Anda di halaman 1dari 6

Faktor- Faktor Yang Memengaruhi Kebutuhan Energi Harian

Energi adalah kapasitas untuk mengerjakan sesuatu untuk


mengerjakan sesuatu kegiatan dan dalam hal ini energi mengalami
transformasi menjadi jenis
energi yang sesuai dengan jenis kegiatannya.
1. Komposisi tubuh
Seseorang dengan berat badan rendah memerlukan energi lebih
banyak dibandingkan dengan seseorang yang berbadan gemuk. Hal ini
karena orang yang gemuk masih memiliki makanan cadangan di dalam
tubuhnya.
2. Jenis kelamin
Pria dewasa lebih banyak memerlukan energi dibandingkan wanita
dewasa yang mempunyai usia dan berat tubuh yang sama. Hal ini karena
laju metabolisme pria lebih tinggi dibandingkan laju metabolisme wanita.
Tabel kebutuhan energi pada laki- laki
Jenis
Kelamin
Laki-laki

Berat
Badan
(kg)
55
60
65
70
75
80
85
90

10 18
tahun
1625
1713
1801
1889
1977
2065
2154
2242

Energi (Kalori)
18 30
tahun
1514
1589
1664
1739
1814
1889
1964
2039

30 60
tahun
1499
1556
1613
1670
1727
1785
1842
1889

Tabel kebutuhan energi pada laki- laki


Jenis
Kelamin
Perempuan

Berat
Badan
(kg)
40
45
50
55
60

10 18
tahun
1224
1291
1357
1424
1491

Energi (Kalori)
18 30
tahun
1075
1149
1223
1296
1370

30 60
tahun
1167
1207
1248
1288
1329

65
70
75

1557
1624
1691

1444
1516
1592

1369
1410
1450

3. Umur
Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan
energi dari setiap individu.
a. Kebutuhan Energi Untuk Balita dan Pra sekolah (1-5 tahun)
Usia balita tidaklah tumbuh sepesat pada masa bayi, tetapi
kebutuhan nutrisi merekatetap merupakan prioritas yang utama. Di masa
balita ini, nutrisi memegang peranan yang penting dalam perkembangan
anak. Masa balita adalah masa transisi terutama pada usia 1 2 tahun
dimana anak akan mulai memakan makanan yang padat dan menerima
rasa sertatekstur makanan yang baru.Kebutuhan nutrisi pada balita
sebenarnya juga dipengaruhi oleh usia, besar tubuh, dan tingkat aktivitas
yang dilakukannya. Energi

: biasanya balita membutuhkan sekitar

1.000 sampai 1.400 kalori /hari.


a) Kalsium
b) Zat besi
c) Vitamin

: dibutuhkan kurang lebih 500 mg per hari.


: anak balita membutuhkan 7 mg per hari.
:Tubuh anak terdiri dari struktur tulang, otot, peredaran

darah, jaringan otak, dan organ-organ lain. Perkembangan tiap struktur


ini sangat dipengaruhi oleh masukan (intake) berbagai macam nutrisi
makanan penunjang pertumbuhan.Pada usia 2 tahun ini, anak-anak
memiliki kerangkan tubuh berupa tulang rawan sehingadengan
pemberian

masukan

gizi

berupa

vitamin

dan

mineral

akan

mempercepat pembentukan tulang (osifkasi).Anak usia 2 tahun juga


sudah mampu untuk berjalan dan melakukan semua gerakantubuh
yang dilakukan oleh otot. Hal ini terjadi karena ribuan serabut otot yang
semakinmembesar dan terus bekerja. Artinya, otot membutuhkan zatzat dari asupan makanan yangdiberikan pada anak.
b. Kebutuhan Energi Pada Usia Anak-Anak
Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang
berarti, sehingga kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85 kkal/kg

berat badan. Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi


yang lebih baik daripada kelompok Balita, karena kelompok umur sekolah
ini sudah mudah dijangkau oleh berbagai upaya perbaikan gizi yang
dilakukan oleh pemerintah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),
maupun oleh kelompok swasta berupa program suplementasi makanan
tambahan di sekolah atau Program Makan Siang Sekolah (School Lunch
Program).
Kebutuhan kalori harian

pada usia ini menurun berhubungan

dengan ukuran tubuh. Anak usia sekolah membutuhkan rata-rata 2400


kalori / hari. Pola makanan pada usia ini perlu diperhatikan, karena pada
sia ini anak-anak senang makanan yang dijual di luar rumah
Kecukupan beberapa zat gizi anak sehari
Umur
1-3
tahun
4-6
tahun
7-9
tahun
10-12
tahun

BB
(kg)
12

Energi Protein
(kkal) (g)
1250 23

Vitamin
A (S.I)
350

Kalsium
(mg)
500

Zatbesi
(mg)
8

18

1750

32

460

500

24

1900

37

460

500

10

30

2000

45

500

700

14

Sumber: http://afiamalia01.blogspot.co.id/2015/04/kebutuhan-gizimenurut-golongan-usia.html
c. Kebutuhan Energi Pada Usia Remaja
a) Masa adolescents remaja (13-21 th)
Kebutuhan kalori, protein, mineral, dan vitamin sangat tinggi
berkaitan dengan proses pertumbuhan. Lemak tubuh meningkatkan akan
mengakibatkan obesitas sehingga akan menimbulkan stress terhadap
body image yang terdapat mengakibatkan masalah kesehatan.
b) Masa dewasa muda (23-30 th)
Kebutuhan nutrisi pada usia ini untuk proses pertumbuhan, proses
pemeliharaan dan pebaikan tubuh, mempertahankan keadaan gizi.

c) Masa dewasa (31-45 th)


