Anda di halaman 1dari 18

CARA PEMUSNAHAN PERBEKALAN FARMASI DENGAN

PENIMBUNAN
April 14, 2015herusasongkoNo comments

Posted By : Riska Yuli Rahmawati


CARA PEMUSNAHAN PERBEKALAN FARMASI DENGAN PENIMBUNAN
Menurut Undang undang Republik Indonesia No 7 Tahun 1963 , yang dimaksud dengan
Perbekalan Kesehatan dibidang farmasi adalah perbekalan yang meliputi obat. bahan obat, obat
asli Indonesia. bahan obat asli Indonesia, alat kesehatan, kosmetik dan sebagainya, Secara
umum definisi obat, obat asli Indonesia dan alat kesehatan dapat diurai sebagai berikut : a.Obat
adalah obat yang dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari binatang, tumbuh-tumbuhan,
mineral dan obat syntetis
b.Obat asli Indonesia adalah obat-obat yang didapat langsung dari bahan-bahan alamiah di
Indonesia, terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan dipergunakan dalam
pengobatan tradisionil;
c.Alat kesehatan adalah alat-alat yang diperlukan bagi pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan
pembuatan obat;
Jika berbicara tentang perbekalan farmasi maka tak pernah lepas dari pekerjaan kefarmasiaan.
Pekerjaan kearmasiaan sendiri mencakup pembuatan, pengolahan, peracikan, pengubahan
bentuk, pencampuran, penyimpanan, penyerahan hingga pemusnahan obat atau bahan obat,
Pada artikel ini akan kami jabarkan tentang salah satu pekerjaan kefarmasian yaitu pemusnahan
sediaan farmasi dengan cara penimbunan.
Sebelum sediaan farmasi itu dimusnahkan sebenarnya semua jenis obat mempunyai batas waktu
penyimpanan, karena lambat laun obat akan terurai secara kimiawi akibat pengaruh cahaya,
udara dan suhu. Akhirnya khasiat obat akan berkurang. Tanda-tanda kerusakan obat kadangkala
tampak dengan jelas, misalnya bila larutan bening menjadi keruh dan bila warna suatu krim
berubah tidak seperti awalnya ataupun berjamur. Akan tetapi dalam proses rusaknya obat tidak
dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk dan baunya obat tidak berubah, namun kadar zat
aktifnya sudah banyak berkurang, atau terurai dengan membentuk zat-zat beracun.
berkurangnya zat aktif hanya dapat ditetapkan dengan analisa di laboratorium. Menurut aturan
internasional, kadar obat aktif dalam suatu sediaan diperbolehkan menurun sampai maksimal
10%, lebih dari 10% dianggap terlalu banyak dan obat harus dibuang.
Dalam hal pemusnahan sediaan farmasi ini tidak sembarang sediaan farmasi yang dimusnahkan.
Sediaan farmasi yang karena suatu hal tidak dapat lagi digunakan atau dilarang digunakan harus
dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditanam atau dengan cara lain yang ditetapkan Menteri.
(Kepmenkes 1332/2002). Sediaan farmasi yang dimaksud disini yaitu sediaan farmasi yang
ED, sediaan farmasi yang rusak , dan sediaan farmasi yang dilarang oleh pemerintah.

Cara melakukan pemusnahannya pun dapat dilakukan dengan cara:


a)

dibakar, ditanam ,atau dengan cara lain

b)

dilakukan oleh APA atau Apoteker Pengganti dibantu minimal 1 karyawan apotek

c)

dibuat berita acara pemusnahan dan dilaporkan ke Dinkes

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014


tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek berikut prosedur tetap pemusnahan
sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan dan perbekalan kesehatan serta pemusnahan resep:
1.

