fisiologi payudara


2. Mampu
menjelaskan

anatomi

fisiologi

dukungan bidan dalam

dan

payudara

pemberian ASI, manfaat


pemberian ASI

2. Proses laktasi

dan

menyusui
3. Dukungan
dalam
ASI
4. Manfaat

bidan
pemberian

Board,

Pemberian

Spidol,

tugas

penugasan,

3.

Penghapus,

Pemahaman

tentang

komposisi gizi dalam ASI,


upaya memperbanyak ASI,

Mahasiswa

mampu

1. Komposisi

Linda,

pemberian

menjelaskan komposisi gizi

dalam ASI
2. Upaya

dalam

ASI,

upaya

tanda bayi cukup ASI dan

memperbanyak ASI, tanda

ASI eksklusif

bayi cukup ASI & ASI


eksklusif

IV

Pemahaman
perawatan
menyusui

tentang
payudara,
yang

masalah dalam

cara
benar,

pemberian

ASI

Mahasiswa
melaksanakan

mampu
perawatan

payudara, cara menyusui


yang

benar,

pemberian

masalah
ASI

&

penangananya

1. Pemahaman

tentang

Mahasiswa

gizi

memperbanyak ASI
3. Tanda bayi cukup
ASI
4. ASI Eksklusif

Ceramah,

White

Diskusi,

Board,

Pemberian

Spidol,

Tugas

anjuran
Sarwono,

lembar
penugasan

2.
3.

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth
Linda,

payudara,

diskusi

1. Proses dan respon

1.

Hand Out

payudara
2. Cara
menyusui

pemberian ASI &

Kusioner,

(1999)
Varney 1997
Buku

bennet Dan

Simulasi

dalam

2x50 mnt

4.
5.

Penghapus,

Phantom

penangananya

mampu

Proyektor,

1. Perawatan

yang benar
3. Masalah

Seller P
(1993)
V
Ruth
bennet Dan

Hand Out

ASI
III

2.

&

2x50 mnt

Praktek

(1999)
Varney 1997
Buku

1.

anjuran
Sarwono,

2.

daftar tilik,
perlengkap
an

4.
5.

3.

breast

bennet Dan

care

Proyektor,

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth
Linda,

Ceramah,

2x50 mnt

Kuesioner,

4.
5.

(1999)
Varney 1997
Buku

1.

anjuran
Sarwono,

proses

dan

respon

adaptasi psikologis ibu &


keluarga terhadap BBL
2. Bounding
attachment,
sibbling rivally

menginterpretasikan proses
dan

respon

adaptasi

psikologis ibu & keluarga


terhadap

BBL

menjelaskan

dan

bounding

attachment, dan sibbling

adaptasi

Laptop

Diskusi,

psiokologis ibu &

Hand Out,

Pemberian

keluarga

spidol,

Tugas

terhadap

BBL
2. Bounding

lembar
penugasan

3.

penghapus

1. Pemahaman

tentang

perubahan fisiologis masa


nifas
2. Pemahaman
sistem
pemantauan

perubahan

tanda

perubahan

sistem

menjelaskan

sistem

endokrin,

pemantauan
tentang
endokrin,

vital,

1. Mampu

Linda,

attachment
3. sibbling rivally

perubahan

tanda vital, perubahan


sistem

kardiovaskuler,

sistem hematologi

1. Perubahan

sistem

endokrin
2. Pemantauan
perubahan

tanda

vital
3. Perubahan

sistem

Hand Out,

Ceramah,

Proyektor,

Diskusi,

Laptop,

pemberian

spidol,

tugas

2x50 mnt

Kuesioner,

1. Pemahaman

penugasan

perubahan fisiologis masa


nifas
2. Pemahaman

mampu

menjelaskan perubahan

fisologis masa nifas


tentang 2. Mampu
menjelaskan

sistem reproduksi, sistem

sistem

pencernaan,

perubahan

perubahan

sistem perkemihan

sistem
perubahan
perkemihan

1.

anjuran
Sarwono,

2.
3.

penghapus

reproduksi,
fisiologis

1. Perubahan
fisiologis

masa

nifas
2. Sistem reproduksi
3. Sistem pencernaan
4. Sistem perkemihan

Linda,

Proyektor,

Ceramah,

White

dan diskusi,

board,

pemberian

spidol,

tugas

2x50 mnt

Kuesioner,

4.
5.

(1999)
Varney 1997
Buku

1.

anjuran
Sarwono,

lembar
penugasan

2.
3.

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth

penghapus,

bennet Dan

Hand Out

Linda,

pencernaan,
sistem

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth
bennet Dan

hematologi

tentang 1. Mahasiswa

(1999)
Varney 1997
Buku

lembar

sistem hematologi
VII

4.
5.

kardiovaskuler
4. Prubahan
sistem

kardiovaskular,

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth
bennet Dan

rivally
VI

2.

4.
5.

(1999)
Varney 1997
Buku
anjuran

VIII

tentang 1. Mahasiswa

mampu

1. Komplikasi

deteksi dini komplikasi

melakukan deteksi dini

masa

komplikasi masa nifas &

nifas
2. Kebersihan

1. Pemahaman

2.

nifas

penangananya
Pemahaman
tentang
diri/perineum,

IX

&

penangananya
2.
Mampu
menjelaskan
tentang
tentang
kebersihan
kebersihan
istirahat

diri/perineum,

diri/perineum
3. Istirahat yang cukp
4. Hubungan seksual

Proyektor,

Ceramah,

White

Diskusi

board,

kelompok,

spidol,

Pemberian

penhapus,

tugas

2x50 mnt

Kuesioner,

1.

Sarwono,

2.
3.
4.

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth

lembar
penugasan

bennet Dan

Hand Out

Linda,

istirahat

yang cukup, hubungan

yang cukup & hubungan

seksual

seksual

Pemahaman

Mahasiswa

mampu

tentangkebutuhan dasar ibu

menjelaskan

tentang

masa nifas seperti nutrisi dan

kebutuhan dasar ibu masa

cairan, ambulasi, eliminasi :

nifas seperti nutrisi dan

bak/bab, latihan/senam nifas

cairan,
eliminasi

masa

ambulasi,
:

1. Nutrisi dan cairan


2. Ambulasi
3. Eliminasi
(BAB/BAK)
4. Latihan/senam
nifas

bak/bab,

Proyektor,

Ceramah,

White

Diskusi

board,

kelompok,

spidol,

Pemberian

penhapus,

tugas

2x50 mnt

Kuesioner,

5.
6.

(1999)
Varney 1997
Buku

1.

anjuran
Sarwono,

2.
3.
4.

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth

lembar
penugasan

bennet Dan

Hand Out

Linda,

latihan/senam nifas

1. Pemahaman
pelayanan

tentang 1. Mahasiswa
kebidanan

pada ibu masa nifas.


2. Pemahaman
tentang

melakukan
kebidanan

mampu
pelayanan
ibu

masa

nifas selama 2-6 jam


pelayanan ibu masa nifas 2. Mampu
melakukan
2-6

jam

persalinan.
3. Pemahaman
pelayanan

setelah
tentang
kebidanan

1. Pelayanan
kebidanan ibu masa
nifas
2. Pelayanan
kebidanan ibu masa

pelayanan kebidanan ibu

nifas selama 2-6

nifas selama 2-6 hari

jam

setelah persalinan.

meliputi

Proyektor,

Ceramah,

Laptop,

Diskusi,

spidol,

pemberian

penghapus,

tugas

2x50 mnt

Kuesioner,

5.
6.

(1999)
Varney 1997
Buku

1.

anjuran
Sarwono,

lembar
penugasan

2.
3.

Hand Out

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth
bennet Dan
Linda,

pertama,
4.
5.

(1999)
Varney 1997
Buku

pada ibu masa nifas 2-6

pemeriksaan tanda-

hari setelah persalinan

tanda

anjuran

vital,

pemeriksaan
fundus

uteri,

lochea,

kandung

kemih.
3. Pelayanan
kebidanan ibu nifas
selama

2-6

hari

setelah persalinan,
pemeriksaan
&

fisik

tanda-tanda

vital, involusi uteri,

XI

1. Pemahaman
pelayanan

tentang
kebidanan

pada ibu masa nifas


2. Pemahaman
tentang
pelayanan kebidanan 2
minggu setelah persalinan
3. Pemahaman
tentang
pelayanan kebidana pada
ibu masa nifas 6 minggu
setelah

persalinan,

konseling KB & senam

1. Mahasiswa

mampu

melakukan pelayanan
kebidanan ibu masa
nifas 2 minggu setelah
persalinan
2. Mampu
melakukan
pelayanan

kebidanan

payudara,

lochea,

perineum

&

tungkai
1. Pelayanan
kebidana ibu masa
nifas
2. Pelayanan
2

Ceramah,

White

Diskusi

board,
spidol,

kebidanan ibu masa


nifas

Proyektor,

minggu

kelompok

2x50 mnt

Kuesioner,

1.

lembar
penugasan
kelompok

2.
3.

kebutuhan

dasar

setelah persalinan

ibu

nifas,

masa

nutrisi & cairan,


ambulasi,

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth

penghapus

bennet Dan

Hand Out

Linda,

setelah persalinan,

ibu nifas 6 minggu

Sarwono,

4.
5.

