Anda di halaman 1dari 14

KERANGKA ACUAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN TPM

(Tempat Pengolahan Makanan)

A. PENDAHULUAN
Rumah

makan,

depot dan

warung adalah

setiap tempat

usaha komersil

yang

lengkapkegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya.


Hygienesanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang,
tempat danperlengkapan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan
kesehatan.Pengawasan sanitasi makanan pada rumah makan, depot, warung, adalah pemantauan
secaraterus menerus terhadap rumah makan, depot, warung atas perkembangan tindakan atau
kegiatanatau persyaratan sanitasi makanan dan keadaan yang terdapat setelah usaha tindak lanjut
daripemeriksaan.Pemeriksaan merupakan usaha melihat dan menyaksikan secara langsung serta
menilaitentang
petunjuk

keadaan,

tindakan

atau

kegiatan

yang

dilakukan

serta

memberikan

saranperbaikan.Kegiatan pengawasan sanitasi makanan meliputi pendataan tempat

pengelolaan makanan,pemeriksaan berkala, member saran perbaikan, melakukan kunjungan


kembali, memberi peringatandan rekomendasi kepada pihak terkait serta laporan hasil pengawasa
B. LATAR BELAKANG
Dengan meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap makanan yang di sediakan di luar
rumah,maka prodak-prodak makanan yang disediakan oleh perusahaan atau perorangan yang
bergerak dalam usaha penyediaan makanan untuk kepentingan umum, haruslah terjamin
kesehatan dan keselamatannya. Hal ini hanya dapat terwujud bila di tunjang dengan keadaan
hygiene dan sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang baik dan dipelihara secara
bersama oleh pengusaha dan masyarakat.
TPM yang dimaksud meliputi rumah makan dan resto, jasa boga atau catering, industri
makanan, kantin, warung dan makanan jajanan. Sebagai salah satu jenis tempat pelayanan umum
yang mengolah dan menyediakan makanan bagi masyarakat banyak, maka TPM memiliki potensi
yang cukup besar untuk menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit bahkan keracunan akibat
dari makanan yang di hasilkannya. Demikian kwalitas makanan yang di hasilkan, di sajikan dan
dijual oleh TPM harus memenuhi syarat-syarat kesehatan. Salah satu cara kesehatan TPM yang
penting dan mempengaruhi kualitas hygiene sanitasi makanan tersebut adalah faktor lokasi dan
bangunan TPM. Lokasi dan bangunan yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan memudahkan
terjadinya kontaminasi makanan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus dan parasit
serta bahan-bahan kimia yang dapat menimbulkan resiko terhadap kesehatan.
Target Tempat pengelolaan makanan (TPM) yang memenuhi syarat (MS) tahun 2015 di
Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat 75 % dengan capaian 56 %.Yang menjadi penyebab tidak
tercapainya target Tempat Pengelolaan Makanan yang memenuhi syarat (MS) yakni masih di
temukan TPM yang belum memiliki sarana kesehatan lingkungan (Jamban,Wastapel) dan masih
ada karyawan yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) pada saat mengolah dan
menyajikan makanan.Sehingga perlu di tingkatkan pengawasan dan pembinaan kepada pemilik

dan karyawan TPM akan pentingnya sarana kesehatan dan penggunaan APD di Tempat
Pengelolaan Makanan.

C. TUJUAN
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui persyaratan sanitasi tempat pengololaan makanan (TPM) dan mampu
menerapkan persyaratan dan teknik pembersihan atau pemeliharaan di ruangan tempat
pengelolaan makanan (TPM) agar terhindar dari resiko pencemaran.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui lokasi / letak bangunan
b. Untuk mengetahui ruangan pengelolaan.
c. Untuk mengetahui tempat pencucian alat dan bahan makanan.
d. Untuk mengetahui tempat sampah.
e. Untuk mengetahui cara pembersihan dan tempat pemeliharaan.
f. Untuk mengetahui tempat cuci tangan.
g. Untuk mengetahui sarana air bersih ( SAB ).
h. Untuk mengetahui jamban.
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Pembinaan dan pengawasan terhadap sarana tempat pengelolahan makanan (TPM).
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Pengawasan dan pembinaan TPM ini

bersifat monitoring (inspeksi sanitasi) terhadap sarana

tempat pengelolahan makanan (TPM) di wilayah kerja puskesmas kota barat.