PROSEDUR TETAP PEMUSNAHAN SEDIAAN FARMASI DAN PERBEKALAN


KESEHATAN

1. Melaksanakan inventarisasi terhadap sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang akan
dimusnahkan.
2. Menyiapkan administrasi ( berupa laporan dan berita acara pemusnahan).
3. Mengkoordinasikan jadwal, metode dan tempat pemusnahan kepada pihak terkait
4. Menyiapkan tempat pemusnahan
5. Melakukan pemusnahan disesuaikan dengan jenis dan bentuk sediaan.
6. Membuat laporan pemusnahan obat dan perbekalan kesehatan, sekurang-kurangnya memuat:
a) Waktu dan tempat pelaksanaan pemusnahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan
b) Nama dan jumlah sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan
c) Nama apoteker pelaksana pemusnahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan
d) Nama saksi dalam pelaksanaan pemusnahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan
7. Laporan pemusnahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan ditandatangani oleh apoteker
dan saksi dalam pelaksanaan pemusnahan (berita acara terlampir).

2. PROSEDUR TETAP PEMUSNAHAN RESEP


1. Memusnahkan resep yang telah disimpan tiga tahun atau lebih.
2. Tata cara pemusnahan:

Resep narkotika dihitung lembarannya


Resep lain ditimbang
Resep dihancurkan, lalu dikubur atau dibakar
3.Membuat berita acara pemusnahan sesuai dengan format terlampir
1.

C.

PROSEDUR PEMUSNAHAN NARKOTIKA

Pada pasal 9 PerMenKes RI No.28/MenKes/Per/1978 disebutkan bahwa apoteker pengelola


apotek dapat memusnahkan narkotika yang rusak, kadaluarsa atau tidak memenuhi syarat lagi
untuk digunakan bagi pelayanan kesehatan dan atau untuk pengembangan. APA atau dokter
yang memusnahkan narkotika harus membuat Berita Acara Pemusnahan Narkotika yang
memuat:
1.

Tempat dan waktu (jam, hari, bulan dan tahun).

2.

Nama pemegang izin khusus, APA atau dokter pemilik narkotika.

3.

Nama, jenis, dan jumlah narkotika yang dimusnahkan.

4.

Cara memusnahkan.

5.

Tanda tangan dan identitas lengkap penanggung jawab apotek dan saksi-saksi
pemusnahan.

Kemudian berita acara tersebut dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan RI, Balai Pemeriksaan
Obat dan Makanan (POM) setempat dan Arsip dokumen. Sebagai pelaksanaan pemeriksaan,
diterbitkan surat edaran Direktur Pengawasan Obat dan Makanan No.010/E/SE/1981 tanggal 8
Mei 1981 tentang pelaksanaan pemusnahan narkotika yang dimaksud adalah:
1.

Bagi apotek yang berada di tingkat propinsi, pelaksanaan pemusnahan disaksikan oleh
Balai POM setempat.

2.

Bagi apotek yang berada di Kotamadya atau Kabupaten, pelaksanaan pemusnahan


disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tingkat II.

D.PROSEDUR PEMUSNAHAN PSIKOTROPIKA


Tata cara pemusnahan psikotropika sama dengan tata cara pemusnahan narkotika.
E.PROSEDUR PEMUSNAHAN KOSMETIKA
Menurut Peraturan Kepala BPOM nomor HK.03.1.23.12.11.10719 tahun 2011 tentang
Tata Cara pemusnahan Kosmetika yang dimaksud Kosmetika adalah bahan atau sediaan
yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku,
bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk
membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau
melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Kosmetika yang dilakukan penarikan dari peredaran dan dapat membahayakan kesehatan wajib
dilakukan pemusnahan. Kosmetika yang membahayakan kesehatan maksutnya :
a. tidak dinotifikasi;
b. mengandung bahan dilarang;
c. tidak memenuhi persyaratan cemaran mikroba;
d. tidak memenuhi persyaratan cemaran logam berat;
e. mengandung bahan melebihi batas kadar yang diizinkan;
f. kedaluwarsa; atau
g. mencantumkan penandaan yang tidak objektif, menyesatkan dan/atau berisi informasi
seolah-olah sebagai obat.
Pemusnahan dilakukan perintah Kepala Badan/Kepala Balai; dan/atau harus disaksikan oleh
petugas. Pemusnahan dilakukan oleh industri kosmetika, importir kosmetika, dan/atau usaha
perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi atas dasar :
a. hasil pengawasan pasca pemasaran; atau
b. tindak lanjut hasil evaluasi terhadap keluhan atau monitoring efek
Pemusnahan wajib dilaporkan kepada Kepala Badan. Pemusnahan dilaksanakan dengan
memperhatikan dampak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan dan sesuai dengan
ketentuan peraturan. Pemusnahan kosmetika harus dilengkapi dengan berita acara pemusnahan
F.PROSEDUR PEMUSNAHAN ALAT KESEHATAN
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Cara
Distribusi Alat Kesehatan yang Baik, cara Pemusnahan Alat Kesehatan yaitu :
a. Harus ada standar prosedur operasional mengenai pemusnahan produk.
b. Pemusnahan dilaksanakan terhadap alat kesehatan yang:
1) diproduksi tanpa memenuhi persyaratan yang berlaku;
2) telah kedaluarsa;
3) tidak memenuhi syarat untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu
pengetahuan dan teknologi; dan/atau

