Anda di halaman 1dari 19

A.

Latar Belakang
Pembangunan pada umumnya, di samping mempunyai dampak positif juga akan

mempunyai dampak negatif bagi masyarakat sekitar proyek. Permasalahannya adalah


bagaimana memaksimalkan dampak positif serta meminimalkan dampak negatif melalui
pengelolaan dan pemantauan baik pada saat pra konstruksi, konstruksi, operasi maupun pasca
operasi. Untuk itu diperlukan kajian tentang dampak yang telah terjadi sebagai akibat dari
kegiatan lain dan yang akan terjadi setelah proyek berjalan beserta pengelolaan dan
pemantauannya. Kajian tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk Laporan Analisis Mengenai
Dampak

Lingkungan

(AMDAL)

Terpadu

sesuai

dengan

Kepmen

LH

No.

57/MENLH/12/1995 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Usaha atau Kegiatan


Terpadu/Multisektoral karena dalam satu kegiatan yang saling terkait.
Di dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup pasal 18 ayat 1, menyatakan bahwa setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yamg
mempunyai dampak besar dan penting wajib dilakukan kajian AMDAL.
AMDAL merupakan salah satu azas untuk menunjang pembangunan berwawasan
lingkungan. Pada dasarnya prosedur untuk semua kegiatan hamper sama satu dengan yang
lain dan dapat dikaji dari PP 27/1999 tentang Analisis Dampak Lingkungan. RPL ataupun
RKL merupakan intisari AMDAL sebagai janji pemrakarsa kepada pemerintah dan publik
yang wajib dilaksanakan dengan konsisten. RPL ini merupakan tindak lanjut dari studi
ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan)
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) adalah dokumen yang memuat upayaupaya untuk mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan
hidup yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana
suatu kegiatan. Upaya-upaya tersebut dirumuskan berdasarkan hasil arahan dasar-dasar
pengelolaan dampak yang dihasilkan dari kajian ANDAL.
B. Tujuan

C. Permasalahan
DESKRIPSI KEGIATAN

1.

Lokasi Rencana Pembangunan Usaha/Kegiatan


Lokasi rencana pembangunan pabrik es balok terletak di Kompleks Asean Aceh

Fertilizer, Dusun Asean, Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh
Utara, Provinsi Aceh. Dengan luas tanah 68 ha.
2.

Luas Areal
Luas areal yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik es balok 100 x 150 m 2

(1.5ha). Luas rencana bangunan pabrik es balok yang akan di bangun 30 x 40 m 2 ( 0.12
ha).
3.

Sketsa Rancangan Pembangunan Pabrik Es Balok


Rancangan pabrik yang akan dibangun adalah Pabrik Es Balok sekala kecil karena

hanya memproduksi 10ton //hari.

Gambar 1. Mesin Pendingin Es Balok 10 ton/hari

3.

Lama Waktu

a. Waktu Pembangunan (Pra-Operasional)


Perkiraan waktu yang di butuhkan dalam pembangunan pabrik es balok ini 2-3
bulan. Diperkirakan yang memakan waktu lama ada pembangunan bangunan utama Pabrik es
balok yang mencakup sarana dan prasarana. Setelah pembangunan bangunan utama selesai,
kemudian dilanjutkan dengan pembangunan properti lainnya seperti, saluran pembungan
limbah, tempat parkir, penampungan air, pembuatan sumur bor dan pagar di sekeliling pabrik.
b. Waktu Perkiraan Operasional
Lamanya waktu operasional diperkirakan akan berjalan lama, namun dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Ketersediaan air bersih, kelimpahan limbah
yang dihasilkan, SDA dan SDM.
4.

Jumlah Manusia yang Terlibat dalam Kegiatan


Dalam pelaksanaan kegiatan ini, di perkirakan 25-30 orang. Karena semakin banyak

yang terlibat maka akan semakin cepat pula proses pembangunan berlangsung.
5.

Jenis-jenis Aktifitas

a. Pra-oprasional (Pembangunan)
Aktivitas pada proses pembangunan (Pre-oprasional) meliputi : Persiapan lahan,
Perancangan proyek, Pengadaan sarana dan prasarana, dan Pembangunan bangunan utama
pabrik, dll.
b. Operasional
Sedangkan aktivitas pada proses oprasional meliputi : Mobilisasi Bahan Material dan
Peralatan-peralatan pendukung produksi, Penerimaan dan Mobilisasi Tenaga Kerja, dan
Transaksi Jual-Beli.
6.

Bahan-Bahan yang Digunakan Untuk Pembangunan


Bahan-bahan yang di gunakan untuk Pre-operasional (Pembangunan) di antaranya :

Material bahan-bahan bangunan, dan Alat-alat berat.


7.

Bahan Baku yang Digunakan Untuk Operasional


a.

Bahan Baku

Air sumur, merupakan bahan baku pembuatan es.

Air PDAM, merupakan bahan baku cadangan pembuatan es. Air PDAM digunakan apabila
air sumur berkurang atau airnya tidak memenuhi persyaratan.
b.

Bahan Pembantu

Garam, berfungsi untuk mencapai proses pendinginan (sebagai mediator) karena air garam
dengan kadar kurang lebih 19 % terlarut paling sempurna dan tidak terjadi endapan pada
bak pendingin yang memiliki titik beku lebih rendah dibanding dengan air murni yang ada di

dalam ice scan.


NH3 atau amoniak, berfungsi sebagai pendingin karena amoniak memiliki titik didih -280 F.
Oli dan solar, berfungsi sebagai pelumas dan bahan bakar mesin-mesin produksi

RONA AWAL LINGKUNGAN


1.

