Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan laporan hasil percobaan yang berjudul
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi. Meskipun banyak rintangan
dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil
menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada ibu guru pembimbing yang
telah membantu kami dalam mengerjakan proyek ilmiah ini. Kami juga
mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi
kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan laporan ini.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada
umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam
pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima
saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan.
Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.
Bogor, 14 November 2014
Tim Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .....1
DAFTAR ISI ........2
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ...3
B.
Tujuan Pratikum .... 3
BAB II LANDASAN TEORI
A.
Dasar Teori ........ 4
B.
Faktor Laju Reaksi .... 6
BAB III METODE PRATIKUM
A.
Alat dan Bahan ........ 11
B.
Langkah Kerja ..... 13
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN
A.
Data dan Pembahasan ..... 15
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan...... 18
B.
Saran ... 19
DAFTAR PUSTAKA ....... 20
LAMPIRAN .. 21

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Laju

reaksi

menyatakan

laju

berkurangnya

jumlah

reaktan

atau

laju bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. Satuan jumlah zat
bermacam- macam, misalnya gram, mol, atau konsentrasi. Sedangkan satuan
waktu digunakan detik, menit, jam, hari, ataupun tahun. Dalam reaksi kimia
banyak digunakan zat kimia yang berupa larutan atau berupa gas dalam keadaan
tertutup, sehingga dalam laju reaksi digunakan satuan konsentrasi (molaritas). Dan
untuk mengetahui lebih jelasnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju
reaksi maka kita lakukan sebuah praktikum tentang laju reaksi.
B.
1.
2.
3.
4.

Tujuan Pratikum
Mempelajari pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
Mempelajari pengaruh suhu terhadap laju reaksi
Mempelajari pengaruh luas peemukaan terhadap laju reaksi
Mempelajari pengaruh katalis terhadap laju reaksi

BAB II
DASAR TEORI DAN METODE PENELITIAN
A. DASAR TEORI
Dalam reaksi kimia terdapat perbedaan laju reaksi antara reaksi yang satu
dengan reaksi yang lain. Misalnya ketika kita membakar kertas, reaksi berlangsung
begitu cepat sedangkan reaksi pembentukan minyak bumi memerlukan waktu yang
sangat lama. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa reaksi kimia memiliki laju
reaksi yang berbeda.
Dalam ilmu kimia laju reaksi kimia dipelajari dalam kinetika kimia.
Kinetika kimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari tentang laju reaksi
kimia, bagaimana cara menghitung laju suatu reaksi kimia dan berbagai hal yang
mempengaruhinya.
Cepat lambatnya suatu reaksi kimia yang berlangsung disebut laju reaksi.
Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan konsentrasi pereaksi atau produk
per satuan waktu. Konsentrasi biasanya dinyatakan dalam mol per liter, tetapi
untuk reaksi fase gas, satuan konsentrasi dapat diganti dengan satuan tekanan
seperti atmosfer, millimeter merkurium, atau pascal. Satuan waktu yang digunakan
dapat berupa detik, menit, jam, hari, bulan, bahkan tahun bergantung pada reaksi
tersebut berjalan cepat atau lambat.
Laju reaksi = Perubahan konsentrasi
Satuan waktu
Untuk mengukur laju reaksi, perlu dilakukan analisis secara langsung
maupun tak langsung tak langsung banyaknya, produk yang terbentuk atau
banyaknya reaksi yang tersisa setelah penggal waktu tertentu.
Contoh :
2 NO2 (g) N2 (g) + 2 O2 (g)
Laju reaksi kimia dapat dinyatakan sebagai laju penguraian konsentrasi
molar NO2 atau Laju pertambahan konsentrasi molar N2 dan O2.
4