4) dicabut izin edarnya.


c. Produk yang akan dimusnahkan yang belum dikirim ke tempat pemusnahan harus
ditempatkan terpisah dan teridentifikasi secara jelas agar tidak tercampur dengan produk layak
jual dan mencegah terjual secara tidak sengaja.
d. Kegiatan pemusnahan harus memperhatikan hal berikut:
1) keselamatan personil yang melaksanakan pemusnahan;
2) kemungkinan penyalah-gunaan produk/kemasan;
3) meminimalkan dampak terhadap lingkungan; dan
4) peraturan perundang-undangan mengenai pembuangan limbah.
e. Pemusnahan alat kesehatan harus dilaporkan kepada instansi yang berwenang dengan
melampirkan Berita Acara Pemusnahan.
f. Berita Acara Pemusnahan Alat Kesehatan harus ditandatangani oleh pimpinan perusahaan,
penanggung jawab teknis, dan saksi, dan sekurang- kurangnya mencantumkan:
1) waktu dan tempat pelaksanaan pemusnahan alat kesehatan;
2) jumlah dan jenis alat kesehatan;
3) penanggung jawab teknis pelaksana pemusnahan alat kesehatan;
4) saksi dalam pelaksanaan pemusnahan alat kesehatan.
g. Rekaman kegiatan pemusnahan harus dipelihara

PEMUSNAHAN DENGAN CARA PENIMBUNAN


Pemusnahan dengan cara penimbunan dapat dilakukan dengan cara ditimbun di dalam tanah
dimana sebelumnya seluruh produk yang akan dimusnahkan dikeluarkan atau dilepaskan dari
kemasan primernya sehingga produk tersebut cepat diurai didalam tanah. Setelah pemusnahan
dilakukan maka dibuatkan Berita Acara Pemusnahan.

Berikut tata cara pemusnahan bentuk sediaan farmasi :


1.

Sediaan Solid (Tablet,Kapsul,Serbuk,Kaplet, dll)

Pada pemusnahan bentuk sediaan solid isinya harus digerus dan diencerkan dengan air
kemudian dibuang dan kemasaannya langsung ditimbun dalam tanah. Atau dapat juga dilakukan
dengan cara mengeluarkan isinya kemudian melarutkan dalam air dan kemasannya dibakar.
Untuk bentuk sediaan kapsul maka serbuk dalam cangkang kapsul dikeluarkan terlebih dahulu
baru diencerkan kemudian cangkang kapsul ditimbun dalam tanah.

2.Sediaan Liquid (Sirup Emulsi, elixir,suspense,emulsi, dll)


Untuk sediaan liquid terlebih dahulu sediaan isi dalam kemasan dibuang lalu kemasan
(botolnya ) dipecah kemudian ditimbun dalam tanah. Penimbunan dalam tanah ini dilakukan
sedalam mungkin agar pecahan botol tidak membahayakan kaki saat tanah diinjak.

