Anda di halaman 1dari 23

MOTOR BAKAR

Advertisement
Pada postingan kali ini saya akan membahas secara umum tentang motor bakar.
Seperti kita ketahui bahwa mesin yang digunakan pada kendaraan baik di darat, laut
dan di udara menggunakan mesin dengan proses pembakaran. Mesin yang
digunakan pada kendaraan baik sepeda motor, mobil, kereta api dll. menggunakan
motor bakar. Untuk lebih jelasnya silakan baca penjelasanya di bawah ini.
Apa

itu

motor

bakar...?

Definisi motor bakar adalah suatu mekanisme / konstruksi mesin yang bekerja
merubah energi panas menjadi energi mekanis .
Bagaimana dapat terjadinya energi panas !
Energi panas terjadi karena adanya proses pembakaran, dimana terjadinya
pembakaran ini disebabkan adanya tiga unsure yaitu adanya bahan bakar, udara
dan adanya pengapian.
Bagaimana dapat terjadinya perubahan energi panas menjadi energi mekanik !
Dengan adanya suatu konstruksi mesin sehingga memungkinkan terjadinya siklus
kerja mesin untuk usaha dan tenaga dorong dari hasil ledakan pembakaran diubah
oleh konstruksi mesin menjadi energi mekanik atau tenaga penggerak.
Dilihat dari jenisnya Motor Bakar terdapat dua macam yaitu :
1. Motor pembakaran luar (External combustion chamber)
Motor pembakaran luar adalah suatu motor bakar dimana proses pembakaran atau
perubahan energi panas dilakukan diluar dari mekanisme / kontruksi mesin. Dari
ruang pembakaran energi panas tersebut dialirkan ke kontruksi mesin melalui media
penghubung.
Contohnya :
- Mesin uap / turbin uap
- Mesin nuklir / turbin nuklir.
2. Motor pembakaran dalam (Internal combustion chamber)
Motor pembakaran dalam suatu motor bakar dimana proses pembakaran atau
perubahan energi panas di mana dilakukan di dalam kontruksi mesin itu sendiri
dan tempat terjadinya proses pembakaran itu disebut ruang bakar
( combustion chamber ).
Contohnya :
- Motor bensin
- Motor diesel

- Mesin Jet
Prinsip kerja, motor bakar dalam melakukan siklus kerjanya dibagi menjadi :
A. Prinsip kerja motor 4 tak
B. Prinsip kerja motor 2 tak

A. Prinsip kerja motor 4 tak


Dimana setiap dua kali putaran poros engkol atau empat kali gerakan turun dan naik
piston menghasilkan satu kali langkah usaha.
B. Prinsip kerja motor 2 tak
Dimana setiap satu kali putaran poros engkol atau dua kali gerakan turun dan
piston menghasilkan satu kali langkah.

naik

MOTOR BAKAR BENSIN (MOTOR BENSIN)


Langkah kerja motor bakar bensin 4 tak
1. Langkah Hisap

a. Piston bergerak dari TMA ke TMB


b. Katup hisap membuka
c. Karena piston bergerak ke bawah maka di dalam ruang silinder timbul kevacuman
sehingga campuran antara udara dan bensin terhisap masuk ke dalam silinder.
2. Langkah Kompresi

a.
b.
c.
d.

Akhir dari langkah hisap


Piston bergerak dari TMB ke TMA
Kedua katup menutup
Karena piston bergerak ke atas maka campuran udara dan bahan bakar yang
berada di dalam silinder tertekan ke atas dan ditempatkan di dalam ruang bakar
3. Langkah Usaha

a. Akhir dari langkah kompresi


b. Sesaat piston belum mencapai TMA busi memercikan bunga api listrik ke dalam
ruang bakar, sehingga campuran udara dan bensin yang sudah dipampat-kan akan
terbakar dan akan menimbulkan tenaga gerak atau mekanik.
4. Langkah buang

a. Akhir dari langkah usaha


b. Piston bergerak dari TMB ke TMA
c. Karena piston bergerak keatas maka gas hasil pembakaran di dalam silinder
akan terdorong ke luar melalui katup buang.
Catatan :
Pada saat akhir langkah buang dan awal langkah hisap kedua katup akan membuka
sedikit (valve over lap) yang berfungsi sebagai langkah pembilasan (campuran
udara bahan bakar baru mendorong gas sisa hasil pembakaran)
Langkah kerja motor bakar bensin 2 tak.
1. Langkah kompresi dan langkah hisap.

a. Torak bergerak dari TMB ke TMA


b. Pada saat saluran pembiasan tertutup mulai dilakukan Langkah kompresi

c. Pada saat saluran hisap membuka maka campuran udara dan bensin akan
masuk
ke
dalam
ruang
poros
engkol
2.