F. SASARAN
Semua Tempat Pengelolaan Makanan ( TPM ) yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Kota
Barat seperti; rumah makan, restoran, jasa boga / catering, home industri , depot air minum, kantin dan
makanan jajanan.
G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Jadwal pelaksanaan kegiatan setiap bulan untuk pembinaan dan pengawasan tempat
pengelolaan makanan ( TPM ).
H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali
I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan di laporkan
kepada kepala puskesmas.

KERANGKA ACUAN KLINIK SANITASI

A. PENDAHULUAN
Klinik sanitasi merupakan sebagai salah satu pelayanan puskesmas yang
mengintegrasikan antara upaya promotif, preventif kuratif, dan rehabilitatif mempunyai peran
antara lain, sebagai pusat informasi, pusat rujukan, fasilitator bidang kesehatan lingkungan dan
penyakit berbasis lingkungan dan masalah kesehatan lingkungan permukiman, yang difokuskan
pada penduduk yang beresiko tinggi di wilayah kerja puskesmas.
Masalah kesehatan berbasis lingkungan disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak
memadai baik kualitas maupun kuantitasnya serta perilaku hidup sehat masyarakat yang masih
rendah, mengakibatkan penyakit-penyakit seperti Diare, ISPA, TB Paru, malria dll, merupakan
sepuluh besar penyakit di puskesmas dan merupakan pola penyakit utama di Indonesia.
B. LATAR BELAKANG
Dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat, puskesmas merupakan ujung
tombak yang paling depan di wilayah kerjanya. Salah satu fungsi puskesmas yang penting adalah
mengembangkan dan membina kemandirian masyarakat di wilayah kerjanya. Mengembangkan
dan membina kemandirian masyarakat pada dasarnya mengembangkan dan membina proses
pemecahan masalah yang ada dimasyarakat. Hal ini berarti mengembangkan kemampuan dan
kemauan masyarakat mengenal masalah kesehatan dan potensi yang ada di masyarakat baik
berupa pemikiran maupun kemampuan yang berupa sumber daya. Salah satu upaya terobosan
untuk mengatasi masalah kesehatan berbasis lingkungan adalah klinik sanitasi.
Pengunjung klinik sanitasi dibedakan menjadi dua;
1. Pasien
Adalah penderita penyakit yang diduga berkaitan dengan kesehatan lingkungan yang ditujukan
oleh petugas medis keruang klinik sanitasi atau yang ditemukan dilapangan baik oleh petugas
medis/ paramedik maupun survey
2. Klien
Adalah masyarakat yang berkunjung ke puskesmas atau yang menemui petugas klinik sanitasi
bukan sebagai penderita penyakit tetapi untuk berkonsultasi tentang masalah yang berkaitan
dengan kesehatan lingkungan.
Capaian klinik sanitasi pada tahun 2015 meningkat di sebabkan adanya kasus DBD di akhir
tahun.Untuk mengatasi melonjaknya kasus kasus DBD ini di lakukan pemberantasan sarang
nyamuk (PSN),3M plus dan langkah akhir adalah FOGGING.
C. TUJUAN
1. Tujuan umum
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif dan kuratif yang
dilakukan secara terpadu,terarah,dan tersusun secara terus menerus agar masyarakat mampu
menerapkan kebersihan lingkungan baik di dalam rumah maupun dilingkungan sekitar.
2. Tujuan Khusus
Untuk mengetahui penyebab timbulnya penyakit yang berbasis lingkungan
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Wawancara,,mmeberikan saran dan rekemondasi terhadap pasien/klien dan bila


diperlukan,membuat kesepakatan dengan pasien/klien tentang jadwal KUSADES
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Klinik sanitasi ini di laksanakan dengan cara melakukan konseling dengan penderita/klien
tentang kejadian penyakit,keadaan lingkungan dan perilaku yang di duga berkaitan dengan
kejadian penyakit yang mengacu pada pedoman Teknis Klinik sanitasi untuk Puskesmas dan
panduan konseling bagi petugas klinik sanitasi di Puskesmas.
F. SASARAN
Semua pasien/klien yang datang dengan keluhan penyakit yang berbasis lingkungan.
G. ALAT DAN BAHAN.
1. Kuesioner
2. Atk
3. Masker
4.Kamera
H. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Jadwal pelaksanaan kegiatankonseling di lakukan setiap hari.dan untuk kegiatan Kusades
dilakukan 4 kali dalam sebulan.
I. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali
J. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan di laporkan
kepada kepala puskesmas.

