Anda di halaman 1dari 6

TUGAS PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN

INDUSTRI SARI BUAH BELIMBING MANIS

Oleh :
Laila Nurmala Putri
135100101111078
Kelas J

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

Tahap Teknik Perancangan


I

Pengembangan Konsep dan Definisi

I.1 Pendahuluan
Belimbing manis merupakan salah satu jenis tanaman penghasil buah berbentuk
khas yang berasal dari wilayah tropis. Buah belimbing ini tersebar merata pada
wilayah di Indonesia namun beberapa daerah penghasil buah belimbing terbesar
antara lain wilayah Malang timur, kabupaten Blitar, Depok, dan Demak.

Buah

belimbing ini memiliki ciri ciri berbentuk Buah belimbing berwarna kuning
kehijauan. Saat baru tumbuh, buahnya berwarna hijau. Jika dipotong, buah ini
mempunyai penampang yang berbentuk bintang. Berbiji kecil dan berwarna coklat.
Buah ini renyah saat dimakan, rasanya manis dan sedikit asam. Buah ini
mengandung banyak vitamin C serta memiliki kandungan air yang banyak.
Buah ini merupakan buah dengan kandungan nutrisi serta kandungan air yang
tinggi yang tinggi sehingga dapat sekali mengalami kebusukan. Oleh sebab itu, perlu
dilakukan suatu metode untuk meningkatkan umur simpan serta meningkatkan nilai
guna dari buah ini. Salah satu pengolahan pasca panen yang mudah untuk dilakukan
adalah dengan memanfaatkannya sebagai sari buah.
I.2 Penentuan Alternatif Proses
1
2

Komoditas buah belimbing


Alternatif Produk
a selai
b dodol
c keripik
d sari buah
e sirup buah
Faktor dalam Penentuan Produk (Faktor Kritis)
a Bahan baku
Potensi tersedianya bahan baku bagi

calon

produk.

Bahan

baku

berhubungan dengan produk yang akan diproduksi serta ketersediaan bahan


baku juga mempengaruhi produk yang akan dibuat. Semakin mudah potensi
b

memperoleh bahan baku maka semakin tinggi skor yang ada.


Pasar
Potensi pasar yang akan dituju oleh calon produk. Potensi pasar ini akan
menentukan daya ketertarikan konsumen dan sejauh mana pasar yang dapat
dituju oleh calon produk. Semakin besar / luas potensi pasar yang dijangkau

oleh produk maka skor semakin tinggi.


Ketersediaan Alat
Potensi tersedianya alat bagi calon produk. Alat ini berhubungan dengan
proses produksi dimana ketersediaan alat akan menentukan kesesuaian hasil

produksi. Semakin mudah potensi dalam mendapatkan alat maka semakin


d

tinggi skor yang diperoleh.


Biaya produksi
Jumlah biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi calon produk. Jumlah
biaya ini berhubungan dengan proses produksi seperti bahan baku, alat,
infrastruktur, ketenagakerjaan, promo pada pasar, dan kualitas calon produk.
Semakin rendah biaya yang dibutuhkan maka semakin tinggi skor yang

diperoleh.
Keuntungan
Potensi keuntungan/profit yang bisa didapatkan dari penjualan calon produk.
Profit ini berhubungan dengan proses produksi dimana inti dari proses
produksi adalah untuk mendapatkan keuntungan. Semakin besar potensi

keuntungan yang didapat maka semakin tinggi skor yang diperoleh.


Tenaga kerja
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalan produksi calon produk. Jumlah
tenaga kerja ini berhubungan dengan efisiensi tenaga serta biaya proses
produksi. Semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan maka skor semakin

rendah
Penentuan Berdasarkan Faktor Terbobot (Subyektif)
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Total

TSi selai

Faktor Kritis
Bahan baku
Pasar
Ketersediaan alat
Biaya
Keuntungan
Tenaga Kerja

Bobot
0,3
0,2
0,2
0,1
0,1
0,1
1,0

Skor (0-100)
Selai
Keripik
55
60
30
40
65
70
65
45
60
65
55
40
330
320

Sari buah
75
65
60
55
70
60
385

Dodol
80
40
65
70
45
25
325

= (55)(0,3) + (30)(0,2) + (65)(0,2) + (65)(0,1) + (60)(0,1) + (55)(0,1)


= 53,5

TSi keripik

= (60)(0,3) + (40)(0,2) + (70)(0,2) + (45)(0,1) + (65)(0,1) + (40)(0,1)


= 55

TSi sari buah = (75)(0,3) + (65)(0,2) + (60)(0,2) + (55)(0,1) + (70)(0,1) + (60)(0,1)


= 66
TSi dodol

= (80)(0,3) + (40)(0,2) + (65)(0,2) + (70)(0,1) + (45)(0,1) + (25)(0,1)


= 59

TSi sirup buah = (75)(0,3) + (25)(0,2) + (60)(0,2) + (50)(0,1) + (60)(0,1) + (55)(0,1)


= 56
Kesimpulan :

Sirup buah
75
25
60
50
60
55
325

Berdasarkan data total hasil kali skor tiap calon produk dengan bobot faktor kritis
didapatkan bahwa produk sari buah adalah produk yang paling berpotensi untuk
diproduksi dan dipasarkan karena memiliki nilai tertinggi dibandingkan alternatif produk
lainnya.
I.3 Penentuan Lokasi Pabrik
1

Alternatif Lokasi. Pemilihan lokasi pabrik berdasarkan keterdekatannya bahan


baku dengan lokasi pabrik.
a Kota Depok. Sejak tahun 2007, buah belimbing disebut sebagai ikon kota
Depok. Jenis buah belimbing yang ada pada kota Depok yaitu jenis belimbing
b

Dewa.
Kabupaten Malang. Kabupaten Malang yang berpotensi memiliki bahan baku
buah belimbing terbanyak yaitu di desa Argosuko kecamatan Poncokusumo.

