Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO A
BLOK XIV: KEDOKTERAN JIWA DAN FUNGSI LUHUR

Dosen Pembimbing :
dr. H. Achmad Azhari, DAHK
Kelompok Tutorial IV:
Puja Arga Marandika

(702014043)

Ismalia

(702014005)

Armiko Bantara

(702014010)

M. Aiman

(702014017)

Suci Lahdia

(702014018)

Maya Zulaekha

(702014022)

Ikrima Kamillah

(702014026)

Retno Indah Kumalasari

(702014044)

Istiqomah Maximiliani

(702014057)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan laporan tutorial skenario A Blok XIV Semester 5.
Shlawat seiring salam selalu tercurah kepada junjungan kita,nabi besar Muhammad SAW
beserta para keluarga,sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Kami menyadari bahwa laporan tutorial ini jauh dari sempurna oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, guna perbaikan tugas-tugas
selanjutnya .
Dalam penyelesain tugas tutorial ini,kami banyak mendapat bantuan,bimbingan dan
saran. Pada kesempatan inikami sampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada :
1. Yth. dr. H. Achmad Azhari, DAHK
2. Semua Anggota dan pihak yang terkait dalam pembuatan laporan ini
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas segala amal yang diberikan kepada
semua orang yang telah mendukung kami dan semoga laporan tutorial ini bermanfaat bagi
kita dan perkembangan ilmu pengetahuan.Semoga kita selalu dalam lindungan Allah
SWT.Amin.

Palembang, 10 September 2016

Penulis,
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ................................................................................................ 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................. 2
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 4
1.2 Maksud dan Tujuan ...................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Data Tutorial ................................................................................................ 6
2.2 Skenario Kasus ............................................................................................. 6
2.3 Klarifikasi Istilah .......................................................................................... 8
2.4 Identifikasi Masalah...................................................................................... 9
2.5 Analisis Masalah dan Sintesis ......................................................................11
2.6 Kesimpulan .................................................................................................. 37
2.7 Kerangka Konsep ......................................................................................... 37
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 38

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Blok Kedokteran Jiwa dan Fungsi Luhur adalah Blok XIV pada Semester V dari
sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Palembang. Salah satu strategi pembelajaran sistem
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) ini adalah Problem Based Learning (PBL).
Tutorial merupakan pengimplementasian dari metode Problem Based Learning (PBL).
Dalam tutorial mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan setiap kelompok
dibimbing oleh seorang tutor/dosen sebagai fasilitator untuk memecahkan kasus yang
ada.
Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario A, mengenai Parno,
berusia 42 tahun, seorang marketing di bank ABC, dibawa ke UGD RS karena tiba-tiba
mengamuk dan memukul cleaning service di kantornya dua hari yang lalu. Sebelum
terjadi pemukulan, Parno merasa tersinggung pada cleaning service yang menyuruhnya
tidak melewati lantai yang sudah dibersihkannya. Parno tampak terlihat sesuai usianya
rambut dan pakaian rapi, memandang sekeliling dengan waspada dan ekspresi wajah
terlihat marah.
Enam bulan yang lalu, pasien merasa merasa tersinggung dengan teguran atasannya
karena jumlah nasabah bank yang ditargetkan tidak tercapai. Sejak saat itu pasien mudah
tersinggung oleh hal-hal yang kecil, susah tidur dan tidak focus pada pekerjaannya.
Pasien merasa semua orang ikut membencinya.
Sejak 1 bulan yang lalu pasien menarik diri, komunikasi dengan istri dan anak-anak
berkurang, tidur gelisah dan sering terbangun serta gampang marah oleh hal-hal kecil. Dia
mencurigai cleaning service yang dipukulnya adalah mata-mata yang disuruh oleh
atasannya mengacaukan pekerjaan dengan menaruh benda tajam di dalam jok kursinya.
Pasien mendengar bisikan-bisikan gaib yang mengejeknya. Pasien sedang mengerjakan
suatu proposal yang memberi dia peluang menjadi orang nomor satu di kantornya. Pasien
cemas kesempatan tersebut akan gagal diraihnya, sebab ide-ide cemerlang yang ada di
dalam pikirannya disiarkan oleh suatu kekuatan luar dan pikirannya terasa bergema. Dia
takut ide-idenya akan dicuri oleh saingannya. Pasien dirawat dan mendapat terapi
psikofarmaka Risperidon 2 mg 2x1 dan Clorpromazin 100 mg 1x 1/2 tablet sore.
1.2 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari laporan tutorial studi kasus ini, yaitu:

1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari sistem
pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang.
2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan
pembelajaran diskusi kelompok.
3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Data tutorial


Tutor

: dr. H. Achmad Azhari, DAHK

Moderator

: Armiko Bantara

Sekretaris Meja
Sekretaris Papan
Waktu

: Istiqomah Maximiliani
: Ismalia
: Selasa, 6 September 2016
Kamis, 8 September 2016
:

Peraturan tutorial

1. Alat komunikasi dinonaktifkan.


2. Semua anggota tutorial harus mengeluarkan pendapat/ aktif.
3. Mengacungkan tangan saat akan mengutarakan pendapat.
4. Izin terlebih dahulu saat akan keluar ruangan.
5. Tidak boleh membawa makanan dan minuman pada saat proses tutorial
berlangsung.
6. Dilarang memotong pembicaraan ketika ada yang sedang memberikan pendapat.
7. Dilarang berbisik-bisik dengan teman.
2.2 Skenario kasus
Parno, berusia 42 tahun, seorang marketing di bank ABC, dibawa ke UGD RS karena
tiba-tiba mengamuk dan memukul cleaning service di kantornya dua hari yang lalu.
Sebelum terjadi pemukulan, Parno merasa tersinggung pada cleaning service yang
menyuruhnya tidak melewati lantai yang sudah dibersihkannya. Parno tampak terlihat
sesuai usianya rambut dan pakaian rapi, memandang sekeliling dengan waspada dan
ekspresi wajah terlihat marah.
Enam bulan yang lalu, pasien merasa merasa tersinggung dengan teguran atasannya
karena jumlah nasabah bank yang ditargetkan tidak tercapai. Sejak saat itu pasien mudah
tersinggung oleh hal-hal yang kecil, susah tidur dan tidak focus pada pekerjaannya.
Pasien merasa semua orang ikut membencinya.
Sejak 1 bulan yang lalu pasien menarik diri, komunikasi dengan istri dan anak-anak
berkurang, tidur gelisah dan sering terbangun serta gampang marah oleh hal-hal kecil.
Dia mencurigai cleaning service yang dipukulnya adalah mata-mata yang disuruh oleh
atasannya mengacaukan pekerjaan dengan menaruh benda tajam di dalam jok kursinya.