Masa dewasa masa produktif khususnya terkait dengan aktifitas
fisik, karena umur ini merupakan puncak untuk aktifitas hidup terutma
dalam aktifitas bekerja. Kebutuhan nutrisi dibedakan antara tingkat
pekerjaan ringan, berat, sedang.
Kebutuhan nutrisi harian pada usia ini harus seimbang di antara
berbagai kelompok makanan.
Rata-rata kebutuhan asupan kalori harian bervariasi sesuai dengan
gender & usia :
Perempuan
1) usia 11 14 tahun membutuhkan kalori 48 kkal/kgBB/hari
2) usia 15 18 tahun membutuhkan kalori 38 kkal/kgBB/hari
Laki-laki
1) usia 11 14 tahun membutuhkan kalori 60 kkal/kgBB/hari
2) usia 15 18 tahun membutuhkan kalori 42 kkal/kgBB/hari
Remaja biasanya makan ketika mereka memiliki waktu luang di antara
aktivitas

mereka,

makanan

siap

saji

yang

bergizi

membantu

mempertahankan diet yang seimbang.


Mempertahan kualitas dan kuantitas asupan harian yang adekuat
mungkin sulit karena beberapa faktor seperti jadwal yang sibuk, pengaruh
teman sebaya dan kemudahan mendapatkan makanan cepat saji
berlemak tanpa kalori.
Pola makan keluarga terbentuk selama masa sekolah dan tetap
berlanjut mempengaruhi pilihan remaja terhadap makanan.
Remaja perempuan sangat rentan terhadap prilaku makan yang
negatif.
d. kebutuhan gizi pada usia lansia
Semakin tua maka kebutuhan energi dan zat gizi lain semakin
menurun. Adapun laju metabolisme pada orang tua cenderung menurun
seiring dengan pertambahan usia.
Pada usia produktif energi diperlukan banyak untuk aktivitas fisik yg
bertambah. Pada usia lanjut energi tidak lagi utk aktivitas tetapi hanya utk
pemeliharaan sehingga kebutuhan turun (mencapai 20%). Anak-anak dan

remaja pada masa pertumbuhan memerlukan energi lebih banyak


dibandingkan orang tua. Hal ini karena pada masa pertumbuhan laju
metabolismenya lebih tinggi.
4. Aktivitas fisik
Setiap aktivitas fisik memerlukan energi untuk bergerak. Seseorang
dengan aktivitas tinggi dan pekerja keras membutuhkan energi lebih
banyak daripada seseorang dengan aktivitas biasa. Seseorang yang
beraktivitas

biasa

membutuhkan

energi

lebih

tinggi

dibandingkan

seseorang yang hanya duduk-duduk santai.


Aktivitas fisik terdiri dari sangat ringan, ringan, sedang dan berat.
Kebutuhan energi berdasarkan berbagai aktivitas fisik dinyatakan dalam
kelipatan AMB.
Faktor Aktivitas Fisik
Aktivitas

Jenis Aktivitas

Laki-laki

Istirahat
Ringan
sekali
Ringan

Tidur, baring, duduk


Menulis, mengetik

1.2
1.4

Menyapu, menjahit,
mencuci piring, menghias
ruangan
Sekolah, kuliah, kerja
kantor

1.5

1.5

1.7

1.6

Ringansedang

Perempua
n
1.2
1.4

Sedang

Mencangkul, menyabit
1.8
1.7
rumput
Berat
Menggergaji pohon
2.1
1.8
dengan gergaji tangan
Berat Sekali
Mendaki gunung,
2.3
2.0
menarik beca
Sumber: http://kahitnaam.blogspot.co.id/2015/06/kebutuhan-energi.html
5. Suhu tubuh
Seseorang yang hidup di iklim dingin lebih banyak membutuhkan
energi dibandingkan dengan seseorang yang hidup di iklim panas. Hal ini
dikarenakan pada suhu dingin proses metabolisme dalam tubuh juga akan
lebih cepat sehingga dibutuhkan energi yang lebih besar.
6. Wanita hamil dan menyusui
a. Wanita hamil

Wanita hamil memerlukan energi lebih banyak untuk mendukung


pertumbuhan janin. Jumlah total energi yang harus tersedia selama
kehamilan untuk pertumbuhan janin dan jaringan ibu ialah 80.000 kkal
atau 300 kkal per hari di atas kebutuhan wanita tidak hamil. WHO
menganjurkan jumlah tambahan energi sebesar 150 kkal sehari pada
trimester I dan 350 kkal sehari selama trimester II dan III. Berdasarkan
angka kecukupan gizi oleh Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi
(WKNPG) tahun 1998, tambahan energi per hari untuk wanita hamil
Indonesia adalah 285 kkal dibanding sebelum hamil atau sekitar 2500 kkal
sehari. Komposisi sumber energi ini harus seimbang yaitu karbohidrat 5575 %, lemak 10-30 % dan protein 15-20 %.

Kekurangan energi selama

hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur atau BBLR.


b. Ibu Menyusui
Ibu menyusui juga membutuhkan energi lebih banyak untuk
menghasilkan air susu untuk bayinya. Dalam 6 bulan pertama menyusui
ibu membutuhkan tambahan protein 16 gram di atas kebutuhan normal.
Hal ini berdasar perhitungan tiap 100 cc ASI mengandung 1,2 g protein
sehingga 800 cc ASI mengandung 9,6 gram protein. Efisiensi konversi
protein makanan menjadi protein susu 70 % sehingga 9,6 g protein susu
setara dengan 13,7 g protein makanan. Tambahan protein selain untuk
protein susu juga untuk sintesis hormone prolaktin dan oksitosin. WKN
Pangan dan Gizi menganjurkan penambahan protein 16 g per hari pada 6
bulan pertama menyusui dan 12 g pada periode selanjutnya.

Anda mungkin juga menyukai