Ada beberapa cara menentukan laju reaksi, salah satunya itu ditentukan
melalui percobaan, yaitu dengan mengukur konsentrasi salah satu reaksi salah satu
produk pada selang waktu yang berlangsung lambat ini dapat ditentukan dengan
cara mengeluarkan sampel dari campuran reaksi lalu menganalisanya dengan
contoh sebagai berikut :
CH3 COOHs + H2O CH2 COOH + C2H5OH
(Etil asesat)
(Air)
(Asam Asesat) (Etanol)
Reaksi tersebut sangat lambat berlangsungnya sehingga konsentrasi asam
asetat yang dihasilkan dengan mudah dapat ditentukan dengan menggunakan suau
larutan asam basa.
Cara yang lebih umum adalah dengan menggunakan suatu alat yang dapat
menunjukkan secara kontinu suatu perubahan yang menyertai reaksi. Untuk reaksi
gas yang disertai perubahan mol, alat dirancang dapat mengukur perubahan bahan
tekanan gas, contohnya sebagai berikut :
2NaO5 (g) 4NO2 (g) + O2
Reaksi tersebut disertai pertambahan jumlah mol gas yang menyebabkan
pertambahan tekanan yang dapat dibaca dengan mometer semakin banyak
N2O5 yang terurai semakin besar tekanannya, jika reaksi berlangsung pada volume
dan suhu yang tetap maka pertambahan tekanan dapat dikatakan dengan tambahan
mol dengan demikian laju penguraian NaO5 dapat ditentukan.
5

B. FAKTOR LAJU REAKSI


Pada laju reaksi terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi laju reaksi.
Selain bergantung pada jenis zat yang beraksi laju reaksi dipengaruhi oleh :
a) Konsentrasi Pereaksi
Pada umumnya jika konsentrasi zat semakin besar maka laju reaksinya
semakin besar, dan sebaliknya jika konsentrasi pula, dan sebaliknya jika sentrasi
suatu zat semakin kecil maka laju reaksinya pun semakin kecil. Untuk beberapa
reaksi, laju reaksinya pun semakin kecil.

Untuk beberapa reaksi, laju reaksi

dapat dinyatakan dengan persamaan matematik yang dikenal dengan hukum laju
reaksi atau reaksi dinamakan orde reaksi. Menentukan orde reaksi dari suatu reaksi
kimia pada prinsipnya menentukan seberapa besar pengaruh perubahan konsentrasi
pereaksi terhadap laju reaksi.
b) Luas Permukaan
Suatu reaksi mungkin melibatkan pereaksi dalam bentuk padat, luas
permukaan (total) zat padat akan bertambah jika ukurannya diperkecil. Semakin
zat padat terbagi menjadi bagian kecil, semakin cepat reaksi berlangsung. Bubuk
zat padat biasanya menghasilkan reaksi yang lebih cepat dibandingkan sebuah
bongkah zat padat dengan massa yang sama. Bubuk padat memiliki permukaan
yang lebih besar dari pada sebuah bengkah zat padat.
c) Suhu atau Temperatur
Laju reaksi juga dapat di percepat atau diperlambat dengan mengubah
suhunya. Ketika suhunya dinaikkan maka laju reaksi akan meningkat pula. Sebagai
perkiraan kasar, sebagai perkiraan besar, sebagai reaksi berlangsung dengan suhu
ruangan maka laju reaksi akan berlipat ganda setiap kenaikan 100C
Perkiraan ini bukan keadaan yang mutlak dan tidak bisa diterapkan pada
seluruh reaksi. Bahkan bila pun mendekati benar, laju reaksi akan berlipat ganda
setiap 90C atau 110C atau setiap suhu tertentu. Angka dari derajat suhu yang
6

diperlukan untuk melipat gandakan laju reaksi akan berubah secara bertahap
seiring dengan meningkatnya suhu.
Beberapa reaksi pada hakikatnya sangat cepat, sebagai contoh reaksi
perpanasan melibatkan ion yang terlarut menjadi zat padat yang tidak larut, atau
reaksi ion hidrogen dengan asam dan ion hidroksi dari Alkali didalam larutan,
sehingga memanaskan salah satu dari contoh ini tidak memperoleh perbedaan laju
reaksi yang baik di laboratorium maupun industri akan berlangsung lebih cepat
apabila di panaskan
d) Tekanan
Bayak reaksi yang melibatkan pereaksi dalam wujud gas. Kelajuan dari
reaksi seperti itu juga dipengaruhi oleh tekanan. Penambahan tekanan dengan
memperkecil Volume akan memperbesar konsentrasi, dengan demikian dapat
memperbesar laju reaksi.
Peningkatan tekanan pada reaksi yang melibatkan gas pereaksi akan
meningkatkan laju reaksi. Perubahan tekanan pada suatu reaksi yang melibatkan
hanya zat padat maupun zat cair tidak memberikan perubahan apapun pada laju
reaksi.
Dalam proses pembuatan amonia dengan proses Haber, laju reaksi antara
Hidrogen dan Nitrogen ditingkatkan dengan menggunakan tekanan yang sangat
tinggi. alasan utama menggunakan tekanan tinggi adalah untuk meningkatkan
persentasi amonia di dalam keseimbangan campuran, namun hal ini juga
memberikan perubahan yang berarti pada laju reaksi juga.
e) Katalis
Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tetapi zat itu sendiri
tak mengalami perubahan yang kekal (tidak diskon asumsi atau tidak dihabiskan).
Katalis dibagi 2 yaitu :
Katalis Positif.