Pasien mendengar bisikan-bisikan gaib yang mengejeknya. Pasien sedang mengerjakan


suatu proposal yang memberi dia peluang menjadi orang nomor satu di kantornya. Pasien
cemas kesempatan tersebut akan gagal diraihnya, sebab ide-ide cemerlang yang ada di
dalam pikirannya disiarkan oleh suatu kekuatan luar dan pikirannya terasa bergema. Dia
takut ide-idenya akan dicuri oleh saingannya. Pasien dirawat dan mendapat terapi
psikofarmaka Risperidon 2 mg 2x1 dan Clorpromazin 100 mg 1x 1/2 tablet sore.
Riwayat premorbid :
-

Bayi : lahir spontan, cukup bulan, langsung menangis, ditolong bidan

Masa anak-anak : pendiam, tidak terlalu banyak teman

Masa remaja : pendiam, tertutup, teman terbatas, cenderung waspada

Dewasa awal : pendiam, tertutup, teman terbatas, cenderung waspada


Riwayat pendidikan :

SD, SMP, SMA : tamat dengan nilai baik

Perguruan Tinggi : menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi dengan nilai baik


Riwayat penyakit sebelumnya :

Trauma kepala tidak ada

Kejang demam tidak ada

NAPZA (-)

Merokok (-)

Asma (-)

Alergi (-)

Riwayat gangguan jiwa sebelumnya tidak ada


Riwayat keluarga :

Anak ke-3 dari 3 bersaudara

Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga di sangkal


Status ekonomi :

Ayah adalah seorang tentara dan Ibu adalah PNS


Pemeriksaan fisik : dalam batas normal
Status psikiatrikus :

Afek : dasar

Mood : irritable

Perhatian : cukup

Persepsi : Halusinasi dengar (+)

Pikiran : waham curiga (+), Asosiasi longgar

Tingkah laku : Agresivitas


2.3 Klarifikasi Istilah
No

Istilah

Klarifikasi

Tiba tiba

(implution) kepatuhan yang buta terhadap dorongan

mengamuk

internal terhadap tekanan superego dengan kendali

.
1.

psikis
2.

Mudah tersinggung

Mood irritable

3.

Memandang

Mood irritable

sekeliling dengan
waspada
4.

Ekspresi wajah

Tempertatum

terlihat marah
5.

Susah Tidur

6.

Merasa semua orang

(Insomnia) gangguan pada pola tidur


Waham/delusi

ikut membencinya
7.

Menarik diri

(Anhedonia) menarik diri dari lngkungan sosial

8.

Komunikasi

(Autisme) keadaan yang didominasi pikiran/ perilaku

berkurang
9.

Gampang marah

yang bersifat subjektif


(Tempertatum) suatu luapan emosi yang meledak
ledak dan tidak terkontrol.

10.

Dia mencurigai

Waham/delusi

cleaning service
adalah mata mata
yang mengacaukan
pekerjaanya
11.

Mendengar bisikan
gaib yang

(Halusinasi Auditori) Ada suara, namun sebenernya


tidak ada

mengejeknya
12.

Cemas

Ketakutan disebabkan dugaan bahaya dari dalam dan

luar
13.

Takut ide-idenya
akan dicuri

(Phobia Sederhana) rasa takut dengan objek yang


jelas

14.

Terapi Psikofarmaka

Obat- obatan yang digunakan untuk gangguan mental

15.

Pendiam dan

(schizoid) rasa malu berlebihan, penarikan diri secara

tertutup
16.

Afek

social dan introvensi


Respon emosional saat sekarang yang dapat dinilai
lewat eksprresi wajah, pembicraaan, sikap dan gerak
gerik tubuhnya mencerminkan situasi emosi sesaat

17.

irritable

Sesusana

perasaan

yang

sensitive

mudah

tersinggung, mudah marah dan sering kali bereaksi


belrlebihan terhadap sesuatu yang tidak desenanginya
18.

Asosiasi longgar

Gangguan arus pikir dengan iide ide yang


berpindah dari satu subjek ke subjek yang lain yang
tidak berhubungan sama sekali

19.

Waham

Suatu keyakinan kokoh yang salah dan tidak sesuai


dengan fakta

2.4 Identifikasi Masalah


1. Parno, berusia 42 tahun, seorang marketing di bank ABC, dibawa ke UGD RS karena
tiba-tiba mengamuk dan memukul cleaning service di kantornya dua hari yang lalu.
Sebelum terjadi pemukulan, Parno merasa tersinggung pada cleaning service yang
menyuruhnya tidak melewati lantai yang sudah dibersihkannya.
2.

Parno tampak terlihat sesuai usianya rambut dan pakaian rapi, memandang sekeliling
dengan waspada dan ekspresi wajah terlihat marah.

3. Enam bulan yang lalu, pasien merasa merasa tersinggung dengan teguran atasannya
karena jumlah nasabah bank yang ditargetkan tidak tercapai. Sejak saat itu pasien
mudah tersinggung oleh hal-hal yang kecil, susah tidur dan tidak focus pada
pekerjaannya. Pasien merasa semua orang ikut membencinya.
4. Sejak 1 bulan yang lalu pasien menarik diri, komunikasi dengan istri dan anak-anak
berkurang, tidur gelisah dan sering terbangun serta gampang marah oleh hal-hal kecil.

5. Dia mencurigai cleaning service yang dipukulnya adalah mata-mata yang disuruh oleh
atasannya mengacaukan pekerjaan dengan menaruh benda tajam di dalam jok
kursinya. Pasien mendengar bisikan-bisikan gaib yang mengejeknya.
6. Pasien sedang mengerjakan suatu proposal yang memberi dia peluang menjadi orang
nomor satu di kantornya. Pasien cemas kesempatan tersebut akan gagal diraihnya,
sebab ide-ide cemerlang yang ada di dalam pikirannya disiarkan oleh suatu kekuatan
luar dan pikirannya terasa bergema. Dia takut ide-idenya akan dicuri oleh saingannya.
7. Pasien dirawat dan mendapat terapi psikofarmaka Risperidon 2 mg 2x1 dan
Clorpromazin 100 mg 1x 1/2 tablet sore.
8. Riwayat premorbid :
-

Bayi : lahir spontan, cukup bulan, langsung menangis, ditolong bidan

Masa anak-anak : pendiam, tidak terlalu banyak teman

Masa remaja : pendiam, tertutup, teman terbatas, cenderung waspada

Dewasa awal : pendiam, tertutup, teman terbatas, cenderung waspada


Riwayat pendidikan :
SD, SMP, SMA : tamat dengan nilai baik
Perguruan Tinggi : menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi dengan nilai baik
Riwayat penyakit sebelumnya :
Trauma kepala tidak ada
Kejang demam tidak ada
NAPZA (-)
Merokok (-)
Asma (-)
Alergi (-)
Riwayat gangguan jiwa sebelumnya tidak ada
Riwayat keluarga :
Anak ke-3 dari 3 bersaudara
Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga di sangkal
Status ekonomi :
Ayah adalah seorang tentara dan Ibu adalah PNS

9. Pemeriksaan fisik : dalam batas normal


10. Status psikiatrikus :
Afek : dasar
Mood : irritable
Perhatian : cukup
Persepsi : Halusinasi dengar (+)
Pikiran : waham curiga (+), Asosiasi longgar
Tingkah laku : Agresivitas
2.5 AnalisisMasalah

1. Parno, berusia 42 tahun, seorang marketing di bank ABC, dibawa ke UGD RS


karena tiba-tiba mengamuk dan memukul cleaning service di kantornya dua
hari yang lalu. Sebelum terjadi pemukulan, Parno merasa tersinggung pada
cleaning service yang menyuruhnya tidak melewati lantai yang sudah
dibersihkannya.
a. Apa system yang terlibat pada kasus?
Jawab:
Sistem yang terlibat pada kasus adalah sistem limbik. Berkat perannya dalam
pengendalian emosi, sistem limbik dihipotesiskan terlibat dalam dasar
neuropatologi skizofrenia. Bahkan, area otak ini terbukti menjadi subyek studi
neuropatologi untuk skizofrenia. Banyak studi sampel otak skizofrenik
postmortem yang terkontrol baik menunjukan adanya pengurangan ukuran regio
yang meliputi amigdala, hipookampus, dan girus hipokampus dilaporkan pula
adanya disorganisasi neuron di dalam hipokampus pasien zkizofrenik
Konsultasi antara pusat otak bagian atas dengan sistem limbik sangat penting
dalam formulasi emosi. Sistem limbik dihubungkan dengan daerah korteks
serebral yang terlibat dalam pembelajaran kompleks, bernalar, dan personalitas.
Sistem limbik terdiri atas bagian diensafalon yang terdiri dari :
1.

