Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pada umumnya sebelum suatu senyawa diidentifikasi dan dapat diukur
kadarnya, perlu dipisahkan dari matriksnya. Oleh karena itu, pemisahan
merupakan langkah penting dalam analisis kualitatif. Ada banyak teknik
pemisahan, di antaranya yaitu penyaringan, sublimasi, ekstraksi, kromotografi dan
lain-lain. Dalam makalah ini, akan dibahas salah satu teknik pemisahan
menggunakan metode FFF (Field Flow Fractionation) atau Fraksinasi Medan
Aliran. Berbeda dengan kromatografi, teknik pemisahan menggunakan FFF
dilakukan dalam fase tunggal, yaitu fase gerak, dimana aliran di saluran FFF
berbentuk parabola, dengan kecepatan aliran tertinggi di tengah saluran dan
kecepatan aliran semakin menurun jika semakin dekat dengan dinding saluran.

1.2

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana prinsip kerja teknik pemisahan menggunakan FFF?
2. Apa contoh aplikasi FFF dan bagaimana sistem kerja FFF dalam contoh aplikasi
tersebut?

1.3

Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Menjelaskan prinsip kerja teknik pemisahan menggunakan FFF
2. Menerangkan contoh aplikasi FFF dan menjelaskan sistem kerja FFF dalam
contoh aplikasi tersebut.

1.4

Manfaat
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah:
1. Bagi penulis, agar mampu memahami prinsip kerja teknik pemisahan
menggunakan FFF, serta mengetahui contoh aplikasi FFF dan sistem kerja FFF
dalam contoh aplikasi tersebut.
2. Bagi mahasiswa atau pelajar, dapat dijadikan rujukan pembahasan mengenai
prinsip kerja teknik pemisahan menggunakan FFF, serta mengetahui contoh
aplikasi FFF dan sistem kerja FFF dalam contoh aplikasi tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian FFF
Field Flow Fractionation (FFF) adalah teknik pemisahan menggunakan
suatu media yang diterapkan pada cairan suspense atau laruatan yang dipompa
melalui saluran panjang dan sempit, tegak lurus dengan arah aliran menyebabkan
pemisahan pertikel dalam cairan yang tergantung pada perbedaan mobilitas
parikel di bawah gaya yang diberikan media. FFF pertamakali ditemukan oleh
J.Calvin Giddings
Prinsip Kerja Field Flow Fractionation (FFF)
Fraksinasi Medan Aliran atau Field Flow Fractionation (FFF) merupakan
teknik pemisahan suatu zat yang berukuran 1nm-100 m. Prinsip kerja pemisahan
menggunakan teknik FFF yaitu berdasarkan interaksi antara zat terlarut dengan
gaya eksternal yang diberikan pada saluran FFF. Tidak seperti kromatografi,
pemisahan FFF dilakukan dalam fase tunggal, yaitu fase gerak, dimana aliran di
saluran FFF berbentuk parabola dengan kecepatan aliran tertinggi di tengah
saluran dan kecepatan aliran semakin menurun jika semakin mendekati dinding
saluran.
Pemisahan menggunakan teknik FFF, pada intinya berdasarkan ukuran zat
terlarut dan kecepatan aliran. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor lain juga dapat
mempengaruhi teknik pemisahan tersebut, seperti gaya eksternal yang diberikan,
atau faktor-faktor lainnya.

2.2

2.1.1

Jenis FFF
Berdasarkan modifikasi pada FFF, jenis FFF cukup beragam, di antaranya:
a. Flow FFF
Arus FFF memisahkan partikel berdasarkan ukuran, tidak tergantung pada
kepadatannya dan dapat mengukur makromolekul di kisaran 1 nm sampai 1 m.
Arus di aliran FFF masuk melalui frit berpori di bagian atas saluran, keluar
melalui frit outlet membran semi-permeabel di dinding akumulasi (yaitu bagian
bawah dinding). Berikut adalah skema kerja Flow FFF:

b.
Electrical
FFF

Gaya eksternal yang diberikan menghasilkan medan listrik sehingga dapat


memisahkan molekul bermuatan dalam sampel
c. Asymmetric Flow FFF
Mempunyai satu membran semi-permeabel di dinding bagian bawah saluran yang
beroprasi pada suhu tinggi biasanya digunakan untuk karekterisasi polimer.
d. Steric FFF
Tidak seperti teknik FFF, sterik FFF digunakan untuk partikel yang besar yaitu 0,5
samapi 200 m menggunakan gaya hidrodinamik sehingga partikel besar terelusi
terlebih dahulu. Keuntunggannya waktu pemisahan cepat.
e. Split flow thin-cell fractionation (SPLITT)
FFF jenis ini menggunakan gaya gravitasi untuk pemisahan partikel berukuran m
secara kontinyu. SPLITT dilakukan dengan memompa sampel yang mengandung
cairan ke dalam inlet atas pada awal saluran, sementara secara bersamaan cairan
pembawa dipompa melalui inlet bawah. Dengan mengontrol rasio laju aliran dari
dua aliran inlet, pemisahan dapat dikontrol dan sampel dipisahkan menjadi dua
fraksi berukuran berbeda. Penggunaan gravitasi mampu membuat FFF menjadi
suatu teknik pemisahan yang cukup sensitif pada partikel berukuran lebih dari 1
m. Berikut adalah skema kerja Split flow thin-cell fractionation (SPLITT):