Sebelum Kegiatan/Proyek Dilaksanakan

a. Komponen Lingkungan Tanah


Sebelum kegiatan/proyek dilaksanakan, kondisi tanah wilayah yang akan dibangun
Pabrik Es Balok dalam keadaan baik-baik saja, karena proses pembangunan belum berjalan/
berlangsung. Dan pada lokasi masih terdapat pepohonan.
b. Komponen Lingkungan Udara
Kondisi udara di sekitar wilayah yang akan dibangun Pabrik Es Balok sebelum
kegiatan/proyek dilaksanakan dalam keadaan baik-baik saja. Karena belum terjadi polusi
udara yang di akibatkan aktivitas pembangunan, dan produksi pabrik.
c. Komponen Lingkungan Air
Sebelum kegiatan/proyek dilaksanakan, kondisi air di sekitar wilayah yang akan
dibangun Pabrik Es Balok dalam keadaan baik-baik saja. Karena belum ada limbah yang
masuk kedalam perairan kolam yang di akibatkan dari aktivitas produksi Pabrik Es Balok.
d. Komponen Sosial dan Ekonomi
Komponen sosial dan ekonomi saat kegiatan/proyek sebelum dilaksanakan masih
dalam keadaan biasa-biasa saja. Karena sebagian besar masyarakat yang tinggal di komleks
Asean ini merupakan karyawan pabrik Asean Aceh Fertilizer, PNS, dan Karyawan Swasta.
Perencanaan ini membuat masyarakat di luar kompleks Asean merasa senang karena mereka
mengetahui akan membuka penerimaan karyawan.

PRAKIRAAN DAMPAK

1.

Tahap Pra-Operasional

a. Komponen Lingkungan Geo Fisik Kimia


Kegiatan pada tahap pra-operasional tidak menimbulkan dampak yang besar
dan penting pada komponen lingkungan geo fisik kimia. Karena proses produksi belum
berlangsung, sehingga belum menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan geo

fisika kimia.
b. Komponen Sosial Ekonomi Budaya
Perubahan Sikap dan Persepsi Masyarakat
Sebagian besar masyarakat di wilayah proyek belum mengetahui adanya rencana
pembangunan usaha atau kegaiatan pembanguana Pabrik Es Balok yang akan dilaksanakan
di wilayaah tersebut. Walaupun demikian sebagian masyarakat setuju dengan pembangunan
Pabrik Es Balok di wilayah tersebut. Karena masyarakat di luar kompleks ini merasa senang
dan berharap dapat bekerja dalam pelaksanaan pembangunan rencana usaha atau kegiatan
tersebut, masyarakat juga dapat menerima pendatang yang akan bekerja dalam pelaksanaan
pembangunan Pabrik Es Balok di wilayah tersebut, karena dengan adanya pekerja dari luar
daerah akan menambah wawasan baru tentang upaya sosialisasi dalam hidup bermasyarakat.
Hal ini semua memberikan gambaran timbulnya sikap dan persepsi positif masyarakat
terhadap pembangunan Pabrik Es Balok di daerah tersebut.
c. Komponen Lingkungan, Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat
d. Komponen yang Akan Menerima Dampak

2.

Tahap Operasional
a) Komponen Lingkungan Geo Fisik Kimia
Penurunan Kualitas Air Kolam
Damapak penurunan kualitas air kolam pada tahap konstruksi dapat berupa dampak
langsung atau dampak turunan. Dampak langsung terjadi dari kemungkinan bauangan
limabah cair dari aktivitas kegiatan yang dilakukan di lokasi pelaksanaan pembanguanan
Pabrik Es Balok ke badan air kolam. Sedangkan damapak turunan yang terjadi dari
peningkatan laju erosi tanah dan sedimentasi ke perairan kolam disekitar lokasi rencana
pembanguan Pabrik Es Balok berikut sarana dan prasarana pendukung.
Perubahan substrat dan kejernihan dapat mempengaruhi makhluk hidup baik
vegetasi, satwa yang ada di dasar maupun di permukaan perairan. Dengan terjadinya

perubahan substrat dasar zat hara yang terdapat dalam sedimen menjadi larut di dalam
perairan menyebabkan kandungan nitrat-N dan ortophospat-P meningkat, hal ini dapat
mengurangi kesuburan. Pengendapan lumpur yang menyebabkan pendangkalan di dasar
kolam, menyebabakan terganggunya ekosistem perairan, terutama sekali ekosistem
dan habitat biota perairan berupa plankton, benthos, nekton, dan ekosistem biota air
lainnya.

Penurunan Kualitas Udara dan Peningkatan Kebauan


Tedapat beberapa tipe polutan yang dikeluarkan ke udara dari adanya rencana
pembangunan, polusi udara yang berbentuk emisi gas buang seperti karbon monoksida (CO),
nitrogen dioksida (NO2), Sulfur dioksida (SO2) dan amoniak (NH3) merupakan komponen
yang sering dikeluarkan dari pembakaran bahan bakar minyak mesin kendaraan dan mesin
alat-alat berat di Pabrik. Polusi berupa peningkatan partikel debu di udara dapat bersal dari
aktivitas transportasi lalulintas kendaraan di lokasi Pabrik.

