Anda di halaman 1dari 5

PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA SELO DI BOYOLALI PROVINSI

JAWA TIMUR

PROPOSAL SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR


Diajukan Oleh:
Kristin Magdalena
4113210041

Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik Universitas Pancasila
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya haturkan kepada Tuhan Y.M.E atas ridhoNya maka
proposal skripsi yang berjudul Pengembangan kawasan ekowisata Selo di
Boyolali Provinsi Jawa Timur ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulisan
proposal ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam jenjang
perkuliahan Studio Perancangan Arsitektur Peminatan Kawasan Universitas
Pancasila Jakarta Selatan. Dalam penulisan proposal ini tidak lepas dari
hambatan dan kesulitan, namun berkat bimbingan, bantuan, nasehat dan saran
serta kerjasama dari berbagai pihak. Khususnya pembimbing, segala hambatan
tersebut akhirnya dapat diatasi dengan baik.
Dalam penulisan proposal ini tentunya tidak lepas dari kekurangan, baik
aspek kualitas maupun aspek kuantitas dari materi penelitian yang disajikan.
Semua ini didasarkan dari keterbatasan yang dimiliki penulis.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna sehingga
penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan
pendidikan di masa yang akan datang. Selanjutnya dalam penulisan proposal ini
penulis banyak diberi bantuan oleh berbagai pihak
Dalam kesempatan ini penulis dengan tulus hati mengucapkan terima
kasih kepada :
1.
2.
3.
4.

Ashri Prawesthi, ST ,M.SiP


Agus Surya Sadana, ST., MM., MT
Margareth Bayu Arni, ST ,M.SiP
Berbagai pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan serta
berbagi pengalaman pada proses penyusunan proposal ini.

Semoga Tuhan Y.M.E memberikan balasan yang berlipat ganda kepada


semuanya. Demi perbaikan selanjutnya, saran dan kritik yang membangun akan
penulis terima dengan senang hati.

Jakarta, 1 September 2016

Kristin Magdalena

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ........................................................................................ 1
DAFTAR ISI ..................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG ....................................................................... 3
1.2 PERMASALAHAN ......................................................................... 4
1.3 TUJUAN DARI USULAN .............................................................. 5

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Potensi wisata alam, wisata pantai, wisata budaya, wisata sejarah dan
wisata gunung yang beraneka ragam dimiliki bangsa Indonesia. Melihat
keadaan tersebut sudah jelas bahwa Indonesia sangat kaya akan potensi
wisata, tinggal bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mengolahnya
agar dapat lebih menarik dan menghasilkan devisa yang menguntungkan
bagi Negara dan kemakmuran rakyat sendiri.
Bangsa Indonesia dimana beberapa daerah dan hampir keseluruhan
mengalami krisis ekonomi yang menyerang rakyat kecil tersebut sedang
bangkit dan memulihkan perekonomian nya dan Pemerintah terus berusaha
membangun di berbagai aspek kehidupan untuk kesejahteraan masyarakat.
Salah satu daerah yang sedang berkembang adalah Kabupaten Boyolali
dimana letaknya yang strategis yaitu di jalur Joglosemar (Jogja, Solo,
Semarang.) disamping juga terletak pengembangan wisata Solo, Selo, dan
Borobudur.
Pemerintah Daerah Boyolali sedang berupaya lebih memperkenalkan
Boyolali sebagai daerah tujuan wisata disamping sebagai daerah agraris
yang kaya dengan hasil bumi. Sebenarnya masih banyak obyek yang dapat
dikembangkan menjadi obyek wisata yang mampu bersing dengan obyekobyek yang ditawarkan oleh daerah lain di Indonesia, seperti gunung MerapiMerbabu, Wana Wisata kedung Ombo, Kedung Kayang Klakah, Agrowisata.
Kawasan Selo merupakan salah satu obyek wisata yang kaya dengan
pemandangan alam di Kabupaten Boyolali. Terletak diantara gunung
Merapi-Merbabu. Gunung merapi merupakan salah satu gunung berapi aktif
di pulau Jawa. Karakter Gunung merapi ini menarik bagi kalangan peneliti
dan wisatawan yang ingin mengetahui lebih dekat aktifitas gunung berapi.
Kawasan Selo ini perlu dikembangkan menjadi sebuah obyak wisata ke
dalam sector pariwisata agar lebih banyak menarik wisatawan domestik
maupun luar negeri.
Melihat potensi yang ada dalam usaha Pemerinah untuk mendukung
pengembangan pembangunan pariwisata, maka Perencanaan Kawasan
Ekowisata Daerah Selo ini diharapkan menjadi target dalam pertumbuhan
ekonomi di daerah Boyolali khususnya daerah Perencanaan Selo di Boyolali
ini tidak terlepas dari kecenderungan Tradisi dan Budaya setempat. Dengan
menggunakan konsep Arsitektur Tradisional yang kontekstual diharapkan
selain memperkuat kawasan yang bersifat cagar alam juga menampilkan
karakter citra kekayaan budaya setempat.
Kegiatan perencanaan Ekowisata lebih mengutamakan pada usaha
usaha dalam skala kecil dan menekan kepentingan pelestarian lingkungan
dan sosial masyarakat setempat.
Aspek yang diperlukan dalam pengelolaan Ekowisata yaitu :
1. Jumlah pengunjung yang terbatas atau diatur supaya sesuai dengan
daya dukung lingkungan dan sosial-budaya masyarakat Selo.
2. Menerapkan pola wisata ramah lingkungan.
3. Tidak memerlukan modal yang besar untuk pembangunn infrasturktur
pendukung.

