Anda di halaman 1dari 15

Pentingnya Sistem Pengendalian

Manajemen

Disusun Oleh:

Rara Ayu Ramadhona


NIM: 01031381419144
Sistem Pengendalian Manajemen kelas A

Jurusan Akuntansi S1 Kampus Palembang


Fakultas Ekonomi
Universitas Sriwijaya
2016
A. Definisi Sistem Pengendalian Manajemen
1. Sistem

Sistem adalah sebuah proses yang dilakukan oleh sub-sub sistem


yang memiliki hubungan kerjasama untuk mencapai suatu tujuan
dengan efektif dan efisien.
2. Pengengendalian
Pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang dilakukan
oleh manajer atau orang yang mengendalikan sebuah organisasi, untuk
menjaga agar proses yang dilakukan oleh sistem berjalan sesuai dengan
prosedur yang telah ada.
3. Manajemen
Manajemen adalah pengelolaan sumber daya organisasi melalui
fungsi-fungsi manajemen, terdiri dari Planning, Organizing, Staffing,
Controlling, dll. Dan menggunakan alat 6M + I yaitu Man, Money,
Material, Metode, Market, Machine, + Information.
Beberapa definisi sistem pengendalian manajemen :
Edy Sukarno menyatakan :
Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem
terintegrasi antara proses, strategi, pemrograman,
penganggaran, akuntansi, pertanggungjawaban, yang
hakikatnya untuk membantu orang dalam menjalankan
organisasi atau perusahaan agar hasilnya optimal.
Sedangkan, Anthony and Govindarajan dalam bukunya Management
Control System mengungkapkan :
Management control is the process by which
managers influence other members of the organization to
implement the organizations strategies.
Maka dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian manajemen
adalah sistem pengendalian yang dirancang sedemikian rupa untuk
mengendalikan sumber daya organisasi agar mencapai suatu tujuan yang
efektif dan efisien.

B. Pengaruh Sejarah dan Tekhnologi terhadap Perkembangan


Sistem Pengendalian Manajemen
Revolusi informasi dimulai dengan penemuan telepon oleh
Alexander Graham Bell di akhir abad ke-19. Internet menyediakan manfaat
utama yang tidak didapat dari telepon.
Internet adalah salah satu hal yang mempengaruhi perkembangan
pandangan dan praktek yang terjadi dalam pengaplikasian sistem
pengendalian manajemen dalam suatu organisasi yang dikendalikan
manajemen.
Pengaruh tersebut memberikan dampak antara lain:
a. Akses secara mudah dan cepat. Pada situs Internet, sejumlah
besar data dapat dikirimkan pada setiap orang, di mana pun di
dunia ini dalam hitungan detik.
b. Komunikasi multi-target. Internet memiliki jangkauan yang
sangat luas; satu situs dapat menjangkau jutaan orang.
c. Komunikasi berbahaya rendah. Sebuah bisnis yang
menggunakan operator telepon untuk berinteraksi dengan
pelanggan harus membayar gaji dari pegawai telepon, panggilan
bebas pulsa (800), dan gedung/bangunan untuk mendukung
fungsi layanan pelanggan. Komunikasi dengan pelanggan
melalui internet bertujuan untuk menghindari seluruh biaya ini.
d. Kemampuan menampilkan citra tertentu. Tidak seperti telepon,
situs Web membuat konsumen dapat melihat produk yang
sedang ditawarkan untuk dijual.
e. Pergeseran kekuatan dan kendali kepada individu. Bisa jadi
manfaat yang paling dramatis dari situs Web adalah bahwa
pelanggan menjadi raja yang sebenarnya. Konsumen
memegang kendali dan dapat menggunakan situs Web selama 24
jam sehari pada waktu yang mereka sukai tanpa diinterupsi atau
terlalu dipengaruhi oleh agen penjualan maupun telemarketers.
Ketersediaan akses data secara elektronis ke database hanya
memberika kontribusi kecil pada penilaian (judgment) yang diperlukan

untuk mendesain dan menoperasikan suatu sistem pengendalian yang


optimal.
Penilaian tersebut meliputi:
a) Memahami nilai relatif dari pentingnya keanekaragaman, dan terkadang
bersaing dalam, tujuan yang mendorong individu untuk bertindak
(misalnya, prestasi pribadi dibandingkan prestasi bersama, penciptaan
nilai bagi pelanggan dan pemegang saham daripada diri sendiri, dan
sebagainya).
b) Penyelarasan tujuan dari beragam individu dengan organisasi.
c) Pengembangan tujuan tertentu melalui unit bisnis, area fungsional, dan
departemen-departemen yang akan dinilai.
d) Mengkomunikasikan strategi dan tujuan strategi dan tujuan kinerja
yang spesifik untuk keseluruhan organisasi.
e) Menjelaskan variabel kunci yang akan diukur dalam penilaian
kontribusi individual terhadap organisasi.
f) Mengevaluasi kinerja aktual relatif terhadap ukuran standar dan
pembuatan kesimpulan tentang kinerja manajer.
g) Menyelenggarakan pertemuan untuk meninjau kinerja yang produktif.
h) Mendesain struktur penghargaan yang tepat.
i) Memepngaruhi individu untuk mengubah perilaku mereka.