(1999)
Varney 1997
Buku
anjuran

nifas

eliminasi,
kebersihan

diri,

istirahat

&

seksualitas
3. Pelayanan
kebidanan ibu nifas
6 minggu setelah
persalinan
4. Konseling
XII

1. Pemahaman

tentang

pelayanan pada ibu masa

1. Mahasiswa

mampu

melakukan senam nifas

KB secara dini
1. Senam nifas
2. Pengertian senam
nifas
3. Manfaat

nifas
2. Pemahaman

untuk

senam

Simulasi

Laptop,

diskusi

&

2x50 mnt

Praktikum,

1.

kuesioner
2.

Matras,
Hand Out

nifas
4. Tehnik-tehnik

tentangsenam nifas

Proyektor,

3.

1. Pemahaman
program
asuhan

tentang

tindak
masa

lanjut

nifas

rumah
2. Pemahaman

di

1. Mahasiswa
menjelaskan
tindak lanjut

mampu
program
asuhan

tentang

masa nifas di rumah


2. Mampu
menjelaskan

jadwal kunjungan rumah,

jadwal kunjungan rumah

asuhan

masa

& asuhan lanjutan masa

tentang

nifas
3. Mampu menjelaskan &

lanjutan

nifas
3. Pemahaman

1. Tindak

Linda,

lanjut

asuhan masa nifas


di rumah
2. Program

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth
bennet Dan

senam nifas

XIII

Sarwono,

jadwal

kunjungan rumah
3. Asuhan
lanjutan
masa nifas
4. Gizi
5. Suplemen zat besi/

Proyektor,

Ceramah,

White

Diskusi,

board,

pemberian

spidol,

tugas

2x50 mnt

Kuesioner,

4.
5.

(1999)
Varney 1997
Buku

1.

anjuran
Sarwono,

lembar
penugasan

2.
3.

2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth

penghapus,

bennet Dan

Hand Out,

Linda,

Role play
penyuluha

4.
5.

(1999)
Varney 1997
Buku

XIV

penyuluhan masa nifas,

melaksanakan

kebutuhan gizi, suplemen

penyuluahan masa nifas,

zat besi/Vit.A

kebutuhan

Pemahaman

tentang

pendokumentasian

asuhan

suplemen zat besi/Vit.A


1. Mahasiswa
mampu
melakukan
pendokumentasian

bentuk

asuhan

langkah

Varney

aplikasikan
SOAP

dalam

yang

&
di

bentuk

kebidanan

manajemen

langkah Varney
2. Mampu
melakukan
pendokumentasian
SOAP

masa

anjuran

nifas

1. Pendokumentasian
asuhan dalam masa

asuhan masa nifas dalam


bentuk

gizi,

kebidanan masa nifas dalam


manajemen

Vit A

nifas
2. Pendokumentasian
asuhan

kebidanan

asuhan masa nifas


dalam
manajemen

Ceramah,

White

Diskusi,

2x50 mnt

Praktek,
Kuesioner, tes

board,

pemberian

tertulis,

spidol,

tugas

lembar

penghapus,

1.
2.
3.

penugasan

Sarwono,
2008.
Seller P
(1993)
V
Ruth
bennet Dan

Hand Out

Linda,

bentuk

langkah Varney
3. Pendokumantasian
SOAP

Proyektor,

4.
5.

(1999)
Varney 1997
Buku
anjuran

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

:I

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi

3. Pemahaman tentang konsep dasar masa nifas


4. Pemahaman tentang asuhan dasar masa nifas, peran dan tanggung jawab bidan
dalam masa nifas
Indikator

1. Mahasiswa mampu menjelaskan asuhan dasar masa nifas meliputi pengertian masa
nifas, tujuan asuhan dasar masa nifas, peran dan tanggung jawab bidan dalam masa
nifas dll
2. Mahasiswa mampu menguraikan tahapan masa nifas seperti taking in, taking hold,
letting go dan program masa nifas
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A. Konsep dasar masa nifas


Setelah persalinan wanita akan mengalami masa puerperium, untuk dapat
mengembalikan alat genitalia interna kedalam keadaan normal, dengan tenggang
waktu sekitar 42 hari atau enam minggu atau satu bulan tujuh hari.(Ilmui kebidanan,
Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana, Manuaba, hal 195).
Masa nifas atau puerperium dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika
alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung
kira-kira selama 6 minggu.
Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan fisiologis,yaitu:
1.
2.
3.
4.

Perubahan fisik
Involusi uterus dan pengeluaran lochia
Laktasi/pengeluaran ASI
Perubahan psiikis

(http://therizkikeperawatan.blogspot.com/2009/03/askeb.html)
Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsurangsur pulih kembali seperti keadaan seblum hamil. Perubahan-perubahan alat-alat

genital ini dalam keseluruhannya disebit involusi.(Ilmu Kebidanan, Sarwono,


hal.237).
Perawatan postpartum dimulai sejak kala uri dengan menghindarkan adanya
kemungkinan-kemungkinan perdarahan post partum, dan infeksi.(ilmu kebidanan,
Sarwono, hal.238).
B. Pengertian masa nifas
Nifas adalah masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat
kandung kembali seperti semula sebelum hamil, yang berlangsung selama 6-40 hari.
Lamanya masa nifas ini yaitu 6 8 minggu (Mochtar, 1998).
Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat
kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6
minggu. (Abdul Bari,2000:122).
Masa nifas merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang
meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke
keadaan tidak hamil yang normal. (F.Gary cunningham,Mac Donald,1995:281)
C. Tujuan asuhan dasar masa nifas
1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologiknya.
2. Melaksanakan skrining yang komprehensip, mendeteksi masalah, mengobati atau
merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi,
keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan
4.
5.
6.
7.
8.

perawatan bayi yang sehat.


Memberikan pelayanan KB.
Mempercepat involusi alat kandung.
Melancarkan pengeluaran lochea, mengurangi infeksi puerperium.
Melancarkan fungsi alat gastro intestinal atau perkamihan
Meningkatkan kelancaran peredarahan darah sehingga mempercepat fungsi ASI

dan pengeluaran sisa metabolisme.


D. Menjelaskan tahapan masa nifas
a. Taking in Period
1) Terjadi pada hari 1-2 setelah persalinan, ibu umumnya menjadi pasif dan sangat
tergantung dan fokus perhatian terhadap tubuhnya.
2) Ibu lebih mengingat pengalaman melahirkan dan persalinan yang dialami
3) Tidur yang tidak terganggu sangat penting buat ibu untuk mencegah efek kurang
baik yaitu kurang tidur, kelemahan fisik, gelisah, gangguan proses pemulihan
kesehatan.

4) Tambahan makanan kaya gizi sangat penting dibutuhkan sebab nafsu makan
biasanya akan meningkat. Kurang nafsu makan memberi indikasi bahwa proses
pemulihan kesehatan tidak berlangsumg normal.
b. Taking Hold Period
1) Periode ini berlangsung pada 3-4 hari setelah persalinan, ibu menjadi
berkonsentrasi pada kemampuannya menjadi ibu yang sukses, dan menerima
tanggung jawab sepenuhnya terhadap perawatan bayinya
2) Fokus perhatiannya pada kontrol fungsi tubuh misalnya proses defekasi dan miks,
kekuatan, dan daya tahan tubuh ibu
3) Ibu mulai merasa sanggup dan terampil merawat bayinya seperti menggendong,
memandikan, menyusui bayinya dan mengganti popok
4) Ibu menjadi sangat sensitif pada masa ini sehingga mungkin membutuhkan
bimbingan dan dorongan perawat untuk mengatasi kritikan yang dialami ibu
5) Bidan sebaiknya memberikan penyuluhan dan support emosional pada ibu
c. Letting go Period
1) Periode ini umumnya dialami oleh ibu setelah ibu tiba dirumah dan secara penuh
merupakan waktu pengaturan
2) Kumpul bersama keluarga
3) Ibu telah menerima tanggung jawab sebagai ibu dan ibu merasa menyadari
kebutuhan bayinya sangat tergantung kesiapannya sendiri sebagai ibu,
ketergantungannya kepada orang lain, serta dipengaruhi oleh interaksi sosial
budaya keluarga.
E. Peran bidan dalam masa nifas
Bidan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemberian asuhan post partum.
Adapun peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas antara lain:
1) Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai
dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama
masa nifas
2) Sebagai promotor hubungan antara ibu dan bayi serta keluarga.
3) Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman.
4) Membuat kebijakan perencanaan program kesehatan yang berkaitan dengan ibu
dan anak dan mampu melakukan kegiatan administrasi
5) Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan
6) Memberikan informasi dan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara
mencegah perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik,
serta mempraktekkan kebersihan yang aman
7) Melakukan manajemen asuhan kebidanan dengan cara mengumpulkan data,
menetapkan diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya untuk

mempercepat proses pemulihan, mencegah komplikasi dengan memenuhi


kebutuhan ibu dan bayi selama priode nifas.
8) Memberikan asuhan kebidanan secara professional
Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan Ceramah
diri.
Tanya jawab
2. Mengisi absensi
3. Apersepsi pembelajaran tentang konsep
4.
5.
1.