Langkah

usaha

dan

buang

Sebelum piston mencapai TMA,busi akan memercikan bunga api listrik sehingga
campuran udara dan bahan bakar akan terbakar dan menyebabkan timbulnya daya
dorong, sehingga piston akan bergerak dari TMA ke TMB.
Sesaat saluran hisap tertutup dan saluran bilas dan saluran buang membuka. maka
campuran udara dan bahan bakar yang berada di ruang engkol akan mendorong
gas sisa hasil pembakaran melalui saluran bilas ke saluran buang
MOTOR BAKAR DIESEL ( MOTOR DIESEL )
A. Langkah kerja motor diesel 4 tak
1. Langkah hisap

a. Piston bergerak dari TMA ke TMB

b. Katup masuk membuka


c. Karena piston bergerak ke bawah maka di dalam silinder terjadi kevacuman
sehingga udara bersih akan mengalir masuk ke dalam melalui katup masuk.

2.

Langkah

kompresi

Piston akan bergerak dari TMB ke TMA kedua katup menutup karena piston
bergerak ke atas maka udara bersih di dalam silinder akan terdorong dan
dipampatkan di ruang bakar, akibatnya tekanan dan temperature udara menjadi
tinggi.
3.

Langkah

Pada langkah ini terjadi dua proses pembakaran :


a. Pembakaran awal :

Usaha

Sebelum piston mencapai TMA, injector akan mengabutkan bahan bakar dan akan
bercampur dengan udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi ( 700 0 - 9000 C,
70 - 90 kg/cm2 ).
b. Pembakaran Sempurna
Karena tekanan dan temperatur yang tinggi maka bahan bakar akan terbakar
dengan sendirinya. Hal ini akan menimbulkan daya dorong sehingga piston akan
bergerak
dari
TMA
ke
TMB
4. Langkah buang

Piston bergerak dari TMB ke TMA katup buang membuka karena piston bergerak
ke atas maka gas sisa hasil pembakaran akan terdorong ke luar melalui katup
buang.
B. Langkah motor bakar diesel 2 (dua) tak.

Keterangan :
A. Udara masuk
B. Udara dikompresikan

C. Bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang gas.


D. Gas bekas keluar

1. Langkah kompresi dan hisap

Piston bergerak dari TMB ke TMA, saluran masuk membuka sehingga udara
bersih masuk ke dalam, sesaat setelah saluran hisap menutup dan saluran buang
menutup maka mulai dilakukan langkah kompresi hingga tekanan udara mencapai
70 - 90 kg/cm2.
2. Langkah usaha dan buang
Sebelum piston mencapai TMA injector akan mengabutkan bahan bakar dan ini
sebagai proses pembakaran awal, karena bahan bakar bercampur dengan udara
bersuhu dan bertekanan tinggi maka akan terjadi proses pembakaran sempurna.
Akibatnya akan mendorong piston bergerak dari TMA ke TMB. Sesaat piston belum
mencapai TMB katup buang sudah mulai membuka. Dan bila saluran hisap
membuka maka udara bersih akan membantu mendorong gas sisa hasil
pembakaran keluar.
Perbandingan antara motor 4 tak dan 2 tak
Motor 4 Tak

Motor 2 Tak

Prinsip kerja

2 kali putaran poros


engkol 1 kali usaha

1 kali putaran poros


engkol menghasilkan
1 kali usaha

Mekanisme Katup

Lebih rumit

Tidak
mengunakan
mekanisme katup
Lebih cepat

Putaran
rpm
yang Lebih lambat
dihasilkan
Sistem pelumasan mesin Tidak mengunakan
samping

oli

Suara yang dihasilkan Lebih halus


karena hasil pembakaran
Tingkat
polusi
yang Lebih kecil
ditimbulkan
Pengunaan mesin untuk
Mobil
jenis kendaraan

