Anda di halaman 1dari 14

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

DAFTAR ISI
BAB I...................................................................................................... 2
PENDAHULUAN....................................................................................... 2
1.1

Latar Belakang..........................................................................2

1.2

Perumusan Masalah...................................................................3

1.3

Tujuan........................................................................................ 3

1.4

Ruang Lingkup...........................................................................3

BAB II..................................................................................................... 4
TINJAUAN PUSTAKA................................................................................. 4
2.1 Limonen........................................................................................ 4
2.2 Polistirena..................................................................................... 4
2.2.1 Pembuatan Polistirena............................................................4
2.3 Ekstraksi....................................................................................... 5
2.3.1 Pengertian Ekstraksi...............................................................5
2.3.2 Ekstraksi padat-cair................................................................6
2.3.3 Operasi dengan Sistem Bertahap Tunggal..............................6
2.3.4 Operasi dengan sistem bertahap banyak dengan aliran
sejajar atau aliran silang..................................................................6
2.3.5 Operasi secara kontinu dengan aliran berlawanan.................7
2.4 Metode Destilasi........................................................................... 8
2.4.1 Destilasi..................................................................................... 8
1. Metode Destilasi..........................................................................8
BAB III................................................................................................... 10
METODE PENELETIAN...........................................................................10
3.1 Uraian Proses Penelitian..............................................................10
3.1.1

Proses Pendahuluan..........................................................10

3.1.2 Proses Ekstraksi Limonen......................................................10


3.1.2 Penerapan Hasil Ekstraksi ke Benda Uji................................10
3.2

Diagram Alir Penelitian............................................................12

3.3

Rancangan Penelitian..............................................................13

Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078

Page 1

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Sampah (limbah) merupakan polemik terstruktur di masyarakat


yang masih meninggalkan PR ( pekerjaan rumah) bagi pemerintah.
Penelitian dan gagasan tentang sampah dan penanganannya telah
banyak dilakukan di berbagai lembaga pendidikan, riset ataupun
pemerintahan. Namun, hasil yang dicapai hampir stagnan, tanpa
penyelesaian yang jelas dan tuntas. Salahsatu masalah sampah nondegradabel seperti sampah styrofoam yang menimbulkan kerugian
bagi manusia dan alam, apabila tidak ada upaya penanganan lebih
lanjut lagi. Timbunan sampahnya akan terus menumpuk yang sulit
untuk diurai.
Limbah styrofoam dari sisa pemakaian jika dibuang ke air atau
sungai maka akan mengotori dikarenakan sifatnya yang tidak mudah
hancur dan mudah mengapung. Jika dibakar maka akan mengerluarkan
gas-gas

karbon

dioksida,

karbon

monoksida

dan

CFC

(chlorofluorocarbon) yang dapat merusak lapisan ozon yang akan


menyebabkan pemanasan global. Dan juga dapat mengkontaminasi
tanah jika dibuang begitu saja ketanah tanpa ada penanganan
sebelumnya karena bahan ini sulit mengalami penguraian biologik dan
sulit didaur ulang, yang menjadi beban bagi lingkungan. Dan dampak
bagi kesehatan, jika digunakan untuk kemasan makanan dan minuman
dalam keadaan panas dan berminyak styrofoam akan terurai dari
polistirena menjadi stirena yang merupakan bahan karsinogen yang
apabila masuk kedalam tubuh akan terakumulasi di dalam tubuh
sehingga dapat mengakibatkan kanker.
Telah dilakukan penelitian yang berupaya menangani maslah
dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk. Dengan konsentrasi 25%
pengenceran

limonen

oleh

etanol+air

untuk

dapat

meluruhkan

styrofoam sampai kepada tahap dapat dibuang ke lingkungan dengan


Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078

Page 2

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

aman karna sudah terurai menjadi manomernya yaitu stirena. Limonen


dapat diambil dengan cara distilasi dan pada penelitian kalli ini meotde
yang digunakan untuk mengambil limonen mengektraksi kulit jeruk
dengan pelarut n-heksana.

1.2

Perumusan Masalah

Salah satu cara dengan mendegradasi styrofoam yang dapat


dibuang ke lingkungan dengan melarutkan di larutan limonen. Didalam
penelitian mengekstrak limonen dari kulit jeruk dan menerapkan ke
styrofoam.

1.3

Tujuan

Penelitian yang kami lakukan memiliki tujuan yaitu :


1. Mengekstraksi kulit jeruk mejadi limonen.
2. Menerapkan

limonen

ke

benda

uji,

dalam

hal

ini

untuk

mengetahui waktu peluruhan yang terjadi.

1.4

Ruang Lingkup

Lingkup penelitian yang kami lakukan ini yaitu:


1.
2.