Isi/materi

2.

dasar masa nifas


Menjelaskan pokok bahasan
Menjelaskan tujuan pembelajaran
Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a) Konsep dasar masa nifas
Tanya jawab
b) Pengertian masa nifas
c) Tujuan asuhan dasar masa nifas
d) Menjelaskan tahapan masa nifas
e) Peran bidan dalam masa nifas
f) Program masa nifas
Memberikan
kesempatan
kepada

mahasiswa untuk bertanya


1. Mengajukan pertanyaan

Penutup

secara

lisan

seputar materi yang telah diberikan


2. Bersama-sama
dengan
mahasiswa
menyimpulkan materi pelajaran yang telah
diberikan
Tanya Jawab
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa
dalm bentuk rangkuman pada mata kuliah
selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan
salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadirProyektor, white board, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.

Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id

Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: II

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi

3. Pemahaman tentang proses laktasi dan menyusui


4. Pemahaman tentang anatomi dan fisiologi payudara
Indikator

1. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi dan fisiologi payudara


2. Mampu menjelaskan dukungan bidan dalam pemberian ASI, manfaat pemberian
ASI
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A. Anatomi dan fisiologi payudara

STRUKTUR MAKROSKOPIS
1.

Corpus
Alveolus, yaitu

unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian

dari alveolus adalah sel Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos
dan pembuluh darah. Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus.
2.

Areolla
Letaknya mengelilingi puting susu dan berwarna kegelapan yang
disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen pada kulitnya: Perubahan
warna ini tergantung dari corak kulit dan adanya kehamilan. Pada wanita yang
corak kulitnya kuning langsat akan berwarna jingga kemerahan, bila kulitnya
kehitaman maka warnanya akan lebih gelap. Selama kehamilan warnanya akan
menjadi lebih gelap dan warna ini akan menetap untuk selanjutnya, jadi tidak
kembali lagi seperti warna aslinya semula.

3.

Papilla mammae
Terletak setinggi interkosta IV, tetapi berhubung adanya variasi bentuk
dan ukuran payudara maka letaknyapun akan bervariasi pula. Pada tempat ini
terdapat lubang-lubang kecil yang merupakan muara dari duktus laktiferus,
ujung-ujung serat saraf, pembuluh darah, pembuluh getah bening, serat-serat
otot polos yang tersusun secara sirkuler sehingga bila ada kontraksi maka
duktus laktiferus akan memadat dan menyebabkan puting susu ereksi,
sedangkan serat-serat otot yang longitudinal akan menarik kembali puting susu
tersebut.

C.

STRUKTUR MIKROSKOPIS
1. Alveoli
Yang mengandung sel-sel yang mensekresi air susu. Setiap alveolus dilapisi
oleh sel-sel yang mensekresi air susu, disebut acini. Yang mengekstraksi faktorfaktor dari darah yang penting untuk pembentukan air susu. Di sekeliling setiap
alveolus terdapat sel-sel mioepitel yang kadang disebut sel keranjang (basket
cell)atau sel laba-laba (spider cell). Apabila sel-sel ini dirangsang oleh oksitosin
akan berkontraksi sehingga mengalirkan air susu kedalam duktus lactifer.

2. Tubulus laktifer : Saluran kecil yang berhubungan dengan alveoli


3. Duktus laktifer : Saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus lactifer
4. Ampulla
Bagian dari ductus lactifer yang melebar, yang merupakan tempat menyimpan air
susu. Ampulla terletak dibawah areola. Lanjutan masing-masing ductus lactifer.
B. Proses laktasi dan menyusui
Laktasi atau menyusui mempunyai dua pengertian, yaitu produksi ASI
(prolaktin) dan pengeluaran ASI (oksitosin). Pembentukan payudara dimulai sejak
embrio berusia 18-19 minggu, dan berakhir ketika mulai menstruasi. Hormon yang
berperan adalah hormon esterogen dan progesteron yang membantu maturasi alveoli.
Sedangkan hormon prolaktin berfungsi untuk produksi ASI. Selama kehamilan
hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI belum keluar karena pengaruh
hormon estrogen yang masih tinggi. Kadar estrogen dan progesteron akan menurun
pada saat hari kedua atau ketiga pasca persalinan, sehingga terjadi sekresi ASI. Pada
proses laktasi, terdapat dua refleks yang berperan, yaitu refleks prolaktin dan refleks
aliran yang timbul akibat perangsangan putting susu dikarenakan hisapan bayi.
Akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan untuk membuat
kolostrum, tetapi jumlah kolostrum terbatas dikarenakan aktivitas prolaktin
dihambat oleh estrogen dan progesteron yang masih tinggi. Pasca persalinan, yaitu
saat lepasnya plasenta dan berkurangnya fungsi korpus luteum maka estrogen dan
progesteron juga berkurang. Hisapan bayi akan merangsang puting susu dan kalang
payudara, karena ujung-ujung saraf sensoris yang berfungsi sebagai reseptor
mekanik. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus melalui medulla spinalis
hipotalamus dan akan menekan pengeluaran faktor penghambat sekresi prolaktin
dan sebaliknya merangsang pengeluaran faktor pemacu sekresi prolaktin
C. Dukungan bidan dalam pemberian ASI
1. Memberikan bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam
pertama.
2. Mengajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah
masalah umum yang timbul.
3. Membantu ibu pada waktu pertama kali memberi ASI
4. Menempatkan bayi didekat ibu pada kamar yang sama (rawat gabung).
D. Manfaat pemberian ASI
Bagi bayi
1. Dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik. Bayi yang mendapat ASI
memiliki kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah
periode perinatal baik, dan mengurangi kemungkinan obesitas.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mengandung antibodi.
ASI mengandung komposisi yang tepat.
Mengurangi karies dentis.
Memberi rasa nyaman dan aman pada bayi.
Terhindar dari alergi.
Meningkatkan kecerdasan bayi.
Membantu perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena

gerakan menghisap mulut bayi pada payudara.


Bagi ibu
1. Aspek kontrasepsi
2. Aspek keselamatan ibu
3. Aspek penurunan berat badan
4. Aspek psikologis
Bagi keluarga
1. Aspek ekonomi : ASI tidak perlu dibeli, dan bayi yang mendapat ASI cenderung
lebih sehat sehingga mengurangibiaya berobat jika sakit.
2. Aspek psikologi : Kebahagiaan keluarga bertambah karena kelahiran lebih
jarang sehingga suasana kejiwaan keluarga terpenuhi
3. Aspek kemudahan : ASI dapat diberikan di mana saja, kapan saja. Tidak
memerlukan perwatan dot dan sebagainya.
Bagi Negara
1.
2.
3.
4.

Menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi


Menghemat devisa Negara
Menurangi subsidi untuk rumah sakit
Rawat gabung akan memperpendek lama rawat ibu dan bayi mengurangi

komplikasi nosokomial serta mengurangi biaya perawatan anak sakit.


5. Peningkatan kualitas generasi penerus
Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
2. Mengisi absensi
3. Apersepsi pembelajaran

Metode
Ceramah
tentang

laktasi dan menyusui serta anatomi

Isi/materi

proses

Tanya jawab

dan

fisiologi payudara
4. Menjelaskan pokok bahasan
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran
1. Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. Anatomi dan fisiologi payudara
Tanya jawab
b. Proses laktasi dan menyusui
c. Dukungan bidan dalam pemberian ASI
d. Manfaat pemberian ASI
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa

untuk bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar

Penutup

materi yang telah diberikan


2. Bersama-sama
dengan

mahasiswa

menyimpulkan materi pelajaran yang telah


Tanya Jawab
diberikan
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm
bentuk

rangkuman

pada

mata

kuliah

selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam
Alat/media pembelajaran

: Daftar hadir, Proyektor, whiteboard, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra.