Jenis buah belimbing yang ada di desa ini kebanyakan jenis Bangkok Merah.
Kabupaten Kediri. Kecamatan yang ada pada Kabupaten kediri yang
berpotensi memiliki perkebunan belimbing yaitu pada Kecamatan Plosoklaten

dengan varietas paling dominan yaitu jenis buah belimbing Bangkok Merah.
Kabupaten Blitar. Blitar yang memiliki potensi perkebunan buah belimbing
serta digunakan sebagai tempat wisatan perkebunan belimbing ada di desa
Karangsari Kecamatan Sukorejo. Jenis buah belimbing yang dominan pada

daerah ini yaitu jenis Karangsari.


Faktor dalam Penentuan Lokasi (Faktor Kritis)
a

Ketersediaan bahan Baku


Jumlah bahan baku yang tersedia pada calon lokasi panrik. Semakin tinggi
jumlah bahan baku yang tersedia maka skor akan semakin tinggi

Lokasi Pasar
Jarak pasar yang dituju dengan calon lokasi pabrik yang didirikan. Semakin
dekat jarak calon lokasi pabrik dengan pasar yang dituju maka skor semakin
tinggi. Aspek pasar dan pemasaran sekurang kurangnya melingkupi peluang
pasar, perkembangan pasar, penetapan pangsa dan langkahlangkah yang
perlu dilakukan disamping kebijakan yang diperlukan. Untuk peluang pasar
perlu dilihat/diamati tentang permintaan dan penawaran, disertai data produk
yang dipasarkan pada masa lalu dan membuat perkiraan perkembangan
permintaan terhadap produk yang direncanakan di masa yang akan datang.
Demikian pula dalam aspek pasar dan pemasaran, harus diketahui kendalakendala akan yang dihadapi dalam pemasaran, seperti pesaing, kekuatan,
dan

kelemahannya,

direncanakan.
c

Tenaga Kerja

serta

keunggulankeunggulan

dari

usaha

yang

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalan produksi calon produk. Semakin
mudah pencarian tenaga kerja maka skor semakin tinggi
d

Infrastruktur
Potensi pada calon lokasi pabrik berupa air, listrik, jalan dan lainnya. Semakin
baik infrastruktur yang ada maka nilai semakin tinggi

Transportasi
Transportasi merupakan unsur yang sangat penting untuk dipertimbangkan
dalam penentuan sebuah usaha. Transportasi erat kaitanyya dengan pasar
yang akan kita tuju untuk menjual produk kita.

Penentuan Berdasarkan Faktor Terbobot (Subyektif)


Bahan baku : Buah Belimbing

No

Faktor Kritis
Ketersediaan

1.

Bahan

Bobot

Depok
Skor
TSi

Malang
Skor
TSi

Blitar
Skor
TSi

0,3

70

21

30

75

22,5

Demak
Skor
TSi
45
13,5

2.

Lokasi Pasar

0,2

30

55

11

40

40

3.

Tenaga Kerja

0,1

40

40

45

4,5

35

3,5

4.

Infrastruktur

0,2

50

10

40

40

40

5.

Transportasi

0,2

60

12

55

11

55

11

45

250

53

210

43

255

54

205

42

Total
Kesimpulan :

Berdasarkan metode faktor terbobot (subjektif) didapatkan bahwa Blitar adalah


lokasi yang paling berpotensi untuk dijadikan sebagai tempat berdirinya industri
sari buah belimbing
4

Penentuan Lokasi Pabrik dengan Metode Center of Gravity


Pemilihan lokasi pendirian pabrik dengan melihat koordinat beberapa
kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar. Lokasi yang nantinya terpilih (koordinat
titik tengah) adalah lokasi yang memiliki potensi paling efektif dalam
pendistribusian produk agar mencakup pangsa pasar yang dituju.
No
1
2
3
4
5

Kecamatan
Koordinat peta (x,y)
Beban Pengiriman (Kg)
Sanankulon
(1,5)
12
Kademangan
(4,4)
20
Sukorejo
(3,2)
18
Kesamben
(8,4)
11
Talun
(7,1)
7
Pemberian bobot didasarkan pada besarnya potensi pangsa pasar atau

luasnya penyebaran produk di desa tersebut.

Koordinat titik tengah:


Cx = (w.x)
w
Cy = (w.y)
w

= (12)(1) + (20)(4) + (18)(3) + (11)(8) + (7)(7) = 283= 4,16


12 + 20 + 18 + 11 + 7

68

= (12)(5) + (20)(4) + (18)(2) + (11)(4) + (7)(1) =227 = 3,34


12+20+18+11+7

68

Koordinat baru Center of Gravity = (4,3) yakni dengan lokasi berada pada
Kecamatan Kademangan. Oleh karena itu Pabrik sari buah belimbing didirikan
di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.