Peningkatan Kebisingan
Peningkatan kebisingan di sebabkan dari suara alat-alat produksi es pada pabrik.
Gangguan Lalu Lintas
Gangguan lalulintas biasanya di sebabkan banyaknya kendaraan yang keluar masuk
areal pabrik.

b) Komponen Lingkungan Biologi


Gangguan Terhadap Komponen Biologi
Pada tahap operasional terjadi penebangan beberapa pepohonan yang ada pada areal

pembangunan pabrik. Menyebabkan terganggunya ekosistem perairan pada kolam.


Komponen Sosial Ekonomi
Kesempatan Kerja Dan Peluang Berusaha
Pada tahap operasional dapat memberikan dampak positif yaitu membuka kesempatan
kerja kepada masyarakat di luar komples Asean. Dan membuka peluang usaha, misalnya :

Usaha rumah makan, Penjual minuman, Penjual rokok, dll.


Peningkatan Pendapatan Penduduk
Pada tahap operasional tidak meningkatkan pendapatan penduduk Kompleks Asean,
Tetapi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di luar Kompleks Asean.
Perubahan Sikap Dan Persepsi Masyarakat

Pada tahap operasional menyebabkan perubahan sikap dan persepsi masyarakat


Kompleks Asean, karena banyaknya kendaraan yang keluar masuk areal pembangunan
pabrik.
c) Komponen Lingkungan Dan Kesehatan Masyarakat
Gangguan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Proses operasional dapat dapat menyebabkan gangguan kesehatan, dan dapat
mengganggu keselamatan kerja masyarakat sekita pabrik.
d) Komponen yang Akan Menerima Dampak

Lingkungan
Pada tahap operasional menyebabkan pengurangan varietas tumbuhan karena adanya

penunebangan pepohonan yang ada pada areal pembangunan pabrik.


Masyarakat
Menyebabkan terganggunya masyarakat yang tinggal di Kompleks Asean yang

disebabkan oleh aktivitas pembangunan.


Biota Air
Proses pembangunan ini belum menyebabkan dampak kepada biota air, karena proses
produksi belum berlangsung.

3.
Tahap Pasca Operasional
a) Komponen Lingkungan Geo Fisik, Kimia, dan Biologi
Dampak Penurunan Kualitas Air Kolam
Dampak pada tahap pasca operasional disebabkan oleh pelaksanaan oprasional dan
pemeliharaan Pabrik Es Balok, oprasional mesin-mesin genset, sarana dan prasarana lainnya
yang terdapat di lokasi Pabrik yang memungkinkan terdapatnya rembesan limbah yang akan
memasuki badan air kolam. Hal tersebut dapat menimbulkan peningkatan minyak dan lemak,
kepadatan tersuspensi dan kekeruhan air yang akhirnya menyebabkan penurunan kualitas air
kolam sekitar lokasi Pabrik dan menyebar ke lingkungan sekitarnya.

Dampak Penurunan Kualitas Udara, Peningkatan Kebauan dan Kebisingan


Dampak pasca operasional disebabkan oleh kegiatan trasportasi lalulintas kendaraan
di areal pabrik yang menimbulkan peningkatan kadar debu dan gas buangan yang terdispersi
ke udara disepanjang jalan. Kebisingan yang di sebabkan oleh suara-suara kendaraan yang
keluar masuk pabrik, dan berasal dari peralatan pabrik.

b) Komponen Lingkungan Biologi

Gangguan terhadap biota perairan


Dampak pada tahap pasca operasional berupa masuknya pencemar dari kemungkinan
terjadinya rembesan yang menimbulkan peningkatan minyak dan lemak, kepadatan
tersuspensi dan kekeruhan air yang akhirnya menyebabkan penurunan kualitas air kolam
sekitar lokasi pabrik dan menyebar ke lingkungan sekitarnya. Rangkaian ini menyebabkan
peningkatan kekeruhan, muatan padatan tersuspensi, residu terlarut dan peningkatan pH yang
menyebabkan terganggunya habitat biota perairan seperti penurunan kelimpahan, penurunan
indeks keanekaragaman plankton, bentos, dan nekton di perairan sekitar lokasi pabrik serta
munculnya sikap dan persepsi negatif masyarakat terhadap keberadaan Pabrik Es Balok.

c) Komponen Sosial Ekonomi


Dampak Terbukanya Kesempatan Kerja dan Peluang Usaha
Dampak terbukanya kesempatan kerja dan peluang usaha menimbulkan secara
langsung terjadi penerimaan tenaga kerja yang akan dilakukan oleh Badan Pengelola Pabrik
Es Balok untuk mendukung kegiatan oprasional dan pemeliharaan Pabrik Es berikut sarana
dan prasarana yang di bangun maupaun penerimaan tenaga kerja. Oprasional Pabrik Es Balok
juga megundang para pendatang untuk melamar pekerjaan.

Dampak Peningkatan Pendapatan Penduduk


Dampak peningkatan pendapatan penduduk ini terjadi bukan pada masysrakat
Kompleks Asean, tetapi pada masyarakat diluar Kompleks tersebut. Pada tahap pasca
operasional secara langsung disebabkan dari kegiatan penerimaan tenaga kerja penduduk
local, dari luar daerah, dan terbukanya peluang usaha bagi penduduk luar Kompleks Asean
pada sector in-formal. Kehadiran Pabrik Es Balok dapat mendorong peningkatan
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Utara, seiring dengan peningkatan aktivitas di
wilayah sekitar Pabrik, mendorong aktivitas di sektor-sektor ekonomi lainnya, seperti sektor
transportasi, pariwisata, hotel, restoran dan lainnya yang secara langsung dapat menarik
investor.

