Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ubud merupakan destinasi wisata yang memiliki aktivitas yang tinggi dan
penduduk yang padat. Aktivitas sosial, ekonomi dan budaya ditandai dengan
kegiatan konsumtif , produktif, pelayanan umum, jasa distribusi dan pemerintahan
adalah fungsi kehidupan di daerah tersebut. Kegiatan ini menimbulkan berbagai
akibat, dalam hal ini terkait dengan hubungan antara kepadatan penduduk, daya
tampung dan tata guna lahan terhadap semua aktivitas di daerah tersebut.
Secara administratif kecamatan Ubud terdiri dari 7 desa/kelurahan

yaitu

Ubud, Kedewatan, Lod Tunduh, Mas, Peliatan, Petulu, Sayan dan Singakerta .
Kecamatan Ubud berbatasan dengan kecamatan Tampaksiring dan Blahbatuh di
sebelah timur, kecamatan Sukawati di sebelah selatan, kabupaten Badung di
sebelah barat dan di sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Payangan dan
kecamatan Tegallalang. Kepadatan aktivitas di daerah Ubud adalah yang tertinggi
dibandingkan kecamatan kecamatan lain di kabupaten Gianyar.
Perkembangan kecamatan Ubud yang sangat pesat tidak diimbangi oleh
perkembangan sarana dan prasarana transportasi. Dalam hal ini transportasi
memiliki hubungan yang erat dengan tata guna lahan sesuai dengan kegiatan yang
berlangsung di daerah tersebut. Meningkatnya kebutuhan transportasi - perbaikan
sarana dan prasarana transportasi akses transportasi yang meningkat
meningkatnya harga lahan alih fungsi lahan kebutuhan transportasi yang
meningkat demikian seterusnya mengikuti alur sesuai dengan perkembangan.
Dengan perkembangan yang tidak seimbang antara jumlah kendaraan dan
prasarana transportasi di daerah Ubud maka salah satu maslah yang muncul
adalah adanya parkir di pinggir jalan (on street parking). Parkir pinggir jalan ini
muncul karena kurangnya lahan parkir di daerah Ubud sehingga diberlakukan
aturan parkir di pinggir jalan di daerah Ubud. Parkir pinggir jalan di sepanjang
Jalan Monkey Forest tentu saja menimbulkan pengaruh terhadap kinerja Jalan
Monkey Forest. Sebab badan jalan yang seharusnya lebih luas,sebagian
dimanfaatkan untuk lahan parkir.
1

1.2 Rumusan Masalah


Dari uraian latar belakang tentang gambaran umum kecamatan Ubud
tersebut bahwa parkir di atas jalan (on street ) akan mengurangi kinerja jalan
akibat penyempitan ruas jalan untuk ruang parkir. Sehingga rumusan masalah
yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana karakterisik parkir di pinggir jalan di kawasan Jalan Monkey
Forest Ubud?
2. Bagaimana kinerja ruas Jalan Monkey Forest Ubud dengan parkir pinggir
jalan (on street parking) ?
3. Bagaimana Perbandingan kinerja operasional ruas Jalan Monkey Forest
Ubud tanpa dan dengan adanya parkir pinggir jalan(on street parking) ?

1.3 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Menganalisis karakterisik parkir di pinggir jalan di Jalan Monkey Forest
Ubud
2. Menganalisis kinerja ruas Jalan Monkey Forest Ubud akibat adanya parkir
di pinggir jalan
3. Menganalisis perbandingan kinerja operasional ruas Jalan Monkey Forest
Ubud tanpa dan dengan adanya parkir pinggir jalan.

1.4 Manfaat Penelitian


Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1. Dapat mengetahui karakterisik parkir di Jalan Monkey Forest
2. Sebagai referensi untuk pihak berwajib untuk mengatasi kemacetan akibat
parkir di pinggir Jalan Monkey Forest
3. Untuk mahasiswa dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh parkir
pinggir jalan terhadap kinerja Jalan Monkey Forest,agar nanti dapat
dijadikan pedoman saat bekerja di lapangan.

1.5 Lingkup Bahasan Dan Batasan Masalah


Adapun batasan masalah yang digunakan pada penelitian ini adalah :
1. Studi karakterisik parkir meliputi studi volume parkir, akumulasi parkir,
lama parkir, penyediaan parkir, dan indeks parkir.
2. Inventarisasi parkir meliputi studi lokasi, kapasitas dan karakterisik dari
lokasi parkir.
3. Studi kinerja ruas jalan meliputi studi kapasitas, derajat kejenuhan dan
tingkat pelayanan jalan
4. Daerah yang menjadi lokasi penelitian hanya pada ruas yang terdapat
parkir di atas jalan (on street) baik itu parkir legal maupun illegal dan
kondisi parkir yang bermasalah.
5. Acuan studi bersumber dari rekomendasi SSPK (Strategi manajemen
Perkotaan) dan masterplan ;pengembangan Wilayah Ubud.
6. Waktu pelaksanaan survai adalah 12 jam dari jam 6 pagi sampai jam 6
sore pada hari yang memiliki volume terbesar.