Bahan baku yang digunakan yaitu limbah kulit jeruk sunkist


Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu proses

ekstraksi dengan pelarut n-heksana.

Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078

Page 3

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Limonen
Limonen

adalah

hidrokarbon

dan

digolongkan

dalam

monoterpena siklik. Limonen bisa diperoleh dari kulit jeruk, jintan,


adas, dan seledri. Limonen, seperti monoterpena lain, dapat diperoleh
dari pohon tertentu. Konsentrasi tipikal dari mono terpena di udara di
hutan kayu adalah 1 sampai 10 g/m2 (Filipsson et al., 1998).
Secara kimiawi, limonen dari kulit jeruk mengandung minyak
atsiri

yang

terdiri

dari

berbagai

komponen

seperti

terpena,

sesquiterpena, aldehida, ester dan sterol 3. Rincian komponen minyak


kulit jeruk adalah sebagai berikut: limonen (94%), mirsen (2%), llinalol
(0,5%), oktanal (0,5%), dekanal (0,4%), sitronelal (0,1%), neral (0,1%),
geranial (0,1%), valensen (0,05%), sinnsial (0,02%), dan sinensial
(0,01%). Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan
senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam
minyak/lipofil. Bahan aktif yang berperan adalah senyawa limonen
yang dikandung minyak atsiri dari kulit jeruk. Limonen berfungsi
melancarkan peredaran darah, meredakan radang tenggorokan dan
batuk, dan bahkan bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain
limonen, minyak atsiri kulit jeruk juga mengandung lonalol, linalil dan
terpinol

yang

berfungsi

sebagai

bahan

penenang

(sedative).

(Switaning,2010).

2.2

Polistirena
Polystyrene (IUPAC Poly (1-phenylethane-1 ,2-diyl)), disingkat

berikut ISO Standard PS, adalah polimer dengan monomer stirena.


Polistirena adalah termoplastik substansi, yang padat (kaca) pada suhu
kamar,

tapi

jika

Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

dipanaskan

di

atas

dengan suhu

transisi

2311 13 1 078

Page 4

2311 13 1 052

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

gelas (untuk pencetakan atau ekstrusi), dapat menjadi padat kembali


bila didinginkan.
2.2.1

Pembuatan Polistirena
Polystyrene terbentuk dengan suatu reaksi polimerisasi adisi

terhadap molekul stirena sebagai monomer dengan melibatkan partikel


cis

1-4

polibutadiena,

melalui

suatu

mekanisme

yang

disebut grafting. Grafting adalah mekanisme dimana rantai polistirena


terikat secara kimia terhadap rangka polibutadiena. Polimer yang
dihasilkan berwujud padatan yang berwarna putih dan bersifat
thermoplastik.

2.3
2.3.1

Ekstraksi
Pengertian Ekstraksi

Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu


padatan

atau

cairan

dengan

bantuan

pelarut.

Ekstraksi

juga

merupakan proses pemisahan satu atau lebih komponen dari suatu


campuran homogen menggunakan pelarut cair (solven) sebagai
separating agen. Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang
berbeda

dari

komponen-komponen

dalam

campuran.

Contoh

ekstraksi : pelarutan komponen-komponen kopi dengan menggunakan


air panas dari biji kopi yang telah dibakar atau digiling. Pemisahan zatzat terlarut antara dua cairan yang tidak saling mencampur antara
lainmenggunakan alat corong pisah. Ada suatu jenis pemisahan lainnya
dimana pada satu fase dapat berulang-ulang dikontakkan dengan fase
yang lain, misalnya ekstraksi berulang-ulang suatu larutan dalam
pelarut air dan pelarut organik, dalam hal ini digunakan suatu alat
yaitu

ekstraktor

sokshlet.

Metode

sokshlet

merupakan

metode

ekstraksi dari padatan dengan solvent (pelarut) cair secara kontinu.


Alatnya dinamakan sokshlet (ekstraktor sokshlet) yang digunakan
untuk ekstraksi kontinu dari sejumlah kecil bahan.
Tujuan ekstraksi adalah untuk menarik komponen kimia yang
terdapat dalam bahan. Ekstraksi ini didasarkan pada perpindahan
Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078

Page 5

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

massa komponen zat padat ke dalam pelarut dimana perpindahan


mulai terjadi pada lapisan antar muka, kemudian berdifusi masuk ke
dalam pelarut.
2.3.2 Ekstraksi padat-cair
Pada ekstraksi padat-cair, satu atau beberapa komponen yang
dapat larut dipisahkandari bahan padat dengan bantuan pelarut. Pada
ekstraksi, yaitu ketika bahan ekstraksi dicampur dengan pelarut, maka
pelarut berdifusi ke

dalam bahan padat dan melarutkan ekstrak.