TALAMUS

2.

HIPOTALAMUS

3.

AMIGDALA

4.

HIPPOCAMPUS

5.

SEPTUM

6.

GANGLIA BASALIS

Sistem yang terlibat terkait keluhan Tn Parno mengamuk, memukul, marah,


dan mudah tersinggung adalah sistem limbik, area lobus frontalis, dan juga
ganglia basalis. Ketiga sistem ini pada kasus tidak menjalankan fungsi fisiologis
normalnya.
Bagian sistem limbik sendiri terdiri dari:
a. Hipothalamus elemen pusat sistem limbik
b. Amigdala pusat emosi dan memori bersama dengan gyrus cinguli
c. Hipocampus proses belajar dan memori
d. Dan struktus anatomi lainnya
Peran penting sistem limbik yang telah diketahui adalah:
a. Struktur-struktur limbik terlibat dalam perkembangan sensasi emosi beserta
respons viseral yang menyertai emosi tersebut. Reaksi-reaksi takut, marah,
serta emosi yang berhubungan dengan perilaku seksual.
b. Hipocampus berkaitan dengan memori yang baru saja terjadi.
Sistem saraf berkomunikasi melalui dua signal yang saling berkesinambungan
yaitu gabungan signal kimia dan signal listrik. Signal kimia ini disebut dengan
neurokrin. Dimana neurokrin terbagi menjadi tiga yaitu:
a. Neurotransmitter neurokrin yang melalu celah antar sinaps yang sempit dan
berefek cepat
b. Neuromodulator neurokrin yang mempengaruhi signal parakrin atau
autokrin

c. Neurohormon neurokrin yang dikeluarkan oleh neuron melalui darah untuk


mencapai target neuron yang jauh.
Sumber:
Silverthorn, 2014
Sadock, Benjamin J. 2014.
Snell,2006
b. Apa makna Tn. Parno tiba- tiba mengamuk dan memukul cleaning karena
merasa tersinggung pada cleaning servis?
Jawab:
Maknanya adalah pasien mengalami gejala ( - ) dari skizofrenia yaitu
gangguan afek dan emosi. Serta terjadinya perubahan mood yang irritable pada
pasien.( Hawari, Dadang. 2009).
Gejala-gejala skizofrenia dapat dibagi menjadi 2 kelompok gejala positif dan
gejala negatif.
a. Gejala Negatif
Pada gejala negatif terjadi penurunan, pengurangan proses mental atau proses
perilaku (Behavior). Hal ini dapat menganggu bagi pasien dan orang
disekitarnya.
1) Gangguan afek dan emosi
Gangguan dan emosi pada skizofrenia berupa adanya kedangkalan afek
dan emosi (emotional blunting), misalnya : pasien menjadi acuh tak acuh
terhadap hal-hal yang penting untuk dirinya sendiri seperti keadaan
keluarga dan masa depannya serta perasaan halus sudah hilang, hilangnya
kemampuan untuk mengadakan hubungan emosi yang baik (emotional
rapport), terpecah belahnya kepribadian maka hal-hal yang berlawanan
mungkin terdapat bersama-sama, umpamanya mencintai dan membenci
satu orang yang sama atau menangis, dan tertawa tentang suatu hal yang
sama (ambivalensi) (Lumbantobing, 2007)
2) Alogia
Penderita sedikit saja berbicara dan jarang memulai percakapan dan
pembicaraan. Kadang isi pembicaraan sedikit saja maknanya. Ada pula
pasien yang mulai berbicara yang bermakna, namun tiba-tiba ia berhenti
bicara,

dan

baru

bicara

(Lumbantobing, 2007).

lagi

setelah

tertunda

beberapa

waku

3) Avolisi
Ini merupakan keadaan dimana pasien hampir tidak bergerak, gerakannya
miskin. Kalau dibiarkan akan duduk seorang diri, tidak bicara, tidak ikut
beraktivitas jasmani (Lumbantobing, 2007).
4) Anhedonia
Tidak mampu menikmati kesenangan, dan menghindari pertemanan
dengan orang lain (Asociality) pasien tidak mempunyai perhatian, minat
pada rekreasi. Pasien yang sosial tidak mempunyai teman sama sekali,
namun ia tidak memperdulikannya (Lumbantobing, 2007).
5) Gejala Psikomotor
Adanya

gejala

katatonik

atau

gangguan

perbuatan

dan

sering

mencerminkan gangguan kemauan. Bila gangguan hanya kemauan saja


maka dapat dilihat adanya gerakan yang kurang luwes atau agak kaku,
stupor dimana pasien tidak menunjukkan pergerakan sam sekali dan dapat
berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan dan kadang bertahun-tahun
lamanya pada pasien yang sudah menahun; hiperkinese dimana pasien
terus bergerak saja dan sangat gelisah (Kaplan and Sadock, 2010).
b. Gejala Positif
Gejala positif dialami sensasi oleh pasien, padahal tidak ada yang merangsang
atau mengkreasi sensasi tersebut. Dapat timbul pikiran yang tidak dapat
dikontrol pasien.
1) Delusi (Waham)
Merupakan gejala skizofrenia dimana adanya suatu keyakinan yang salah
pada pasien. Pada skizofrenia waham sering tidak logis sama sekali tetapi
pasien tidak menginsyafi hal ini dan dianggap merupakan fakta yang tidak
dapat dirubah oleh siapapun.Waham yang sering muncul pada pasien
skizofrenia adalah waham kebesaran,waham kejaran,waham sindiran,
waham dosa dan sebagainya (Kaplan and Sadock, 2010).
2) Halusinasi
Mendengar suara, percakapan, bunyi asing dan aneh atau malah
mendengar musik, merupakan gejala positif yang paling sering dialami
penderita skizofrenia (Lumbantobing, 2007).

2. Parno tampak terlihat sesuai usianya rambut dan pakaian rapi, memandang
sekeliling dengan waspada dan ekspresi wajah terlihat marah.
a. Apa makna Tn. Parno memandang sekeliling dengan waspada dan ekspresi
wajah terlihat marah?
Jawab:
Makna Tn. Parno memandang sekeliling dengan waspada menunjukan bahwa
Ia telah mengalami gejala (+) dari skizofrenia yaitu Waham Paranoid dan juga
menunjukkan afek Tumpul, yaitu gangguan afek yang bermanifestasi sebagai
penurunan intensitas tonus perasaan yang diungkapkan.
Ekspresi wajah terlihat marah dengan memandang adanya gangguan mental
pada afek, yaitu ekspresi emosi yang teramati, mungkin tidak sesuai dengan
deskripsi pasien tentang emosinya. Memandang sekeliling dengan waspada
Sumber:
Sadock, 2014

3. Enam bulan yang lalu, pasien merasa merasa tersinggung dengan teguran
atasannya karena jumlah nasabah bank yang ditargetkan tidak tercapai. Sejak
saat itu pasien mudah tersinggung oleh hal-hal yang kecil, susah tidur dan tidak
focus pada pekerjaannya. Pasien merasa semua orang ikut membencinya.
a. Bagaimana hubungan kejadian 6 bulan yang lalu dengan perubahan sikap
yang mudah tersinggung oleh hal kecil, susah tidur, tidak focus pada
pekerjaan dan merasa semua orang membencinya?
Jawab:
Peningkatan afek menyebabkan energi dan aktifitas positif sehingga
meyebabkan perubahan perilaku gangguan psikososial dan faktor stressor terlalu
lama akan menyebabkan perubahan keadaan fungsional neurotransmiter dan
intraneural sehingga terjadilah perubahan perilaku.
Selain itu, didalam perjalanan skizofrenia adalah bahwa mereka telah
mempunyai kepribadian skizoid kepribadian yang dapat ditandai sebagai
pendiam,pasif dan introver sehingga akan menimbulkan skizofrenia pada saat
dewasa jika terdapat stressor yang dapat mengubah kepribadiannya.
Sumber
Sylvi D. Elvira, Hadisukanto G, 2013
b. Apa yang dimaksud dengan gangguan jiwa?
Jawab:

Konsep gangguan jiwa dari PPDGJ II yang merujuk ke DSM-III adalah


sindrom atau pola perilaku, atau psikologi seseorang, yang secara klinik cukup
bermakna, dan yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan
(distress) atau hendaya (impairment/disability) di dalam satu atau lebih fungsi
yang penting dari manusia
Gangguan jiwa adalah gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi
jiwa.Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya
emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca
indera).Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita
(dan keluarganya)
Sumber:
Stuart & Sundeen, 1998
Maslim,2013
c. Apa saja jenis jenis gangguan jiwa?
Jawab:
Dalam menjelaskan macam-macam gangguan mental (mental disorder), merujuk
pada PPDGJ III yang digolongkan sebagai berikut:
1. Gangguan mental organik dan simtomatik;
Gangguan mental organik adalah gangguan mental yang berkaitan dengan
penyakit atau gangguan sistematik atau otak yang dapat di diagnosis secara
tersendiri. Sedangkan gangguan simtomatik adalah gangguan yang diakibatkan
oleh pengaruh otak akibat sekunder dari penyakit atau gangguan sistematik di
luar otak (extracerebral).
2. Gangguan mental dan perilaku akibat zat psikoaktif.
Gangguan yang disebabkan karena penggunaan satu atau lebih zat psikoaktif
(dengan atau tidak menggunakan resep dokter).
3. Gangguan skizofrenia dan gangguan waham.
Gangguan skizofrenia adalah gangguan yang pada umumnya ditandai oleh
penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta

oleh afek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul (blunted). Sedangkan
gangguan waham adalah gejala ganguan jiwa di mana jalan pikirannya tidak
benar dan penderita itu tidak mau di koreksi bahwa hal itu tidak betul; suatu jalan
pikiran yang tidak beralasan.
4. Gangguan suasana perasaan (mood/afektif).
Gangguan suasana perasaan (mood/afektif) adalah perubahan suasana perasaan
(mood) atau afek, biasanya kearah depresi (dengan atau tanpa anxietas yang
menyertainya), atau kearah elasi (suasana perasaan yang meningkat).
5. Gangguan neurotik, somatoform dan gangguan stres.
Gangguan neurotik, somatoform dan gangguan stes merupakan satu kesatuan dari
gangguan jiwa yang disebabkan oleh faktor psikologis.
6. Sindrom perilaku yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor
fisik.
Gangguan mental yang biasanya ditandai dengan mengurangi berat badan dengan
segaja, dipacu dan atau dipertahankan oleh penderita.
7. Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa
Suatu kondisi klinis yang bermakna dan pola perilaku yang cenderung menetap,
dan merupakan ekspresi dari pola hidup yang khas dari seseorang dan cara-cara
berhubungan dengan diri-sendiri maupun orang lain.
8. Retardasi mental
Retardasi mental adalah keadaan perkembangan jiwa yang terhenti atau tidak
lengkap, terutama ditandai oleh terjadinya hendaya keterampilan selama masa
perkembangan sehingga berpengaruh pada tingkat keceradsan secara menyeluruh.
9. Gangguan perkembangan psikologis.
Gangguan yang disebabkan kelambatan perkembangan fungsifungsi yang
berhubungan erat dengan kematangan biologis dari susunan saraf pusat, dan
berlangsung secara terus menerus tanpa adanya remisi dan kekambuhan yang
khas. Yang dimaksud yang khas ialah hendayanya berkurang secara progresif

dengan bertambahnya usia anak (walaupun defisit yang lebih ringan sering
menetap sampai masa dewasa).
10. Gangguan perilaku dan emosional dengan onset masa kanak
kanak.
Gangguan yang dicirikan dengan berkurangnya perhatian dan aktivitas
berlebihan. Berkurangnya perhatian ialah dihentikannya terlalu dini tugas atau
suatu kegiatan sebelum tuntas/selesai. Aktivitas berlebihan (hiperaktifitas) ialah
bentuk kegelisahan yang berlebihan, khususnya dalam situasi yang menuntut
keadaan yang relatif tenang.
Sumber:
Maslim,2013
d. Bagaimana patofisiologi dari keluhan diatas? (mudah tersinggung, tidak
fokus, susah tidur dan merasa semua orang membencinya)
Jawab:
Didalam perjalanan skizofrenia adalah bahwa mereka telah mempunyai
kepribadian skizoid kepribadian yang dapat ditandai sebagai pendiam,pasif dan
introver sehingga akan menimbulkan skizofrenia pada saat dewasa jika terdapat
stressor yang dapat mengubah kepribadiannya.
Stressor akan mempengaruhi endorfin sebagai neurotransmiter sehingga akan
menyebabkan penurunan fungsi GABA yang akan menyebabkan meningkatnya
dopamin dan meningkatnya saraf simpatis dan parasimpatis yang akan memicu
terjadinya emosi, mudah tersinggung dan merasa orang lain sedang berniat jahat
padany (waham) serta halusinasi. Selain itu peningkatan GABA juga akan
menyebabkan menurunnya serotonin yang salah satunya berfungsi sebagai
pengaturan tidur sehingga dengan mnurunnya serotonin akan menyebabkan susah
tidur.
Sumber:
Richard S. Snell. 2011.

4. Sejak 1 bulan yang lalu pasien menarik diri, komunikasi dengan istri dan anakanak berkurang, tidur gelisah dan sering terbangun serta gampang marah oleh
hal-hal kecil.
a. Apa makna pasien menarik, komunikasi dengan istri dan anak anak
berkurang, tidur gelisah dan sering terbangun serta gampang marah oleh
hal hal kecil?
Jawab:
Maknanya adalah terjadi gangguan kepribadian prepsikotik/ episode psikotik
pertama kali ( fase predormal).
Gejala premorbid ada sebelum proses penyakit yang menunjukan bagian dari
gangguan yang sedang berkembang mengarah ke skizoid yang di tandai dengan
pendiam, pasief dan introver, menghingdar dari aktivitas sosial.
Sumber:
Harold I. Kaplan,M.D. dkk. 2010
5. Dia mencurigai cleaning service yang dipukulnya adalah mata-mata yang
disuruh oleh atasannya mengacaukan pekerjaan dengan menaruh benda tajam
di dalam jok kursinya. Pasien mendengar bisikan-bisikan gaib yang
mengejeknya.
a. Apa makna dia mecurigai cleaning service yang dipukulnya adalah matamata yang disuruh oleh atasannya mengacaukan pekerjaan dengan
menaruh benda tajam di dalam jok kursinya. Pasien mendengar bisikanbisikan gaib ?
Jawab:
Makna Ia mencurigai cleaning service adalah mata mata yang disuruh oleh
atasannya mengacaukan pekerjaan adalah bahwa Tn. Parno telah mengalami
waham paranoid tipe rujukan. Sementara Parno mendengar bisikan bisikan gaib
maknanya Ia telah mengalami halusinasi auditori.
Sumber:
Dharmono, 2013
b. Apa saja jenis-jenis waham?
Jawab:

Waham adalah suatu kepercayaan palsu yang menetap yang tak sesuai
dengan fakta dan kepercayaan tersebut mungkin aneh (misalnya; mata saya
adalah komputer yang dapat mengontrol dunia) atau bisa pula tidak aneh (hanya
sangat tidak mungkin, misalnya;FBI mengikuti saya) dan tetap dipertahankan
meskipun telah diperlihatkan bukti-bukti yang jelas untuk mengoreksinya. Waham
sering ditemukan pada gangguan jiwa berat dan beberapa bentuk waham yang
spesifik sering ditemukan pada skizofrenia.(Amir, 2013)
Jenis-jenis waham, yakni:
1. Waham bizarre: Keyakinan yang keliru, mustahil dan aneh (contoh: makhluk
angkasa luar menanamkan elektroda di otak manusia)
2. Waham sistematik: keyakinan yang keliru atau keyakinan yang tergabung
dengan satu tema/kejadian (contoh: orang yang dikejar-kejar polisi atau
mafia)
3. Waham nihilistik: perasaan yang keliru bahwa diri dan lingkungannya atau
dunia tidak ada atau menuju kiamat
4. Waham somatik: keyakinan yang keliru melibatkan fungsi tubuh (contoh:
yakin otaknya meleleh)
5. Waham paranoid: termasuk di dalamnya waham kebesaran, waham
kejaran/persekutorik, waham rujukan (reference), dan waham dikendalikan.

Waham kebesaran: keyakinan atau kepercayaan, biasanya psikotik


sifatnya, bahwa dirinya adalah orang yang sangat kuat, sangat berkuasa
atau sangat besar.

Waham kejaran(persekutorik): satu delusi yang menandai seorang


paranoid, yang mengira bahwa dirinya adalah korban dari usaha untuk
melukainya, atau yang mendorong agar dia gagal dalam tindakkannya.
Kepercayaan ini sering dirupakan dalam bentuk komplotan yang khayali,
dokter dan keluarga pasien dicurigai bersama-sama berkomplot untuk
merugikan, merusak, mencederai, atau menghancurkan dirinya.

Waham rujukan (delusion of reference): satu kepercayaan keliru yang


meyakini bahwa tingkah laku orang lain itu pasti memfitnah,
membahayakan, atau akan menjahati dirinya.

Waham dikendalikan: keyakinan yang keliru bahwa keinginan, pikiran,


atau perasaanya dikendalikan oleh kekuatan dari luar. Termasuk
didalamnya:
-

Thought withdrawal: waham bahwa pikirannya ditarik oleh orang lain


atau kekuatan lain

Thought insertion: waham bahwa pikirannya disisipi oleh orang lain


atau kekuatan lain

Thought broadcasting: waham bahwa pikirannya dapat diketahui oleh


orang lain, tersiar di udara

Thought control: waham bahwa pikirannya dikendalikan oleh orang


lain atau kekuatan lain

6. Waham cemburu: keyakinan yang keliru yang berasal dari cemburu patologis
tentang pasangan yang tidak setia
7. Erotomania: keyakinan yang keliru, biasanya pada perempuan, merasa yakin
bahwa seseorang sangat mencintainya
Sumber:
Dharmono, 2013
c. Apa saja jenis- jenis dari afektif?
Jawab:
Afek merupakan ekspresi emosi yang teramati, mungkin tidak sesuai dengan
deskripsi pasien tentang emosinya.
Afek dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:
a. Afek sesuai
Kondisi ketika nada emosi selaras dengan ide, pikiran, atau gaya bicara yang
menyertai, juga dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai sebagai afek luas atau
penuh, yaitu kisaran emosi yang penuh diekspresikan dengan tepat.
b. Afek tidak sesuai
Ketidakharmonisan antara nada perasaan emosional dengan ide pikiran, atau
gaya bicara yang menyertai.
c. Afek tumpul
Gangguan afek yang bermanifestasi sebagai sangat berkurangnya intensitas
tonus perasaan yang diungkapkan.
d. Afek terbatas atau menyempit

Berkurangnya intensitas nada perasaan yang kadarnya tidak begitu parah


disbanding afek datar namun jelas menurun.
e. Afek datar
Tidak ada atau hamper tidak ada tanda ekspresi afektif, suara monotonm
wajah tidak bergerak.
f. Afek labil
Perubahan nada perasaan emosional yang cepat dan mendadak, tidak
disebabkan oleh stimulus eksterna.
Sumber:
Sadock, 2014
d. Apa saja jenis jenis halusinasi?
Jawab:
Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan palsu, tidak berhubungan dengan
stimulas eksternal yang nyata; menghayati gejala-gejala yang dikhayalkan
sebagai hal yang nyata.
Jenis-jenis halusinasi, yakni:
1) Halusinasi hipnagogik: persepsi sensorik keliru yang terjadi ketika mulai jatuh
tertidur, secara umum bukan tergolong fenomena patologis
2) Halusinasi hipnapompik: persepsi sensorik keliru yang terjadi ketika seseorang
mulai terbangun, secara umum bukan tergolong fenomena patologis
3) Halusinasi auditorik: persepsi suara yang keliru, biasanya berupa suara orang
meski dapat suara lain seperti musik, merupakan jenis halusinasi yang paling
sering ditemukan pada gangguan pskiatri
4) Halusinasi visual: persepsi pengelihatan keliru yang dapat berupa bentuk jelas
(orang) ataupun bentuk tidak jelas (kilatan cahaya), sering kali terjadi pada
gangguan medis umum
5) Halusinasi penciuman: persepsi penghidu keliru yang seringkali terjadi pada
gangguan medis umum
6) Halusinasi pengecapan: persepsi pengecapan keliru seperti rasa tidak enak
sebagai gejala awal kejang, seringkali terjadi pada gangguan medis umum
7) Halusinasi taktil: persepsi perabaan keliru seperti phantom libs (sensasi
anggota tubuh teramputasi) atau formikasi (sensasi merayap dibawah kulit)

8) Halusinasi somatik: sensasi keliru yang terjadi pada atau didalam tubuhnya,
lebih sering menyangkut organ dalam (juga dijekan sebagai cenesthesic
hallucination)
9) Halusinasi liliput: persepsi keliru yang mengakibatkan obyek terlihat kecil
(micropsia)
Sumber:
Dharmono, 2013
6. Pasien sedang mengerjakan suatu proposal yang memberi dia peluang menjadi
orang nomor satu di kantornya. Pasien cemas kesempatan tersebut akan gagal
diraihnya, sebab ide-ide cemerlang yang ada di dalam pikirannya disiarkan oleh
suatu kekuatan luar dan pikirannya terasa bergema. Dia takut ide-idenya akan
dicuri oleh saingannya.
a. Apa makna Pasien menganggap ide- ide cemerlang yang ada di dalam
pikirannya disiarkan oleh suatu kekuatan luar dan pikirannya terasa
bergema?
Jawab:
Makna nya pasien mengalami gangguan psikologis yaitu berupa waham
dikendalikan berupa thought broadcasting dimana waham dikendalikan adalah
keyakinan yang keliru bahwa keinginan, pikiran, atau perasaanya dikendalikan
oleh kekuatan dari luar sementara thought broadcasting yaitu isi pikirannya
tersiar keluar sehingga orang lain/ umum mengetahuinya.
Pikiran bergema menandakan tough echo, yaitu isi pikiran dirinya sendiri
yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras)