C. Fungsi Sistem Pengendalian Manajemen


Pengendalian manajemen merupakan suatu proses dimana
manajemen atau bagian yang mempunyai kewenangan untuk menggerakkan
perusahaan mempengaruhi anggotanya untuk mencapai tujuan perusahaan.
Pada dasarnya Sistem Pengendalian Manajemen ini adalah alat bagi
manajemen untuk membangun masa depan perusahaan.
Pengendalian Manajemen mengandung fungsi:
-

Sifat Keputusan (decision making)


Keputusan pengendalian manajemen dibuat dalam kerangka
kerja yang sesuai dengan strategi perusahaan, tanpa pedoman yang
jelas akan sulit untuk menjalankan pengendalian manajemen dengan

benar.
Pertimbangan Perilaku
Proses pengendalian manajemen melibatkan interaksi antar
individu dalam sebuah perusahaan, Seorang manajer pun juga
mempunyai tujuannya sendiri yang mungkin berbeda dengan tujuan
perusahaan, namun yang harus dilakukan dalam pengendalian
manajemen ini adalah bagaimana tujuan masing-masing individu

dalam perusahaan harus selaras dengan tujuan perusahaan.


Alat untuk mengimplementasikan strategi perusahaan
Sistem pengendalian manajemen sendiri adalah alat untuk
mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan strategi yang telah
ditetapkan. Jadi pengendalian manajemen memfokuskan pada

pelaksanaan strategi.
Proses pengendalian manajemen
Pengendalian manajemen melibatkan hubungan antara
atasan-bawahan. Pengendalian dilakukan melalui tingkat atas hingga
ke bawah. Proses ini meliputi aktivitas komunikasi, motivasi dan
evaluasi.

D. Tujuan Sistem Pengendalian Manajemen


Sistem pengendalian manajemen dalam hal ini tidak berarti bahwa
setiap kegiatan harus sama dengan rencana, pada prosesnya bisa saja

pengendalian manajemen berubah karena perbedaan waktu antara rencana


dan kegiatan.
Tujuan dari pengendalian manajemen adalah menjamin bahwa
strategi yang dijalankan sesuai dengan tujuan perusahaan yang diinginkan.
Pengendalian manajemen bersifat menyeluruh dan terpadu, artinya lebih
mengarah ke berbagai upaya yang dilakukan manajemen agar tujuan
organisasi terpenuhi.
Maka, sitem pengendalian manajemen dapat diterapkan pada
berbagai bentuk perusahaan, sebab pada dasarnya setiap perusahaan
mempunyai komponen sama, yaitu WERE, yang terdiri dari:
Work (Pekerjaan); Employee (Tenaga Kerja); Relationship
(Hubungan); Environment (Lingkungan).

E. Ciri-ciri Sistem Pengendalian Manajemen


Menurut Anthony dan Reece (1989) ciri terpenting dalam Sistem
Pengendalian Manajemen adalah:
o Sistem pengendalian manajemen digunakan untuk
mengendalikan seluruh organisasi, termasuk pengendalian
terhadap seluruh sumber daya yang digunakan, baik
manusia, alat-alat dan teknologi, maupun hasil yang
diperoleh organisasi, sehingga proses pencapaian tujuan
organisasi dapat berjalan lancar.
o Pengendalian manajemen bertolak dari strategi dan teknik
evaluasi yang berintegrasi dan menyeluruh, serta kurang
bersifat perhitungan yang pasti dalam mengevaluasi sesuatu.
o Pengendalian manajemen lebih berorientasi pada manusia,
karena pengendalian manajemen lebih ditujukan untuk
membantu manager mencapai strategi organisasi dan bukan
untuk memperbaiki detail catatan.
Oleh sebab itu dalam pengendalian manajemen, peranan
pertimbangan-pertimbangan psikologis lebih dominan. Berdasarkan ciri-ciri
tersebut di atas, dapat diketahui bahwa tugas terpenting dari manajemen
melalui pengendalian manajemen adalah berusaha mencapai tujuan
organisasi secara efektif dan efisien.

