Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK KI-2142

PRAKTIKUM K-1
VISKOSITAS CAIRAN SEBAGAI FUNGSI SUHU

Nama

: Surya Eko S

NIM

: 13713054

Kelompok

: III

Shift

: Rabu siang

Tanggal Percobaan

: 1 Oktober 2014

Tanggal Laporan

: 15 Oktber 2014

Asisten

: Istiqomah 20514029
Gusti Citra 20513300

LABORATORIUM KIMIA FISIK


PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014

I.

JUDUL
Viskositas Cairan sebagai Fungsi Suhu

II.

TUJUAN PERCOBAAN
1. Menentukan viskositas air, kloroform dan etanol pada suhu 25C, 30C, 35C, dan
40C
2. Menentukan massa jenis air, kloroform dan etanol pada suhu 25C, 30C, 35C, dan
40C
III.
DASAR TEORI
Viskositas suatu zat cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan aliran
cairan. Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan, yang melalui tabung
berbentuk silinder. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat
digunakan baik untuk cairan maupun gas (Bird, 1993).
Viskositas adalah indeks hambatan aliran cairan. Viskositas dapat diukur dengan
mengukur laju aliran cairan yang melalui tabung berbentuk silinder. Viskositas ini juga
disebut sebagai kekentalan suatu zat. Jumlah volume cairan yang mengalir melalui pipa
per satuan waktu(Bird, 1993).
Setiap fluida memiliki viskositas yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan adanya
gaya gesekan yang menyusun suatu fluida. Molekul yang membentuk fluida saling
bergesekan ketika fluida mengalir. Viskositas disebabkan oleh adanya gaya kohesi pada
zat cair.
Salah satu cara menentukan viskositas cairan yaitu dengan metode Oswald. Pada
metode ini yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah cairan tertentu
untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh berat cairan itu
sendiri. Viskositas cairan ditentukan dengan membandingkan hasil pengukuran waktu
dan rapat massa cairan tersebut terhadap waktu dan massa jenis awal cairan pembanding
yang telah diketahui viskositasnya ada suhu pengukuran. Perbandingannya dinyatakan
sebagai :

Secara kuantitatif, pengaruh suhu terhadap viskositas dinyatakan dengan persamaan

= Ae

-E/RT

IV.

. Dengan A= tetapan dan E= energy ambang permol untuk proses awal cairan.

DATA PENGAMATAN
IV.1

Data viskositas

Cairan

Suhu
(celcius)

t1(s)

t2(s)

t3(s)

Air

Etanol

Kloroform

25
30
35
40
25
30
35
40
25
30
35
40

6
5,8
6,2
6,0
12,5
11,9
11,5
10,9
3,9
3,8
3,7
3,7

6,1
6
6,2
5,9
12,2
11,8
11,6
10,8
3,9
3,8
3,7
3,7

6
6
6,3
5,9
12,3
11,7
11,6
10,8
3,9
3,9
3,8
3,7

4.2 Data Piknometer


Cairan
Air

Etanol

Kloroform

V.

Suhu
(celcius)
25
30
35
40
25
30
35
40
25
30
35
40

Massa piknometer + cairan


(gram)
52,45
52,33
52,30
52,25
47,42
47,25
47,40
47,18
56,64
56,47
56,28
56,59

PENGOLAHAN DATA
1. Penentuan Volume Piknometer

Piknomet
er
Kloroform
Etanol

W pikno+air
(gram)
52,45
52,45

W pikno kosong (gr)


18,4
26,99

2. Penentuan densitas zat pada berbagai suhu

massa jenis air


(gr/ml)
0,9970476
0,9970476

v pikno (mL)
34,1508269
25,53539069

Suhu

W pikno kosong
(gram)
Etano Klorofor
l
m

W
pikno+zat(gram)
Klorofor
Etanol
m

25

26,99

18,4

47,42

56,64

30

26,99

18,4

47,25

56,47

35

26,99

18,4

47,4

56,28

40

26,99

18,4

47,18

56,59

massa jenis zat


(gr/mL)

V pikno (mL)
Etanol
25,5353
91
25,5353
91
25,5353
91
25,5353
91

Klorofor
m
34,1508
27
34,1508
27
34,1508
27
34,1508
27

Etanol

Kloroform

0,8000
7
0,7934
1
0,7992
8
0,7906
7

1,119738
6
1,114760
7
1,109197
2
1,118274
5

3. Penentuan zat
Sebagai pembanding digunakan air yang data fisis diambil dari literatur.

Zat

T (C)

V Pikno

25
30
Air
35
40
25
30
Etanol
35
40
25
Klorofor
m

30
35
40

4. Penentuan E dan A

16,9500
43
16,9500
43
16,9500
43
16,9500
43
26,5684
41
26,5684
41
26,5684
41
26,5684
41

t avg
(s)
6,0333
33
5,9333
33
6,2333
33
5,9333
33
12,333
33
11,8
11,566
67
10,833
33
3,9
3,8333
33
3,7333
33
3,7

massa
jenis
(g/mL)
0,997047
6
0,995649
5
0,994033
3
0,992216
4
0,800066
08
0,793408
66
0,799282
86
0,790667
36
1,119738
63
1,114760
71
1,109197
15
1,118274
53

(Pa/s)
0,00089
0,00079
7
0,00071
9
0,00065
3
0,00145
13
0,00125
21
0,00106
0,00093
54
0,00064
23
0,00057
15
0,00047
48
0,00045
18

Ln =
y= mx + c
ln A= c

Larutan

T (C)

T (K)

1/T (K1)