Sumber:
Dharmono, 2013

b. Pasien dirawat dan mendapat terapi psikofarmaka Risperidon 2 mg 2x1 dan


Clorpromazin 100 mg 1x 1/2 tablet sore.
a. Bagaimana farmakokinetik dan farmakodinamik dari obat risperidon dan
chlorpromazine?
Jawab:
1. Chloropromazine.
Chloropromazine termasuk kedalam golongan Phenothiazine, salah satu jenis
obat APG-1 (Anti Psikotika Generasi Pertama)

a. Dosis penggunaan oral


Dosis Akut
: 200 1000 mg/hari
Dosis Pemeliharaan: 200 400 mg/hari
b. Pharmacologi
Sebagai antagonis D2 receptors (reseptor dopamin) di otak
Bioavailability 20%
Onset 30 60 min
Duration 4-6 jam
Metabolisme di Hepar
Eliminasi lewat urin.
c. Efek Samping
Akathisia
Efek sedasi
Parkinsonism
2. Risperidone
Risperidone termasuk golongan obat benzisoxazole, yang termasuk jenis obat
APG-2 (Anti Psikotika Generasi Kedua)
a. Dosis penggunaan oral
Dosis : 1 2 mg/hari (Medscape)
b. Pharmacology
Sebagai antagonis 5-HTA2 (Serotonin receptor) dan antagonis D2
receptors (Dopamin receptor)
Bioavailability 70%
Metabolisme di Hepar
Eliminasi lewat urin (70%) dan feses (14%)
c. Efek Samping
Somnolen
Insomnia
Sakit Kepala
Anxiety
Akathisia
Efek sedasi
Parkinsonism
Sumber:
Frankenburg R Frances, MD. 2016
Elvira D Sylvia, Hadisukanto Gitayanti. 2014.
c. Riwayat premorbid :

Bayi : lahir spontan, cukup bulan, langsung menangis, ditolong bidan

Masa anak-anak : pendiam, tidak terlalu banyak teman

Masa remaja : pendiam, tertutup, teman terbatas, cenderung waspada

Dewasa awal : pendiam, tertutup, teman terbatas, cenderung waspada


Riwayat pendidikan :
SD, SMP, SMA : tamat dengan nilai baik
Perguruan Tinggi : menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi dengan nilai baik
Riwayat penyakit sebelumnya :
Trauma kepala tidak ada
Kejang demam tidak ada
NAPZA (-)
Merokok (-)
Asma (-)
Alergi (-)
Riwayat gangguan jiwa sebelumnya tidak ada
Riwayat keluarga :
Anak ke-3 dari 3 bersaudara
Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga di sangkal
Status ekonomi :
Ayah adalah seorang tentara dan Ibu adalah PNS
a. Bagaimana Interpretasi dari riwayat premorbid?
Jawab:
Riwayat Premorbid
Bayi

Interpretasi

Lahir spontan, cukup bulan, langsung Normal


menangis, ditolong bidan.

Masa kanak-kanak

Pendiam, tidak terlalu banyak teman

Abnormal, yang maknanya


mengalami gangguan skizoid
.

Masa remaja

Pendiam,

tertutup,

teman

terbatas, Abnormal, yang maknanya

cenderung waspada.

mengalami

gangguan

skizoid.
Dewasa awal

Pendiam,

tertutup,

teman

terbatas, Abnormal, yang maknanya

cenderung waspada.

mengalami gangguan skizoid


dan fase prodormal.

Sehingga disimpulkan dari riwayat premorbid : Tn. Parno memiliki


kepribadian pendiam, tertututp, sehingga kemungkinan orang-orang dengan
kepribadian ini sulit untuk mendapatkan teman.
b. Apa yang dimaksud dengan riwayat premorbid?
Jawab:
Riwayat premorbid adalah riwayat fungsi mental lama sebelum terjadinya
skizofrenia. Sementara Kepribadian premorbid merupakan bentuk
kepribadian yang khusus sebagai predisposisi terhadap timbulnya suatu
penyakit.
c. Apa makna Riwayat pendidikan, penyakit sebelumnya, keluarga dan
Status ekonomi Tn. Parno?
Jawab:
Riwayat pendidikan:
Riwayat pendidikan

Interpretasi

SD, SMP, SMA

Tamat dengan nilai baik

Normal

Perguruan tinggi

Menyelesaikan pendidikan SI akutansi Normal


dengan nilai baik.

Penyakit pada pasien (skizofrenia) tidak menganggu fungsi kognitif dari


pasien itu sendiri, dimana biasanya pasien skizofrenia memiliki IQ yang normal.
Riwayat penyakit sebelumnya :
Riwayat penyakit sebelumnya

Interpretasi

Trauma kepala tidak ada

Normal

Kejang demam tidak ada

Normal

NAPZA (-)

Normal

Merokok (-)

Normal

Asma (-)

Normal

Alergi (-)

Normal

Riwayat gangguan jiwa sebelumnya tidak

normal

ada

Makna riwayat penyakit sebelumnya tidak ada ialah menunjukkan


tidak

ada

diagnosis.

pemakaian

obat

Menyingkirkan
terlarang

dan

gangguan
kejang

Aksis III

jiwa

akibat

demam

yang

mempengaruhi SSP, Gangguan schizoid dapat dicetuskan atau disebabkan


oleh penggunaan

kanabis ganja, gelek, marijuana.

(Maslim, 2013)

Riwayat keluarga:
Riwayat keluarga:
Anak ke 3 dari 3 beraudara

Interpretasi
Terdapat hubungan , dimana
anak bungsu cenderung manja
dan

bergantung

terhadap

orangtuannya tau kakaknya


dan kebanyakan tidak bisa
menyelesaikan
sendiri

masalahnya

sehingga

meningkatakan
teradinya stress.
Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga di Normal
sangkal.

Status ekonomi:
Status ekonomi
Ayah seorang tentara dan ibu PNS

Interpretasi
Normal.

dapat
resiko

Keluarga Parno merupakan keluarga yang tergolong Mampu secara Ekonomi,


sehingga Kebutuhan Gizi yang didapat pada parno selama tumbuh kembangnya
rterpenuhi dengan baik
d. Apa yang dimaksud dengan gangguan kepribadian?
Jawab:
Gangguan kepribadian adalah ciri kepribadian yang bersifat tidak fleksibel
dan maladaptif yang menyebabkan disfungsi yang bermakna atau penderitaan
subjektif. Orang dengan gangguan kepribadian menunnjukan pola rela dan
persepsi terhadap lingkungan dan diri sendiri yang bersifat berakar mendalam
tidak fleksibel serta bersifat maladaptif.
Sumber:
Mangindaan, 2013
e. Apa saja jenis jenis gangguan kepribadian?
Jawab:
Dalam Diagnostik and Statistical Manual of Mental Disorders edisi keempat
(DSM-IV), gangguan kepribadian dikelompokkan ke dalam 3 kelompok, yaitu
1. Kelompok A, terdiri dari gangguan kepribadian paranoid, skizoid dan
skizotipal. Orang dengan gangguan seperti ini seringkali tampak aneh dan
eksentrik.
a. Gangguan Kepribadian Paranoid adalah pola kepribadian yang
didominasi oleh ketidak-percayaan dan kecurigaan terhadap orang lain
disertai rasa dengki.
b. Gangguan
didominasi

Kepribadian
oleh

Skizoid adalah

pemisahan

diri

dari

pola

kepribadian

pergaulan

sosial

yang
dan

menyempitnya ekspresi emosional (dingin).


c. Gangguan Kepribadian Skizotipal adalah pola kepribadian yang
didominasi oleh rasa tidak nyaman dalam hubungan dengan orang lain,
penyimpangan polapikir (cognitive) atau persepsi dan perilaku yang
eksentrik (aneh).
2. Kelompok B, terdiri dari gangguan kepribadian antisosial, ambang,
histrionik dan narsistik. Orang dengan gangguan ini sering tampak
dramatik, emosional, dan tidak menentu.