Katalis positif berfungsi untuk mempercepat laju reaksi dengan cara


menurunkan energi pengaktifan, katalis positif disebut juga katalisator.
Katalis Negatif
Katalis negatif berfungsi untuk memperkuat laju reaksi. Katalis
negatif disebut juga inhibator.
Adapun Jenis-jenis katalis yaitu :
o Katalis homogen
Wujud katalis homogen ini sama dengan wujud pereaksi. Jenis katalis
ini umumnya ikut beraksi tetapi pada akhirnya akan kembali lagi ke
bentuk semula.
o Katalis Heterogen
Wujud katalis homogen ini berbeda dari wujud pereaksi. Jenis katalis
ini umumnya berupa logam-logam dan bereaksi yang dipercepat adalah
reaksi gas-gas katalis ini tidak ikut bereaksi, tetapi melalui reaksi
permukaan yaitu permukaan logam menyerap molekul-molekul udara
hingga apabila dua molekul gas yang dapat bereaksi terserap maka gasgas itu akan mudah bereaksi katalis ini kebanyakan digunakan dalam
reaksi industri.
o Katalis biokimia
Katalis biokimia ini berfungsi untuk mempercepat reaksi-reaksi yang
terjadi pada makhluk hidup. Katalis ini berupa enzim-enzim.
Dalam laju reaksi terdapat pula teori tumbukan, reaksi berlangsung sebagai
hasil tumbukan antara partikel pereaksi. Akan tetapi tidaklah setiap tumbukan
antara partikel menghasilkan reaksi, melainkan hanya tumbukkan antar partikel
yang memiliki energi yang cukup serta arah tumbukan yang tepat. Sehingga dapat
dikatakan bahwa laju reaksi dapat bergantung pada 3 hal, yaitu:
1.
2.

Frekuensi Tumbukan
Fraksi tumbukan yang melibatkan partikel dengan energi cukup

3.

Fraksi partikel dengan energi cukup yang tumbuhannya dengan arah yang
tepat.
Tumbukan yang menghasilkan reaksi disebut dengan tumbukan efektif,

energi minimum yang harus dimiliki oleh partikel pereaksi sehingga menghasilkan
tumbukan efektif yang disebut juga energi pengaktifan untuk memahami arti dari
energi pengaktifan perlu diperhatikan pelan-pelan benda yang ada di sekitar kita
yang dapat terbakar.
Adapun persamaan laju reaksi dan orde reaksi yaitu sebagai berikut:
A + nB
pC = qD
x
x
Persamaan laju : V = K [A] [B]
Dengan ketetapan rumus :
- K
: Ketetapan Jenis Reaksi
- X
: Orde Reaksi terhadap pereaksi A
- Y
: Orde reaksi terhadap pereaksi B
- m,n,p,q : Koefisien masing-masing zat yang terlihat dalam reaksi
Ketetapan jenis reaksi (K) adalah salah satu tetapan yang harganya
bergantung pada jenis pereaksi dan suhu., setiap reaksi mempunyai harga K
tertentu pada suhu tertentu. Harga K berubah jika suhu berubah, kenaikan suhu dan
katalisator umumnya dan memperbesar harga K.