Dampak Peningkatan Pendapatan Daerah


Dampak peningkatan pendapatan daerah merupakan dampak positif yang diharapkan
dapat meningkatkan pembangunan dan perekonomian lokal serta mempengaruhi peningkatan

kesejahteraan penduduk Kabupaten Aceh Utara. Peningkatan pendapatan daerah terjadi dari
kegiatan oprasional Pabrik berkewajiban membayar iuran, retribusi dan pungutan-pungutan
lain berupa pajak atau retribusi lainnya sesuai tarif dan ketentuan yang berlaku.

Dampak Perubahan Sikap dan Persepsi Masyarakat


Dampak pasca operasional dapat terjadi kegiatan penerimaan tenaga kerja lokal untuk
bekerja pada Badan Pengelola Pabrik Es Balok dan pada pedagang atau nelayan di kawasan
Pabrik Es Balok. Dampak perubahan sikap dan persepsi negatif pasca oprasional dapat terjadi
akibat adanya kemungkinan terjadinya dampak turunan dari dampak primer seperti dampak
lalulintas yang terjadi di sekitar lokasi. Persepsi negative masyarakat bersifat sementara dan
dapat berbalik sepanjang masalahnya dapat diselesaikan dengan baik.

d) Komonen Lingkungan, Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat


Dampak Penurunan Estetika
Dampak penurunan estetika adalah terjadinya penyebaran dan penumpukan sampah
secara sembaraangan sehingga mengganggu kenyamanan dan kerapihan lingkungan Pabrik.
Dampak ini terutama dapat di sebabkan oleh penerapan sistem penanganan sampah yang
kurang baik sehingga terjadinya penumpukan sampah pada lokasi sekitar bangunan atau
berserakan pada ruang pekantoran dan ruang terbuka di dalam lingkungan Pabrik sehingga
dapat mengganggu kenyamanan para karyawan maupun konsumen.
e) Komponen yang Akan Menerima Dampak
Lingkungan
Masyarakat
Dan Biota Air

METODE PENANGANAN DAMPAK


1. Metode Meghilangkan Dampak
Dampak-dampak yang di sebabkan oleh produksi ini tidak dapat dihilangkan jika
proses produksi masih berjalan.
2. Metode Mengurangi Dampak
Pada metode ini dilaukan pengelolahan limbah yang dihasilkan oleh aktivitas
produksi, yang bertujuan untuk mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi bahaya limbah
hasil produksi.

3. Metode Memitigasi Dampak (Kompensasi)


Metode ini dilakukan apabila dampak sudah tidak bisa dihilangkan dan dikurangi.
Metode ini bertujuan untuk mengganti rugi dampak yang ditimbulkan dari aktivitas produksi
kepada masyarakat yang ada dalam lingkungan wilayah pabrik. Misalnya memberi
pengobatan rutin gratis, dan meberikan uang iuran kepada penerima dampak setiap bulannya.

KESIMPULAN
Setelah menganalisis dan mengamati proyek pembangunan Pabrik Es Balok ini dapat
di simpulkan bahwa pembangunan ini tidak layak. Ketidak layakan pembangunan ini
disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : Letaknya yang tidak strategis, dan Saluran
pembuangan limbah. Karena limbah hasil produksi Pabrik Es Balok ini di alirkan ke kolam
yang terletak 30 m dari bangunan pabrik. Dan pada sekitar kolam tidak terdapat sungai.
Sehingga limbah hasil produksi yang di tampung pada kolam, lambat laun akan menyebaban
kolam tersebut menjadi penuh.

DAFTAR PUSTAKA
Fandeli, ch, 2004. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Prinsip Dasar Dalam Pembangunan.
Penerbit Liberty, Yogyakarta.
Anonimous, 1997. Undang-Undang RI No. 23 Tahun 1997, tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup;
Fandell, Chafid. 2004. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Prinsip Dasar Dalam
Pembangunan. Jakarta: Liberty Offset.
http://direg26.blogspot.com/2013/08/laporan-praktek-kerja-lapang-sistem.html?m=1
http://muhammadyusuffirdaus.wordpress.com/2012/03/19/sistem-refrigerasi/

Surabaya - Proyek Pembangunan Pelabuhan di Teluk Lamong senilai Rp 8 triliun


oleh PT Pelindo III tak hanya diprotes DPRD Jatim, karena diduga menyalahi perijinan.
Nelayan di sekitar proyek juga menentang. Pasalnya, reklamasi besar-besaran oleh PT
Pelindo III mengakibatkan lingkungan rusak dan biota laut menghilang. Dampaknya,
penghasilan para nelayan turun drastis akibat kesulitan mencari ikan. Apalagi, akses nelayan
di perairan itu tertutup karena pengerjaan proyek tersebut, sedikitnya 500 nelayan yang biasa
mencari ikan di sekitar Teluk Lamong menggelar aksi demo menolak PT Pelindo III
melanjutkan proyek pembangunan pelabuhan di Teluk Lamong. Nelayan yang tergabung
dalam wadah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) itu mendatangi kantor PT Adhi
Karya selaku pelaksana proyek pembangunan pelabuhan Teluk Lamong di Jalan Tambak
Osowilangon Surabaya. Mereka berasal dari warga Kelurahan Romo Kalisari, Tambak
Osowilangun, Tambak Langon dan Asemrowo. Ketua Paguyuban Nelayan Tambak
Osowilangun, Syamsurin mengatakan reklamasi yang dilakukan PT Pelindo III
mengakibatkan pendangkalan di Teluk Lamong sehingga nelayan tidak bisa berlayar ke
tengah laut. Tak hanya itu, tanaman mangrove juga menjadi rusak sehingga membuat habitat
biota laut seperti ikan, kerang dan kepiting tidak mau datang dan berkumpul di sekitar
tanaman tersebut. "Hasil tangkapan nelayan jadi menurun drastis sehingga berimbas pada
pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka," jelasnya. Lanjut dia, nelayan sudah banyak
yang menganggur dalam 3 bulan terkahir. Sebab endapan lumpur akibat penancapan pondasi
telah menutup lalulintas nelayan. "Dampak dari reklamasi itu, nelayan sudah hancurhancuran ekonominya," tandasnya.
Sedangkan bagi petani tambak, ongkos budidaya ikan juga menjadi mahal karena
proses penggantian air laut yang biasanya dilakukan secara manual sekarang harus
menggunakan mesin diesel akibat air laut surut karena direklamasi untuk proyek PT Pelindo
III," beber Syamsurin. Dampak lain dari proyek di Teluk Lamong, tambah Subhan
koordinator nelayan Tambak Langon juga mempengaruhi kualitas garam yang dihasilkan