Larutan ekstrak dengan konsentrasi yang tinggiterbentuk di bagian


dalam bahan ekstraksi. Dengan cara difusi akan terjadikesetimbangan
konsentrasi antara larutan tersebut dengan larutan di luar bahanpadat
Terdapat 4 jenis metoda operasi ekstraksi padat-cair. Berikut ini
disajikan uraian
singkat mengenai masing-masing metoda tersebut:
2.3.3 Operasi dengan Sistem Bertahap Tunggal
Dengan metoda ini, pengontakan antara padatan dan pelarut dilakukan
sekaligus, dan kemudian disusul dengan pemisahan larutan dari
padatan sisa. Cara ini jarang ditemukan dalam operasi industri karena
perolehan solut yang rendah. Gambar operasi dengan sistem bertahap
tunggal dapat dilihat dibawah ini.

Gambar 3. Sistem operasi ekstraksi bertahap tunggal

Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078

Page 6

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

2.3.4

Operasi dengan sistem bertahap banyak dengan aliran sejajar


atau aliran silang

Operasi ini dimulai dengan pencampuran umpan padatan dan


pelarut dalam tahap pertama; kemudian aliran bawah dari tahap ini
dikontakkan dengan pelarut baru pada tahap berikutnya, dan demikian
seterusnya.

Larutan

yang

diperoleh

sebagai

aliran

atas

dapat

dikumpulkan menjadi satu seperti yang terjadi pada sistem dengan


aliran sejajar, atau ditampung secara terpisah, seperti pada sistem
dengan aliran silang. Gambar dapat dilihat dibawah ini.

Gambar 4. Sistem bertahap banyak dengan aliran sejajar

Gambar 5. Sistem bertahap banyak dengan aliran silang


2.3.5

Operasi secara kontinu dengan aliran berlawanan

Dalam sistem ini, aliran bawah dan atas mengalir secara


berlawanan.

Operasi

dimulai

pada

tahap

pertama

dengan

mengontakkan larutan pekat yang merupakan aliran atas tahap kedua,


dan padatan baru. Operasi berakhir pada tahap ke-n (tahap terakhir),
dimana terjadi pencampuran antara pelarut baru dan padatan yang
berasal dari tahap ke-n (n-1). Dapat dimengerti bahwa sistem ini
Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078

Page 7

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

memungkinkan didapatkannya perolehan solut yang tinggi, sehingga


banyak digunakan di dalam industri. Untuk lebih jelasnya gambar
dapat dilihat dibawah ini.

Gambar 6. Sistem bertahap banyak dengan aliran berlawanan


Operasi secara batch dengan sistem bertahap banyak dengan
aliran berlawanan.Sistem ini terdiri dari beberapa unit pengontak
batch yang disusun berderet atau dalam lingkaran yang dikenal
sebagai rangkaian ekstraksi (extraction battery). Didalam sistem ini,
padatan dibiarkan stationer dalam setiap tangki dan dikontakkan
dengan

beberapa larutan

yang konsentrasinya makin menurun.

Padatan yang hampir tidak mengandung solut meninggalkan rangkaian


setelah dikontakkan dengan pelarut baru, sedangkan larutan pekat
sebelum keluar dari rangkaian terlebih dahulu dikontakkan dengan
padatan baru di dalam tangki yang lain. Gambar dapat dilihat dibawah
ini.

Langkah pertama

Langkah

kedua
Gambar 7. Operasi batch bertahap empat dengan aliran berlawanan

Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078

Page 8

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

2.4

Metode Distilasi

2.4.1 Distilasi
Distilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan
penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian
mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah
perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut
sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan
menguap

lebih

dahulu,

kemudian

apabila

didinginkan

akan

mengembun dan menetes sebagai zat murni (distilat). Distilasi


digunakan

untuk

memurnikan

zat

cair,

yang

didasarkan

atas

perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi
uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada
pendinginan ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut
destilat. Terdapat beberapa metode destilasi, yaitu:
1. Distilasi
Destilasi uap untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak
larut dalam air, dan titik didihnya cukup tinggi, sedangkan sebelum zat
cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi
atau mengalami reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair
tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau
destilasi bertingkat, melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap.
Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk
destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air,
dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian
yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang
lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. Untuk destilasi
uap, labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan
dengan labu pembangkit uap (lihat gambar alat destilasi uap). Uap air
yang dialirkan ke dalam labu yang berisi senyawa yang akan
dimurnikan, dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa
tersebut, karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik
didih komponen-komponennya.
Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078