BAB III
METODE PRATIKUM
A. ALAT DAN BAHAN
1. Pengaruh Perubahan Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
a. Alat:
1) Gelas kimia 100 mL
2) Gelas ukur 50 mL
3) Kertas putih ukuran 10 x 10 cm yang diberi tanda X hitam
4) Stopwatch
5) Pipet
b. Bahan:
1) Larutan HCl 2 M
2) Larutan Na2S2O3 0,05 M; 0,1 M ; 0,5 M; 0,25 M dan 1,0 M
2. Pengaruh Perubahan Suhu Terhadap Laju Reaksi
a. Alat
1) Gelas kimia
2) Tabung reaksi
3) Termometer
4) Kompor spirtus
5) Kaki tiga
b. Bahan
1) Air Suhu Ruangan (21 C)
2) HCl 1 M
3) Air Dingin
3. Pengaruh Perubahan Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi
a. Alat
1) Mortar/pastle
2) Gelas kimia
b. Bahan
1) Kapur warna
2) Larutan HCl 1 M
4. Pengaruh Perubahan Katalis Terhadap Laju Reaksi
a. Alat
1) Tabung reaksi
2) Rak tabung reaksi
10

3) Gelas ukur 10 mL
b. Bahan:
1) Larutan H2O2
2) Serbuk batu kawi (MnO2)

11

B. LANGKAH KERJA
1. Pengaruh Perubahan Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
1) Siapkan 5 buah gelas kimia yang telah diberi label 1,2,3,4, dan 5
2) Letakkan 5 buah gelas kimia yang telah diberi label tersebut diatas
kertas putih yang telah diberi tanda X
3) Masukkan Na2S2O3 0,05 M; 0,1 M; 0,5 M ; 0,25 M dan 1,0 M kedalam
kelima gelas sebanyak 10 ml kedalam gelas kimia yang telah diberi
label
4) Masukkan 20 mL larutan HCl 2 M ke dalam 5 gelas kimia lain
5) Masukkan kelima gelas HCl 2 M kedalam kelima gelas yang berisi
Na2S2O3 secara bersamaan
6) Catat waktu yang diperlukan mulai ditambahkan larutan Na2S2O3
sampai tanda X hilang
2. Pengaruh Perubahan Suhu Terhadap Laju Reaksi
1) Siapkan gelas kimia masing-masing diberi air bersuhu panas,
normal/ruangan, dan dingin dengan volume yang sama. Air yang
bersuhu panas didapat dari air yang dipanaskan dengan menggunakan
kompor spirtus
2) Ukur dan catat suhu mula-mula air pada setiap gelas kimia dengan
termometer
3) Siapkan stopwatch
4) Masukkan HCl secara bersamaan pada masing-masing gelas.
(sebelumnya HCl dimasukkan kedalam tabung reaksi terlebih dahulu
secukupnya)
5) Hitung waktu reaksi dengan stopwatch
6) Amati perubahan yang terjadi dengan mencatat waktu akhirnya reaksi
pada masing-masing gelas kimia
7) Ukur dan catat suhu akhir pada setiap gelas kimia dengan termometer
3. Pengaruh Perubahan Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi
1) Siapkan dua buah kapur. Tumbuk salah satu kapur menggunakan
mortal
12

2) Masukan kedua jenis kapur ke dalam tabung reaksi yang telah diisi
HCl
3) Amati apa yang terjadi
4. Pengaruh Katalisator Terhadap Laju Reaksi
1) Siapkan dua tabung reaksi yang telah diisi H2SO4
2) Masukan serbuk MNO2 kedalam salah satu tabung
3) Amati apa yang terjadi

13

BAB III
DATA DAN PEMBAHASAN
A. DATA DAN PEMBAHASAN
1. Pengaruh Perubahan Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
Percobaa

Konsentrasi Larutan

Konsentrasi Larutan

Waktu

HCl 2 M

Na2S2O3

(detik)

1
2
3
4
5

20 mL
20 mL
20 mL
20 mL
20 mL

10 mL
10 mL
10 mL
10 mL
10 mL

0,05 M
0,1 M
0,5
0,25 M
1M

72,65 s
37,67 s
18,13 s
10,56 s
7,24 s

Pada percobaan diatas menunjukkan pada percobaan pertama hingga kelima


larutan HCL cepat bereaksi ketika dicampur dengan larutan Na2S2O3 yang memiliki
1 M. Hal ini menunjukkan bahwa Laju reaksi akan lebih cepat dengan larutan yang
Molaritasnnya tinggi

