Anda di halaman 1dari 13

Nama : RIZQY AIDDHA YUNIAWATI

Nim

: 15/391387/EE/07127

Kelas : Pendidikan Profesi Akuntasi ( D )


Rerangka Konseptual
Rerangka konseptual merupakan seperangkat tujuan dan fondasi sebagai
suatu sistem yang koheren/runtut yang akan mendorong terciptanya standarstandar akuntansi yang konsisten dan yang menentukan sifat, fungsi, dan batasanbatasan akuntansi dan laporan keuangan.
Rerangka konseptual tertuang dalam Statement of Financial Accounting
Concepts (SFAC) terdiri dari :
1.
2.
3.
4.
5.

SFAC No. 1 Tujuan pelaporan keuangan pada entitas bisnis (1978)


SFAC No. 2 Karakteristik kualitatif informasi akuntansi (1980)
SFAC No. 3 Elemen-elemen laporan keuangan entitas bisnis (1980)
SFAC No. 4 Tujuan laporan keuangan pada entitas non-bisnis (1980)
SFAC No. 5 Pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan pada

entitas bisnis (1984)


6. SFAC No. 6 Elemen-elemen laporan keuangan (1985), sebagai
pengganti SFAC No. 3 sekaligus mencakup elemen-elemen laporan
keuangan entitas non-bisnis.
7. SFAC No. 7 Penggunaan informasi aliran kas dan nilai sekarang dalam
pengukuran akuntansi.
Prinsip Dasar
Prinsip (principle) merupakan pendekatan umum yang digunakan dalam
pengakuan (recognition) dan pengukuran (measurement) kejadian-kejadian
akuntansi. Prinsip dasar akuntansi menurut FASB meliputi :
1. Prinsip harga perolehan (historical cost principle)
Aktiva, utang dan modal dicatat sebesar kos historisnya pada tanggal
transaksinya, yang kemudian biasanya disesuaikan dengan adanya
amortisasi atau alokasi yang lain.
2. Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)
Kriteria pengakuan pendapatan ada 2, yaitu:
a. Telah terealisasi/dapat direalisasi (realized/realizable)
Pendapatan telah terealisasi (realized) ketika barang/jasa dijual atau
dipertukarkan dengan kas ataupun klaim terhadap kas. Pendapatan
cukup pasti terealisasi (realizable) ketika aset yang diterima selain

kas, dan dapat segera dikonversi menjadi kas atau klaim terhadap
kas dengan jumlah yang cucckup pasti.
b. Telah terbentuk (earned), yaitu ketika perusahaan telah melakukan
kegiatan yang harus dilakukan untuk memperoleh pendapatan.
- Prinsip penandingan antara pendapatan dan biaya (matching
principle) yaitu menandingkan antara pendapatan dengan biaya
yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut dalam
-

periode yang sama.


Prinsip pengungkapan penuh (full disclosure principle) artinya
penyajian informasi keuangan harus disertai dengan penjelasan
yang cukup untuk pengambilan keputusan.

Tujuan pelaporan keuangan sesuai dengan SFAC No. 1, untuk memberikan


informasi yang berguna dalam pembuatan keputusan mengenai investasi dan
kredit untuk mereka yang mempunyai pemahaman mengenai aktivitas ekonomi
dan perusahaan, membantu investor, kreditor dan pemakai lain laporan keuangan
yang sekarang maupun yang berpotensi dalam menilai jumlah, waktu, dan
ketidakpastian aliran kas di masa yang akan datang mengenai sumber daya
ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut dan perubahannya.
FASB mengidentifikasikan karakteristik kualitatif informasi akuntansi untuk
membedakan antara informasi yang lebh bermanfaat (more useful) dengan
informasi yang kurang bermanfaat (less useful) untuk pengambilan keputusan.
Agar informasi tersebut berguna untuk pengambilan keputusan, maka harus ada
suatu jembatan yang menghubungkan antara pengguna informasi (user) dengan
keputusan yang diambil, yaitu pemahaman (understandibility) yang merupakan
kemampuan informasi untuk dapat dipahami oleh penggunanya.

Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi


Karakteristik kualitatif informasi akuntansi sesuai SFAC No. 2 mempunyai
dua tingkatan, yaitu karakteristik kulitatif primer dan sekunder.
a. Karakteristik kualitatif primer terdiri dari : Relevansi (relevance) dan
reabilitas (reability)

i.

Relevansi ditentukan oleh nilai prediktif, nilai balikan, dan


ketersediaan informasi pada waktunya.
Nilai prediktif (predictive value)
Nilai balikan (feedback value)
Ketepatanwaktu (timeliness)
Reabilitas (reability)
- Keterujian (verifiability)
- Kenetralan (neutrality)
- Ketepatan
penyimbolan/penyajian
-

ii.

jujur

(representational

faitfullness)
b. Karakteristik kualitatif sekunder terdiri dari : konsistensi (consistensy)
dan keterbandingan (comparability).

Asumsi Organisasi Nirlaba


Karakteristik organisasi nirlaba berbeda dengan organisasi bisnis. Perbedaan
utama yang mendasar terletak pada cara organisasi memperoleh sumber daya
yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasinya. Organisasi
nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para
penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi
tersebut.
Sebagai akibat dari karakteristik tersebut, dalam organisasi nirlaba timbul
transaksi tertentu yang jarang atau bahkan tidak pernah terjadi dalam organisasi
bisnis, misalnya penerimaan sumbangan. Namun demikian dalam praktik
organisasi nirlaba sering tampil dalam berbagai bentuk sehingga seringkali sulit
dibedakan dengan organisasi bisnis pada umumnya. Pada beberapa bentuk
organisasi nirlaba, meskipun tidak ada kepemilikan, organisasi tersebut mendanai
kebutuhannya modalnya dari utang dan kebutuhan operasinya dari pendapatan
atas jasa yang diberikan kepada publik. Akibatnya, pengukuran jumlah, saat, dan

kepastian aliran pemasukan kas menjadi ukuran kinerja penting bagi para
pengguna laporan keuangan organisasi tersebut, seperti kreditur dan pemasok
dana lainnya. Organisasi semacam ini memiliki karakteristik yang tidak jauh
berbeda dengan organisasi bisnis pada umumnya.
Laporan keuangan organisasi nirlaba meliputi laporan keuangan posisi
keuangan pada akhir periode laporan, laporan aktivitas, serta laporan arus kas
untuk suatu periode pelaporan, dan catatan atas laporan keuangan.
Laporan Posisi Keuangan
-

Klasifikasi Aktiva dan Kewajiban


a. Menyajikan aktiva berdasarkan

urutan

likuiditas,

dan

kewajiban

berdasarkan tanggal jatuh tempo.


b. Mengelompokkan aktiva ke dalam lancar dan tidak lancar, dan kewajiban ke
dalam jangka pendek dan jangka panjang.
c. Mengungkapkan informasi mengenai likuiditas aktiva atau saat jatuh
temponya kewajiban termasuk pembatasan penggunaan aktiva, pada catatan
atas laporan keuangan.
- Klasifikasi Aktiva Bersih Terikat dan Tidak Terikat
a. Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah masing masing kelompok
aktiva bersih berdasarkan ada atau tidaknya pembatasan oleh penyumbang,
yaitu: terikat secara permanen, terikat secara temporer, dan tidak terikat.
b. Informasi mengenai sifat dan jumlah dari pembatasan permanen atau
temporer diungkapkan dengan cara menyajikan jumlah tersebut dalam
laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan.
Laporan Aktivitas
Laporan aktivitas difokuskan pada organisasi secara keseluruhan dan
menyajikan perubahan jumlah aktiva bersih selama suatu periode. Perubahan
aktiva bersih dalam laporan aktivitas tercermin pada aktiva bersih atau ekuitas
dalam laporan posisi keuangan.
Perubahan Kelompok Aktiva Bersih
Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersih terikat
permanen, terikat temporer, dan tidak terikat dalam suatu periode .
-