a. Gangguan Kepribadian Ambang merupakan pola kepribadian yang


didominasi oleh ketidak-stabilan dalam hubungan pergaulan sosial,
citra diri (self-image), alam perasaan (affects) dan tindakan yang tiada
terduga serta menyolok (marked impulsitivy).
b. Gangguan Kepribadian Histrionik adalah pola kepribadian yang
didominasi oleh emosi yang berlebihan dan mencari perhatian.
c. Gangguan Kepribadian Narsistik adalah pola kepribadian yang
didominasi oleh perasaan dirinya hebat, senang dipuji dan dikagumi
serta tidak ada rasa empati (tidak punya perasaan).
3. Kelompok C, terdiri dari gangguan kepribadian menghindar, dependen dan
obsesif-kompulsif, dan satu kategori yang dinamakan gangguan kepribadian
yang tidak ditentukan (contohnya adalah gangguan kepribadian pasifagresif dan gangguan kepribadian depresif). Orang dengan gangguan ini
sering tampak cemas atau ketakutan.
a. Gangguan Kepribadian Menghindar adalah pola kepribadian yang
didominasi oleh hambatan sosial, perasaan tidak percaya diri dan
sangat sensitif terhadap hal-hal yang negatif.
b. Gangguan Kepribadian Dependen adalah pola kepribadian yang
didominasi

oleh

ketidak-mampuan

untuk

berdiri

sendiri,

ketergantungan terhadap orang lain dan keinginan untuk selalu


dilayani.
c. Gangguan Kepribadian obsesif-comfulsif adalah pola kepribadian yang
didominasi oleh pikiran yang terpaku (preoccupation) terhadap
kebiasaan sehari-hari, kontrol diri yang kuat dan serba ingin
sempurna(perfectionism).
d. Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif (Passive-Agressive Personality
Disorders)adalah pola kepribadian yang didominasi oleh perilaku yang
tidak wajar terhadap pekerjaan maupun pergaulan sosial, msialnya
berlambat-lambat, mengulur waktu dengan alasan lupa.
Sumber:
Suryabrata, 2005
f. Apa saja penyebab dan factor risiko dari gangguan kepribadian?
Jawab:

Belum diketahui pasti penyebab skizofrenia. Namun terdapat beberapa hasil


penelitian yang dilaporkan saat ini adalah :
1. Biologi : tidak terdapat gangguan fungsional dan struktur patognomonik
ditemukan pada penderita skizofrenia. Lokasi terjadinya skizofrenia pada
hipokampus dikaitkan dengan memori dan atrofi lobus frontal di
hubungkan dengan symtom negatif, gangguan

fungsi hemisfer kiri,

gangguan transmisi dan penguragan corpus callosum, pengecilan vermis


serebri, penurunan aliran darah dan metabolisme glukosa di lobus frontal.
2. Biokimia : gangguan neurotransmiter sentral yaitu terjadinya penigkatan
aktifitas dopamin sentral (hipotesis dopamin). Hipotesis ini dibuat
berdasarkan tiga penemuan utama :
a. Efektivitas obat-obat neuroleptk (misal fenotiazin) pada skizofrenia ia
bekerja memblok reseptor dopamin pasca sinaps (tipe D2)
b. Terjadinya psikosis akibat penggunaan amfetamin.
c. Adanya peningkatan jumlah reseptor D2 di nukleus kaudatus, nukleus
akumben dan putamen pada sizofrenia.
Penelitian reseptor D1, D5, D4 saat ini, tidak banyak memberikan
hasil. Teori lain yaitu peningkatan serotonin di susunan saraf pusat
(terutama 5-TH 2A) dan kelebihan NE di forebrain limbik ( terjadi pda
beberapa penderita skizofrenia). Setelah pemberian obat yang bersifat
antagonis terhadap neurotransmiter tersebut terjadi perbaikan klinik
skizofrenia.
d. Genetika : skizofrenia mempunyai komponen yang diturunkan secara
signifikan kompleks, dan poligen. Sesuai dengan penelitian hubungan
darah, skizofrenia adalah gangguuan bersifat keluarga
e. Faktof keluarga : kekacauan dan dinamika dalam keluarga memegang
peran penting dalm menimbulkan kekambuhan dan mempertahankan
remisi.
Sumber:
Sylvi D. Elvira, Hadisukanto G. 2013.
9. Pemeriksaan fisik: dalam batas normal
a. Bagaimana Interpretasi pemeriksaan fisik?
Jawab:
Aksis III tidak ada diagnosis

10. Status psikiatrikus :


Afek : dasar
Mood : irritable
Perhatian : cukup
Persepsi : Halusinasi dengar (+)
Pikiran : waham curiga (+), Asosiasi longgar
Tingkah laku : Agresivitas
a. Bagaimana interpretasi dari status psikiatrikus?
Jawab:
Manifestasi klinis dari skizofrenia, yaitu adanya gangguan proses pikir, yaitu
asosiasi longgar dimana ide pasien sering tidak menyambung. Gangguan isi pikir
yang ditandai dengan waham dan gngguan persepsi yaitu halusinasi.

11. Bagaimana cara mendiangnosis pada kasus ini ?


Jawab:
Kriteria diagnostik DSM IV-TR Skizofrenia
Gejala karakteristik : 2 atau lebih poin berikut, masing-masing terjadi dalam porsi
waktu yang signifikan selama periode 1 bulan (atau kurang bila telah berhasil
diobati):
1.
2.
3.
4.
5.

Waham
Halusinasi
Bicara kacau (contoh: sering melantur atau inkohorensi)
Perilaku yang sangat kacau atau katatonik
Gejala negative, afektif mendatar, alogia, atau kehilangan minat.

Subtipe Skizofrenia;
Tipe paranoid :
1. Preokupasi terhadap satu atau lebih waham atau halusinasi auditorik yang sering
2. Tidak ada hal berikut ini yang prominen: bicara kacau, perilaku kacau atau
katatonik, atau afek datar atau tidak sesuai
Tipe hebefrenik :
1. Semua hal di bawah ini prominen:
a. Bicara kacau.
b. Perilaku kacau.
c. Afek datar atu tidak sesuai.

2. Tidak memenuhi kriteria tipe katatonik


Tipe katatonik :
1. Imobilitas motorik sebagaimana dibuktikan dengan ketalepsi (termasuk
fleksibilitas serea) atau stupor
2. Aktivitas motorik yang berlebihan (yaitu yang tampaknya tidak bertujuan dan
tidak dipengaruhi stimulus eksternal)
3. Negativism ekstrim (resistensi yang tampaknya tak bermotif terhadap semua
instruksi atau dipertahankannya suatu postur rigid dari usaha menggerakkan)
atau mutisme
4. Keanehan gerakan volunteer sebagaimana diperlihatkan oleh pembentukan
postur (secara volunteer menempatkan diri dalam postur yang tidak sesuai atau
bizar), gerakan streotipi, mekanisme prominen, atau menyeringai secara
prominen.
5. Ekolalia atau ekopraksia
Tipe Tak Terdiferensiasi
1. Tipe skizofrenia yang gejala nya memenuhi kriteria A, namun tidak memenuhi
kriteria tipe paranoid, hebefrenik, atau katatonik.
Tipe Residual:
1. Tidak ada waham, halusinasi, bicara kacau yang prominen, serta perilaku sangat
kacau atau katatonik.
2. Terdapat bukti kuntinue adanya gangguan, sebagaimana diindikasikan oleh
adanya gejala yang tercantum pada kriteria 1 untuk skizofrenia, yang tampak
dalam bentuk yang lebih lemah (contoh: keyakinan aneh, pengalaman
perceptual tak lazim)
Sumber:
Sadock, 2014
12. Apa diagnosis banding pada kasus ini ?
Jawab:

Skizofrenia

Skizofrenia hebefrenik

Skizoafektif

Gangguan Skizotipal

Halusinasi

Skizofrenia

Skizofrenia

Skizoafektif

paranoid

hebefrenik

+, paling dominan

dan menetap
Waham

Bicara kacau

Perilaku kacau

+/-

Afek datar

+/-, tidak menonjol

+, paling

menonjol
Waham curiga

+/-

Gangguan afektif

+/-

+, paling menonjol
Sumber : Maslim, 2013

Skizofrenia didiagnosis banding dengan berbagai jenis gangguan jiwa karena


psikopatologinya yang beragam. Pada dasarnya, masing-masing subtipe bisa
diagnosis banding dengan yang lainnya. Di luar itu, skizofrenia bisa didiagnosis
banding dengan gangguan waham menetap, gangguan mood, gangguan psikotik akut,
gangguan kepribadian skizoid, gangguan kepribadian paranoid, sampai gangguan
skizotipal, tergantung psikopatologi yang ada dan mendominasi.
13. Apa pemeriksaan penunjang pada kasus ini ?
Jawab:
1. MRI
2. CT- SCAN
3. EEG

Gangguan yang paling sering terlihat yaitu pelebaran ventrikel tiga dan lateral
yang stabil yang kadang-kadang sudah terlihat sebelum awitan penyakit, atropi
bilateral lobus temporalis medial dan lebih spesifik lagi yaitu girus parahipokampus,
hipokampus dan amigdala disorientasi spasial sel pyramid hipkampus dan penurunan
volume korteks prefrontal dorsolateral.
Sumber:
Sadock, 2014
14. Apa diagnosis pasti pada kasus ini ?
Jawab:
Skizofrenia tipe Paranoid
Aksis I
Aksis II
Aksis III
Aksis IV
Aksis V

: F.20.0 Skizofrenia Paranoid


: Gangguan Kepribadian Skizoid
: tidak ada
: Stressor eksternal (lingkungan kerja)
: GAF scale 60-51

15. Bagaimana tatalaksana pada kasus ini ?


Jawab:
Pengobatan pada skizofrenia adalah untuk meredakan gejala dan mencegah
kekambuhan.
1. Farmakoterapi
a. Fenotiazin
: biasanya waham dan halusinasi menghilang dalam 2 hingga
3 minggu. Walau masih ada, pasien menjadi lebih kooperatif.
b. Klorpromazin
:
Awal: 100 mg 3x sehari yang dapat dinaikkan menjadi 200 mg 3x
sehari jika tidak terjadi perbaikan setelah 1 minggu, tetapi bila ada
respon dosis dipertahakan hingga 1 bulan, hingga ia tenang dan bias
mengurus dirinya sendiri.
Lanjutan : setiap minggu dosis diturunkan bertahap dan dosis rumatan
(3 x 50-100 mg) dipertahankan dalam 3 bulan.
c. Haloperidol
: 1 5 mg 3 x sehari.
d. Flufenazin dekanoat : diberi kepada pasien yang sukar ditemui sebanyak 1 x
sebulan.
2. Terapi Elektro-Konvulsi (TEK)
Tujuannya adalah memperpendek serangan namun tidak dapat mencegah serangan.
Baik bila digunakan untuk skizofrenia katatonik terutama stupor.
3. Psikoterapi dan rehabilitasi
Psikoterapi suportif individual atau kelompok
Teknik terapi perilaku kognitif
Adakan latihan atau permainan bersama dengan kelompok
Manipulasi lingkungan untuk menghindari stress
Pasien dijauhkan dari benda yang dapat membahayakannya ataupun orang lain.

Sumber:
Maramis, 2009

16. Apa komplikasi yang mungkin timbul pada kasus ini ?


Jawab:

Terlibat pada kasus hukum

Penyalahgunaan obat

Bunuh diri

Sumber:
Amir, 2013
17. Bagaimana prognosis pada kasus ini ?
Jawab:
Prognosis baik jika didapatkan gambaran klinik:
Awitan gejala-gejala psikoaktif terjadi dengan mendadak.
Terjadi setelah umur 30 tahun terutama perempuan.
Fungsi pekerjaan dan sosial premorbid baik
Gambaran emosi menonjol selama episode akut
Tidak ada bukti gangguan saraf
Tidak ada riwayat keluarga
Maka pada kasus ini prognosisnya adalah Dubia ad bonam.

18. Bagaimana Kompetensi dokter umum pada kasus ini ?


Jawab:
3A. Bukan gawat darurat
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi
pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat. Lulusan dokter mampu
menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan
dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. (Konsil
Kedokteran Indonesia, 2012)

19. Apa pandangan islam pada kasus ini ?


Jawab:
hai orang orang yang beriman jadikanlah sholat dan sabarmu sebagai
penolongmu,sesungguhnya allah beserta orang-orang yang sabar

(Al-baqarah 153)

2.6 Kesimpulan
Tn. Parno, 42 tahun, tiba tiba mengamuk dan memukul cleaning service, mudah
tersinggung, susah tidur, tidak fokus, cemas, mengalami waham paranoid dan halusinasi
auditori karena menderita Skizofrenia Tipe Paranoid
2.7 Kerangka konsep
Riwayat
Premorbid
Stres
berlebihan
Skizofrenia

Dopamin

Saraf
Simpatis

Mudah Cemas,
Waspada, dan
gelisah

Halusinasi +
Waham

DAFTAR PUSTAKA
Amir, N. 2013. Skizofrenia dalam Buku Ajar Psikiatri. Jakarta: FKUI
Dharmono, S. 2013. Tanda dan Gejala Klinis Pskiatri dalam Buku Ajar Pskiatri.
Jakarta: FKUI
Frankenburg R Frances, MD. 2016 Schizoprenia Medication, diakses dari
http://emedicine.medscape.com/article/288259-medication. -8 september 2016
Hawari, Dadang. (2009). Pendekatan Holistik Pada Gangguan Jiwa Skizofrenia. FKUI:
Jakarta.
Harold I. Kaplan,M.D. dkk. 2010. Synopsis of psychiatry. Jilid 1. Jakarta: binarupa aksara.
Kaplan H.I, Sadock B.J, Grebb J.A. 2010. Sinopsis Psikiatri Jilid 2. Terjemahan
Widjaja Kusuma. Jakarta: Binarupa Aksara
Lumbantobing, SM. 2007. Skizofrenia. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
Mangindaan, L. 2013. Gangguan Kepribadian dalam Buku Ajar Psikiatri. Jakarta:
FKUI
Maslim, R.2013.Diagnosis Gangguan Jiwa. Rujukan Ringkas dari PPDGJ III
dan DSM 5.Jakarta:PT Nuh Jaya.
Sadock, Benjamin J. 2014. Kaplan & Sadock Buku Ajar Psikiatri Klinis Edisi 2. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Silverthorn, Dee Unglaub. 2014. Fisiologi Manusia.Jakarta; EGC
Richard S. Snell. 2011. Clinical neuroanatomy. Ed.7. Jakarta: EGC
Suryabrata, S., 2005. Psikologi Kepribadian. Jakarta : CV Rajawali
Sylvi D. Elvira, Hadisukanto G. 2014. Buku ajar psikiatri. Ed2. FK UI: jakarta