Bebeclub. Masalah
Umum
Saat

Menyusui.Dalam
http://www.bebeclub.co.id/bayi/menyusui/masalah_umum_menyusui di
akses pada tanggal 19 Oktober 2013 pukul 12.20 WIB
Kristiyanasari, W. 2009. ASI, Menyusui dan Sadari. Yogyakarta : Nuha medika.
Marimbi, H. 2010. Biologi Reproduksi. Yogyakarta : Nuha Medika.
Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC, Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Roesli, U. 2005. Panduan Praktis Menyusui. Jakarta: Puspaswara.
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Evaluasi
:
1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: III

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Kompetensi

Pemahaman tentang komposisi gizi dalam ASI, upaya memperbanyak ASI, tanda bayi
cukup ASI dan ASI eksklusif
Indikator

Mahasiswa mampu menjelaskan komposisi gizi dalam ASI, upaya memperbanyak ASI,
tanda bayi cukup ASI & ASI eksklusif
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A. Komposisi gizi dalam ASI


Karbohidrat
Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI dan berfungsi sebagai salah satu
sumber energi untuk otak. Kadar laktosa yang terdapat dalam ASI hampir 2 kali lipat
dibanding laktosa yang ditemukan pada susu sapi atau susu formula. Namun
demikian angka kejadian diare yang disebabkan karena tidak dapat mencerna laktosa
(intoleransi laktosa) jarang ditemukan pada bayi yang mendapat ASI.
Protein
Kandungan protein ASI seimbang dengan kebutuhan bayi. Pada ASI, jenis
proteinnya adalah whey yang memiliki ukuran molekul lebih kecil. Protein jenis
whey ini mempunyai sifat mudah dicerna. Komponen dasar dari protein adalah asam
amino yang berfungsi sebagai pembentuk struktur otak.
Protein berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem kekebalan tubuh
dan untuk pertumbuhan otak serta menyempurnakan fungsi pencernaan. Potein
dalam ASI dapat membantu menghancurkan bakteri dan melindungi bayi dari
infeksi. Bisa juga bermanfaat untuk mencegah Konstipasi Sembelit pada bayi
anak.

Lemak
Kadar lemak dalam ASI lebih tinggi dibanding dengan susu sapi dan susu
formula. Kadar lemak yang tinggi ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan
otak yang cepat selama masa bayi. Terdapat beberapa perbedaan antara profil lemak
yang ditemukan dalam ASI dan susu sapi atau susu formula. Lemak omega 3 dan
omega 6 yang berperan pada perkembangan otak bayi banyak ditemukan dalam ASI.
Disamping itu ASI juga mengandung banyak asam lemak rantai panjang diantaranya
asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang berperan terhadap
perkembangan jaringan saraf dan retina mata.
Vitamin Dan Mineral
ASI mengandung vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan bayi. Zat gizi
mikro penting itu antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin D, zat besi, tiamin,
riboflavin, kalsium, fosfor, fluor
B. Upaya memperbanyak ASI
Hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI:
1. Makanan.
2. Ketenangan jiwa dan pikiran.
3. Penggunaan alat kontrasepsi.
4. Perawatan payudara.
5. Anatomis payudara.
6. Faktor fisiologi.
7. Pola istirahat.
8. Faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan.
9. Faktor obat-obatan.
10. Berat lahir bayi.
11. Umur kehamilan saat melahirkan.
12. Konsumsi rokok dan alkohol

C. Tanda bayi cukup ASI


1.

Buang air kecil lebih dari 6 kali sehari dengan warna urin yang tidak pekat dan
bau menyengat.

2.

Berat badan naik lebih dari 500 gram sampai 1 kg setiap bulan pada trimester
pertama kehidupannya. Berat badannya kemudian bertambah sekitar 600 gram
setiap bulan pada trimester kedua dan bertambah sekitar 400-500 gram setiap
bulannya pada trimester ketiga.

3.

Bayi terlihat rileks dan puas setelah menyusu dan akan melepas sendiri mulutnya
dari payudara ibu.

4.

Setelah menyusu bayi langsung tertidur karena ASI memicu produksi hormon
endorfin yang merangsang tidur.

5.

Setelah berumur beberapa hari, bayi akan buang besar (BAB) setidaknya dua kali
sehari dengan tinja berwarna kuning atau gelap dan mulai berwarna lebih cerah
setelah hari kelima belas

D. ASI Eksklusif
Pengertian Asi Eksklusif
Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan
garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai
makanan bagi bayinya. ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan
minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air
putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini.
ASI dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat
memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama. ASI merupakan makanan
alamiah yang pertama dan utama bagi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh
kembang yang optimal. Pada tahun 2001 World Health Organization / Organisasi
Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama
hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya (bahwa
ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi.

Cara Mencapai Asi Eksklusif


WHO dan UNICEF merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk memulai
dan mencapai ASI eksklusif yaitu dengan menyusui dalam satu jam setelah kelahiran
Menyusui secara ekslusif: hanya ASI. Artinya, tidak ditambah makanan atau

minuman lain, bahkan air putih sekalipun. Menyusui kapanpun bayi meminta (ondemand), sesering yang bayi mau, siang dan malam. Tidak menggunakan botol susu
maupun empeng. Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan
tangan, disaat tidak bersama anak serta mengendalikan emosi dan pikiran agar
tenang.
Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan Dosen

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya jawab
3. Apersepsi pembelajaran tentang komposisi gizi
dalam ASI, upaya memperbanyak ASI, tanda

Isi/materi

4.
5.
1.

2.
Penutup

bayi cukup ASI dan ASI eksklusif


Menjelaskan pokok bahasan
Menjelaskan tujuan pembelajaran
Penyajian materi menjelaskan tentang :
a. Proses laktasi dan menyusui
b. Komposisi gizi dalam ASI
c. Upaya memperbanyak ASI
d. Tanda bayi cukup ASI
e. ASI Eksklusif
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa

Ceramah
Diskusi
Tanya jawab
Pemberian tugas

untuk bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar
materi yang telah diberikan
2. Bersama-sama
dengan

mahasiswa

menyimpulkan materi pelajaran yang telah


Tanya Jawab
diberikan
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm
bentuk

rangkuman

pada

mata

kuliah

selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadir, Proyektor, whiteboard, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 2729)
Roesli, U. 2008. Inisiasi Menyusu Dini. Jakarta: Pustaka Bunda. (hlm: 43).

Saifudin A.B at al (2000) Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan , Jakarta


Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
(hlm: 18-21).
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 26-33).
Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: IV

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi

Pemahaman tentang perawatan payudara, cara menyusui yang benar, masalah dalam
pemberian ASI
Indikator

Mahasiswa mampu melaksanakan perawatan payudara, cara menyusui yang benar,


masalah pemberian ASI & penangananya
Metode

: Simulasi dan diskusi

Materi

A. Perawatan payudara
1. Penggunaan bra yang tepat. Gunakan bra yang dapat menyerap keringat,
menyangga payudara dengan baik dan tidak sempit. Agar lebih nyaman dan
mudah saat memberikan ASI gunakan bra khusus ibu menyusui, yang bisa dibuka
tanpa melepas bra. Bila kurang nyaman saat tidur, Anda bisa menggunakan BH
untuk olahraga dari bahan katun.
2. Bersihkan kedua puting payudara dengan menggunakan air hangat setelah mandi.
Hindari penggunaan sabun di bagian puting, karena akan menyebabkan puting
kering, lapisan puting bisa terkelupas sehingga menimbulkan rasa nyeri payudara
saat menyusui, serta bisa juga menyebabkan rasa gatal.
3. Apabila Anda mengalami puting yang sembunyi, cobalah gunakan alat penarik
puting(nipple corecctor). Namun, biasanya alat ini membutuhkan waktu hingga
beberapa hari bahkan beberapa kasus membutuhkan waktu berminggu-minggu.
Permasalahan puting yang sembunyi ini sebenarnya harus diatasi mulai dari awal
kehamilan. Yaitu dengan pemijatan dan perawatan payudara saat hamil.
4. Pemijatan puting dan sekitarnya dengan ibu jari dan telunjuk. Pemijatan bisa
menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun, agar kulit mati pada puting bisa
terkelupas, dan menjaganya tetap lembab. Pemijatan dan pengurutan dilakukan
disekitar areola untuk mengeluarkan ASI selama 15-20 kali putaran. Proses

pengurutan ini sebaiknya dilakukan 1-2 hari setelah Anda melahirkan. Anda bisa
menggunakan minyak zaitun untuk memijat payudara Anda.
5. Keluarkan beberapa tetes ASI dan oleskan disekitar puting setelah menyusui
(memiliki efek penyembuhan), dan biarkan kering sebelum menutup payudara.
6. Bila puting lecet atau nyeri karena posisi menyusui atau cara mengisap yang
salah, cobalah ganti posisi dengan menyusui dari puting yang tidak sakit. Dan
cobalah susui bayi sebelum sangat lapar sehingga ia tidak mengisapnya terlalu
kuat
B. Cara menyusui yang benar
1. Tetekkan bayi segera atau selambatnya setengah janin setelah bayi lahir.
Mintalah kepada bidan untuk membantu melakukan hal ini.
2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menetekkan.
3. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah putting dan
sekitarnya.
4. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai.
-

Bayi

diletakkan

menghadap

ke

ibu

dengan

posisi:

Perut bayi menempel keperut ibu.


-

Dagu bayi menempel ke payudara.

Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus.

5. Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu.
6. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada
bibir atau pipi bayi.
7. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar
lingkaran/daerah gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi.
8. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara
lainnya.
9. Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi.
Cara Melepaskan Puting Susu dari Mulut Bayi
Dengan menekan dagubayike arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara
mulutbayidan payudara ibu.