Klasifikasi Pendapatan, Beban, Keuntungan, dan Kerugian

a. Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagai penambah aktivitas bersih


tidak terikat, kecuali jika penggunanya dibatasi oleh penyumbang, dan
menyajikan beban sebagai pengurang aktiva bersih tidak terikat.
b. Sumbangan disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat, terikat
permanen, atau terikat temporer, tergantung pada ada tidaknya pembatasan.
Dalam hal sumbangan terikat yang pembatasannya tidak berlaku lagi dalam
periode yang sama, dapat disajikan sebagai sumbangan tidak terikat
sepanjang disajikan secara konsisten dan diungkapkan sebagai kebijakan
akuntansi.
c. Laporan aktivitas menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari
investasi dan aktiva lain (atau kewajiban) sebagai penambah atau pengurang
aktiva bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaanya dibatasi.
d. Laporan aktivitas menyajikan jumlah pendapatan dan beban secara bruto.
Namun demikian pendapatan investasi, dapat disajikan secara netto dengan
syarat beban-beban terkait, seperti beban penitipan dan beban penasihat
investasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
e. Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan
informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional, seperti menurut
kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung.
Laporan Arus Kas
Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai
penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.
-

Klasifikasi Penerimaan dan Pengeluaran Kas


a. Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas
dengan tambahan berikut ini:
Aktivitas Pendanaan
- Penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaanya dibatasi untuk

i.

jangka panjang.
Penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang
penggunaannya

dibatasi

untuk

perolehan,

pembangunan,

dan

pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap, atau


ii.

peningkatan dana abadi (endowment).


Pengungkapan informasi mengenai investasi dan pendanaan non-kas :
sumbangan berupa bangunan atau aktiva invetasi.

Asumsi Organisasi Syariah


Transaksi syariah berlandaskan pada paradigma dasar bahwa alam semesta
dicipta Tuhan sebagai amanah (kepercayaan Illahi) dan sarana kebahagiaan hidup
bagi seluruh umat manusia untuk mencapai kesejahteraan hakiki secara material
dan spritual (al-falah).
Transaksi syariah berasaskan pada prinsip:
-

Persaudaraan (ukhuwah)
Keadilan (adalah)
Kemaslahatan (maslahah)
Keseimbangan (tawazun)
Universalisme (syumuliyah)

Implementasi transaksi yang sesuai dengan paradigma dan asas transaksi


harus memenuhi karakteristik dan persyaratan sebagai berikut :
a. Transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling
ridha.
b. Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik
(thayib)
c. Uang hanya berfungsi sebagai alat ukur dan satuan pengukur nilai,
d.
e.
f.
g.
h.
i.

bukan sebagai komoditas.


Tidak mengandung unsur riba.
Tidak mengandung kezaliman.
Tidak mengandung unsur maysir.
Tidak mengandung unsur gharar.
Tidak mengandung unsur haram.
Tidak menganut prinsip waktu nilai dari uang (time value of money)
karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait dengan
risiko yang melekat pada kegiatan usaha tersebut sesuai dengan prinsip

al-ghunmubil ghurmi (no gain without accompanying risk).


j. Transaksi dilakukan berdasarkan suatu perjanjian yang jelas dan benar
serta untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain
sehingga tidak diperkenankan menggunakan standar harga untuk satu
akad serta tidak menggunakan dua transaksi bersamaan yang berkaitan
(taalluq) dalam satu akad.

k. Tidak ada distorsi harga melalui rekayasa permintaan (najasy), maupun


melalui rekayasa penawaran (ihtikar).
l. Tidak mengandung unsur kolusi dengan suap menyuap (risywah).
Untuk mencapai tujuannya, laporan keuangan disusun atas dasar akrual.
Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian
(dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan diungkapkan
dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode
yang bersangkutan. Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual
memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang
melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi juga kewajiban pembayaran
kas di masa depan serta sumber daya yang merepresentasikan kas yang akan
diterima di masa depan. Oleh karena itu, laporan keuangan menyediakan jenis
informasi transaksi masa lalu dan peristiwa lainnya yang paling berguna bagi
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Penghitungan pendapatan untuk tujuan

pembagian

hasil

usaha

menggunakan dasar kas. Dalam hal prinsip pembagian hasil usaha berdasarkan
bagi hasil, pendapatan atau hasil yang dimaksud adalah keuntungan bruto (gross
profit).