Page 9

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

BAB III
METODE PENELETIAN
Untuk mewujudkan tujuan penelitian ada beberapa tahapan
yang akan dilakukan. Berikut tahapan proses penelitian tersebut
diantaranya adalah proses pendahuluan dilakukan sebagai bentuk
pengecilan ukuran kulit jeruk, proses ekstraksi limonen dengan pelarut
n-heksana dan penerapan hasil ke benda uji. Secara terperinci akan
diuraikan sebagai berikut :
3.1

Uraian Proses Penelitian

3.1.1 Proses Pendahuluan

Pada proses pendahuluan dilakukan pencucian terhadap


kulit jeruk agar dipisahkan dari ampas yang menempel dan
dilakukan

proses

penggilingan

yang

bertujuan

untuk

mengecilkan ukuran kulit jeruk sehingga luas permukaan partikel


Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078 Page 10

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

per satuan berat jeruk menjadi besar, dan menyebabkan pelarut


yang berdifusi semakin banyak. Hasil dari proses pendahuluan ini
dinamakan Bubur Jeruk.
3.1.2 Proses Ekstraksi Limonen

Bubur jeruk kemudian diekstraksi dengan pelarut nheksana. n-heksana dipilih karena memiliki titik didih rendah
agar pelarut dapat menguapkan pada suhu yang tidak terlalu
tinggi. Metode ekstraksi ini adalah Operasi dengan Sistem tahap
tunggal. Dengan metoda ini, pengontakan antara padatan dan
pelarut dilakukan sekaligus, dan kemudian disusul dengan
pemisahan larutan dari padatan sisa. Dengan proses pengadukan
dan diendapkan selama 10 menit Mekanisme yang terjadi pada
proses ekstraksi ini yaitu perpindahan pelarut ke permukaan kulit
jeruk, kemudian mendifusi ke dalamnya, sehingga limonen yang
terdapat pada kulit jeruk akan larut ke dalam pelarut, kemudian
limonen yang terlarut dalam pelarut tersebut akan mendifusi ke
luar menuju ke permukaan kulit jeruk dan akhirnya berpindah ke
badan larutan.
Hasil ekstrak dimasukkan ke dalam labu leher tiga dan
proses distilasi dijalankan pada suhu yang bervariasi untuk
mengambil pelarut n-heksana sehingga dapat digunakan kembali
untuk proses ekstraksi. Setelah D-Limonen didapatkan akan
dilakkukan pengenceran dengan kadar 25% campuran ethanol
dan air karena dugaan sementara kadar 25% merupakan
konsentrasi efektif dalam pengenceran D-Limonen.
3.1.3 Penerapan Hasil Ekstraksi ke Benda Uji

Setelah masuk ke tahap pengujian terhadap benda uji yaitu


styrofoam. D-Limonen diteteskan langsung kepada styrofoam,
dengan asumsi ketika styrofoam terjadi peluruhan maka akan
Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078 Page 11

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

memecah rantai polistirena menjadi stirena sehingga styrofoam


terdegradasi hasil dari stirena dapat dibuang ke lingkungan
karena ada bakteri Pseudomonas aeruginosadi dalam tanah yang
dapat mengurai stirena. Dan kandungan D-Limonen pun dapat
dianalisa. Uraian secara skematis dapat dilihat pada halaman
selanjutnya.

Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078 Page 12

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

3.2

Diagram Alir Penelitian


Dari uraian tahapan proses di atas dapat diringkas dalam bentuk

diagram alir pada gambar 3.1 sebagai berikut :

Kulit Jeruk
Penggilingan Kulit
Jeruk
Bubur
Jeruk

nheksana

Ekstraksi
Rafinat

Ekstrak
trak
Distilasi
DLimonen
Pengenceran DLimonen
Uji coba terhadap
Styrofoam
Analisa Data

Gambar 3.1. Diagram alir penelitian ekstraksi kulit jeruk

Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

2311 13 1 052
2311 13 1 078 Page 13

Memecah Polistirena menjadi Manomernya Stirena dengan

2016

Ekstraksi Kulit Jeruk

3.3

Rancangan Penelitian

Kondisi tetap
1. Kulit buah jeruk sunkist 300 gram
2. n Hekasana 150 ml sebagai pelarut

Variabel percobaan
1. Suhu ekstraksi
2. Jenis jeruk
3. Perbandingan pelarut dan bahan

Untuk tabel dapat dilihat dibawah ini.


Tabel 1. Variabel Percobaan Ekstraksi D-Limonen dalam Kulit
Jeruk
Percobaan

Suhu (T C )

Jenis jeruk

1
2
3
4
5
6

60
50
40
60
50
40

Sunkist
Sunkist
Sunkist
Bali
Bali
Bali

Yayuk Ariska
Rizal Durrahman

Perbandinga
n pelarut
dan bahan
1:2
1:2
1:2
1:2
1:2
1:2

DLimonen
(gram)

2311 13 1 052
2311 13 1 078 Page 14