Mengunakan oli samping


untuk melumasi ruang
engkol
Lebih kasar
Lebih besar
Motor

Perbandingan antara Motor Diesel dengan Motor Bensin

Bahan bakar
gunakan

yang

Motor Bensin
di- Bensin

Jenis yang dikompresikan


Sistem pembakaran

Campuran udara
bensin
Mengunakan busi

Motor Diesel
Solar
dan

Udara bensin
Pembakaran sendiri

Tingkat
perbandingan
kompresi
Momen / torsi yang dihasilkan
Getaran dan suara yang
timbul karena proses
pembakaran
Harga bahan bakar yang
dipakai
Tingkat harga perawatan
mesin

Lebih rendah

Lebih tinggi

Lebih kecil

Lebih besar

Lebih halus

Lebih kasar

Lebih mahal

Lebih murah

Lebih murah

Lebih mahal

MEKANISME KATUP
Pada sistem motor bakar 4 tak untuk memasukkan campuran bahan bakar dan
membuang gas sisa hasil pembakaran maka di dalam silinder diperlukan adanya
katup masuk dan katup buang. Untuk mengontrol kapan katup masuk dan kapan
katup buang menutup atau membuka disebut mekanisme katup
Jenis-jenis mekanisme katup
1.

Tipe Over Head Valve

Mekanisme katup ini sederhana dan dapat diandalkan.


Penempatan camshaftnya pada blok silinder, dibantu oleh :
a. Valve lifter
b. Push rod
c. Rocker arm
2.

Tipe Over Head Camshaft

Camshaft ditempatkan pada kepala si-linder, dan camshaft langsung meng gerakkan
rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod
a. Keuntungan OHC :
Berat bagian yang bergerak menjadi berkurang
- Kemampuan pada kecepatan tinggi cukup baik, karena katup-katup membuka dan
menutup lebih tetap (stabil)
-

b. Kerugian OHC :
Lebih rumit dibandingkan dengan OHV
3.

Tipe

Double

Over

Head

Camshaft

Pada kepala silinder terdapat dua camshaft, yang satu untuk menggerak-kan katup
masuk, dan yang lainnya menggerakkan katup buang, Camshaft membuka dan

menutup

katup

secara

langsung,

dan

tidak

memerlukan

rocker

arm

Keuntungan DOHC :
- Berat bagian yang bergerak menjadi berkurang
- Kemampuan pada kecepatan tinggi cukup baik, karena katup-katup membuka dan
menutup
lebih
presisi
Kerugian
-

Harganya

DOHC
Konstruksi
mahal
atau

sangat
biaya
produksi

:
rumit
mahal

Untuk tipe DOHC biasanya menggunakan multi valve, dimana setiap satu silinder
menggunakan 2 buah katup masuk dan 2 buah katup buang
Keuntungan penggunaan multi valve dibandingkan dengan single valve :
a.
Beban
katup
lebih
kecil
Karena kepala katup cenderung lebih kecil sehingga mengurangi beban katup dan
umur
katup
cenderung
lebih
lama
b. Ruang
buka
lebih
besar
Dengan menggunakan dua buah katup masuk atau katup buang secara bersamaan,
otomatis jumlah campuran udara dan bahan bakar lebih banyak dan pada saat
langkah buang gas sisa hasil pembakaran lebih mudah terbuang
c.
Efisiensi
lebih
tinggi
Tenaga yang dihasilkan cenderung lebih besar karena dengan banyak-nya
campuran udara dan bahan bakar yang masuk menyebabkan tinggi-nya tekanan
kompresi,
sehingga
pembakaran
menjadi
lebih
sempurna
Kerugian
penggunaan
multi
valve
dibandingkan
single
a.
Konstruksi
lebih
b.
Membutuhkan
dua
buah
c.
Suara
mesin
cenderung
lebih
d. Untuk yang non hidrolis penyetelan katup lebih lama

valve
:
rumit
camshaft
kasar

METODE MENGGERAKKAN KATUP


Camshaft digerakkan oleh crankshaft dengan beberapa metode. Berikut ini metodemetode menggerakkan katup :
1.

