Anda di halaman 1dari 3

Rangkungan Latar Belakang, Terminologi, dan Falsafah Komunikasi

Pembangunan
A. Latar Belakang
Sejak penhujung tahun 60-an, di kalangan ilmu komunikasi telah berkembang suatu
spesialisasi mengenai penerapan teori dan konsep komunikasi secara khusus untuk keperluan
pelaksanaan program pembangunan. Pengkhususan itu dikenal dengan sebutan Komunikasi
pembangunan.
Pengkhususan teori dan konsep untuk pelaksanaan program pembangunan awal mulanya
dari tida serangkai konseptual menurut Quebral (1986), tiga konsep tersebut ialah:
1. Jurnalisme Pembangunan
Jurnalisme pembangunan lahir dari institusi pers, tepatnya ketika Press Foundation of
Asia menyelenggarakan kursus latihan penulis ekonomi se-Asia di Manila pada tahun 1968,
yaitu mencerminkan penekanan ganda dari jurnalisme pembangunan, yaitu: Pembangunan
ekonomi di Asia, Teknik penulisan yang jelas mengenai hal tersebut.
Menurut

Anggarwala

(1980)

Jurnalisme

pembangunan

merupakan

peliputan

pembangunan sebagai proses ketimbang sebagai suatu peristiwa. Penekanan dalam berita
pembangunan buanlah pada kejadian yang terjadi pada waktu atau hari tertentu, melainkan pada
apa yang berlangsung semasa periode tertentu. Menurut Anggarwala, dalam meliput berita
jurnalis pembangunan dapat dan harus secara kritis mengkaji, mengevaluasi, memberitakan:
a. relevansi suatu proyek pembangunan dengan kebutuhan nasional dan lokal
b. perbedaan antara program menurut rencananya dengan yang diimplementasikan
c. perbedaan antara dampak terhadap masyaraat sepeti yang diklaim oleh pejabat
pemerintahan dan yang sebenarnya.
2. Komunikasi Penunjang Pembangunan
Komunikasi penunjang pebangunan Lahir dari birokrasi PBB (Development Support
Communication Services dibantu UND dan UNICEF) merinci metode penaksiran (appraisal)
perencanaan hingga produksi dan evaluasi komunikasi proyek pembangunan. Titik tolak
metodologi komunikasi penunjang pembangunan adalah proyek pembangunan Sensiting
(penyadaran), Informing (Pemberitahuan), Education (Pendidikan), Kelompok-kelompok
tertentu sesuai dengna tujuan perilaku yang hendak dicapai.

3. Komunikasi Pembangunan.
Komunikasi pembangunan diajarkan, diteliti dan di praktekan Filipina tepatnya di Los
Banoe. Disiplin ilmu ini bermula dari komuniasi pertaian yang berkaitan dengan pennyuluhan
pertanian (Reid, 1983). Ilmu ini berdasar pada teori pembangunan, komunikasi massa,
penyuuhan pertanian, pendidikan dan ilmu-ilmu sosial dasar (sosiologi, psikoogi, ekonomi dan
antropologi (Quebral, 1989).
Pengertian Komunikasi Pembangunan
a) Suatu komitmen unutk meliputi secara sistemik problematika yang dihadapi dalam
pembangunan.
b) Segala komunikasi yang diterapkan untuk pentranformasian secara cepat suatu negara
dari kemiskinan ke suatu dinamika pertumbuhan ekonomi yang memungkinkan lebih
besar keadian sosial dan pemenuhan potensi manusawi.
B. Terminologi Komunikasi Pembangunan
Tujuan terminologi komunikasi pembangunan yaitu peningatkan pengetahuan dan
keterampilan masyarakat. Cara-cara untuk merealisasikannya dalah dengan:
a) Pendidikan non formal
pendidian non formal adalah pendidikan di luar jalur pendidikan formal, ciri-cirinya:
- biaya per orang atau per unit rendah
- durasi waktu yang terbatas
- dasar yang jelas
- pengakuan terhadap peserta
- peraturan yang utuh
- provisi kerja untuk perencanaan yang disentralisasi dan perubahan pada level
penggunaan
- potensi yang tinggi untuk distibusi komoditi yang berkaitan.
b) Community Development
Community Development berkaitan dengan keterampilan masyarakat untuk bisa
berorganisai dan mengelola kegiatan yang bertujuan meningkatkan taraf khidupan, kegiatan ini
juga untuk meningkatkan penghasilan masyarakat.
c) Penyuluhan Pertanian

Penyuluhan pertanian diartikan sebagai fungsi pemerintah yang memperluas berbagai


pelayanan kepada para petani, sekaligus melaksanakan peraturan-peraturan yang berlaku, dan
bahkan menegakkan kebijakan yang berkaitan dengan bidang pertanian. Seperti diketahui teugas
menyampaikan teknologi dan mendidik para petani adalah saling berkaitan satu sama lain.
Penyuluhan merupakan jenis khusus pendidikan pemecahan masalah yang berorientasi
pada tindakan yang mengajarkan sesuatu, mendemnsrasikan dan memotivasi, tapi tidak
meakukan pengaturan dan juga tidak melaksanakan program yang nonedukatif. (Claar el al,
1984)
C. Falsafah Ekonomi Pembangunan
Falsafah dalam komunikasi pembangunan dipandang sebagau sumber kebijakan moral,
panduan bertindak mengenasi segala hal. komunikasi pembangunan mengandung unsur
mendidik, membujuk dan memberi keterampilan kepada masyarakat dengan memperhitungkan
nilai, norma, keyakinan dan aspek sosial budaya yang ada di masyarakat.
Komunikasi

pembangunan

memunyai

tujuan yantu

memajukan

pembangunan,

meningkatkan masyarakat dari kemiskinan, tingkat melek huruf yang rendah dan keadaan sosial
yang tidak adil (pembangunan sebagai istilah teknis) (seers 1999). Sasaran komunikasi
Pembangunan diberitahu tentang sesuatu dan diberi motivasi untuk menerima dan menggunaan
inovasi untuk memajukan masyarakat.