3.Sediaan Semi Solid ( Cream,pasta,lotion,salep,dll)


Untuk sediaan semi solid cara pemusnahannya dengan mengeluarkan isi sediaan dari
kemasannya dan kemudian diencerkan lalu dibuang. Pembuangan enceran tadi juga tidak di
sembarag temapt tetapi dapat dilakukan di wastafel khusus tempat pembuangan limbah.
Kemudian kemasan primernya barulah ditimbun.

4.Pemusnahan Resep
Resep yang akan dimusnahkan adalah resep yang sudah disimpan selama 3 tahun atau lebih
yang ditimbang terlebih dahulu. Pemusnahan ini dapat dilakukan dengan memasukkan resep ke
dalam air lalu setelah resep itu hancur barulah ditimbun dalam tanah.
(https://www.djkn.kemenkes.go.id).
1.

Pemusnahan alkes

Sementara itu produk-produk alkes dimusnahkan dengan cara dibakar pada sebuah tempat yang
sudah disiapkan. Sisa hasil pemusnahan tersebut seluruhnya dimasukkan pada sebuah lubang
dan ditimbun dengan tanah.

Dengan pemusnahan ini diharapkan obat maupun alkes yang tidak memenuhi syarat mutu dan
keamanan tidak beredar di sarana distribusi maupun sarana pelayanan kesehatan sehingga
masyarakat terlindungi dari produk yang beresiko terhadap kesehatan.
Penimbunan perbekalan farmasi ini berupa penempatan permanen limbah dalam tanah yang
memperhatikan persyaratan lokasi, persyaratan perbekalan farmasi yang boleh ditimbun,
persyaratan bekas lokasi landfill yang dijabarkan sebagai berikut :
a)

Persyaratan Lokasi Penimbunan

Lokasi merupakan daerah yang bebas banjir 100 tahunan

Bebas potensi bencana alam (banjir, longsor, gempa bumi)

Tidak terdapat aquifer dibawahnya (minimal 4 m).

Berjarak minimal 500 m dari aliran sungai yang mengalir sepanjang tahun.

Curah hujan kecil.

permeabilitas tanah maksimum 10 pangkat negatif 7 centimeter per detik;

merupakan lokasi yang ditetapkan sebagai lokasi penimbunan berdasarkan rencana tata
ruang;

merupakan daerah yang secara geologis dinyatakan aman, stabil tidak rawan bencana
dan di luar kawasan lindung;

b)

tidak merupakan daerah resapan air tanah, khususnya yang digunakan untuk air minum.
Persyaratan Perbekalan Farmasi Yang Boleh Ditimbun

Memenuhi baku mutu TCLP

Telah melalui proses stabilisasi/solidifikasi, insenerasi, pengolahan lainnya.

Tidak bersifat flammable, explosive, reactive, infectious.

Tidak mengandung zat organik > 10%.

Tidak mengandung PCB / dioksin

Tidak mengandung radioaktif.

Tidak berbentuk cair/lumpur.

c)

Persyaratan Bekas Lokasi Landfill

Memiliki perencanaan : pemeliharaan, sistem deteksi kebocoran, drainase air tanah.

Uji laboratorium secara periodik.

Pelaporan tiap 3 bulan ke BAPEDAL.

Bertanggungjawab terhadap pemeliharaan serta dampak yang timbul, selama 30 tahun


sejak ditutupnya landfill.