Timing

Gear

Metode ini digunakan pada mekanisme katup jenis OHV (Over Head Valve).
-

Keuntungan :
Lebih kuat dan tahan lama.

Kerugian :
Menimbulkan bunyi yang besar.

2.

Timing

Chain

Metode ini digunakan pada mekanisme katup jenis OHV (Over Head Valve) dan
OHC (Over Head camshaft).
-

Keuntungan :
Menimbulkan bunyi yang lebih kecil dibanding tipe timing gear.

Kerugian :
Umur lebih pendek dibanding tipe timing gear.

3.

Timing

Belt

Metode ini digunakan pada mekanisme katup jenis OHC (Over Head camshaft) dan
DOHC (Double Over Head Camshaft).

Timing belt terbuat dari fiberglass yang diperkuat dengan karet sehingga mempunyai daya renggang yang baik dan hanya mempunyai penguluran yang ke-cil
karena panas.
Keuntungan :
Tidak menimbulkan bunyi.
Tidak memerlukan pelumasan.

Kerugian :
Umur lebih pendek dibanding tipe timing chain.
KOMPONEN-KOMPONEN MEKANISME KATUP

1.

Poros

Nok

Poros nok berfungsi untuk menggerak-kan mekanisme katup, pompa oli, pom-pa
bahan bakar dan distributor.
2.

Pengangkat

Katup

Pengangkat katup (valve lifter) berfungsi untuk meneruskan gerakan camshaft ke


push rod.
Pada mesin yang menggunakan lifter konvensional celah katupnya harus di-stel,
tetapi ada mesin yang mengguna-kan hydraulic lifter tidak perlu melaku-kan
penyetelan celah katup karena ce-lahnya selalu 0 mm.
3.

Batang

Penekan

Batang penekan (push rod) berfungsi untuk meneruskan gerakan lifter ke rocker
arm.
4.

Rocker Arm dan Shaft

Rocker arm berfungsi untuk menekan katup saat tertekan ke atas oleh push rod.
Rocker arm dilengkapi skrup dan mur pengunci untuk penyetelan celah katup. Pada
mesin yang menggunakan lifter hidraulis tidak dilengkapi skrup dan mur pengunci
5.

Katup

Katup terbuat dari baja khusus (special steel). karena katup berhubungan deng-an
tekanan dan temperatur tinggi
Pada umumnya katup masuk lebih besar dari katup buang. Agar katup menutup
rapat pada dudukannya, maka permukaan sudut katup (valve face angle) dibuat
pada 44,5 atau 45,5

6.

Pegas

Katup

Pegas katup (valve spring) digunakan untuk menutup katup. Pada umumnya mesin
menggunakan 1 pegas untuk tiap katupnya, tetapi ada juga yang menggunakan 2
pegas. Penggunaan pegas yang jarak pitchnya berbeda (uneven pitch spring) /
pegas ganda (double spring) adalah untuk mencegah katup melayang. Katup
melayang adalah gerakan katup yang tidak seirama dengan gerakan cam saat
putaran tinggi. Pegas dengan jarak pitch berbeda tipe asymetrical dipasang dengan
bagian yang lebih renggang pada posisi atas
7.

Dudukan

Katup

Dudukan katup (valve seat) dipasang dengan jalan dipres pada kepala silin-der.
Valve seat berfungsi untuk dudukan katup sekaligus memindahkan panas dari katup
ke kepala silinder.
Dudukan katup terbuat dari baja khusus tahan panas dan aus. Lebar persinggungan
katup adalah 1,2 1,8 mm.
8.

Bushing Pengantar Katup dan Oil Seal

Bushing penghantar katup terbuat dari besi tuang dan berfungsi untuk mengarahkan katup agar duduk tepat pada valve seat. Gerakan katup yang tidak lembut
atau batang katup yang macet pada bushing penghantar katup disebut katup macet
(valve stinking).
Oil seal berfungsi untuk mencegah oli mesin masuk ke ruang bakar melalui bushing
katup, bila oil seal rusak akan menyebabkan oli masuk ke dalam ruang bakar,
akibatnya oli menjadi boros. Biasanya lebih mudah masuk ke ruang bakar melalui
katup masuk
VALVE TIMING DIAGRAM
Valve timing diagram adalah diagram waktu kerja katup. Valve timing diagram
dipengaruhi oleh bentuk cam dan celah katup. Valve overlap adalah saat dimana
katup hisap (intake valve) dan katup buang (exhaust valve) sama-sama membuka.
Valve overlap berfungsi sebagai langkah pembilasan (campuran udara bahan bakar
baru mendorong gas sisa hasil pembakaran). Valve overlap terjadi saat akhir
langkah buang dan awal langkah hisap. Overlap yang besar menghasilkan
kemampuan kecepatan tinggi yang lebih baik, tetapi idling menjadi kurang stabil.