F. Batas-batas Pengendalian Manajemen


Pengendalian manajemen berada di tengah-tengah antara formulasi
strategi dan pengendalian tugas dalam beberapa hal. Formulasi strategi
paling tidak sistematis, fokus pada jangka panjang, mempergunakan
perkiraan kasar akan masa depan dan proses perencanaan merupakan hal
penting. Pengendalian tugas paling sistematis, fokus pada jangka pendek,
mempergunakan data akurat saat ini dan hal yang lebih penting adalah
pengendalian. Sementara pengendalian manajemen, sekali lagi, terletak
diantaranya, dengan menjadikan pengendalian dan perencanaan merupakan
hal yang sama pentingnya.

G. Penyebab Munculnya Sistem Pengendalian Manajemen


Manajemen berkaita erat dengan fungsinya mengolah sumber daya
organisasi yang termasuk didalamnya adalah sumber daya manusia.
Manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki karakter serta kebiasaan
yang berbeda-beda, akan selalu menimbulkan ketimpangan perilaku antara
manusia lain apabila perilaku didalam organisasi tersebut tidak dibatasi.
Masalah-masalah yang muncul merupakan bagian yang pasti ada
dalam setiap organisasi.
Kehadiran Sistem Pengendalian Manajemen disebabkan adanya
Keterbatasan Sistem Manajemen dalam Organisasi.
Beberapa keterbatasan rangcangan manajemen puncak yang dapat
diidentifikasikan antara lain :
a.
b.
c.
d.

Kurang matangnya suatu perkembangan.


Kegagalan menjalankan perintah.
Pengabaian manajemen.
Adanya kolusi.

H. Kegiatan-kegiatan dalam proses Pengendalian Manajemen


Agar tugas pengendalian dapat dijalankan dengan baik, pada tahap
pertama manajer harus memutuskan, apa yang akan dicapai oleh
perusahaan dan cara untuk mencapainya, lewat keputusan ini akan
diketahui seperangkat tujuan organisasi dan strategi menjadi sejumlah
kebijakan-kebijakanyang dapat menuntut arah, maupun program-program
kegiatan untuk tercapainya tujuan tersebut.
Kegiatan-kegiatan dalam proses Pengendalian Manajemen antara
lain:
o Perencanaan Strategi
Perencanaan strategi adalah proses memutuskan
program-program utama yang akan dilakukan suatu organisasi
dalam rangka implementasi strategi dan menaksir jumlah
sumber daya yang akan dialokasikan untuk tiap-tiap program
jangka panjang beberapa tahun yang akan datang.
o Penyususan Anggaran
Penyusunan anggaran adalah proses pengoperasian
rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit
moneter untuk kurun waktu tertentu.
o Pelaksanaan
Selama tahun anggaran, manajer melakukan program
atau bagian dari program yang menjadi tanggungjawabnya.
Laporan yang dibuat hendaknya menunjukkan dapat
menyediakan informasi tentang anggaran dan realisasinya baik
itu informasi untuk mengukur kinerja keuangan maupun
nonkeuangan, informasi internal maupun eksternal.
o Evaluasi Kinerja
Prestasi kerja bisa dilihat dari efisien atau efektif
tidaknya suatu pusat pertanggungjawaban menjalankan
tugasnya. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara

realisasi anggaran dengan anggaran yang telah ditetapkan


sebelumnya.

I. Unsur-unsur Sistem Pengendalian Manajemen


Sistem Pengendalian Manajemen Mempunyai Unsur-Unsur : dan
elemen-elemen
Setiap sistem pengendalian sedikitnya memiliki empat elemen:
a. Pelacak (detector) atau sensorsuatu perangkat yang mengukur
apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang
dikendalikan.
b. Penilai (assesor)suatu perangkat yang menentukan
signifikansi dari peristiwa aktual dengan cara
membandingkannya dengan beberapa standar atau ekspektasi
dari apa yang seharusnya terjadi.
c. Effectorsuatu perangkat (yang sering disebut dengan umpan
balik atau feedback) yang mengubah perilaku jika assesor
mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan hal tersebut.
d. Jaringan komunikasiperangkat yang meneruskan informasi
antara detector dan assesor dan antara assesor dan effector.
Unsur-unsur ini satu sama lain saling berhubungan dan membentuk
suatu proses kerja. Proses yang terjadi berawal ketika detektor mencari
informasi tentang aktivitas. Detektor ini dapat berupa sistem informasi baik
formal maupun informasi, yang menyediakan informasi kepada pimpinan
mengenai apa yang terjadi di dalam suatu aktivitas.
Setelah informasi diperoleh, aktivitas yang terekam didalamnya
dibandingkan dengan standar atau patokan berupa kriteria mengenai apa
yang seharusnya dilaksanakan dan seberapa jauh perlunya pembenaran.
Proses perbaikan dilaksanakan oleh efektif, sehingga penyimpananpenyimpanan diubah agar kegiatan kembali mengikuti kriteria yang telah
ditetapkan. Begitulah proses pengendalian manajemen, dinamis dan
berkelanjutan.