(http://www.pom.go.id/new/index.php/view/berita/5240/Pemusnahan-Produk-Obat-dan-AlatKesehatan-Kadaluwarsa.html)
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun, penimbunan perbekalan farmasi wajib menggunakan sistem pelapis
yang dilengkapi dengan saluran untuk pengaturan aliran air permukaan,pengumpulan air lindi
dan pengolahannya, sumur pantau dan lapisan penutup akhir yang telah disetujui oleh instansi
yang bertanggung jawab. Penghentian kegiatan penimbunan oleh penimbun wajib mendapatkan
persetujuan tertulisdari Kepala instansi yang bertanggung jawab.
Sedangkan terhadap lokasi penimbunan perbekalan farmasi yang telah dihentikan kegiatannya
wajib memenuhi hal-hal sebagai berikut :
a. menutup bagian paling atas tempat penimbunan dengan tanah setebal minimum 0,60 meter;
b. elakukan pemagaran dan memberi tanda tempat penimbunan perbekalan farmasi
c. melakukan pemantauan kualitas air tanah dan menanggulangi dampak negatif yang mungkin
timbul akibat keluarnya limbah ke lingkungan, selama minimum 30 tahun terhitung sejak
ditutupnya seluruh fasilitas penimbunan perbekalan farmasi
d. peruntukan lokasi penimbun yang telah dihentikan kegiatannya tidak dapat dijadikan
pemukiman atau fasilitas umum lainnya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemusnahan produk yang telah rusak dan
kadaluarsa tersebut perlu dilakukan untuk menghindari masyarakat dari terpapar produk yang
tidak terjamin keamanan, khasiat atau manfaat dan mutunya akibat efek negatif dari produkproduk tersebut.(Anonim.2006)

Contoh form menurut SK no 1027/Menkes /SK/IX/2004 tentang Petunjuk Teknis


Pelaksanaan Standar Kefarmasian di Apotek sbb :

BERITA ACARA PEMUSNAHAN OBAT


Pada hari ini tanggal. bulan tahun sesuai dengan
Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1332/Menkes/SK/X/2002 tentang
Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek ,kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama Apoteker Pengelola Apotek

: .

No.S.I.K

Nama Apotek

: .

No. SIA

: .

Alamat Apotek

: .

Dengan disaksikan oleh :


1. Nama

: .

Jabatan

: .

No. S.I.K.A

: .

2. Nama

: .

Jabatan

No. S.I.K.A

: .

Telah melakukan pemusnahan obat sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir.


Tempat dilakukan pemusnahan

: .

Demikianlah berita acara ini kami buat sesungguhnya dengan penuh tanggung jawab.
Berita acara ini dibuat rangkap 4 (empat) dan dikirim kepada :
1.Kepala Dinas Kesehatan Propinsi
2.Kepala Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan

3.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota


4.Satu sebagai arsip di apotek

.20..

Saksi saksi :

yang membuat berita acara,

1. (..)

()

No. S.I.K.A :

No. S.I.K :

2. (..)
No. S.I.K.A : .

DAFTAR OBAT YANG DIMUSNAHKAN NARKOTIKA

No. Urut

Nama

Jumlah

Alasan
Pemusnahan

OBAT KERAS DAN BAHAN BERBAHAYA

No. Urut

Nama

Jumlah

Alasan
Pemusnahan

OBAT DAN BAHAN OBAT

No. Urut

Nama

Jumlah

Alasan
Pemusnahan

..20
Saksi saksi :

Yang membuat berita acara,

1. (..)
No. S.I.K.A : ..

(.)
No. S.I.K :

2. (..)
No. S.I.K.A : ..

BERITA ACARA PEMUSNAHAN PERBEKALAN KESEHATAN


Pada hari ini tanggal. bulan tahun sesuai dengan
Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik nomor : Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek , kami yang
bertanda tangan di bawah ini :
Nama Apoteker Pengelola Apotek

: .

No.S.I.K

Nama Apotek

: .

No. SIA

: .

Alamat Apotek

: .

Dengan disaksikan oleh :


1. Nama

: .

Jabatan

: .

No. S.I.K.A

: .

2. Nama

: .

Jabatan

: .

No. S.I.K.A

: .

Telah melakukan pemusnahan perbekalan kesehatan di bidang farmasi sebagaimana tercantum


dalam daftar terlampir.Tempat dilakukan pemusnahan : .
Demikianlah berita acara ini kami buat sesungguhnya dengan penuh tanggung jawab.

Berita acara ini dibuat rangkap 4 (empat) dan dikirim kepada :


1. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi
2. Kepala Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan
3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
4. Satu sebagai arsip di apotek
.20.
Saksi-saksi

Yang membuat berita acara,

1.(.)

(.)

No. S.I.K.A:.

No. S.I.K..

