Anda di halaman 1dari 18

PEMBUATAN GASKET

A. TUJUAN PRAKTEKUM
Adapun tujuan dari percobaan pembuatan ini adalah :
Menunjukan fungsi seal dan paking.
Dapat membedakan seal dan paking.
Dapat mengetahui bahan-bahan seal dan paking.
Dapat mengetahui letak seal dan paking.
Dapat menganalisa kerusakn pada seal dan paking.

B. DASAR TEORI
Fungsi utama dari seal/Gasket

adalah untuk mencegah atau mengurangi

kebocoran cairan atau fluida dengan cara membentuk penghalang keluar masuknya
suatu cairan seperti pelumas, minyak air, gas atau jenis fluida lainnya. Dasar
TeoriGasket / paking adalah elemen mesin yang berfungsi mengisi ruang atau
celahdiantara dua benda yang berfungsi untuh mencegah kebocorab. Paking pada umumnya
terbuat dari bahan yang mudah lentur seperti kertas, karet, metal, silikon, fiber glass,
dan plastik polimer. Gasket buat cegah kebocoran sambungan yang tak bergerak
(statis)antara lain kepala silinder, pompa pendingin dan blok silinder, dan seterusnya.
Seal dibuat cegah kebocoran komponen yang berputar antara lain poros engkol dan
blok silinder.

C. PERLENGKAPAN PRAKTEK
1. Pelubang gasket / Paking.
2. Palu Karet.
3. Palu Besi.
4. Cutter.
5. Grease.
6. Mistar.
7. Amplas halus.
8. Penggaris Baja.
9. Paking / gasket 83 cm x 20 cm.
10. Head silinder sebagai mal.
D. KESELAMATAN KERJA

Gunakan pakaian praktikum dan sepatu kulit.

Jangan merokok dan makan waktu praktek.

Tanyakan pada pembimbing praktikum hal-hal yang belum jelas.

E. PROSEDUR KERJA
Adapun langkah kerja dalam pembuatan gasket/paking sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Persiapkan bahan gasket yang ingin dikerjakan.


Persiapkan alat untuk pembuatan gasket.
Mengukur dan membuat sket pada paking.
Mengoleskan grease pada permukaan head silinder.
Tekan kertas gasket agar terdapat mal pada gasket tersebut dan ratakan

dengan menggunakan palu karet.


6. Setelah terdapat cap / mal pada gasket, kemudian lubangi gasket dengan
pelubang gasket.
7. Setelah dilubangi kemudian diratakan dengan menggunakn cutter.
8. Kemudian amplas sisi-sisi yang telah dilubangi tersebut, agar sisi-sisinya
menjadi halus dan rapi.

F. ANALISA DAN KESIMPULAN


Jadi, dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa;
Dalam pembuatan paking gasket kita dapat mengetahui proses-proses yang harus
dilakukan dalam pembuatan gasket. Gasket juga dapat didefinisikan sebagai bahan
atau material yang dipasang diantara dua permukaan benda, di mana di dalamnya
terdapat fluida bertekanan, untuk mencegah terjadinya kebocoran. Pada sambungan
dua permukaan benda, khususnya pada saat memasang komponen mesin, gasket juga
sebagai perapat dari sambungan antara dua komponen mesin. Perapat ini diperlukan
karena memang tingkat kekasaran pada kedua komponen mesin akan memungkinkan
terjadinya kebocoran. Gasket inilah yang akan berfungsi sebagai komponen perantara
untuk mencegah terjadinya kebocoran.

PERAWATAN GARDAN

A. TUJUAN PRAKTIKUM
Mahasiswa mampu malakukan perawatan dan perbaikan pada garden.
mahasiswa mampu menganalisa kerusakan pada gardan Mahasiswa juga mampu

mempelajari system kerja pada garden.


mahasiswa mampu melakukan pemasangan gardan setelah pembongkaran pada gardan.