25

298

0,0033
56

30

303

0,0033

0,000797

35

308

0,0032
47

0,000719

40

313

0,0031
95

0,000653

25

298

0,0033
56

30

303

0,0033

35

308

0,0032
47

40

313

0,0031
95

25

298

0,0033
56

30

303

0,0033

35

308

0,0032
47

40

313

0,0031
95

0,00089

Air

Etanol

Klorofor
m

A. Grafik

terhadap ln pada air

0,002186
39
0,001886
33
0,001596
95
0,001409
12
0,000825
59
0,000734
61
0,000610
31
0,000580
77

ln
7,0242
89
7,1346
56
7,2376
49
7,3339
33
6,1255
06
6,2731
24
6,4396
63
6,5647
88
7,0994
11
7,2161
65
7,4015
44
7,4511
51

B. Grafik

terhadap ln pada Etanol

C. Grafik

terhadap ln pada Kloroform

D. Tabel Hasil E dan A

Zat

Air

20,352

3,9x10-4

Etanol

23,234

5,6x10-4

Kloroform

23,689

2,4x10-4

5. Penentuan Tetapan Van der Waals


y = mx +c
=m +b

zat

b = tetapan Van der Waals

T (C)
25
30

Air
35
40
Etanol

25
30
35

Massa
jenis zat
(gr/mL)
0,99704
76
0,99564
95
0,99403
33
0,99221
64
0,80006
61
0,79340
87
0,79928
29

1/mass
a jenis
1,0029
61
1,0043
7
1,0060
03
1,0078
45
1,2498
97
1,2603
85
1,2511
22

zat
(g/ml s)
0,00089
0,000797
0,000719
0,000653
0,002186
39
0,001886
33
0,001596
95

1/zat
1123,59
55
1254,70
51
1390,82
06
1531,39
36
457,375
99
530,131
06
626,195
64

40
25
Klorofor
m

30
35
40

0,79066
74
1,11973
86
1,11476
07
1,10919
72
1,11827
45

A. Grafik Terhadap Pada Air

B. Grafik Terhadap Pada Etanol

1,2647
54
0,8930
66
0,8970
54
0,9015
53
0,8942
35

0,001409
12
0,000825
59
0,000734
61
0,000610
31
0,000580
77

709,661
76
1211,25
35
1361,25
91
1638,51
16
1721,84
31

C. Grafik Terhadap Pada Kloroform

D. Tabel Hasil Harga B (Tetapan Van Der Waals)


Zat

Harga b

Air

0,9893

Etanol

1,2171

Kloroform

0,8913

VI.

PEMBAHASAN

VII.

KESIMPULAN

VIII. DAFTAR PUSTAKA


1. Daniels, farrington dan Robert A. Alberty. 1961. Physical Chemistry 2 nd Edition.
McGrawHill Book Company: USA. Halaman 350-353.
2. Bawendy, Moungi G. et al. 2005. Physical Chemistry 8th ed.. Danvers: John wiley
hal. 634 dan 725
3. Bird. 1993. Physical Chemistry 4nd Edition. McGrawHill Book Company: USA.
Halaman 350-353.
IX.

LAMPIRAN

Jawaban Pertanyaan

1. Bilangan Reynolds adalah rasio dari gaya inersia terhadap gaya viskos yang
mengkuantifikasi hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu.
Bilangan ini dapat mengidentifikasi jenis aliran yang berbeda seperti laminar dan turbulen.
Yang dikategorikan aliran laminar adalah yang mempunyai bilangan Reynolds kurang dari
2300.
2. Cara untuk mengukur viskositas suatu zat ialah dengan menggunakan viscometer, adapun
beberapa jenis viskometer antara lain
Viskometer Hoppler
Berdasarkan hukum Stokes pada kecepatan bola maksimum, terjadi keseimbangan sehingga
gaya gesek = gaya berat gaya archimides. Prinsip kerjanya adalah menggelindingkan bola
(yang terbuat dari kaca) melalui tabung gelas yang berisi zat cair yang diselidiki. Kecepatan
jatuhnya bola merupakan fungsi dari harga resiprok sampel.
Viskometer Cup dan Bob
Prinsip kerjanya, sampel digeser dalam ruangan antara dinding luar dari bob dan dinding
dalam dari cup dimana bob masuk persis di tengah-tengah. Kelemahan viskometer ini
adalah terjadinya aliran sumbat yang disebabkan geseran yang tinggi di sepanjang keliling
bagian tube sehingga menyebabkan penurunan konsentrasi. Penurunan konsentrasi ini
menyebabkan bagian tengah zat yang ditekan keluar memadat. Hal ini disebut aliran sumbat.
Viskometer Cone dan Plate
Cara pemakaiannya adalah sampel ditempatkan di tengah-tengah papan, kemudian
dinaikkan hingga posisi di bawah kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan
bermacam kecepatan dan sampelnya digeser di dalam ruang semitransparan yang diam dan
kemudian kerucut yang berputar.

3. Prinsip penentuan viskositas sebagai fungsi suhu adalah disetiap suhu tertentu,viskositas
cairan tertentu berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena gaya kkohesi semakin berkurang
dan ikatan molekulnya menjadi renggang.
4. Air (H2O) mempunyai viskositas yang lebih besar daripada kloroform (CHCL3) walaupun
densitas kloroform lebih besar daripada air. Hal ini dikarenakan air mempunyai gaya
antarmolekul yang lebih kuat dibandiingkan dengan kloroform yaitu berupa ikatan hidrogen.
Ikatan hydrogen membuat permukaan air lebih rigid dibanding dengan kloroform.

LAMPIRAN
Tabel data fisis air murni pada berbagai keadaan

Anda mungkin juga menyukai