f. Thermal FFF
3

Teknik pemisahan pada Thermal FFF mengaplikasikan gradien suhu ke


saluran. Saluran dinding atas dipanaskan dan dinding bawah ini didinginkan.
Kondisi tersebut mendorong polimer dan partikel ke arah dinding dingin oleh
difusi termal. Thermal FFF dikembangkan sebagai suatu teknik untuk
memisahkan polimer sintetik dalam pelarut organik. Berikut adalah skema kerja
Thermal FFF:

g. Sedimentation FFF
Pada FFF-Sedimentasi, kekuatan pemisahan dibentuk oleh medan
sentrifugal. Partikel yang lebih besar dan lebih padat terdorong ke arah dinding
bawah dari partikel yang lebih kecil. Jadi, partikel kecil terelusi dari saluran
terlebih dahulu kemudian partikel yang lebih besar. Hal ini disebabkan partikel
besar berada di bagian arus lambat dan partikel yang lebih kecil terletak di bagian
arus cepat. Tingkat perputaran yang digunakan dalam FFF-Sedimentasi bias
mencapai 2.500 rpm.
2.1.2. Kombinasi FFF dengan Detektor
Beberapa jenis detektor dapat dikombinasikan dengan instrumen FFF
untuk mendukung proses analisis, seperti:
a. Optical detection: Absorbsi UV-Vis, Fluorescence, Refractive Index (RI), Light
Scattering (LS)
b. Nuclear Magnetic resonance (NMR)
c. Small-angle X-ray scattering (SAXS) dan Inductively coupled plasma (ICP)
2.1.3. Kelebihan dan Kelemahan FFF
Sebagaimana instrumen pada umumnya yang memiliki kelebihan dan
kelemahan, FFF pun juga demikian. Beberapa kelebihan FFF di antaranya:
Teknik pemisahan yang terimprovisasi, sehingga memiliki rentang yang lebih
besar terkait ukuran partikel yang dipisahkan
Selektif, sehingga menghasilkan resolusi tinggi
Alirannya kontinu, sehingga dapat mengelusi zat yang sudah terpisahkan untuk
dideteksi

Kecepatan arus dan kuatnya medan dapat diubah untuk menghasilkan pemisahan
yang optimal
Pemisahan baru tidak memerlukan aliran baru melainkan bidang baru
Berbagai jenis medan dapat digabungkan untuk berbagai jenis pemisahan
Mudah digunakan
Cepat
Sedangkan kelemahan FFF adalah:
Skala produksi kecil
Untuk menghasilkan hasil yang optimal, perlu disinkronkan antara resolusi dan
kecepatan aliran
Biaya cukup tinggi

2.2. Aplikasi FFF


FFF dapat diaplikasikan untuk berbagai bidang, di antaranya:
a. Biologi dan Biomedis
Protein-protein (biopolimer) dapat dipisahkan menggunakan electrical FFF dan
Flow FFF
DNA dan biopartikel dapat dipisahkan menggunakan sedimentation FFF dan flow
FFF
Sel-sel dengan diameter lebih dari 2 m dapat dipisahkan menggunakan Steric
FFF
b. Industri
Pada industri koloid dan partikel, sedimentation FFF dapat digunakan untuk
menentukan ukuran partikel
Molekul yang lebih besar seperti emas, palladium, perak dan tembaga dapat
dipisahkan menggunakan sedimentation-steric FFF
Flow FFF dapat digunakan untuk analisis polimer yangmemiliki sifat larut dalam
air
c. Lingkungan
Sedimentation-FFF digunakan untuk memisahkan koloid-koloid di perairan
sungai

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Prinsip kerja pemisahan menggunakan teknik FFF yaitu berdasarkan
interaksi antara zat terlarut dengan gaya eksternal yang diberikan pada saluran
FFF dengan menggunakan fase gerak, berdasarkan ukuran zat terlarut dan
kecepatan aliran. FFF diaplikasikan pada bidang biologi, biomedis, industri dan
lingkungan.
3.2.
Saran
Adapun saran penulis ditujukan kepada mahasiswa agar dapat mengetahui
lebih dalam tentang prinsip kerja teknik pemisahan menggunakan FFF dan
aplikasi FFF di berbagai bidang, serta sistem kerja FFF dalam contoh aplikasi
tersebut. Harapan penulis agar mahasiswa atau generasi selanjutnya dapat
mengembangkan pembahasan akan hal ini secara lebih luas dalam suatu jurnal
atau karya ilmiah dengan lebih sempurna.

DAFTAR PUSTAKA
Giddings, J. C. (1993). Field-Flow Fractionation: Analysis of Macromolecular,
Colloidal, and Particulate Materials. Science, 260(5113), 1456-1465.
Wahlund, K.G. (2013). Flow field-flow fractionation: Critical overview. Journal
of Chromatography A, 1287(0), 97-112.
Williams, Kim R. What is field-flow fractionation? (Review). Colorado School
of Mines.