Anda di halaman 1dari 4

JURNAL KEPERAWATAN

PENGARUH LAYANAN KONSELING TERHADAP PENURUNAN TINGKAT


KECEMASAN PADA PASIEN PRE APPENDEKTOMI DI RUANG BEDAH RSUD
PROF. DR. H. ALOEI SABOE KOTA GORONTALO
Dosen Pembimbing:
Lilis Maghfuroh, S.Kep, M. Kep

OLEH :
NUR AINI
12.02.01.1083

PRODI S1-KEPERAWATAN
STIKES MUHAMMADIYAH LAMONGAN
2016

ABSTRAK
Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai
respons autonom, perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi yang berbahaya. Pasien
preoperasi akan mengalami reaksi emosional berupa kecemasan. Tujuan penelitian untuk
menganalisis pengaruh layanan konseling terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien
pre appendektomi diruang bedah RSUD Prof. Dr.H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Penelitian ini menggunakan metode Pra-eksperimen dengan jenis penelitian
menggunakan one-group pra-post test design. Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental
Sampling, menggunakan instrumen berupa kuesioner, dengan jumlah sampel sebanyak 15
responden. Analisa bivariat menggunakan uji T berpasangan.
Hasil Penelitian didapatkan bahwa terdapat penurunan tingkat kecemasan setelah
diberikan layanan konseling, 10 pasien (66.7%) yang masuk dalam kecemasan tingkat ringan,
5 pasien (33.3%) yang masuk dalam kecemasan tingkat sedang. Dari hasil uji statistic
p=0.000 (a < = 0.05) artinya ada pengaruh layanan konseling terhadap penurunan tingkat
kecemasan pasien pre appendektomi.
Disarankan kepada semua pihak rumah sakit terutama tim perawat lebih
meningkatkan komunikasi terhadap pasien pra bedah dengan memberikan penjelasan yang
lebih rinci kepada pasien.
Kata kunci: Appendektomi, Layanan Konseling, Tingkat Kecemasan
Populasi
Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua pasien yang akan
menghadapi Appendiktomi yang dirawat di Ruang Bedah RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe
Kota Gorontalo.
Intervensi
Penelitian ini menggunakan metode Pra-eksperimen dengan jenis penelitian
menggunakan one-group pra-post test design. Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental
Sampling, menggunakan instrumen berupa kuesioner, dengan jumlah sampel sebanyak 15
responden. Analisa bivariat menggunakan uji T berpasangan.
Comparition
Sartika, (2013). Efektifitas Konseling Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien
Preoperasi. Vol. 2. No.2 2013

Outcame
Tabel diatas menunjukkan distribusi umur responden dalam penelitian ini yang rawat
di Ruangan Rawat Inap G2 Bedah RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo paling
banyak responden berumur 15-25 tahun yaitu berjumlah 5 orang (33.00 %), dan yang berusia
36-45 tahun yaitu 5 orang (33.3 %), sedangkan responden paling sedikit yaitu yang berumur
26-35 tahun berjumlah 3 orang (20.00 %) dan yang berumur 46-55 tahun berjumlah 2 orang
(12.3 %).
Tabel di atas menunjukan bahwa pasien yang berjenis kelamin perempuan adalah
yang terbanyak yaitu berjumlah 13 orang (86.7 %), dan laki-laki hanya berjumlah 2 orang
(13.3 %).
Pada tabel 4,3 diatas menunjukkan bahwa terdapat 4 orang responden (26.7 %)
memiliki pekerjaan, dan 11 orang responden (73.3 %) tidak memiliki pekerjaan.
Tabel 4.4 diatas menunjukkan bahwa dari 15 responden yang akan menjalani operasi
appendektomi sebelum diberikan layanan konseling, terdapat 9 pasien (60.0 %) yang masuk
dalam kecemasan tingkat sedang, dan 6 pasien (40.0%) yang masuk dalam kecemasan tingkat
berat. Setelah diberikan layanan konseling, terdapat 10 pasien (66.7 %) yang masuk dalam
kecemasan tingkat ringan, 5 pasien (33.3 %) yang masuk dalam kecemasan tingkat sedang.
Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t Berpasangan, karena
data kecemasan pre apendektomi normal. Berdasarkan tabel 4.5 menujukkan bahwa
pengujian hipotesis dalam penelitian melalui nilai p dan a. Nilai p berdasarkan tebel 4.4
adalah 0.000, maka p= 0.000 < a= 0,05, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, jadi dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan konseling terhadap penurunan tingkat
kecemasan pada pasien pre apendektomi di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe.
Time
Lokasi penelitian yaitu di Ruang Bedah RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota
Gorontalo. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 20 Mei sampai 8 Juni 2015.

Kesimpulan
1. Tingkat kecemasan pasien pre appendektomi sebelum dan setelah diberikan layanan
konseling seluruh responden menunjukkan pengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan.
2. Terdapat pengaruh yang signifikan anatara layanan konseling dengan penurunan tingkat
kecemasan pasien pre appendektomi, dengan hasil menujukkan bahwa pengujian hipotesis
dalam penelitian melalui nilai p dan a. Nilai p 0.000, maka p= 0.000 < a= 0,05, yang berarti
H0 ditolak dan Ha diterima.