C. Masalah dalam pemberian ASI & penangananya


a. Puting susu nyeri
Cara menangani :
a) Pastikan posisi ibu menyusui sudah benar.
b) Mulailah menyusui pada puting susu yang tidak sakit guna membantu
mengurangi sakit pada puting susu yang sakit.
c) Segera setelah minum, keluarkan sedikit ASI oleskan di puting susu dan biarkan
payudara terbuka untuk beberapa waktu sampai puting susu kering
(Kristiyansari, 2009).
b. Puting susu lecet
Cara menangani :
a) Cari penyebab puting lecet (posisi menyusui salah, candidates atau dermatitis)
b) Obati penyebab puting susu lecet terutama perhatikan posisi menyusui
c) Kerjakan semua cara-cara menangani susu nyeri diatas tadi
d) Ibu dapat terus memberikan ASInya pada keadaan luka tidak begitu sakit
e) Olesi puting susu dengan ASI akhir (hind milk), jangan sekali-kali memberikan
obat lain, sperti krim, salep, dan lain-lain
f) Puting susu yang sakit dapat diistirahatkan untuk sementara waktu kurang lebih
1x24 jam, dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu sekitar 2x24 jam
g) Selama puting susu diistirahatkan, sebaiknya ASI tetap dikeluarkan dengan
tangan, dan tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri
h) Cuci payudara sehari sekali saja dan tidak dibenarkan untuk menggunakan
dengan sabun
i) Bila sangat menyakitkan, berhenti menyusui pada payudara yang sakit untuk
sementara untuk memberi kesempatan lukanya menyembuh
j) Keluarkan ASI dari payudara yang sakit dengan tangan (jangan dengan pompa
ASI) untuk tetap mempertahankan kelancaran pembentukan ASI
k) Berikan ASI perah dengan sendok atau gelas jangan menggunakan dot
l) Setelah terasa membaik, mulai menyusui kembali mula-mula dengan waktu
yang lebih singkat
m) Bila lecet tidak sembuh dalam 1 minggu rujuk ke puskesmas (Suradi,2004).
c. Payudara bengkak
Penyebab bengkak :
a) Posisi mulut bayi dan puting susu ibu salah
b) Produksi ASI berlebihan
c) Terlambat menyusui
d) Pengeluaran ASI yang jarang
e) Waktu menyusui yang terbatas
Cara menangani :
a) Susui bayinya semau dia sesering mungkin tanpa jadwal dan tanpa batas waktu
b) Bila bayi sukar menghisap, keluarkan ASI dengan bantuan tangan atau pompa
ASI yang efektif

c) Sebelum menyusui untuk merangsang refleks oksitosin dapat dilakukan :


kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit, massage payudara, massage leher
dan punggung
d) Setelah menyusui, kompres air dingin untuk mengurangi oedema (Suradi,2004).
d. Mastitis atau abses payudara
Cara penanganan :
a) Kompres hangat/panas dan pemijatan
b) Rangsangan oksitosin, dimulai pada payudara yang tidak sakit yaitu stimulasi
puting susu, pijat leher, punggung, dll
c) Pemberian antibiotik : Flucloxacilin atau erythromycin selama 7-10 hari
d) Bila perlu bisda diberikan istirahat total dan obat untuk penghilang rasa nyeri
e) Kalau terjadi abses sebaiknya tidak disusukan karena mungkin perlu tindakan
bedah.
Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan Dosen

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya
3. Apersepsi pembelajaran tentang perawatan payudara,
jawab
cara menyusui yang benar, dan masalah dalam

Isi/materi

Penutup

pemberian ASI
4. Menjelaskan pokok bahasan
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran
1. Penyajian materi menjelaskan tentang :
Simulasi &
a. Perawatan payudara
diskusi
b. Cara menyusui yang benar
c. Masalah dalam pemberian ASI & penangananya
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar materi
yang telah diberikan
2. Bersama-sama dengan

mahasiswa

menyimpulkan

Tanya
materi pelajaran yang telah diberikan
Jawab
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm bentuk
rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam
Alat/media pembelajaran : Daftar hadir, Proyektor, whiteboard, spidol, penghapus, hand
out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 2729)
Roesli, U. 2008. Inisiasi Menyusu Dini. Jakarta: Pustaka Bunda. (hlm: 43).
Saifudin A.B at al (2000) Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan , Jakarta
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
(hlm: 18-21).
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 26-33).
Evaluasi
:
1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

:V

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi

1. Pemahaman tentang proses dan respon adaptasi psikologis ibu & keluarga terhadap
BBL
2. Bounding attachment, sibbling rivally
Indikator

Mahasiswa mampu menginterpretasikan proses dan respon adaptasi psikologis ibu &
keluarga terhadap BBL dan menjelaskanbounding attachment, sibbling rivally
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

B. Respon & proses adaptasi psiokologis ibu & keluarga terhadap BBL
Respon Positif ditunjukkan dengan:
1. Ayah dan keluarga menyambut kelahiran bayinya dengan bahagia.
2. Ayah bertambah giat bekerja untuk memenuhi kebutuhan bayi dengan baik.
3. Ayah dan keluarga melibatkan diri dalam perawatan bayi.
4. Perasaan sayang terhadap ibu yang telah melahirkan bayi.
Respon Negatif ditunjukkan dengan:
1. Kelahiran bayi tidak dinginkan keluarga karena jenis kelamin yang tidak
sesuai keinginan.
2. Kurang berbahagia karena kegagalan KB.
3. Perhatian ibu pada bayi yang berlebihan yang menyebabkan ayah merasa kurang
mendapat perhatian.
4. Faktor ekonomi mempengaruhi perasaan kurang senang atau kekhawatiran dalam
membinakeluarga karena kecemasan dalam biaya hidupnya.
5. Rasa malu baik bagi ibu dan keluarga karena anak lahir cacat.
6. Anak yang dilahirkan merupakan hasil hubungan zina, sehingga menimbulkan rasa
malu dan aib bagi keluarga.
Respon Antara Ibu dan Bayi
Respon Antara Ibu dan Bayi sejak kontak awal hingga tahap perkembangannya
meliputi:
1. Touch (Sentuhan).
2. Eye to Eye Contact (Kontak Mata).
3. Odor (Bau Badan).
4. Bodi Warm (Kehangatan Tubuh).
5. Voice (Suara).
6. Entrainment (Gaya Bahasa).
7. Biorhythmicity (Irama Kehidupan).
Hal-hal yang dapat membantu ibu dalam beradaptasi pada masa nifas adalah sebagai
berikut:
1. Fungsi menjadi orang tua
2. Respon dan dukungan dari keluarga
3. Riwayat dan pengalaman kehamilan serta persalinan
4. Harapan, keinginan dan aspirasi saat hamil dan melahirkan

Fase-fase yang akan dialami oleh ibu pada masa nifas antara lain:

1. Fase taking in
2. Fase taking hold
3. Fase letting go
C. Bounding attachment
Pengertian Bounding Attachment
Parmi (2000): suatu usaha untuk memberikan kasih sayang dan
suatu proses yang saling merespon antara orang tua dan bayi lahir.
Maternal dan Neonatal Health: adalah kontak dini secara langsung antara ibu

dan bayi setelah proses persalinan, dimulai pada kala III sampai dengan post
partum.

Keuntungan Bounding Attachment


1. Bayi merasa dicintai, diperhatikan, mempercayai, menumbuhkan sikap sosial.
2. Bayi merasa aman, berani mengadakan eksplorasi.

Hambatan Bounding Attachment


1. Kurangnya support sistem.
2. Ibu dengan resiko (ibu sakit).
3. Bayi dengan resiko (bayi prematur, bayi sakit, bayi dengan cacat fisik).
4. Kehadiran bayi yang tidak diinginkan.
D. Sibbling rivally
Pengertian Sibling Rivalry
1. Kamus kedokteran Dorland (Suherni, 2008): sibling (anglo-saxon sib dan ling
bentuk kecil)anak-anak dari orang tua yang sama, seorang saudara laki-laki atu
perempuan.
2. Sibling

rivalry adalah

kecemburuan,

persaingan

dan

pertengkaran

antara

saudara laki-laki dan saudara perempuan. Hal ini terjadi pada semua orang
tua yang mempunyai dua anak atau lebih.

Banyak faktor yang menyebabkan sibling rivalry, antara lain:


1. Masing-masing anak bersaing untuk menentukan pribadi mereka, sehingga ingin
menunjukkan pada saudara mereka.
2. Anak merasa kurang mendapatkan perhatian, disiplin dan mau mendengarkan
dari orang tuamereka.

3. Anak-anak merasa hubungan dengan orang tua mereka terancam oleh kedatangan
anggotakeluarga baru/ bayi.
4. Tahap

perkembangan anak baik fisik maupun emosi yang

dapat

mempengaruhi proseskedewasaan dan perhatian terhadap satu sama lain.


5. Anak frustasi karena merasa lapar, bosan atau letih sehingga memulai pertengkaran.
6. Kemungkinan, anak tidak tahu cara untuk mendapatkan perhatian atau memulai
permainan dengan saudara mereka.
7. Dinamika keluarga dalam memainkan peran.
8. Pemikiran orang

tua tentang

agresi dan pertengkaran anak yang berlebihan

dalam keluargaadalah normal.