petani garam menjadi jelek akibat bercampur dengan limbah proyek. Dan yang pasti,
"wilayah Romo Kalisari, Tambak Osowilangun dan Tambak Langun serta Asemrowo juga
terancam banjir rob. Karena itu, warga menuntut PT pelindo III segera mengehentikan
reklamasi dan memberikan kompensasi kepada warga yang terkena dampak pengerjaan
proyek

serta

melakukan

konservasi

hutan

mangrove,"

ungkapnya.

Warga juga berharap Pemprov Jatim mengkaji ulang proyek pembangunan Pelabuhan di
Teluk Lamong dan melakukan pengawasan ketat karena kawasan tersebut termasuk wilayah
pengendalian ketat agar lingkungan sekitar kawasan itu terjaga kelestariannya. "DPRD Jatim
dan Gubernur harus tegas dalam membela kepentingan masyarakat kecil. Kalau PT Pelindo
III melanggar aturan ya ditindak," jelas Subhan. Sementara itu, Pimpinan Proyek Pelindo,
Muhamad Hari Darmawan, akan menyampaikan aspirasi nelayan pada pimpinan Pelindo.
Hari menjelaskan, terkait masalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal),
sebenarnya Pelindo sudah mengantonginya. Hanya saja, Amdal yang lama diperbarhui lagi,
selain itu, Hari mengaku ada nelayan yang aksesnya tertutup. "Kita juga kesulitan untuk
mencari akses, akhirnya akses nelayan tertutup," ujar Hari. Karena itu, pihaknya akan
mencari solusi agar nelayan bisa bekerja lagi.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, selama ini proyek teluk lamong memang sangat
mencurigakan. Saat Surabaya Pagi datang ke lokasi dua hari lalu, pintu masuk yang terletak
di sisi utara jalan Tambak Oso Wilangun itu sangat tertutup. Jika dilihat dari jalan raya, tidak
tampak adanya pembangunan proyek sebesar Rp 8 triliun. Sebab, pintu masuk hampir
seluruhnya ditutup pagar seng yang tinggi. Ditengah-tengah memang ada pintu masuk yang
ditutup portal dan selalu dijaga aparat berbaju hitam. Di sisi portal ada tulisan besar. Selain
karyawan dilarang masuk. Tak hanya itu, saking tertutupnya untuk umum, proyek tersebut
memasang dua lapis keamanan di pintu masuk sebelum menuju kantor utama. Di kantor yang
bertuliskan PT Pelindo dan PT Adhi Karya itu malah tampak sepi. Hanya ada tiga sampai
empat orang pegawai saja. Selebihnya, aktivitas lebih terlihat di sebelah utara kantor utama.
Tampak urugan pasir laut seluas mata memandang yang telah menutup laut teluk lamong
hingga sepanjang 2 kilometer dengan lebar sekitar 500 meter. Di sebelah timur, tampak
infrastruktur pembangunan jalan jembatan akses menuju dermaga teluk lamong yang
nantinya akan berada di tengah-tengah laut itu. Terpisah, Agus Salim anggota Komisi D
DPRD Jatim menegaskan bahwa Dewan Jatim sudah merekomendasikan supaya pekerjaan
proyek pelabuhan Teluk Lamong dihentikan sampai ada hasil Kajian Lingkungan Hidup
Strategis (KLHS). Pihaknya juga menyangsikan obyektifitas hasil sementara kajian KLHS
yang dilakukan ITS sebab secara tiba-tiba direview ke Unibraw Malang. "Pergeseran titik

reklamasi itu jelas menyalahi ijin Amdal. Sekarang dampaknya mulai dirasakan para nelayan
karena hasil tangkapan mereka menurun drastis. Karena itu proyek reklamasi harus
dihentikan sampai ada hasil KLHS," tegas politisi asal FPG DPRD Jatim. n rko/bi

AMDAL

A. Judul : Proyek Pembangunan Jalan Tol Nusa Dua Ngurah Rai Benoa
(Tol Bali Mandara)
B. Deskripsi Proyek
a.

Nama Rencana Kegiatan :