Asumsi Organisasi Sektor Publik


Kerangka konseptual akuntansi sektor publik merupakan konsep yang
mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan dalam sektor publik untuk
kepentingan eksternal. Kerangka konseptual akuntansi sektor publik merumuskan
konsep yang mendasari penyusunan dan pelaksanaan siklus akuntansi sektor
publik.

Jika terjadi pertentangan antara kerangka konseptual dan standar akuntansi,


ketentuan standar akuntansi itu diuji menurut unsur kerangka konseptual yang
terkait. Dalam jangka panjang, konflik semacam itu diharapkan dapat diselesaikan
sejalan dengan pengembangan standar akuntansi di masa depan.
Kerangka konseptual akuntansi sektor publik disusun dengan berbagai
tujuan, yaitu acuan bagi:
a. Tim penyusun standar akuntansi keuangan sektor publik dalam tugasnya.
b. Penyusun laporan keunagn untuk memahami praktek akuntansi menurut
prinsip akuntansi yang secara lazim dan standar akuntansi keuangan sektor
publik.
c. Auditor dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan
disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
d. Para pemakai laporan keuangan yang disusun sesuai standar akuntansi
keuangan sektor publik.
Kerangka konseptual ini bukan merupakan standar akuntansi keuangan
sektor publik. Revisi kerangka dasar bisa dilakukan dari waktu ke waktu, selaras
dengan pengalaman komite penyusunan standar akuntansi keuangan sektor publik
dalam penggunaan kerangka dasar tersebut.
Asumsi Dasar Akuntansi Sektor Publik
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kebutuhan Masyarakat
Alokasi Sumber Daya
Ketaatan Hukum/Peraturan
Dasar Akrual
Kelangsungan Usaha atau Organisasi
Akuntabilitas Kinerja
Untuk mencapai tujuannya, basis pelaporan keuangan sektor publik adalah

dasar akrual, dimana pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat
kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan
dicatat dalam catatan akunatansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada
periode yang bersangkutan.
Dasar akrual telah menjadi aturan yang harus dilaksanakan. Hal ini
dilakukan dengan mengaplikasikannya dalam proses organisasi publik, sehingga
tujuan organisasi dapat tercapai.
Implementasi Karakteristik Kualitatif Akuntansi Sektor Publik

Karakteristik kualitatif adalah ciri-ciri khusus dari sebuah mutu. Jika


diimplementasikan pada akuntansi sektor publik, karakteristik kualitatif akuntansi
sektor publik adalah ciri khas informasi akuntansi dalam organisasi sektor publik
yang berkontribusi pada penentuan kualitas produk setiap unsur akuntansi sektor
publik.
-

Relevan
Relevan mengacu pada kemampuan informasi untuk mempengaruhi

keputusan pengelola organisasi, dengan mengubah atau menginformasi harapan


mereka tentang hasil, atau konsekuensi tindakan atau kejadian.
Dalam konsep kerangka konseptual akuntansi, informasi yang relevan dapat
membantu investor, kreditor, dan pengguna lainya untuk mengevaluasi kondisi
masa lalu, saat ini dan masa depan atau untuk menginformasikan dan mengoreksi
nilai umpan balik/feedback agar relevan.
-

Keandalan dan Reliabilitas


Keandalan mengacu pada kualitas informasi yang sesuai dengan kebutuhan

para peggunanya. Keandalan akan membedakan pengguna satu dengan pengguna


yang lainnya tergantug pada keluasan pengetahuan tentang aturan yang digunakan
untuk mempersiapkan informasi. Dengan kata lain, di antara pengguna yang
berbeda, informasi dengan derajat keandalan yang berbeda akan ditemukan.
Dalam konteks kerangka konseptual, agar menjadi andal informasi harus dapat
diuji, netral, dan disajikan dengan jujur.
-

Pertimbangan Biaya dan Manfaat


Pertimbangan biaya dan memanfaat dikenal dengan keterbatasan pervasif.