14

2. Pengaruh Perubahan Suhu Terhadap Laju Reaksi


Percobaan
1
2
3

Suhu Air

Waktu

67 C (air panas)
23 C (air pada suhu normal)
14 C (air dingin)

bereaksi
18 s
33 s
82 s

Dengan air panas (67 C) reaksi berlangsung cepat, yaitu

selama 18 detik

Dengan air suhu normal (23 C) reaksi berlangsung selama 33


detik.

Dengan air dingin (14 C) reaksi berlangsung lambat, yaitu


selama 84 detik (1 menit, 22 detik).

3. Pengaruh Perubahan Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi


Perlakuan
Bongkahan CaCO3 (kapur) +

Waktu (detik)
7 Menit 40 detik = 460

HCl
Serbuk CaCO3 (kapur) + HCl

detik
2 Menit = 120 detik

Reaksi

antara serbuk kapur dengan HCl menghasilkan gelembung yang lebuh banyak dari
pada reaksi antara bongkahan kapur dengan HCl, gelembung tersebut menyatakan
reaksi antara kapur dengan HCl. Serbuk kapur akan habis bereaksi selama 120,
selanjutnya bongkahan kapur akan habis bereaksi selama 450 detik.

15

4. Pengaruh Katalisator Terhadap Laju Reaksi


Percobaa
n
1
2

Larutan

Konsentrasi larutan

Pengamatan

H2O2

H2O2
Ditambah batu kawi

Menguap / reaksi

H2O2

(MnO2)
-

menjadi lebih cepat


Tidak terjadi apa apa

Pada percobaan pertama laturan yang diberikan katalisator (MnO2) menguap


lebih cepat dibandingkan percobaan kedua. Hal ini menunjukkan bahwa dengan
adanya katalisator mempercepat laju reaksi.

16

BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Berdasarkan hasil

praktikum

yang

pertama

(Pengaruh

Perubahan

Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi), dapat disimpulkan bahwa :


a. Pengaruh konsentrasi zat terhadap laju rekasi, Jika Konsentrasi zat
reaktan makin besar, maka laju reaksinya makin cepat.
b. Konsentrasi zat berkaitan dengan jumlah partikel zat. Semakin besar
konsentrasi zat maka jumlah partikel akan semakin banyak sehingga
semakin sering bertumbukan karena ruang geraknya semakin sempit.
Oleh karena itu, semakin sering terjadi tumbukan maka semakin cepat
reaksi tersebut menghasilkan zat baru sehingga laju reaksi semakin
cepat.
2. Berdasarkan hasil praktikum yang kedua (Pengaruh Perubahan suhu
Terhadap Laju Reaksi) dapat disimpulkan bahwa:
Dari percobaan dan pengamatan dapat disimpulkan bahwa ketika pemanasan
dilakukan terlihat suhu yang lebih tinggi mempunyai waktu laju reaksi yang
cepat, sehingga frekuensi tumbukan yang terjadi menjadi semakin besar dan
reaksi semakin cepat berlangsung.
3. Berdasarkan hasil praktikum yang ketiga (pengaruh luas permukaan
terhadap laju reaksi) , dapat disimpulkan bahwa:
Semakin besar jumlah luas permukaan (makin kecil ukuran partikelnya), laju
reaksi makin cepat.
4. Berdasarkan hasil praktikum yang keempat (pengaruh katalisator terhadap
laju reaksi), dapat disimpulkan bahwa:
Menambahkan katalis ini berpengaruh pada energi aktivasi. Katalis
menyediakan rute alternatif untuk reaksi. Rute alternatif memiliki energi
aktivasi yang lebih rendah.
17

B. SARAN
Dalam melakukan percobaan diharuskan untuk berhati-hati. Lakukan
percobaan secara benar sesuai tahap yang telah ditentukan dan teliti.

18

DAFTAR PUSTAKA
id.wikipedia.org/wiki/Laju_reaksi

19

LAMPIRAN

20

21

22

23

24