Proyek Pembangunan Jalan Tol Nusa Dua Ngurah Rai Benoa, Bali
b. Luas Proyek
: 12,7 Km
c. Letak Lahan/Lokasi
:
Lokasi proyek ini terletak di atas permukaan air laut di Teluk Benoa yang menghubungkan
wilayah selatan Pulau Bali (kawasan Nusa Dua) dengan wilayah Kecamatan Denpasar
Selatan, tepatnya kawasan Pelabuhan Benoa. Selain kedua wilayah ini, jalan tol ini juga
diberikan akses menuju ke Bandara Internasional Ngurah Rai.
d. Rencana Aktivitas Kegiatan Usaha
Aktifitas yang dilaksanakan oleh Jalan Tol Bali Mandara ini memiliki fungsi utama jalan tol
itu nanti akan menjadi akses alternatif yang menghubungkan tiga kawasan strategis yaitu
Nusa dua, Bandara ngurah rai, dan denpasar Bali melalui jalan akses pelabuhan Benoa dan
Pesanggaran, selain jalan tol ini diangun dengan tujuan sebagai alternatif untuk mengurangi
kemacetan jalan utama di Bali, mendukung fasilitas transportasi dan pariwisata,
mempermudah akses yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan, mempermudah akses ke
Bandara Ngurah rai, mengakselerasi mobilitas barang dan jasa. juga menstimuli pertumbuhan
ekonomi daerah.
e. Pola Pelayanan Pola
Pelayanan Tol Bali Mandara ini dilakukan mulai 1 Oktober 2013 pukul 00:00 WITA, jalan
tol Bali Mandara mulai dikenakan tarif. Pemberlakuan tarif tol dan penggolongan kendaraan
tersebut diatur melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 375/KPTS/M/2013

tanggal 18 September 2013, tentang Penetapan Pengoperasian, Golongan Jenis Kendaraan


Bermotor, dan Tarif Tol pada Jalan Tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa. Untuk kendaraan
roda empat dan bus dikenakan Rp 10.000 per transaksi atau setiap kali lewat, sedangkan
kendaraan roda 2 (motor) dikenakan tarif Rp 4.000. Jalan Tol Bali Mandara dioperasikan
dengan sistem terbuka, dimana pengguna jalan bisa masuk dari mana saja, kemudian
membayar tol di gardu tol, dan keluar di tempat tujuan yang diinginkan. Selain pembayaran
tunai, transaksi tol juga dapat dilakukan dengan menggunakan e-Toll Card untuk membantu
kelancaran transaksi.
f. Deskripsi Proyek
1. Tahap Pra Konstruksi
Kawasan Teluk Benoa satu-satunya benteng alamiah melindungi wilayah Bali selatan dari
berbagai bencana seperti banjir tsunami dan lainnya. Di masa lalu Teluk benoa merupakan
sebuah kawasan bentangan hutan mangrove sepanjang puluhan kilometer. Kawasan Tahura
Ngurah Rai juga adalah wilayah teluk ini. salah satu fungsi kawasan teluk Benoa adalah
sebagai kawasan pelindung kawasan bali selatan dari bencana tsunami dan abrasi. Teluk
Benoa juga muara dari sejumlah sungai besar seperti Tukad Badung dan Tukad Mati.
Sebelum reklamasi serangan dan pembangunan Pelabuhan Benoa, Perputaran air di kawasan
teluk benoa sangat bagus sebelum reklamasi kawasn teluk benoa perputaran perputaran arus
air bagus dan hutan mangrove juga masih sangat lestari.
2. Tahap Konstruksi
Pembangunan jembatan ini memerlukan waktu konstruksi selama 14 bulan dan
pembuatan studi kelayakan serta amdal selama 2 bulan. Sementara lahan yang dibebaskan
relative sedikit mengingat jembatan diatas laut. Proyek pembangunan jalan Tol Nusa Dua Ngurah Rai - Benoa, Bali ini dikerjakan bersama oleh PT Jasa Marga Bali Tol yang
merupakan konsorsium BUMN (Jasa Marga, Angkasa Pura I, Pelindo III, Adhi Karya,
Waskita Karya, Wijaya Karya, dan Wijaya Karya). Adapun secara rinci kepemilikan saham
adalah : PT Jasa Marga 60 %, PT Pelindo III 20%, PT Angkasa Pura I 10%, PT Wijaya Karya
5%, PT Hutama Karya 2%, PT Adhi Karya 2% dan Pengembangan Pariwisata Bali 1%. Jalan
tol ini dibangun sejauh 11 km dengan total investasi mencapai 2,3 triliun. Masa konsesi
pengoperasian jalan tol ini selama 45 tahun sejak surat perintah kerja oleh Badan Pengatur
Jalan Tol (BPJT).
3. Tahap Operasi
Proses pembangunan Jalan Tol Bali Mandara ini dengan memanfaatkan lahan yang cukup
luas dari segi teknik bangunan didesain dengan baik dan kokoh agar dapat bertahan lama dan
proses pembangunannya menggunakan alat berta seperti bouldozer dan menggunakan
kendaraan seperti truk untuk mengangkut bahan bangunannya serta dikerjakan oleh tenaga

