Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN

KE MUSEUM KALIMANTAN BARAT

DI PONTIANAK

GUNA MEMENUHI TUGAS


MATA PELAJARAN SENI BUDAYA & BAHASA INDONESIA

DISUSUN OLEH
Kelompok 1 Kelas x
Nama :

1. Ade .n.
2. Alvendi
3. Ari yongki .p.
4. Azwan ali
5. Collin

SMK NEGERI 2 SINGKAWANG


TAHUN 2014

LEMBARAN PENGESAHAN
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN
KE MUSEUM KALIMANTAN BARAT
DI PONTIANAK

Laporan ini disusun sebagai bentuk


Tanggung jawab Siswa kelas x
Dalam kunjungan
Ke Museum Kalimantan Barat di Pontianak
guna memenuhi tugas
mata pelajaran Seni Budaya & Bahasa Indonesia

Singkawang 17 Februari 2014


Mengetahui,
Kepala Sekolah

Pembimbing

Drs. MIZAN, M. Si

FIRDAUS, S.P

DAFTAR ISI
Halaman Judul

.................................................................................. 1

Kata Pengantar

.................................................................................. 2

Daftar Isi

.................................................................................. 3

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Tujuan kunjungan
C. Peserta kunjungan
D. Waktu kunjungan
BAB II : SEJARAH BERDIRINYA MESEUM
BAB III : HASIL KUNJUNGAN KE MUSEUM
A. Isi Meseum
BAB IV : PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar belakang
A. Laporan kunjungan ini dibuat untuk memlengkapi latihan, tugas dari kurikulum 2013
yang semana mestinya untuk memperluas wawasan siswa dalam hal sejarah dalam
kehidupan, pada massa- massa sebelumnya

B. Tujuan Kunjungan
Untuk meningkatkan kreativitas siswa dan menambah ilmu pengetahuan bagi siswa
tersebut.
B. Peserta Kunjungan
Kurang lebih 150
C. Waktu Kunjungan
Jam 11.00 selesai

BAB II : SEJARAH AWAL BERDIRINYA MUSEUM


Museum Provinsi Kalimantan Barat dirintis sejak tahun 1974 oleh kantor wilayah
Depdikbud kalimantan barat. Pada tanggal 4 oktober 1983, museum provinsi kalimantan
barat dibuka untuk umum dan peresmiannya oleh direktur jenderal kebudayaan depdikbud
RI. 2 April 1988 menjadi unit pelaksana teknis (UPT) kanwil Depdikbud povinsi kalimantan
barat yang diresmikan sekretaris jenderal depdikbud RI. Kemudian pada tanggal 9 januari
1991 mengubah menjadi UPT direktorat jenderak kebudayaan depdikbud RI.
Seiring dengan otonomi daerah, dikeluarkan keputusan gubenur kalimantan barat
nomor 365 tahun 2001, bahwa museum provinsi kalimatan barat merupakan unit pelaksana
teknis dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi kalimatan barat. Peraturan gubenur ini
diubah menjadi dengan peraturan gubenur kalimantan barat nomor 20 tahun 2013 tanggal 6
Februari 2013, bahwa unit museum merupakan UPT dinas pendidikan dan kebudayaan
provinsi kalimantan barat.

BABIII :HASIL KUNJUNGAN KE MUSEUM


A. ISI MUSEUM
Ruang pameran tetap dibagi atas tiga ruangan, yaitu:
1. Ruangan pengenalan (awal kehidupan zaman purba) , terdidi dari:
Koleksi geologika/ geografika
Koleksi boilogika
Koleksi arkeologika
Koleksi historika
Koleksi numismatika dan heraldika
2. Ruang budaya kalimantan barat, mencakup 7(tujuh) unsur kebudayaan yaitu:
Religi dan upacara keagamaan
Mata pencaharian hidup
Organisasi kemasyarakatan
Teknologi dan peralatan
Pegetahuan
Kesenian, dan
Bahasa
3. Ruang keramik terdiri dari:
Keramik lokal, dan
Keramik asing
Dan tak hanya itu saja mesium pontianak kaliamantan barat juga mempunyai berbagai
miniatur & replika ,antara lain : miniatur rumah lanting, dangau, perahu lancang kuning,
perahu tambe, dsb

BAB IV : PENUTUP

A. Kesimpulan
Sebagai para siswa yang menjunjung tinggi kebudayaan para nenek moyang
kita yang telah mereka ciptakan dulu, kini kitalah yang akan meneruskanya dan
menyalurkan apa yang kita ketahui . dalam perjalanan kunjungan in kita dapat menarik
kesimpulan bahwa kebudayaan tidak akan pernah mati jika kita pandai melestarikannya
B. Saran
Saran dari kami untuk semua pengguna mesium selalu memberikan motifasi
untuk di massa yang akan datang dalam melestarikan mesium kalimantan barat
(pontianak ) .