2. ()

No. S.I.K.A:

DAFTAR PERBEKALAN KESEHATAN YANG DIMUSNAHKAN

No. Urut

Nama

Jumlah

Alasan
Pemusnahan

..20
Saksi saksi :
1. (..)
No. S.I.K.A : ..
2. (..)

Yang membuat berita acara,


(.)
No. S.I.K :

No. S.I.K.A : ..

BERITA ACARA PEMUSNAHAN RESEP


Pada hari ini tanggal. bulan tahun sesuai dengan
Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik nomor : Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek , kami yang
bertanda tangan di bawah ini :
Nama Apoteker Pengelola Apotek

: .

No.S.I.K

Nama Apotek

: .

No. SIA

: .

Alamat Apotek

: .

Dengan disaksikan oleh :


1. Nama

: .

Jabatan

: .

No. S.I.K.A

2. Nama

: .

Jabatan

: .

No. S.I.K.A

: .

Telah melakukan pemusnahan resep pada apotek kami, yang telah melewati batas
waktupenyimpanan selama 3 (tiga) tahun, yaitu :

Resep dari tanggal sampai dengan tanggal Seberat


kg. Resep Narkotik lembar .Tempat dilakukan pemusnahan :
.
Demikianlah berita acara ini kami buat sesungguhnya dengan penuh tanggung jawab.
Berita acara ini dibuat rangkap 4 (empat) dan dikirim kepada :
1. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi
2. Kepala Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan
3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
4. Satu sebagai arsip di apotek

.20.
Saksi-saksi

Yang membuat berita acara,

1.(.)

(.)

No. S.I.K.A:.

No. S.I.K..

2. ()
No. S.I.K.A:

(Petunjuk Teknis Pelaksanaan Standar Kefarmasian di Apotek (SK no 1027/Menkes /SK/IX/2004)


)

BERITA ACARA PEMUSNAHAN KOSMETIKA


Pada hari ini tanggal bulan tahun , sekitar jam WIB, saya yang bertanda tangan di
bawah ini:
Nama

Jabatan

Perusahaan

Alamat

Dengan disaksikan oleh Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan/Balai Besar/Balai POM *)

No

Nama

NIP

Pangkat

Jabatan

:
Berdasarkan surat Tugas Nomor Tanggal . dari Kepala Badan/Kepala Balai
*). Bertempat di ., alamat , telah melakukan pemusnahan terhadap:

No
.

Nama
Kosmetik
a

No.
Notifikasi
/
NIE

No.
Produse
n/
Bets

Nama
Importi
r

Kemasa
n

-2-

Pemusnahan dilakukan dengan cara sebagai berikut:

..

Jumla
h

Keterangan/Alasa
n Pemusnahan

..

..

Demikian Berita Acara Pemusnahan Kosmetika ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani
di
Yang Memusnahkan

Saksi-saksi

1.

..**)

2.

..**)

3.

***)

*) coret yang tidak perlu

**) Petugas Badan POM/Balai Besar/Balai POM

***) perusahaan yang bersangkutan

KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

REPUBLIK INDONESIA,
Ttd

REFERENCES
Anonim.2006. Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan .Jakarta: Depkes RI
https://www.djkn.kemenkes.go.id.diakses tanggal 10 April 2015
http://www.pom.go.id/new/index.php/view/berita/5240/Pemusnahan-Produk-Obat-dan-AlatKesehatan-Kadaluwarsa.html. diakses tanggal 11 april 2015.
http://www.ikatanapotekerindonesia.net/pharmaceutical-law/sarana-produksi/2222-perkbpomno-hk-03-1-23-12-11-10719-thn-2011-ttg-tata-cara-pemusnahan-kosmetika.html.
diakses tanggal 11 april 2015.
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Cara Distribusi
Alat Kesehatan yang Baik
PerMenKes RI No.28/MenKes/Per/1978 pasal 9
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Standar Kefarmasian di Apotek (SK no 1027/Menkes /SK/IX/2004)
PP Kesehatan RI no 35 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek
PP RI Nomor 72 Tahun 1998 Tentang pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
Undang undang Republik Indonesia No 7 Tahun 1963 tentang Farmas