9. Tidak memiliki waktu untuk berbagi, berkumpul bersama dengan anggota keluarga.
10. Orang tua mengalami stres dalam menjalani kehidupannya.
11. Anak-anak mengalami stres dalam kehidupannya.
12. Cara orang tua memperlakukan anak dan menangani konflik yang terjadi pada
mereka.
Segi Positif Sibling Rivalry
1. Mendorong anak untuk mengatasi perbedaan dengan mengembangkan beberapa
keterampilan penting.
2. Cara cepat untuk berkompromi dan bernegosiasi.
3. Mengontrol dorongan untuk bertindak agresif.
Oleh karena itu agar segi positif tersebut dapat dicapai, maka orang tua harus
menjadi fasilitator.
Mengatasi Sibling Rivalry
1. Tidak membandingkan antara anak satu sama lain.
2. Membiarkan anak menjadi diri pribadi mereka sendiri.
3. Menyukai bakat dan keberhasilan anak-anak Anda.
4. Membuat anak-anak mampu bekerja sama daripada bersaing antara satu sama lain.
5. Memberikan perhatian setiap waktu atau pola lain ketika konflik biasa terjadi.
6. Mengajarkan anak-anak Anda cara-cara positif untuk mendapatkan perhatian dari
satu sama lain.
7. Bersikap adil sangat penting, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan anak. Sehingga
adil bagianak satu dengan yang lain berbeda.
8. Merencanakan kegiatan keluarga yang menyenangkan bagi semua orang.

9. Meyakinkan setiap anak mendapatkan waktu yang cukup dan kebebasan mereka
sendiri.
10. Orang tua tidak perlu langsung campur tangan kecuali saat tanda-tanda akan
kekerasanfisik.
11. Orang tua harus dapat berperan memberikan otoritas kepada anak-anak, bukan
untuk anak-anak.
12. Orang tua dalam memisahkan anak-anak dari konflik tidak menyalahkan satu
sama lain.
13. Jangan memberi tuduhan tertentu tentang negatifnya sifat anak.
14. Kesabaran dan keuletan serta contoh-contoh yang baik dari perilaku orang
tua sehari-hari adalah cara pendidikan anak-anak untuk menghindari sibling
rivalry yang paling bagus.

Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya
3. Apersepsi pembelajaran tentang Respon & proses
jawab
adaptasi psiokologis ibu & keluarga terhadap BBL
4. Menjelaskan pokok bahasan
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran
Isi/materi
1. Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. Respon & proses adaptasi psiokologis ibu &
Tanya
keluarga terhadap BBL
jawab
b. Bounding attachment
c. sibbling rivally
Pemberian
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
tugas
bertanya
Penutup
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar materi
yang telah diberikan
2. Bersama-sama dengan mahasiswa menyimpulkan

Tanya

materi pelajaran yang telah diberikan


Jawab
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm bentuk
rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran
out

: Daftar hadir, Proyektor, whiteboard, spidol, penghapus, hand

Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 6365)
Saifudin A.B at al (2000) Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan , Jakarta
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
(hlm: 18-21).
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 26-33).
Roesli, U. 2008. Inisiasi Menyusu Dini. Jakarta: Pustaka Bunda. (hlm: 43).
Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: VI

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi

1. Pemahaman tentang perubahan fisiologis masa nifas


2. Pemahaman tentang sistem endokrin, pemantauan perubahan tanda vital,
perubahan sistem kardiovaskular, sistem hematologi
Indikator

5. Mampu menjelaskan perubahan fisiologis masa nifas


6. sistem endokrin, pemantauan perubahan tanda

vital,

perubahan

sistem

kardiovaskuler, sistem hematologi


Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A. Perubahan fisiologis masa nifas


Periode pascapartum ialah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organorgan reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. Perubahan fisiologis
pada masa ini sangat jelas yang merupakan kebalikan dari proses kehamilan.Pada
masa nifas tejadi perubahan-perubahan fisiologis terutama pada alat-alat genitalia

eksterna maupun interna, dan akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan
sebelum hamil.
B. Perubahan sistem endokrin
a.

Hormon placenta
Hormon placenta menurun dengan cepat setelah persalinan. HCG (Human
Chorionic Gonadotropin) menurun dengan cepat dan menetap sampai 10% dalam
3 jam hingga hari ke-7 post partum dan sebagai omset pemenuhan mamae pada
hari ke-3 post partum.

b.

Hormon pituitary
Prolaktin darah akan meningkat dengan cepat. Pada wanita yang tidak menyusui,
prolaktin menurun dalam waktu 2 minggu. FSH dan LH akan meningkat pada
fase konsentrasi folikuler ( minggu ke-3) dan LH tetap rendah hingga ovulasi
terjadi.

c.

Hypotalamik pituitary ovarium


Lamanya seorang wanita mendapatkan menstruasi juga di pengaruhi oleh faktor
menyusui. Sering kali menstruasi pertama ini bersifat anovulasi karena rendahnya
kadar estrogen dan progesteron.

d.

Kadar estrogen
Setelah persalinan, terjadi penurunan kadar estrogen yang bermakna sehingga
aktifitas prolaktin yang juga sedang meningkat dapat mempengaruhi
kelenjar mamae dalam menghasilkan ASI. (Saleha:2009 53-61)

C. Pemantauan perubahan tanda vital


a.

Suhu

Suhu tubuh wanita inpartu tidak lebih dari 37,2 derajat Celsius. Sesudah partus
dapat naik kurang lebih 0,5 derajat celcius dari keadaan normal, namun tidak akan
melebihi 8 derajat celcius. Sesudah 2 jam pertama melahirkan umumnya suhu badan
akan kembali normal. Bila suhu lebih dari 38 derajat celcius, mungkin terjadi infeksi
pada klien.(Siti saleha,2009)
b. Nadi
Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80 kali per menit. Pasca melahirkan,
denyut nadi dapat menjadi bradikardi maupun lebih cepat. Denyut nadi yang
melebihi 100 kali per menit, harus waspada kemungkinan infeksi atau perdarahan
post partum.
c.

Tekanan Darah

Tekanan darah adalah tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika
darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah
normal manusia adalah sistolik antara 90-120 mmHg dan diastolik 60-80 mmHg.
Pasca melahirkan pada kasus normal, tekanan darah biasanya tidak berubah.
Perubahan tekanan darah menjadi lebih rendah pasca melahirkan dapat diakibatkan

oleh perdarahan. Sedangkan tekanan darah tinggi pada post partum merupakan tanda
terjadinya pre eklamsia post partum. Namun demikian, hal tersebut sangat jarang
terjadi.
d. Pernafasan
Frekuensi pernafasan normal pada orang dewasa adalah 16-24 kali per menit.
Pada ibu post partum umumnya pernafasan lambat atau normal. Hal ini dikarenakan
ibu dalam keadaan pemulihan atau dalam kondisi istirahat. Keadaan pernafasan
selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut nadi. Bila suhu nadi tidak
normal, pernafasan juga akan mengikutinya, kecuali apabila ada gangguan khusus
pada saluran nafas. Bila pernafasan pada masa post partum menjadi lebih cepat,
kemungkinan ada tanda-tanda syok.

D. Perubahan sistem kardiovaskuler


Selama kehamilan, volume darah normal digunakan untuk menampung aliran
darah yang meningkat, yang diperlukan oleh placenta dan pembuluh darah uteri.
Penarikan kembali esterogen menyebabkan dieresis yang terjadi secara cepat
sehingga mengurangi volume plasma kembali pada proporsi normal. Aliran ini
terjadi dalam 2-4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Selam masa ini, ibu
mengeluarkan banyak sekali jumlah urine. Hilangnya progesterone membantu
mengurangi retensi cairan yang melekat dengan meningkatnya vaskuler pada
jaringan

tersebut

selama kehamilan bersama-sama

dengan

trauma

masa persalinan. Pada persalinan vagina kehilangan darah sekitar 200-500 ml,
sedangkan padapersalinan dengan SC, pengeluaran dua kali lipatnya. Perubahan
terdiri dari volume darah dan kadar Hmt (Haematokrit).
Setelah persalinan, shunt akan hilang dengan tiba-tiba. Volume darah ibu
relative akan bertambah. Keadaan ini akan menyebabkan beban pada jantung dan
akan menimbulkan decompensatio cordis pada pasien dengan vitum cardio. Keadaan
ini

dapat

diatasi

dengan

mekanisme

kompensasi

dengan

tumbuhnya

haemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sedia kala. Umumnya, ini
akan terjadi pada 3-5 hari post partum.
E. Prubahan sistem hematologi
Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma serta
faktor-faktor pembekuan darah meningkat. Pada hari pertama post partum, kadar

fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah lebih mengental dengan
peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah.
Leukositosis adalah meningkatnya jumlah sel-sel darah putih sebanyak 15.000
selama persalinan. Jumlah leukosit akan tetap tinggi selama beberapa hari pertama
masa post partum. Jumlah sel darah putih akan tetap bisa naik lagi sampai 25.000
hingga

30.000

tanpa

adanya

kondisi patologis

jika

wanita

tersebut

mengalami persalinan lama.