1.2 PERMASALAHAN
Permasalahan secara umum yang ada dikawasan Selo antara lain karena
aktivitas yang sangat tinggi, Masyarakat berinteraksi dengan kawasan
sangat tinggi, sehingga sedikit banyak menimbulkan permasalahan. Meliputi:
1. Sering terjadinya peristiwa kebakaran hutan di Kecamatan Selo.
2. Adanya pendakian gunung yang tidak terorganisir, adanya
Vandalisme.
Kegiatan pendakian yang sering diadakan di jalur pendakian Selo
terkadang tanpa menggunakan kaidah yang baik, oleh karena itu
perusakan lingkungan sering terjadi baik berupa vandalisme, maupun
perusakan vegetasi mengingat belum adanya pengelolaan jalur
pendakian.
3. Sarana dan prasarana air yang ada yang tidak sesuai fungsi
kawasan.
Sarana yang menjadi permasalahan adalah adanya paralon dan bak
air yang tidak semestinya ada dalam kawasan.
4. Kerusakan Daya Tangkap Air (DTA).
Kerusakan DTA disebabkan oleh perubahan fungsi lahan,
penambangan liar yang mengakibatkan kerusakan tanah dan
peningkatan erosi dan sedimentasi.
5. Aksesibilitas yang belum stabil dan terjangkau.
Derajat kemudahan dicapai oleh orang, terhadap suatu objek,
pelayanan ataupu lingkungan masih terlihat belum stabil. Terlihat dari
susahnya akses menuju objek wisata Selo dari segi pengunjung,
bangunan pendukung pariwisata yang masih seadanya dan tidak
mendukung citra kawasan wisata.
1.3 TUJUAN DARI USULAN
Tujuan utama yang dicapai dalam Pengembangan Kawasan Selo adalah:
1. Kawasan wisata yang memiliki karakter cagar alam dan citra budaya
setempat yang dapat lebih menarik wisatawan.
2. Promosi wisata daerah Boyolali dalam upaya peningkatan
pendapatan Daerah.
3. Keberlanjutan Ekowisata dari Aspek Ekonomi, Sosial dan Lingkungan.
4. Pengembangan institusi masyarakat lokal dan kemitraan.
5. Pengembngan kawasan lindung resapan air.
6. Pengembengan kawasan taman nasional seluas 3829 Ha yang
terletak di Taman Nasional Gunung Merapi dan Taman Nasional
Gunung Merbabu
7. Mengurangi tingkat daerah rawan banjir lahar dingin .
8. Mengurangi tingkat daerah rawan tanah longsor
9. Mengurangi tingkat daerah rawan kekeringan

Anda mungkin juga menyukai