ahli bangunan agar sesuai dengan harapan meneger perseroan tersebut. Dari segi fisik
bangunan dibuat dengan kokoh menggunakan beton dan baja untuk menopang bangunan
tersebut. Sampai dengan akhir desember 2012 progress konstruksi selalu terjaga memenuhi
target, bahkan sering ahead schedule. Namun Memasuki Januari 2013, curah Hujan dan
kecepatan Angin yang tinggi mulai menjadi penghambat, sehingga proyek mengalami
keterlambatan. dalam sehari bisa 2-3 li turun hujan dan sering menunda pengecoran, karena
tidak mungkin dilakukan pada saat hujan turun maupun angin. gangguan cuaca ini
diperkirakan masih terus berlangsung sampai Pertengan Maret 2013 ini. Akibat dari tidak ada
akses darat, semua proyek tergantung dengan jadwal air pasang surut. pada saat air pasang
menjadi menjadi kesempatan untuk memindahkan atau menggeser peralatan serta
mengangkut material ke laut. Jika air surut tidak banyak yang bisa dilakukan atau tidak bisa
mengangkut alat maupun material ke tengah laut, sementara rata-rata air pasang hanya sekitra
4-5 jam sehari.
Material yang perlu dipindahkan itu diantaranya 33,814 batang tiang pancang untuk
ditanam pada kurang lebih 13,600 titik. supaya transportasi material berjalan lancar ketika air
surut yang hanya sedalam 1 meter itu, sedangkan tebal kapal ponton 2 meter, solusinya
dilakukan pengurukan yang bersifat sementara setebal 2 meter dengan tanah urug yang
disesuaikan dengan jenis tanah eksisting, yaitu tanah berkapur supaya tidak merusak habitat
yang ada dan tidak merusak lingkungan. sehingga transportasi material bisa dilakukan lewat
darat. Urugan tanah itu nantinya akan digali lagi setelah pekerjaan selesai dan dikembalikan
seperti kondisi sebelumnya. kecuali paket 2 yang tidak memiliki pengurukan karena 100 %
berada ditengah laut.
Untuk mengejar keterlambatan agar tidak semakin besar diperlukan upaya ekstra
keras, PT. Jasa marga Bali Tol telah beberapa kali mengundang Direksi Kontraktor untuk
berkordinasi dan membangun komitmen agar proyek ini bisa selesai sesuai jadwal. untuk
mencapai itu diperlukan dukungan ekstra dari direksi kontraktor seperti penambahan jam
kerja, Penambahan Alat, Material,pekerja, dan sumber daya lainnya termasuk keuangan.
4. Tahap Pasca Operasi
Jalan Tol di atas perairan ini mulai beroperasi pada Juli 2013, dan akan menjadi jalan tol
berstandar Internasional yang indah dan modern. pada ruas jalan tol ini akan diberlakukan EToll Card, sehingga masyrakat akan memperoleh pelayanan transaksi yang lancar. E-Tool
Card yang merupakan Kartu Toll Prabayar itu dapat diisi ulang dibeberapa Outlet
Minimarket. dengan selesai jalan tol ini, diharapkan aktivitas usaha serta mobilitas barang
dan jasa di segi tiga emas Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa akan semakin lancar dan mampu
merangsang pertumbuhan ekonomu, Sosial, dan Budaya.

Demikianlah sekilas informasi dari Proyek Konstruksi Jalan Tol Pertama Di Indonesia yang
di bangun di Atas Laut.
C. Deskripsi Rona Lingkungan Awal
Sebagai sebuah proyek Jalan tol pertama di Bali, Jalan tol ini sangat spesial dan
diklaim akan menjadi jalan tol terindah di Indonesia. Jalan tol yang memiliki total panjang
jalan 8,12 km ini merupakan jalan tol pertama yang melintas di atas permukaan laut. Jalan tol
ini memang dirancang sedemikian rupa, sehingga bisa melintasi teluk Benoa. Selain melintas
di atas permukaan laut, ada bagian jalan tol yang juga berada di jalur bawah permukaan
tanah. Tujuan dibangunnya proyek jalan tol ini adalah untuk mengatasi kemacetan di Pulau
Bali yang semakin padat. Dengan lahirnya jalan tol terindah ini diharapkan wisatawan jadi
lebih nyaman dan cepat dalam mencapai tempat wisata yang diinginkan. Uniknya lagi, jalan
tol ini tak hanya dikhususkan untuk kendaraan roda empat atau lebih, karena sepeda motor
juga diberi jatah untuk bisa melewati jalan tol.
a) Abiotik
Awalnya sebelum dibangun jalan Tol Bali Mandara di sekitar Kawasan Benoa adalah
sebuah lahan hutan bakau dan merupakan sebuah perairan laut.
b) Biotik
Dahulu di Teluk Benoa terdapat bentangan hutan mangrove sepanjang puluhan
kilometer. Kawasan Tahura Ngurah Rai juga ada di wilayah teluk ini. Salah satu fungsi
kawasan Teluk Benoa adalah sebagai pelindung kawasan Bali selatan dari bencana
tsunami dan abrasi Bali selatan rawan tsunami, ada lempeng tektonik selatan Bali. Mangrove
Teluk Benoa bermanfaat lindungi Bali selatan terutama Denpasar & Badung. Teluk Benoa
juga muara dari sejumlah sungai besar seperti Tukad Badung dan Tukad Mati. Tukad
merupakan sebutan sungai dalam bahasa Bali.
c) Culture/ Kebudayaan
Adat dan kebudayaan di Bali sangat erat kaitannya dengan agama dan kehidupan
religius masyarakatnya. Tanjung Benoa Bali, letaknya berdekatan dengan kawasan pariwisata
Nusa Dua Bali. Pantai Tanjung Benoa memiliki daya tarik yang unik, sehingga membawa
berkah bagi masyarakat sekitar, yang sebelumnya mata pencahariannya sebagai nelayan.
Seiring dengan perkembangan pariwisata di Bali, penduduk asli di kawasan Tanjung Benoa,
berubah mata pencahariaanya ke bidang pariwisata.
d) Kesmas (Kesehatan Masyarakat)
Kesehatan masyarakat yang terjadi ketikalingkungan awal masih terjaga
kelestariannya, masyarakat tidak banyak mengeluh mengenai kondisi kesehatan mengingat
wilayahnya masih asri dan belum tercemar oleh aktivitas manusia.
D. Identifikasi Dampak Potensial

a.