B. DASAR TEORI
Gardan adalah

suatu

elemen yang berfungsi sebagai penggerak roda

belakang dan pen stabil putaran roda. Agar tidak terjadi slip pada roda belakang
pada saat kendaraan dibelokkan. mesin dan tranmisi ditempatkan pada ujung depan
kendaraan dan memutar roda belakang melalui popeler shaft (poros belakang) sistem
ini disebut longtransmission atau conventional transmission. Ada 2 jenis
pemindahan yang lama, yakni :
1. Pemutar Hotchkiss dengan poros belakang terbuka, gaya reaksi yang
dihasilkan dalam sumbu belakang selama percepatan dan perlambatan diambil
oleh pegas belakang, gaya bidang yang dipindahkan dari roda penggerak padachassis
melalui pegas-pegas belakang.
2. Torque tube drive, tipe ini propeller shaft tertutup (terbungkus) didalam
tabung gaya, fungsinya memikul berat kendaraan, tenaga yang menggerakkan
roda di pindahkan ke bodi melalui pipa moment (torque tube).

C. PERLENGKAPAN PRAKTEK
Adapun alat yang digunakan untuk proses pembongkaran.pembersihan,dan
pemasangan dan alat ukur untuk mengetahui kerusakan pada roda gigi komponen
gardan sebagai berikut:
1. Obeng min.
2. Kuas (untuk membersihkan).
3. Kunci.
4. Palu besi.
5. Grease.
6. Solar.
7. Kain majun.
D. KESELAMATAN KERJA

Gunakan pakaian praktikum dan sepatu kulit.

Jangan merokok dan makan waktu praktek.

Tanyakan pada pembimbing praktikum hal-hal yang belum jelas.

E. PROSEDUR KERJA
Persiapkan alat yang akan digunakan.
Melakukan pembongkaran pada bagian luar gardan.
Membongkar komponen yang ada pada gardan.
Melakukan pembersihan pada komponen gardan.
Menganalisa kerusakan pada gardan.
Menggukur celah keausan pada roda-roda gigi gardan.
Memasang kembali komponen-komponen gardan.

F. DATA GAMBAR KOMPONEN GARDAN

G. ANALISA
Setelah di dilakukan pembongkaran terdapat banyak kerusakan pada gardan
yaitu pada bantalan gelinding depan dan belakang hal ini di karenakan oleh kurangnya
pemberian pelumasan pada gardan sehingga menyebabkan gesekan panas pada
komponen garden akibatnya gardan tidak dapat beroperasi dengan optimal.
Selain terdapat kerusakan pada bantalan gelinding terdapat juga kerusakan
pada roda gigi, dimana roda gigi banyak terdapat keretakkan pada roda gigi hypoid
dan roda gigi pinion.
H. KESIMPULAN
Dengan adanya kerusakan pada gardan ini dapat menambah wawasan
pengetahuan dan informasi perawatan yang harus dijalankan pada gardan.khususnya
pada orang teknik. Apalagi penyetingan dan pelumasan pada komponen perlu
dilakukan untuk mendapatkan cara kerja gardan yang optimal. Dalam menentukan
kerusakan pada komponen harus teliti dengan berbagai metode: visual,getaran dan
pengukuran itu sangat diperlukan. Gardan merupakan komponen yang sangat penting
bagi kendaraan sebagai pengubah tenaga pada mesin sehingga dapat digunakan pada
kendaraan seperti mobil.

PERAWATAN TRANSMISI MANUAL


A. TUJUAN PRAKTIKUM

Mahasiswa dapat mengetahui komponen-komponen yang terdapat pada

transmisi.
Mahasiswa mampu membongkar dan memasang tranmisi.
Mahasiswa mampu mengalisa kerusakan pada transmisi.
Mahasiswa dapat melakukan perawatan pada transmisi.

B. TEORI DASAR
Transmisi manual merupakan sebuah sistem perpindahan percepatan
yang dilakukan secara bertahap menggunakan bantuan tuas Transmisi. Terdiri
dari gigi paling rendah 1 sampai yang paling tinggi 5-6. Dan untuk mobil ada
yang dinamakan gigi parkir atau atret berfungsi untuk membuat mobil
berjalanan mundur kebelakang. Untuk melakukan perpindahan percepatan
pada Transmisi manual kita memerlukan bantuan kopling, dan tidak demikian
jika dengan Transmisi Matic.
Komponen Transmisi manual terdiri dari berbagai macam gigi ada gigi susun,
syncromesh, serta gigi utama yang tersusun rapih di dalam gear box (kotak
gigi). Untuk mengurangi terjadinya gesekan antara gigi satu dengan yang
lainnya, Transmisi manual memerlukan pelumas khusus dengan standar SAE
90.