KERANGKA ACUAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN TTU


(Tempat Tempat Umum)
A. PENDAHULUAN
Tempat-tempat umum adalah suatu tempat dimana bersifat umum (semua
orang) dapat masuk ke tempat tersebut untuk berkumpul melakukan kegiatan
baik secara insidentil maupun terus- menerus. Jadi tempat tempat umum adalah
suatu usaha untuk mengawasi dan mencegah kerugian akibat dari
tempat umum

terutama

yang

erat

hubungannya dengan

tempat

timbulnya

atau

menularnya suatu penyakit. Tempat tempat umum merupakan tempat kegiatan


bagi

umum

yang

mempunyai

tempat

sarana

dan

kegiatan

tetap

yang

diselenggarakan oleh badan pemerintah, swasta dan atau perorangan yang


dipergunakan langsung oleh masyarakat.

Setiap aktivitas yang dilakukan oleh

manusia sangat erat interaksinya dengan tempat tempat umum, baik untuk
bekerja, melakukan interaksi social, belajar maupun melakukan aktivitas lainnya.
Tempat tempat umum memiliki potensi sebagai tempat terjadinya
penularan penyakit, penularan lingkungan ataupun gangguan kesehatan lainnya.
Kondisi lingkungan tempat tempat umum yang tidak terpelihara akan
menambah besarnya resiko penyebaran penyakit serta penularan lingkungan
sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan menerapkan sanitasi
lingkungan yang baik dan tempat tempat umum perlu dijaga sanitasinya.
B. LATAR BELAKANG
Sarana dan bangunan umum merupakan tempat dan atau alat yang dipergunakan oleh
masyarakat umum untuk melakukan kegiatannya, oleh karena itu perlu dikelola demi
kelangsungan kehidupan dan penghidupannya untuk mencapai keadaan sejahtera dari badan, jiwa
dan sosial, yang memungkinkan penggunanya hidup dan bekerja dengan produktif secara social
ekonomis.
Sarana dan bangunan umum dinyatakan memenuhi syarat kesehatan lingkungan apabila
memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis dan dapat mencegah penularan penyakit antar
pengguna, penghuni dan masyarakat sekitarnya, selain itu harus memenuhi persyaratan dalam
pencegahan terjadinya kecelakaan.

Tempat - tempat umum merupakan tempat kegiatan bagi umum yang mempunyai tempat
sarana dan kegiatan tetap yang diselenggarakan oleh badan pemerintah, swasta dan atau
perorangan yang dipergunakan langsung oleh masyarakat. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh
manusia sangat erat interaksinya dengan tempat - tempat umum, baik untuk bekerja, melakukan
interaksi social, belajar maupun melakukan aktivitas lainnya. Tempat - tempat umum memiliki
potensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit, penularan lingkungan ataupun gangguan
kesehatan lainnya.

Kondisi lingkungan tempat - tempat umum yang tidak terpelihara akan menambah
besarnya resiko penyebaran penyakit serta penularan lingkungan sehingga perlu dilakukan upaya
pencegahan dengan menerapkan sanitasi lingkungan yang baik dan tempat - tempat umum perlu
dijaga sanitasinya.
Target Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat (MS) 85% dengan capaian
91 %.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Untuk meningkatkan agar masyarakat mengerti dan memelihara akan keberadaan tempat
- tempat umum di wilayah kerja puskesmas.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui sanitasi SAB di TTU
b. Untuk mengetahui sanitasi pembuangan kotoran di TTU
c. Untuk mengetahui sanitasi pengelolaan limbah cair di TTU
d. Untuk mengetahui sanitasi pengelolaan sampah di TTU
e. Untuk mengetahui sanitasi kualitas bangunan yang terpelihara dengan baik
f.

yang

memenuhi syarat kesehatan TTU.


