Anda di halaman 1dari 3

Judul Penelitian : Subjective well being (kesejahteraan subjektif) dan kepuasan kerja pada staf

pengajar (dosen) di lingkungan Fakultas Psikologi Undip.


Subjek Penelitian : Seluruh dosen di Fakultas Psikologi Undip

Rumusan Masalah
Apakah ada pengaruh dari kesejahteraan subjektif yang dirasakan dengan tingkat kepuasan kerja
yang dirasakan dosen Undip.
Tujuan penelitian
1. Mengetahui seberapa besar hubungan antara kesejahteraan subjektif dengan kepuasan
kerja pada dosen di lingkungan Undip.
2. Mengetahui kategorisasi dari tingkat kesejahteraan subjektif dan kepuasan kerja dari
subjek penelitian
Manfaat Penelitian
1. Memberikan sumbangsih dan memperkaya psikologi sebagai ilmu perilaku
2. Memberikan rekomendasi kepada pimpinan Undip agar dapat menentukan kebijakan gna
meningkatkan kepuasan kerja para dosen
Hipotesis
Terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan subjektif dan kepuasan kerja
Metode Penelitian
Metode Kuantitatif dengan menggunakan skala kesejahteraan subjektif dan skala kepuasan kerja.
Skala kesejahteraan subjektif meliputi : kognitif dan afektif
Skala kepuasan kerja meliputi
otonomi, dan umpan balik pekerjaan

: ragam keterampilan, identitas tugas, arti tugas,

Definisi Kesejahteraan subjektif


Persepesi sesorang terhadap pengalaman hidpnya yang terdi dari evaluasi kognitif dan afeksi
terhadap hidup dan mempresentasikan dalam psikologis. Ada beberapa teori dalam
kesejaahteraan subjekktif
-

Buttom theory
Kesejahteraan subjektif meerupakan penjumlahan dari pengalaman-pengalaman positif
yang terjadi dalam kehidupan seseorang. Untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif

seseorang pelu mengubah lingkungan dan sutituasi yg mempengaruhi penbgalamn


individu misalnya: membeikan pekerjaan yang memadai, lingkngan yang aman dan gaji
yang layak.
Top Down Theory
Dalam teori ini indivudulah yang menentukan apakah peristiwa yang dialaminya akan
menciptakan kesejahteraan psikologis dalam dirinya, Jadi untuk meningkatkan
kesejahteraan psikologis uti seseorang harus mengubah persepsinya, keyakinannya dan
sikap-sikap kepribadiannya

Kesejahteraan Subjektif itu meupakan penjumlahan dari aspek kognitif dan aspek afektif.
-

Kognitif : Kepuasan terhadap kehidupan secara keseluruhan atau penilaian evaluative


mengenai aspek-aspek khsus dalam kehidupan
Afektif :Reaksi-reaksi indivudu terghadap kejadian2 dalam hidupbaik itu meliputi emosi
menyenagkan maupu tidak menyenangkan

Faktor-faktor yang mempenagruhi keejahteraan subjektif:


1. Harga diri positif
Harga diri yang tinggi akan mendorong individu untuk mengembangkan kemampuan
interpersonal yang baik dan menciptakan kepribadian yang sehat
2. Kontrol Diri
Keyakinan individu bahwa ia akan mampu berprilaku dalam cara yang tepat dalam
mengahadapi suatu peristiwa
3. Ekstraversi (Sikap Keterbukaan)
4. Optimis
Kesejahteraan psikologis akan tercipta apabila indivudu memiliki sikap optimis yang
bersifat realistis
5. Relasi sosial yang positif
Relasi social yang positif akan memberikan dukngan terhadap individu yang dapat
meningkatkan harga diri, meminimalkan masalah pskollogis, menciptakan kemampuan
pemecahan masalah yang adaptif dan membuat individu sehat secara fisik
6. Memiliki arti dan tujuan hidup
Arti dan tujuan dalam hidup sering dikaitkan dengan konsep religiusitas. Menurut
penelitian, seseorang yang religious cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang
besar.
KEPUASAN KERJA
Merupakan kenyamannan atau kondisi emosi positif yang dirasakan akibat dari
pengalaman pekerjaannya. Menurut (Munandar, 2001) Faktor yang mempengaruhi kepuasaan
kerja seseorang itu antara lain : Ciri-ciri intrinsik pekerjaan, imbalan, supervisi, rekan kerja dan
kondisi kerja ynag menunjang

HASIL PENELITIAN
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan
subjektif pada staf pengajar dlingkungan UNDIP. Hasil Penelitian ini berbanding terbalik dengan
hipotesis
Faktor penyebab tidak terbuktinya hipotesis adalah sete;lah dilakukan penelitian diketahui
ada faktor dominan yang turut mempengaruhi kepuasan kerja dosen, yaitu:
-

Interaksi dengan pimpinan atau senior


Interaksi dengan rekan kerja
Ketelitian dalam bekerja

KOMENTAR
1. Karena setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa kesejahteraan subjektif tidak
mempengaruhi kepuasan kerja secara signifikan pada dosen melainkan ada hal lain yang
lebih mempengaruhi, yaitu; interaksi dengan pimpinan,. Maka diharapkan pimpinan itu
menjalin interaksi yang lebih dekat dengan dosennya. Interaksi tidak hanya sebatas
hubungan profesional saja, tetapi akan lebih baik jika diiringi dengan interaksi yang
bersifat personal.
2. Setelah dilakukannya penelitian yang kemudian diketahui bahwa adanya faktor dominan
yang mempengaruhi kepuasan kerja, salah satu nya yaitu ketelitian dalam bekerja.
Ketelitian dalam bekerja akan mempengaruhi prestasi kerja yang akan berdampak pada
kepuasan kerja. Oleh sebab itu, hendaknya dosen dilingkungan fakultas psikologi undip
lebih teliti lagi dalam bekerja.