C. PERLENGKAPAN PRAKTEK
Obeng min.
Kuas (untuk membersihkan).
Kunci.
Palu besi.
Grease.
Solar.
Kain majun.
D. KESELAMATAN KERJA

Gunakan pakaian praktikum dan sepatu kulit.

Jangan merokok dan makan waktu praktek.

Tanyakan pada pembimbing praktikum hal-hal yang belum jelas.

E. PROSEDUR KERJA
Menyiapkan alat-alat.
Melakukan pembongkaran body luar transmisi.
Melakukan pembongkaran pada komponen dalam transmisi.
Mencari kerusakan atau keausan pada komponen-komponen transmisi.
Membersihkan komponen transmisi.
Mengoleskan grease pada komponen transmisi.
Melakukan pemasangan pada transmisi.

F. DATA GAMBAR KOMPONEN TRANSMISI

G. ANALISA
Setelah dilakukan pembongkaran dan diamati,ternyata terdapat dua kerusakan
pada komponen-komponen transmisi seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar diatas adalah piston return spring. Ini merupakan salah satu kerusakan yang
terjadi pada piston return spring. Kerusakan yang terjadi adalah ring penahan patah

dan sebagian pin hilang, sehingga transmisi tidak dapat dioperasikan secara normal,
hal ini disebabkan kurangnya pemberian dan penggantian pelumas.
H. KESIMPULAN
Jadi dapat di simpulkan bahwa transmisi tidak dapat dioperasikan karena
mengalami kerusakan yang cukup serius pada komponennya yang terdapat pada
piston return ring.
Untuk menghindari keausan dan meningkatkan umur transmisi.kita harus
melakukan perawatan secara berkala, terutama pada pengantian pelumas supaya
umur pemakaian transmisi bisa lebih panjang dan beroperasi secara optimal.
Pengantian pelumas sangat penting bagi suatu komponen mesin yang sistem
bekerjanya bersentuhan dan bergesekan yang akan menyebabkan komponen
tersebut panas aus. Maka dari itu sistem pelumasan harus dilakukan pada mesin
seperti transmisi pada kendaraan.

CARA KERJA GARDAN KECIL (GARDAN OPLET)


A. TUJUAN
Mahasiswa dapat membedakan komponen gardan besar dan garden kecil.
Mahasiswa dapat mengetahui sistem kerja pada gardan.
Mahasiswa dapat memperoleh wawasan tentang gardan.
B. TEORI DASAR
gardan adalah komponen mesin yang terdapat pada mobil yang berfungsi
untuk meneruskan tenaga mesin ke poros roda yang sebelumnya melewati transmisi
dan propeller shaft .
C. PERLENGKAPAN PRAKTEK
a. Obeng min.
b. Kuas (untuk membersihkan).
c. Kunci.
d. Palu besi.
e. Grease.
f. Solar.
g. Kain majun.
D. KESELAMATAN KERJA

Gunakan pakaian praktikum dan sepatu kulit.

Jangan merokok dan makan waktu praktek.

Tanyakan pada pembimbing praktikum hal-hal yang belum jelas.

E. PROSEDUR KERJA
Menyiapkan peralatan lengkap.
Melakukan pembongkaran.
Membersihkan komponen.
Membersihkan komponen.
Melakukan pemasangan.
Mengamati cara kerja komponen gardan.

F. ANALISA CARA DAN SISTEM KERJA GARDAN KECIL


1. Pinion Penggerak ( Drive Pinion ), berfungsi untuk meneruskan putaran dari
proppeler shaft ke ring gear.
2. Roda Gigi Ring ( Ring Gear ), berfungsi untuk meneruskan putaran dari drive
pinion ke differential case.
3. Bak Differential (Differential Case), berfungsi sebagai dudukan tempat
berdiamnya pinion gear, pin pinion dan side gear.
4. Roda Gigi Pinion ( Pinion Gear ), berfungsi untuk membedakan putaran roda kiri
dan kanan pada saat kendaraan berbelok.
5. Pin Pinion, berfungsi untuk mengunci pinion gear pada differential case.
6. Roda Gigi Samping ( Side Gear ), berfungsi untuk meneruskan putaran dari
differential ke as roda.
7. Bearing, berfungsi sebagai bantalan.
8. Tutup Bantalan ( Bearing Cap ), berfungsi untuk mengunci bantalan, dan untuk
mengunci differential case ke differential carier.