Untuk mengetahui sanitasi WC di TTU

D. KEGIATAN POKOK DAN RICIAN KEGIATAN


Pembinaan dan pengawasan terhadap sarana tempat tempat umum (TTU)

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Pengawasan dan pembinaan TTU ini

bersifat monitoring (inspeksi sanitasi) terhadap sarana

tempat-tempat umum (TTU) yang ada di wilayah kerja puskesmas kota barat.
F. SASARAN
Tempat-tempat umum yang memiliki potensi yang berdampak besar terhadap kesehatan
masyarakat, missal : salon dan tempat ibadah yang ada di wilayah kerja puskesmas kota barat
yang berjumlah 33 sarana.
G. ALAT DAN BAHAN

1. Surat Tugas
2. Kuesioner
3. Atk
4. Kamera
5. Slip Order
H. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan di lakukan setiap bulannya
I. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan di laksanakan setiap tiga bulan sekali.
J. PENCATATAN ,PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dan pelaporan di laksanakan oleh penanggung jawab program dan di laporkan
kepada kepala puskesmas.

KERANGKA ACUAN KEGIATAN INSPEKSI


RUMAH SEHAT

A. PENDAHULUAN
Perumahan sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat
meningkatkan standar kesehatan penghuninya. Konsep tersebut melibatkan pendekatan
sosiologis dan teknis pengelolaan faktor risiko dan berorientasi pada lokasi, bangunan,
kualifikasi, adaptasi, manajemen, penggunaan dan pemeliharaan rumah di lingkungan sekitarnya.
Sarana lingkungan adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan
pengembangan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya. Prasarana lingkungan adalah
kelengkapan dasar fisik lingkungna yang memungkinkan lingkungan pemukiman dapat
berfungsi sebagaimana mestinya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rumah sehat adalah bangunan tempat berlindung
dan beristirahat serta sebagai sarana pembinaan keluarga yang menumbuhkan kehidupan sehat
secara fisik, mental dan sosial, sehingga seluruh anggota keluarga dapat bekerja secara produktif.
Oleh karena itu keberadaan perumahan yang sehat, aman, serasi, teratur sangat diperlukan agar
fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik.
Jadi sanitasi perumahan adalah menciptakan keadaan lingkungan perumahan yang baik
atau bersih untuk kesehatan.
B. LATAR BELAKANG
Kondisi atau keadaan lingkungan merupakan factor penentu utama derajat kesehatan
masyarakat dalam suatu proses pengamatan, pencatatan, penyuluhan,pendokumentasian secara

verbal dan visual menurut prosedur standar tertentu terhadap satu atau beberapa komponen
lingkungan dengan menggunakan satu atau beberapa parameter sebagai tolak ukur yang
dilakukan secara terencana, terjadwal, dan terkendali dalam satu siklus waktu tertentu yang
menekankan kegiatan pada sumber, ambient (lingkungan), pemaparan dan dampak pada
manusia.
Rumah yang sehat harus dapat mencegah dan mengurangi resiko timbulnya penyakit
yang berbasis lingkungan dan kecelakaan seperti terjatuh, keracunan dan kebakaran (APHA).
Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam kaitan dengan hal tersebut antara lain :
1.

Membuat konstruksi rumah yang kokoh dan kuat

2.

Bahan rumah terbuat dari bahan tahan api

3.

Pertukaran udara dalam rumah baik sehingga terhindar dari bahaya racun dan gas

4.

Lantai terbuat dari bahan yang tidak licin sehingga bahaya jatuh dan kecelakaan
mekanis dapat terhindari.

5. Adanya sarana sanitasi yang meliputi:Sarana air bersih (SAB),Sarana Jamban Keluarga
(JAGA),Sarana Pembuangan Sampah (SPS),Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL).
Target rumah sehat tahun 2015 adalah 85 % dengan capaian 70%,target
saranaairbersih(SAB) 67 % dengan capaian 53%,target jamban keluarga (JAGA) 80% dengan
capaian 75 %,target sarana pembuangan sampah 80% dengan capaian 69 % dan target sarana
pembuangan air limbah 80 % dengan capaian 71%.Yang menjadi kendala tidak tercapainya
target adalah karena kurangngnya kesadaran masyarakat akan manfaat sarana kesehatan
lingkungan oleh karenanya perlu peningkatan pengawasan dan pembinaan terhadap masyarakat
akan pentingnya sarana kesehatan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
C. TUJUAN
Tujuan Umum

Mewujudkan kualitas lingkungan rumah yang sehat


Tujuan Khusus

Inspeksi rumah sehat dilaksanakan untuk mengurangi penyebab timbulnya penyakit yang
berbasis lingkungan.
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Pada inspeksi rumah sehat meliputi kegiatan inspeksi konstruksi rumah,inspeksi sarana air
bersih (SAB),inspeksi Jamban Keluarga (JAGA),inspeksi sarana pembuangan air limbah
(SPAL),dan sarana pembuangan sampah (SPS).
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1.Inspeksi konstruksi rumah yang meliputi:
Langit- langit,dinding,lantai,jendela kamar tidur,jendela ruang keluarga dan ruang
tamu,ventilasi,sarana pembuangan asap dapur,pencahayaan.
2. Sarana Air Bersih
Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :
a.

Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna

b.

Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan (maks
500 mg/l)

c.

Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air)

3. Jamban dan Pembuangan Tinja


Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat antara lain sebagai
berikut :
a.

Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi

b.

Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau
sumur, jarak jamban > 10 m dari sumur dan bila membuat lubang jamban jangan sampai
dalam lubang tersebut mencapai sumber air.

c.

Tidak boleh terkontaminasi air permukaan

d.

Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain. Kotoran manusia yang dibuang
harus tertutup rapat.

e.

Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar atau bila memang benarbenar diperlukan,
harus dibatasi seminimal mungkin.

4.

f.

Jamban harus bebas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang.

g.

Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.

Sarana Pembuangan Air Limbah


Pada dasarnya cara kerja sarana air limbah sama dengan jaga (septic tank).

5.

Sarana Pembuangan Sampah


Adapun syarat tempat sampah adalah sebagai berikut :
a.

Terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan, kuat sehingga tidak mudah bocor, kedap
air.

b.

Tempat sampah harus mempunyai tutup, tetapi tutup ini dibuat sedemikian rupa
sehingga mudah dibuka, dikosongkan isinya serta mudah dibersihkan. Sangat
dianjurkan agar tutup sampah ini dapat dibuka atau ditutup tanpa mengotori tangan.

c.

Ukuran tempat sampah sedemikian rupa sehingga mudah diangkat oleh satu orang atau
ditutup.

d.

Harus ditutup rapat sehingga tidak menarik serangga atau binatang-binatang lainnya
seperti tikus, ayam, kucing dan sebagainya.

F. ALAT DAN BAHAN


1. Kuesioner
2. Camera
3. Data sasaran
4. Slip order
G. SASARAN
1. Konstruksi rumah
Yang menjadi sasaran adalah semua rumah yang berpenghuni di Wilayah kerja Puskesmas
Kota Barat.
2.Sarana Air Bersih (SAB)
Sasaran semua rumah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kota Barat dan KK yang
menggunakan Sarana Air Bersih

3.Jamban Keluarga
Sasaran semua rumah yang ada di wilayah kerja puskesmas dan KK yang menggunakan
Sarana Jamban Keluarga (JAGA).
4. Sarana Pembuangan Sampah (SPS)
Sasaran semua rumah yang ada di wilayah kerja puskesmas dan KK yang memiliki Sarana
Pembuangan Sampah (SPS).
5.Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL)
Sasaran semua rumah yang ada di wilayah kerja puskesmas dan KK yang memiliki Sarana
PembuanganAir Limbah (SPAL).
H. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Inspeksi di lakukan setiap bulan.
I. EVALUASI
KK dengan Rumah Sehat
J. CATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI
Bulanan, tribulam
KERANGKA ACUAN KESEHATAN LINGKUNGAN

A.PENDAHULUAN
Penyehatan lingkungan adalah upaya untuk meningkatkan kwalitas
lingkungan dan pencegahan terhadap penurunan kualitas lingkungan melalui
usaha

promotif,prepentif,penyelidikan

pemantauan

terhadap

tempat

umum,lingkungan pemukiman,lingkungan kerja,angkutan umum,lingkungan


lainnya

terhadap

substansi

yaitu

air,udara,tanah,limbahpadat,cair,gas,kebisingan,pencahayaan,habitat,vektor
penyakit,radiasi,kecelakaan,makanan,miniman,dan bahan berbahaya.
B. LATAR BELAKANG
Kondisi atau keadaan lingkungan merupakan factor penentu utamaderajat
kesehatan masyarakat

dalam

suatu proses pengamatan, pencatatan,

penyuluhan,

pendokumentasian secara verbaldan visual menurut prosedur standar tertentu terhadap satu
atau beberapa komponen lingkungan dengan menggunakan satu atau beberapa parameter
sebagai tolok ukur yang dilakukan secara terencana, terjadwal, dan terkendali dalam satu
siklus waktu tertentu yang menekankan kegiatan pada sumber, ambient (lingkungan),
pemaparan dan dampak pada manusia.
C.Tujuan
Tujuan Umum :