Pada awal post partum, jumlah hemoglobin, hematokrit dan eritrosit sangat
bervariasi. Hal ini disebabkan volume darah, volume plasenta dan tingkat volume
darah yang berubah-ubah. Tingkatan ini dipengaruhi oleh status gizi dan hidarasi
dari wanita tersebut. Jika hematokrit pada hari pertama atau kedua lebih rendah dari
titik 2 persen atau lebih tinggi daripada saat memasuki persalinan awal, maka
pasien dianggap telah kehilangan darah yang cukup banyak. Titik 2 persen kurang
lebih sama dengan kehilangan darah 500 ml darah.
Penurunan volume dan peningkatan sel darah pada kehamilan diasosiasikan
dengan peningkatan hematokrit dan hemoglobin pada hari ke 3-7 post partum dan
akan normal dalam 4-5 minggu post partum. Jumlah kehilangan darah selama
masa persalinan kurang lebih 200-500 ml, minggu pertama post partum berkisar
500-800 ml dan selama sisa masanifas berkisar 500 ml.
Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya
3. Apersepsi pembelajaran tentang fisiologi masa
jawab
nifas, sistem endokrin, pemantauan perubahan
tanda vital, perubahan sistem kardiovaskular,

Isi/materi

4.
5.
1.

2.

sistem hematologi
Menjelaskan pokok bahasan
Menjelaskan tujuan pembelajaran
Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. perubahan fisologis masa nifas
Tanya
b. Perubahan sistem endokrin
c. Pemantauan perubahan tanda vital
jawab
d. Perubahan sistem kardiovaskuler
e. Prubahan sistem hematologi
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa

untuk bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar

Penutup

materi yang telah diberikan


2. Bersama-sama dengan mahasiswa menyimpulkan

Tanya

materi pelajaran yang telah diberikan


Jawab
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm
bentuk rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadirProyektor, white board, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: VII

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi

Pemahaman tentang sistem reproduksi, sistem pencernaan, perubahan sistem


perkemihan
Indikator

Mampu menjelaskan sistem reproduksi, perubahan fisiologis

sistem pencernaan,

perubahan sistem perkemihan


Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A. Sistem reproduksi
Perubahan pada sistem reproduksi secara keseluruhan disebut proses involusi,
disamping itu juga terjadi perubahan-perubahan penting lain yaitu terjadinya
hemokonsentrasi

dan

timbulnya

laktasi.Organ

dalam

system

reproduksi

yangmengalami perubahan yaitu:


1. Uterus :Uterus adalah organ yang mengalami banyak perubahan besar karena telah
mengalami perubahan besar selama masa kehamilan dan persalinan.
Pembesaran uterus tidak akan terjadi secara terus menerus, sehingga adanya janin
dalam uterus tidak akan terlalu lama. Bila adanya janin tersebut melebihi waktu
yang seharusnya, maka akan terjadi kerusakan serabut otot jika tidak dikehendaki.
Proses katabolisme akan bermanfaat untuk mencegah terjadinya masalah tersebut.
Akhir 6 minggu pertama persalinan :
- Berat uterus berubah dari 1000 gram menjadi 60 gram
- Ukuran uterus berubah dari 15 x 12 x 8 cm menjadi 8 x 6 x 4cm.

Uterus secara berangsur-angsur akan menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya


kembali pada keadaan seperti sebelum hamil.

Tinggi fundus uteri dan berat uterus menurut masa involusi terlihat pada table
berikut :
No.

Waktu Involusi

1.

Bayi Lahir

2.

Uri/ Plasenta lahir

3.

1 Minggu

4.

2 Minggu

5.

6 Minggu

Tinggi Fundus Berat Uterus Diameter


Uteri
Uterus
Setinggi Pusat 1000 gram
12,5 cm

Palpasi
Serviks
Lunak

Dua jari bawah 750 gram


pusat
500 gram.
Pertengahan
pusat-simfisis 300 gram

12,5 cm

Lunak

7,5 cm

2 cm

5 cm

1 cm

Tidak teraba di 60 gram


atas simfisis

2,5 cm

Menyempit

Bertambah
kecil
B. Sistem pencernaan
Ibu menjadi lapar dan siap untuk makan pada 1-2 jam setelah bersalin. Konstipasi
dapat menjadi masalah pada awal puerperium akibat dari kurangnya makanan dan
pengendalian diri terhadap BAB. Ibu dapat melakukan pengendalian terhadap BAB
karena kurang pengetahuan dan kekhawatiran lukanya akan terbuka bila BAB.
Dalam buku Keperawatan Maternitas(2004), buang air besar secara spontan bisa
tertunda selama dua sampai tiga hari setelah ibu melahirkan. Keadaan ini biasa
disebabkan karena tonus otot usus menurun.
Selama proses persalinan dan pada awal masa pascapartum, diare sebelum
persalinan, kurang makan, atau dehidrasi. Ibu seringkali sudah menduga nyeri saat
defekasi karena nyeri yang dirasakannya di perineum akibat episiotomi, laserasi,
atau hemoroid.
C. Sistem perkemihan
Terjadi diuresis yang sangat banyak dalam hari-hari pertama puerperium. Diuresis
yang banyak mulai segera setelah persalinan sampai 5 hari postpartum. Empat puluh
persen ibu postpartum tidak mempunyai proteinuri yang patologi dari segera setelah
lahir sampai hari kedua postpartum, kecuali ada gejala infeksi dan preeklamsi.
Dinding saluran kencing memperlihatkan oedema dan hyperaemia. Kadangkadang oedema dari trigonum, menimbulkan obstruksi dari uretra sehingga terjadi

retensio urine. Kandung kencing dalam puerperium kurang sensitive dan


kapasitasnya bertambah, sehingga kandung kencing poenuh atau sesudah kencing
masih tinggal urine residual.Sisa urine ini dan trauma pada kandung kencing waktu
persalinan memudahkan terjadinya infeksi. Dilatasi ureter dan pyelum, normal
kembali dalam waktu 2 minggu.
Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya
3. Apersepsi pembelajaran tentang perubahan sistem
jawab
reproduksi, sistem pencernaan, perubahan sistem
4.
5.
1.

Isi/materi

2.

perkemihan
Menjelaskan pokok bahasan
Menjelaskan tujuan pembelajaran
Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. Sistem reproduksi
Tanya
b. Sistem pencernaan
c. Sistem perkemihan
jawab
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa

untuk bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar

Penutup

materi yang telah diberikan


2. Bersama-sama dengan mahasiswa menyimpulkan

Tanya
materi pelajaran yang telah diberikan
Jawab
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm
bentuk rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadirProyektor, white board, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id

Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: VIII

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi
3. Pemahaman tentang deteksi dini komplikasi masa nifas & penangananya
4. Pemahaman tentang kebersihan diri/perineum, istirahat yang cukup, hubungan
seksual
Indikator

3. Mahasiswa mampu melakukan deteksi dini komplikasi masa nifas & penangananya
4. Mampu menjelaskan tentang kebersihan diri/perineum, istirahat yang cukup &
hubungan seksual
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A.
B.
C.
D.

Komplikasi masa nifas


Kebersihan diri/perineum
Istirahat yang cukp
Hubungan seksual

Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya
5. Apersepsi pembelajaran tentang deteksi dini
jawab
komplikasi masa nifas & penangananya, serta
menjaga kebersihan diri/perineum, istirahat yang

Isi/materi

6.
7.
1.

2.
Penutup

cukup, hubungan seksual


Menjelaskan pokok bahasan
Menjelaskan tujuan pembelajaran
Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. Komplikasi masa nifas
Tanya
b. Kebersihan diri/perineum
c. Istirahat yang cukp
jawab
d. Hubungan seksual
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa

untuk bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar Tanya
materi yang telah diberikan
2. Bersama-sama
dengan

Jawab
mahasiswa

menyimpulkan materi pelajaran yang telah

diberikan
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm
bentuk rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadirProyektor, white board, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: IX

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi
Pemahaman tentang kebutuhan dasar ibu masa nifas seperti nutrisi dan cairan,
ambulasi, eliminasi : bak/bab, latihan/senam nifas
Indikator

Mahasiswa mampu menjelaskan tentang kebutuhan dasar ibu masa nifas seperti nutrisi
dan cairan, ambulasi, eliminasi : bak/bab, latihan/senam nifas
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A.
B.
C.
D.

Nutrisi dan cairan


Ambulasi
Eliminasi (BAB/BAK)
Latihan/senam nifas

Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya
3. Apersepsi pembelajaran tentang kebutuhan dasar ibu
jawab
masa nifas seperti nutrisi dan cairan, ambulasi,
eliminasi : bak/bab, latihan/senam nifas
4. Menjelaskan pokok bahasan
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran
1. Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. Nutrisi dan cairan
Tanya
b. Ambulasi
c. Eliminasi (BAB/BAK)
jawab
d. Latihan/senam nifas
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk

Isi/materi

bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar materi

Penutup

yang telah diberikan


2. Bersama-sama dengan mahasiswa menyimpulkan

Tanya
materi pelajaran yang telah diberikan
Jawab
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm bentuk
rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadirProyektor, white board, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.

Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

:X

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi
4. Pemahaman tentang pelayanan kebidanan pada ibu masa nifas.
5. Pemahaman tentang pelayanan ibu masa nifas 2-6 jam setelah persalinan.
6. Pemahaman tentang pelayanan kebidanan pada ibu masa nifas 2-6 hari setelah
persalinan
Indikator

3. Mahasiswa mampu melakukan pelayanan kebidanan ibu masa nifas selama 2-6 jam
4. Mampu melakukan pelayanan kebidanan ibu nifas selama 2-6 hari setelah
persalinan.
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A. Pelayanan kebidanan ibu masa nifas

B. Pelayanan kebidanan ibu masa nifas selama 2-6 jam pertama, meliputi pemeriksaan
tanda-tanda vital, pemeriksaan fundus uteri, lochea, kandung kemih.
C. Pelayanan kebidanan ibu nifas selama 2-6 hari setelah persalinan, pemeriksaan fisik &
tanda-tanda vital, involusi uteri, payudara, lochea, perineum & tungkai
Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
2. Mengisi absensi
3. Apersepsi
pembelajaran

Metode
Ceramah
tentang

Pelayanan

Tanya

jawab
kebidanan ibu masa nifas
4. Menjelaskan pokok bahasan
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran
1. Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. Pelayanan kebidanan ibu masa nifas selama 2-6
Tanya
jam pertama,
jawab
b. Pelayanan kebidanan ibu masa nifas selama 2-6

Isi/materi

hari setelah persalinan


2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar materi

Penutup

yang telah diberikan


2. Bersama-sama dengan mahasiswa menyimpulkan

Tanya
materi pelajaran yang telah diberikan
Jawab
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm bentuk
rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
5. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadirProyektor, white board, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id

Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: XI

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi
4. Pemahaman tentang pelayanan kebidanan 2 minggu setelah persalinan
5. Pemahaman tentang pelayanan kebidanan pada ibu masa nifas 6 minggu setelah
persalinan, konseling KB & senam nifas
Indikator

3. Mahasiswa mampu melakukan pelayanan kebidanan ibu masa nifas

2 minggu

setelah persalinan
4. Mampu melakukan pelayanan kebidanan ibu nifas 6 minggu setelah persalinandan
konseling KB
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A. Pelayanan kebidanan ibu masa nifas 2 minggu setelah persalinan, kebutuhan dasar ibu
masa nifas, nutrisi & cairan, ambulasi, eliminasi, kebersihan diri, istirahat &
seksualitas
B. Pelayanan kebidanan ibu nifas 6 minggu setelah persalinan
C. Konseling untuk KB secara dini
Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya
3. Apersepsi pembelajaran tentang pelayanan kebidanan
jawab
2 minggu dan minggu setelah persalinan serta
konseling KB
4. Menjelaskan pokok bahasan
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran
1. penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. Pelayanan kebidanan ibu masa nifas 2 minggu
Tanya
setelah persalinan,
jawab
b. Pelayanan kebidanan ibu nifas 6 minggu setelah

Isi/materi

persalinan
c. Konseling untuk KB secara dini
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
bertanya
6. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar materi

Penutup

yang telah diberikan


7. Bersama-sama dengan mahasiswa menyimpulkan

Tanya
materi pelajaran yang telah diberikan
Jawab
8. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm bentuk
rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
9. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadirProyektor, white board, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: XII

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi

: Pemahaman tentang senam nifas

Indikator

Mahasiswa mampu melakukan senam nifas


Metode

: Simulasi, diskusi

Materi

A.
B.
C.
D.

Senam nifas
Pengertian senam nifas
Manfaat senam nifas
Tehnik-tehnik senam nifas

Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Pembelajaran
Pembukaan
1.
2.
3.
4.
5.
Isi/materi
1.

Mengucapkan salam
Mengisi absensi
Apersepsi pembelajaran tentang senam nifas
Menjelaskan pokok bahasan
Menjelaskan tujuan pembelajaran
Penyajian materi menjelaskan tentang :
a. Senam nifas
b. Pengertian senam nifas
c. Manfaat senam nifas
d. Tehnik-tehnik senam nifas
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk

Penutup

Metode
Simulasi
dan diskusi

Simulasi,
diskusi, dan
tanya jawab

bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar materi Tanya
yang telah diberikan
Jawab
2. Bersama-sama dengan mahasiswa menyimpulkan

materi pelajaran yang telah diberikan


3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm bentuk
rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadirProyektor, Laptop, Matras, Hand Out

Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: XIII

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi
4. Pemahaman tentang program tindak lanjut asuhan masa nifas di rumah
5. Pemahaman tentang jadwal kunjungan rumah, asuhan lanjutan masa nifas
6. Pemahaman tentang penyuluhan masa nifas, kebutuhan gizi, suplemen zat besi/Vit.A
Indikator

4. Mahasiswa mampu menjelaskan program tindak lanjut asuhan masa nifas di rumah
5. Mampu menjelaskan jadwal kunjungan rumah & asuhan lanjutan masa nifas
6. Mampu menjelaskan & melaksanakan penyuluahan masa nifas, kebutuhan gizi,
suplemen zat besi/Vit.A
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A.
B.
C.
D.
E.

Tindak lanjut asuhan masa nifas di rumah


Program jadwal kunjungan rumah
Asuhan lanjutan masa nifas
Gizi
Suplemen zat besi/ Vit A

Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya
3. Apersepsi pembelajaran tentang program tindak
jawab
lanjut asuhan masa nifas di rumah
4. Menjelaskan pokok bahasan
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran
Isi/materi
1. Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. Tindak lanjut asuhan masa nifas di rumah
Tanya
b. Program jadwal kunjungan rumah
c. Asuhan lanjutan masa nifas
jawab
d. Gizi
e. Suplemen zat besi/ Vit A
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa
Penutup

untuk bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar Tanya
materi yang telah diberikan
Jawab
2. Bersama-sama dengan mahasiswa menyimpulkan
materi pelajaran yang telah diberikan

3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm


bentuk rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam
Alat/media pembelajaran : Daftar hadirProyektor, White board, spidol, penghapus, Hand
Out, Role play penyuluhan masa nifas
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Kuliah

: Asuhan Kebidanan III (Nifas)

Kelas/Semester

: III

Pertemuan Ke-

: XIV

Alokasi Waktu

: 2x50menit

Kompetensi

Pemahaman tentang pendokumentasian asuhan kebidanan masa nifas dalam bentuk


manajemen & langkah Varney yang di aplikasikan dalam bentuk SOAP
Indikator

3. Mahasiswa mampu melakukan pendokumentasian asuhan kebidanan , asuhan masa


nifas dalam bentuk manajemen 7 langkah Varney
4. Mampu melakukan pendokumentasian SOAP
Metode

: Ceramah, diskusi, pemberian tugas

Materi

A. Pendokumentasian asuhan dalam masa nifas


B. Pendokumentasian asuhan kebidanan asuhan masa nifas dalam bentuk manajemen 7
langkah Varney
C. Pendokumantasian SOAP
Langkah Pembelajaran
Langkah

Kegiatan

Metode

Pembelajaran
Pembukaan
1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.
Ceramah
2. Mengisi absensi
Tanya
3. Apersepsi pembelajaran tentang pendokumentasian
jawab
kebidanan
4. Menjelaskan pokok bahasan
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran
Isi/materi
1. Penyajian materi menjelaskan tentang :
Ceramah
a. Pendokumentasian asuhan dalam masa nifas
Tanya
b. Pendokumentasian asuhan kebidanan asuhan masa
jawab
nifas dalam bentuk manajemen 7 langkah Varney
c. Pendokumantasian SOAP
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
bertanya
1. Mengajukan pertanyaan secara lisan seputar materi yang

Penutup

telah diberikan
2. Bersama-sama dengan mahasiswa menyimpulkan materi

Tanya

pelajaran yang telah diberikan


Jawab
3. Memberikan tugas kepada mahasiswa dalm bentuk
rangkuman pada mata kuliah selanjutnya
4. Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

Alat/media pembelajaran

: Daftar hadirProyektor, white board, spidol, penghapus, hand

out
Sumber belajar

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.


Mochtar, 1990. Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi, Jilid I, Edisi 2, EGC,
Jakarta.

Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Operatif, Obstetri Sosial, EGC, Jakarta.
Saifudin, Abdul Bari Dkk, 2000, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonata. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan, Edisi 111, Cetakan 4, YBS SP.
Lusa.web.id
Evaluasi

1. Teori
a. Ujian tengah Semester

: 30%

b. Makalah kelompok

: 20%

c. Ujian akhir semester

: 50%

2. Praktek
a. Presentasi & diskusi

: 50%

b. Kegiatan kelompok

: 20%

c. Kegiatan demonstrasi

: 30%