Komponen Geo-Fisik-Kimia
Pada tahap konstruksi rencana proyek pembangunan Jalan Tol Bali Mandara ini diperkirakan
terdapat kegiatan yang dapat berpengaruh/ memberikan dampak terhadap perubahan
komponen lingkungan fisika dan kimia misalnya tercemarnya air laut akibat pengurugan
dengan tanah kapur yang mengakibatkan penurunan kualitas air laut. Jenis dampak yang
timbul akibat kegiatan ini adalah kualitas udara berupa peningkatan kadar debu, oksigen
sulfur, nitrogen dan hidrokarbon di udara. Dampak lain yang muncul adalah kesehatan
dengan indikator tingkat gangguan kesehatan pekerja dan penduduk di dekitarnya akibat
debu serta gas buangan alat berat dan kendaraan proyek, serta berubahnya bentuk atau

morfologi lahan oleh aktifitas pembangunan jalan tol tersebut.


b. Komponen Biologi
Pada tahap konstruksi proyek pembangunan Jalan Tol Nusa Dua Ngurah Rai Benoa
diperkirakan terdapat kegiatan yang dapat berpengaruh/memberikan dampak terhadap
perubahan komponen biologi misalnya dengan dibangunnya jalan tol tersebut pasti akan
memberikan pengaruh bagi kelestaian hutan mangrove di sekitar kawasan Benoa serta
organisme di sekitar kawasan seperti ikan serta penurunan komposisi biota perairan seperti
jumlah dan kelimpahan plankton, struktur, dan indeks kerapaatan jenis nekton dan populasi
bentos perairan.
c. Komponen Sosial
Menurunnya kualitas sanitasi masyarakat terjadi karena pengaruh peningkatan limbah yang
terjadi dari proyek pembangunan Tol Bali Mandara di Teluk Benoa, sehingga limbah yang
dibuang akan langsung berakibat pada pencemaran air laut ini disebabkan akibat aktivitas
konstruksi pembanguanan jalan tol tersebut.
d. Kesehatan Masyarakat
Polusi
Polusi udara yang dihasilkan pada saat proyek ini dibangun karena menggunakan banyak
kendaraan dan alat berat akan dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar akan mengganggu
kesehatan masyarakat khususnya pada pernafasan.
Penurunan kualitas lingkungan
Pembangunan Jalan Tol Bali Mandara akan mengakibatkan adanya limbah sehingga dapat
menggangu kesehatan masyarakat.
E. Metode
Metode yang digunakan dalam meganalisis evaluasi dampak potensial aktifitas
dan kegiatan pembangunan Jalan Tol Bali Mandara ini menggunakan metode observasi dan
metode wawancara. Metode observasi untuk mengetahui kontruksi dan keadaan sekitar Jalan
Tol Bali Mandara sedangkan metode wawancara agar mengetahui pasca pengoprasian dan

keadaan sosial masyarakat sekitar Jalan Tol Bali Mandara dalam mengetahui dampak dan
kondisi dari pembangunan Jalan Tol Bali Mandara.
F. Dampak Tentang Hipotetif
1. Geo Fisik Kimia
-

Penurunan Kualitas Air Laut

Penurunan kualitas udara

2.
3.
4.

Biologi
Penurunan popolasi flora dan fauna
Kerusakan hutan mangrove dan organisme laut
Sosial
Peningkatan kepadatan penduduk
Perubahan mata pencarian penduduk
Kesmas

Perubahan Pola Penyakit

Polusi Udara

Polusi suara (Kebisingan)

G. Isu Pokok
Pembangunan proyek Jalan Tol Bali Mandara memiliki fokus utama dampak yang
paling dominan dengan pembangunan proyek ini mencangkup komponen komponen
abiotik, biotik, sosial dan kesmas di mana dampak penting yang di timbulkan yaitu :
1. Penurunan Kualitas Air Laut
Dampak terhadap perubahan komponen lingkungan fisika dan kimia misalnya tercemarnya
air laut akibat pengurugan dengan tanah kapur yang mengakibatkan penurunan kualitas air
laut. Jenis dampak yang timbul akibat kegiatan ini adalah kualitas udara berupa peningkatan
kadar debu, oksigen sulfur, nitrogen dan hidrokarbon di udara. Dampak lain yang muncul
adalah kesehatan dengan indicator tingkat gangguan kesehatan pekerja dan penduduk di
dekitarnya akibat debu serta gas buangan alat berat dan kendaraan proyek.
2. Kerusakan pada Kawasan Hutan Mangrove
Pada tahap konstruksi proyek pembangunan Jalan Tol Nusa Dua Ngurah Rai Benoa
diperkirakan terdapat kegiatan yang dapat berpengaruh/memberikan dampak terhadap
perubahan komponen biologi misalnya dengan dibangunnya jalan tol tersebut pasti akan
memberikan pengaruh bagi kelestaian hutan mangrove di sekitar kawasan Benoa serta
organisme di sekitar kawasan seperti ikan serta penurunan komposisi biota perairan.
3. Perubahan Mata Pencaharian Penduduk

Seiring dengan perkembangan pariwisata di Bali, penduduk asli di kawasan Tanjung Benoa,
berubah mata pencahariaanya ke bidang pariwisata.
4. Polusi Udara
Polusi udara yang dihasilkan pada saat proyek ini dibangun karena menggunakan banyak
kendaraan dan alat berat akan dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar akan mengganggu
kesehatan masyarakat khususnya pada pernafasan.