Lamanya katup hisap (intake valve) membuka = 6 + 180 + 40 = 226 Lamanya


katup buang (exhaust valve) membuka = 31 + 180 + 9 = 220 Lamanya valve
overlap = 6 + 9 = 15

CELAH

KATUP

Celah katup adalah celah yang terdapat pada mekanisme katup (dari camshaft
sampai katup). Apabila tidak terdapat celah katup akan menyebabkan katup tidak
menutup rapat saat mesin panas, karena pada komponen-komponen mekanisme
katup terjadi pemuaian

Pada mekanisme katup DOHC (Double Over Head Camshaft) katup distel dengan
menggunakan adjusting shim (shim penyetel) pada saat mesin dingin.

HYDRAULIC VALVE LIFTER

Penggunaan pengangkat katup hidraulis (hydraulic valve lifter) mempunyai keuntungan tidak memerlukan penyetelan katup dan mengurangi suara berisik.
Cara Kerja
Oli yang bertekanan dari pompa memasuki plunger dalam lifter melalui saluran oli
(oil
passage).

1. Katup Menutup
Plunger spring selalu menekan plunger ke atas, maka celah katup selalu nol.Oli
yang bertekanan juga mendorong check ball melawan check ball spring dan
mengalir ke working chamber.

2. Katup Membuka
Cam mendorong lifter body, maka teka-nan oli di dalam working chamber naik
sehingga check ball menutup saluran oli, dan lifter body terdorong ke atas dengan
plunger, menyebabkan katup membuka dengan adanya gerakan rocker arm melalui
push rod.
Rotary Engine ( Motor Rotary)
Rotary engine adalah suatu konstruksi mesin dimana untuk melakukan sebuah
langkah usaha dengan mengunakan rotor. Setiap sisi luar rotor berfungsi sebagai
piston. Sedangkan rotor berbentuk segitiga dan berarti bahwa pada rotor terdapat
tiga buah piston. Rumah rotor dibuat sedemikian rupa sehingga apabila rotor
berputar akan dapat melakukan langkah usaha. Langkah usaha yang timbul akibat
proses pembakaran pada rotor akan diteruskan ke crankshaft melalui roda gigi.

ROTARY ENGINE
Prinsip dasar rotary engine
-

Prinsip kerja rotary engine menggunakan prinsip dasar motor bakar 4 tak untuk
setiap sisi rotor ( piston )
Setiap sisi rotor ( piston ) bekerjanya saling berkaitan / berhubungan, jika sisi rotor
yang satu melakukan langkah usaha maka sisi rotor yang lain melakukan langkah
hisap dan buang.

1.

Langkah

Hisap

Rotor berputar searah jarum jam. Sisi rotor A akan bergerak dan pada saat saluran
hisap terbuka maka campuran udara dan bahan bakar akan terhisap masuk ke
ruang hisap
2.

Langkah

Kompresi

Perputaran rotor akan menyebabkan sisi rotor A akan memperkecil volume ruang
hisap sehingga campuran udara dan bahan bakar tekanannya menjadi tinggi

3.

Langkah

Usaha

Setelah mencapai top kompresi volume ruang kerja menjadi lebih kecil dan pada
saat itu busi memercikkan bunga api, akibatnya campuran udara dan bahan bakar
yang yang sudah dikompresikan akan terbakar dan menimbulkan daya atau tenaga
untuk memutar motor
4.

Langkah

Buang

Rotor berputar, menyebabkan sisi rotor A akan membawa gas sisa hasil
pembakaran
ke
saluran
pembuangan
Sisi kerja rotor yang saling berkaitan

Demikian penjelasan tentang motor bakar secara umum, semoga dapat bermanfaat
buat para pembaca.