Mewujudkan lingkungan yang sehat

Tujuan Khusus

Kesehatan lingkungan dilaksanakan terhadap tempat umum lingkungan pemukiman


dan lingkungan lainnya

Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara

Setiap tempat dan sarana pelayanan umum wajib memelihara dan meningkatkan
lingkungan yang sehat

D. Kegiatan Pokok Dan Rincian Kegiatan


1. Penyehatan Air
2. Penyehatan perumahan dan sanitasi dasar
3. Pembinaan Tempat Tempat Umum
4. Klinik sanitasi
5. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pemberdayaan Masyarakat
6. Pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)
7. Pengawasan dan pengendalian air Kualitas Lingkungan
8. Penyehatan Makanan dan Minuman

E.Cara Melaksanakan Kegiatan


1. Penyehatan Air
Kegiatan yang bersifat monitoring (infeksi Sanitasi) terhadap sarana air bersih (SAB) yang
ada di wilayah kerja Puskesmas.
2. Penyehatan Perumahan dan Sanitasi Dasar
Pembinaan sanitasi Perumahan dan sanitasi dasar
3. Pembinaan Tempat Tempat Umum
Kegiatan yang bersifat Monitoring (infeksi Sanitasi) terhadap sarana tempat-tempat umum
(TTU) yang ada di wilayah kerja Puskesmas
4. Klinik Sanitasi
Pemberian konseling dan tindak lanjut terhadap klien guna mengenalisa sebab terjadinya
penyakit serta upaya pencegahannya
5. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM )
Pemberdayaan masyarakat dengan metode penilaian
6. Pengawasan Depit Air Minum Isi Ulang (DAMIU )

Kegiatan yang bersifat monitoring (Infeksi Sanitasi) terhadap Depot Air Minum Isi Ulang
( DAMIU ) dan pemeriksaan sampel air DAM yang ada di wilayah Kerja Puskesmas
7. Penyehatah Makanan dan Minuman
Pembinaan tempat pengelolaan makanan ( TPM ) yang bersifat monitoring, yang bersifat
infeksi sanitasi yang ada di wilayah kerja puskesmas.
F.ALAT DAN BAHAN
1. Kuesioner
2. ATK
3. Data sasaran
4. Kamera
5. Slip order
6. Masker
G.Sasaran
1. Penyehatan Air
Sasaran KK yang menggunakan Sarana Air Bersih
2. Penyehatan Perumahan dan Sanitasi Dasar
Rumah rumah yang berpenghuni di wilayah kerja puskesmas
3. Pembinaan Tempat Tempat Umum
Tempat tempat Umum yang memiliki potensi dampak besar terhadap kesehatan
Masyarakat, misal :puskesmas, sekolah, pasar, dan tempat ibadah
4. Klinik Sanitasi
Penderita (Pasien) yeng menderita penyakit berbasis lingkungan
5. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM )
KK yang memiliki askes terhadap jamban
6. Pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang ( DAMIU )
Seluruh depot air minum yang ada di wilayah kerja puskesmas
7. Penyehatan Makanan dan Minuman
Tempat pengolahan makanan (TMP) yang ada di wilayah kerja puskesmas
H.Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
1. Penyehatan Air

Setiap bulan

Pemeriksaan Sampel Air Bersih (SAB)

Proyek 1 kali/tahun

2. Penyehatan Perumahan dan Sanitasi Dasar

Setiap Bulan

3. Pembinaan Tempat Tempat Umum

Setiap Bulan

4. Klinik Sanitasi

Setiap Bulan

5. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) = Pemberdayaan Masyarakat

Setiap Bulan

6. Pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)

Setiap bulan

Pemerikasaan Sampel Air DAMIU

Proyek 1 kali/tahun

7. Penyehatan Makanan dan Minuman

Setiap bulan

I.Evaluasi
KK dengan Rumah Sehat yang memenuhi syarat
J.Catatan, Pelaporan Dan Evaluasi
Sesuai dengan jadwal kegiatan