9. Mur penetel ( Adjusting Nut ), berfungsi untuk menyetel keregangan antara gear
drive pinion dengan ring gear.
10. Plate Pengunci, berfungsi sebagai palte pengunci baud ring gear pada differential
case.
11. Differential Carier ( Rumah Gardan ) berfungsi untuk berddiamnya semua
komponen garden.

G. KESIMPULAN
Pada saat mobil berjalan lurus keadaan kedua ban roda kiri dan kanan sama - sama
dalam kecepatan putaran yang sama.Dan juga beban yang ditanggung roda kiri dan roda
kanan adalah sama. Sehingga urutan perpindahan putaran dari propeller shaft akan
diteruskan untuk memutar drive pinion . Drive pinion akan memutar ring gear , dan ring
gear bersama - sama dengan differential case akan berputar. Dengan berputarnya
differential case , maka pinion gear akan terbawa berputar bersama dengan differential
case karena antara differential case dan pinion gear dihubungkan dengan pinion shaft.
Karena beban antara roda kiri dan roda kanan adalah sama saat jalan lurus , maka
pinion gear akan membawa side gear kanan dan side gear kiri untuk berputar dalam satu
kesatuan. Jadi dalam keadaan jalan lurus sebenarnya pinion gear tidak berputar , pinion
gear hanaya membawa side gear untuk berputar bersama - sama dengan differential case
dalam kecepatan putaran yang sama. Bila differential case berputar satu kali , maka side
gear juga berputar satu kali juga , demikian seterusnya dalam keadaan lurus. Putaran
side gear ini kemudian akan diteruskan untuk menggerakkan as roda dan kemudian
menggerakkan roda

CARA KERJA KEMUDI


A. TUJUAN
Mahasiswa dapat membedakan menganalisa cara kerja sistem kemudi.
Mahasiswa dapat mengetahui sistem komponen sistem kemudi.

Mahasiswa dapat memperoleh wawasan tentang cara kerja sistem kemudi.

B. TEORI DASAR
Sistem kemudi adalah salah satu sistem pada chassis mobil yang berfungsi
untuk merubah arah kendaraan dan laju kendaraan dengan cara menggerakkan atau
membelokkan roda depan mobil dan menjaga agar posisi mobil tetap stabil.
C. PERLENGKAPAN PRAKTEK
a. Obeng min.
b. Kunci shock.
D. KESELAMATAN KERJA

Gunakan pakaian praktikum dan sepatu kulit.

Jangan merokok dan makan waktu praktek.

Tanyakan pada pembimbing praktikum hal-hal yang belum jelas.

E. PROSEDUR KERJA
Menyiapkan peralatan lengkap.
Melakukan pembongkaran.
Melakukan pemasangan.
Mengamati cara kerja sitem kemudi.
F. ANALISA (cara kerja sistem kemudi mobil)
Cara kerja sistem kemudi dapat kita apabila roda-roda kemudi (steering
wheel) di gerakkan/diputar, kolom kemudi ( steering column) kemudian meneruskan
putaran ke putaran ke roda gigi kemudi (steering gear). Steering gear ini berfungsi
untuk memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar
untuk menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering
linkage).
G. KESIMPULAN
Sistem kemudi adalah salah satu komponen sangat penting bagi suatu
kendaraan yang berfungi sebagai pengontrol arah kendaraan saat berbelok dan juga
sebagai pengatur kesimbangan pada suatu kendaraan khususnya mobil.
Pada sistem kemudi di perlukan penyetingan yang pas agar keseimbangan
kendaraan tetap terjaga stabil. apabila sistem kemudi mengalami kerusakan maka
setingan akan hilang. Tanda kerusakan kemudi dapat dirasakan oleh pengemudi
contohnya kemudi terasa kaku, goncangan pada stir.