J. Proses Pengendalian Manajemen


Proses pengendalian manajemen yang baik sebenarnya formal,
namun sifat pengendalian informal masih banyak terjadi. Pengendalian
manajemen formal merupakan tahap-tahap yang saling berkaitan satu sama
lain, terdiri dari proses :
1. Pemrograman (Programming)
Dalam tahap ini perusahaan menentukan program-program yang
akan dilaksanakan dan memperkirakan sumber daya yang akan
alokasikan untuk setiap program yang telah ditentukan.
2. Penganggaran (Budgeting)
Pada tahap penganggaran ini program direncanakan secara
terinci, dinyatakan dalam satu moneter untuk suatu periode tertentu,
biasanya satu tahun. Anggaran ini berdasarkan pada kumpulan
anggaran-anggaran dari pusat pertanggungjawaban.
3. Operasi dan Akuntansi (Operating and Accounting)
Pada tahap ini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai
sumber daya yang digunakan dan penerimaan-penerimaan yang
dihasilkan. Catatan dan biaya-biaya tersebut digolongkan sesuai dengan
program yang telah ditetapkan dan pusat-pusat tanggungjawabnya.
Penggolongan yang sesuai program dipakai sebagai dasar untuk
pemrograman di masa yang akan datang, sedangkan penggolongan yang
sesuai dengan pusat tanggung jawab digunakan untuk mengukur kinerja
para manajer.
4. Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis)
Tahap ini paling penting karena menutup suatu siklus dari proses
pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban
akuntansi dapat dikumpulkan.
Analisis laporan manajemen antara lain dapat berupa :
a. Perlu tidaknya strategi perusahaan diperiksa kembali.
b. Perlu tidaknya dilakukan penghapusan, penambahan, atau
pengubahan program di tahun yang akan datang.
c. Dari analisis penyimpangan dapat disimpulkan perlunya
diadakan perubahan anggaran, apabila sudah tidak realistis.

d. Dari laporan-laporan dapat diambil kesimpulan perlu adanya


perbaikan-perbaikan untuk masalah yang tidak dapat
diantisipasi.

Kesimpulan
Sistem Pengendalian Manajemen ini adalah alat komunikasi antara
manajemen dan karyawan dengan ketetapan kebijakan-kebijakan dari
manajemen untuk karyawan agar dapat menjalankan strategi guna mencapai
tujuan perusahaan.
Dalam setiap organisasi, pihak manajemen pasti memiliki masalahmasalah yang bersumber dari sumber daya organisasi terutama sumber daya
manusia sebagai alat yang mendukung semua tujuan organisasi. Apabila
sumber daya ini tidak diberikan batasan dalam bertindak, tujuan organisasi
akan sulit dicapai karena selalu adanya perbedaan yang akan menimbulkan
permasalahan.
Itulah sebabnya, sistem pegendalian manajemen memiliki tujuan
yang menitikberatkan pada pengendalian sumber daya organisasi.
Pentingnya sistem pengendalian manajemen yang baik adalah
karena sistem yang baik akan menciptakan lingkungan organisasi yang
kondusif dengan sumber daya organisasi yang controllable.
Apabila situasi dalam organisasi berjalan sesuai dengan sistem yang
baik, maka tentunya tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut akan
lebih mudah dicapai dengan efektif dan efisien.
Program-program kerja yang diselesaikan dengan baik akan
mengindikasikan pengelolaan sumber daya organisasi dalam suatu
organisasi tersebut baik pula. Sehingga kinerja organisasi akan melonjak
naik seiring dengan perkembangan prestasi yang disertai pengendalian
manajemen yang baik.

Sumber:
Arnila. 2015. SPM1-3.ppt.
http://www.4shared.com/office/dX2LHtkHba/SPM1-3.html, diunduh pada
24 Agustus 2016
Sharlica, Evelyn. 2015. Pentingnya Sistem Pengendalian Manajemen.
http://www.jtanzilco.com/blog/detail/199/slug/pentingnyasistempengendalian-manajemen, diunduh pada 24 Agustus 2016
Nababan, Lintong. 2008. Sistem Pengendalian Manajemen.
https://lintongnababan.wordpress.com/2008/08/28/sistem-pengendalianmanajemen/, diunduh pada 24 Agustus 2016
Darmansyah. 2015. Mengapa Perlu Sistem Pengendalian Manajemen.
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2015/03/23/mengapa-perlusistem-pengendalian-manajemen/, diunduh pada 25 Agustus 2016
Alifitriah, Qitsi. 2014. Sifat Sistem Pengendalian Manajemen.
http://qisthialifitriah.blogspot.co.id/2014/03/sifat-sistem-pengendalianmanajemen.html, diunduh pada 25 Agustus 2016