Informasi akuntansi keuangan akan dicari jika manfaat yang diperoleh dari
informasi tersebut melebihi biayanya. Oleh karnanya, sebelum mempersiapkan
dan mendeseminasikan informasi keuangan, manfaat serta biaya penyiapan
informasi itu harus dibandingkan.
-

Materialitas
Mateialitas dianggap sebagai ambang pengakuan. Pada dasarnnya

materialitas adalah pertimbangan yang harus diberikan atau tidak tentang


informasi yang signifikan dan berdampak besar terhadap keputusan yang diambil.

Asumsi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik


Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
(SAK ETAP) dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik.
Entitas tanpa akuntabilitas publik adalah entitas yang:
a. Tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan
b. Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose
financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal
adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha,
kreditur dan lembaga pemeringkat kredit.
Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan jika :
a. Entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam proses
pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator
lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal.
b. Entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok
besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang
efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.
Probabilitas Pengakuan Masa Depan
Konsep probabilitas digunakan dalam kriteria pengakuan mengacu kepada
pengertian derajat ketidakpastian bahwa manfaat ekonomi masa depan yang

terkait dengan pos tersebut akan mengalir ke atau dari dalam entitas. Pengkajian
derajat ketidakpastian yang melekat pada arus manfaat ekonomi masa depan
dilakukan atas dasar bukti yang terkait dengan kondisi yang tersedia pada akhir
periode pelaporan saat penyusunan laporan keuangan. Penilaian itu dibuat secara
individu untuk pos-pos yang signifikan secara individual dan kelompok dari suatu
populasi besar dari pos-pos yang tidak signifikan secara individual.
Kriteria kedua untuk pengakuan suatu pos adalah adanya biaya atau nilai
yang dapat diukur dengan andal. Dalam banyak kasus, biaya atau nilai suatu pos
diketahui. Dalam kasus lainnya biaya atau nilai tersebut harus diestimasi.
Penggunaan estimasi yang layak merupakan bagian esensial dalam penyusunan
laporan keuangan tanpa mengurangi tingkat keandalan. Namun demikian, jika
estimasi yang layak tidak mungkin dilakukan, maka pos tersebut tidak diakui
dalam neraca ataupun laba rugi.
Dasar pengukuran yang umum adalah biaya historis dan nilai wajar :
a. Biaya historis. Aset adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau
nilai wajar dari pembayaran yang dibayarkan untuk memperoleh aset pada
saat perolehan. Kewajiban dicatat sebesar kas atau setara kas yang diterima
atau sebesar nilai wajar dari aset non-kas yang diterima sebagai penukar dari
kewajiban pada saat terjadinya kewajiban.
b. Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset,
atau untuk menyelesaikan suatu kewajiban suatu kewajiban, antara pihakpihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu
transaksi dengan wajar.

Asumsi Organisasi Usaha Kecil dan Menengah


Pentingnya akuntansi bagi UMKM
mampu memberikan informasi
keuangan dengan baik dan benar dengan beberapa keuntungan dapat mengetahui
tentang :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kinerja Perusahaan L/R


Penghitungan Pajak L/R
Posisi Dana Perusahaan Neraca
Perubahan Modal Pemilik Perubahan Ekuitas
Pemasukan dan Pengeluaran Kas Arus Kas
Perencanaan Kegiatan
Besaran Biaya
Jenis usaha yang dijalankan oleh UMKM dapat dikelompokkan dalam usaha

a. Jasa
b. Dagang
c. Manufaktur
Standar Akuntansi Keuangan Kecil dan Menengah (SAK UMKM)
dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas kecil dan menenga, entitas kecil dan
menengah adalah entitas yang :
a. Yang memenuhi kriteria
- Tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan
- Berdasrkan peraturan perundang-undangan digolongkan sebagai entitas
kecil dan menengah
Jika entitas kecil dan menengah melakukan transaksi atau terdapat peristiwa
atau kondisi lain yang tidak diatur dalam SAK UKM, maka entitas kecil dan
menengah menerapkan PSAK lain yang relevan.
Tujuan laporan keuangan entitas kecil dan menengah adalah menyediakan
informasi posisi keuangan, kinerja dan laporan arus kas suatu entitas yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi
oleh siapapun yang tidak dalam posisi yang dapat meminta laporan keuangan
khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Dalam memenuhi
tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan

manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang


dipercayakan kepadanya.