Anda di halaman 1dari 12

THE COCA COLA COMPANY

ANALISIS SWOT (STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITY, THREAT) THE


COCA COLA COMPANY
Kekuatan (Strenghs) Perusahaan The Coca Cola Company
1. Coca-Cola merupakan perusahaan minuman terbesar di dunia, memproduksi hampir 500
merk. Merk global terbaik di dunia dilihat dari nilainya ($77,839 miliar)
2. Menguasai pangsa pasar dunia dengan market share sekitar 40%.
3. Memiliki kondisi finansial yang kuat.
4. Memiliki saluran distribusi minuman paling luas. Coca-Cola memiliki jaringan distribusi
minuman terbesar di dunia, lebih dari 200 negara menikmati minuman Coca-Cola dengan
jaringan rantai pasokan yang kuat dan efisien, memastikan bahwa semua produk tersedia
bahkan di tempat paling terpencil . Coca-Cola dijual di restoran dan toko-toko mesin penjual
otomatis di lebih dari 200 negara.
5. Pada tahun 2011, Coca-Cola dinobatkan sebagai The Worlds Most Valuable Brand menurut
Interbrand's Best Global Brand.
6. Coca-Cola memiliki competitive advantage melalui merek dagang global dengan harga
premium. Ini berarti Cola-Cola memiliki sesuatu yang pesaing mereka tidak memiliki. CocaCola mencapai competitive advantage dengan diferensiasi dan biaya rendah.
7. Coca-Cola memiliki kampanye iklan yang sangat efektif dan kuat dengan mensponsori
beragam pertandingan dan tim yang ditampilkan dalam program televisi dan film yang tak
terhitung jumlahnya dengan selebriti sebagai brand ambassador. Biaya iklan Coca-Cola
mencapai lebih dari $ 3 miliar pada 2012 dan ini meningkatkan penjualan perusahaan dan
pengenalan akan merk. Coca-cola sudah berasosiasi lama dengan kegiatan olahraga
internasional, sponsorship dll.
8. Coca-Cola semakin fokus pada program-program Corporate Social Responsibility (CSR)
seperti daur ulang / kemasan, konservasi energi / perubahan iklim, hidup sehat aktif,
pengelolaan air dll yang meningkatkan citra sosial perusahaan dan menghasilkan keunggulan
kompetitif dibandingkan pesaing. Coca-Cola telah mulai bekerja dengan the International
Labor Organization's International Program tentang penghapusan Pekerja Anak.

9. Teknik kemasan yang efektif dan efisien dengan daur ulang.

Kelemahan (Weaknesses) Perusahaan The Coca Cola Company

1. Terlalu fokus pada minuman berkarbonasi. Bisnisnya masih berfokus pada penjualan CocaCola, Fanta, Sprite, dan minuman berkarbonasi lainnya sedangkan dunia sedang memerangi
obesitas dan menuju pada konsumsi makanan dan minuman sehat.
2. Portofolio produk yang tidak didiversifikasi. Tidak seperti pesaingnya, Coca-Cola masih
fokus hanya pada penjualan minuman. Tidak bergerak pada produk makanan atau makanan
ringan.
3. Tingkat hutang yang tinggi akibat akuisisi yang mendekati $ 8 miliar uyang diperoleh dari
akuisisi CCE yang secara signifikan meningkatkan tingkat utang Coca-Cola, suku bunga dan
biaya pinjaman.
4. Publisitas negatif. Perusahaan ini sering dikritik karena konsumsi air yang tinggi di daerah
yang langka air dan menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk memproduksi minuman
tersebut. Coca-Cola telah dikritik karena pemasaran yang agresif untuk anak-anak dengan
dugaan efek kesehatan yang kurang baik. Coca-Cola dikritik karena penggunaan pestisida
yang tinggi dalam produk-produknya, praktek eksploitasi buruh, perusakan lingkungan,
membangun pabrik di berbagai negara yang memperkerjakan tenaga kerja budak dan praktik
bisnis monopoli.
5. Kegagalan merk atau banyak merk yang tidak menghasilkan pendapatan yang signifikan.
Coca-Cola saat ini menjual hampir 500 merek tetapi hanya beberapa merek menghasilkan
lebih dari $ 1 miliar penjualan. Ditambah lagi dengan tingkat keberhasilan perusahaan
memperkenalkan minuman baru yang lemah. Banyak produk yang diperkenalkan mengalami
kegagalan, misalnya, minuman C2.
6. Inventory turnover yang lebih rendah dibandingkan dengan PepsiCo.
7. Pemberian otorisasi atas distribusi dan pembotolan akan produknya sendiri, menjatuhkan
sebagian besar dari potensi pendapatan.
8. Kurangnya antusiasme manajemen untuk menawarkan produk-produk asing ke pasar
Amerika Serikat.

Kesempatan (Opportunities) Perusahaan The Coca Cola Company

1. Konsumsi air minum kemasan diperkirakan akan tumbuh baik di AS dan seluruh dunia
dengan tingkat pertumbuhan 11%.

2. Adanya peningkatan permintaan untuk makanan sehat dan minuman. Karena banyak program
untuk memerangi obesitas, permintaan untuk makanan sehat dan minuman telah meningkat
secara drastis. Coca-Cola Company memiliki kesempatan untuk memperluas jajaran
produknya dengan minuman yang memiliki jumlah gula dan kalori yang rendah.
3. Pertumbuhan konsumsi minuman di pasar negara berkembang. Konsumsi minuman ringan
masih tumbuh signifikan di pasar negara berkembang, terutama negara-negara BRIC, di
mana Coca-Cola dapat meningkatkan dan mempertahankan pangsa pasar minuman nya.
4. Pertumbuhan melalui akuisisi. Coca-Cola akan merasa sulit untuk menjaga tingkat
pertumbuhan saat ini dan akan merasa sulit untuk menembus pasar baru dengan portofolio
produk yang ada. Semua ini dapat dilakukan lebih mudah dengan mengakuisisi perusahaan
lain.
5. Kesulitan yang dialami pendatang baru untuk masuk dalam industri minuman ringan karena
beberapa faktor seperti citra merek dan loyalitas, jaringan pembotolan, biaya iklan, distribusi
ritel, dll
6. Coca-Cola dapat mengatasi ketakutan akan produk pengganti dari perusahaan lain dengan
melakukan diversifikasi, menawarkan produk pengganti.
7. Populasi dunia diperkirakan akan tumbuh menjadi 8 miliar pada tahun 2025, dan 9,2 miliar
pada tahun 2050. Hampir 99% pertumbuhan ini akan berlangsung di negara-negara
berkembang.
8. Berfokus pada iklan dan diferensiasi dapat meningkatkan keuntungan.
9. Increase its reaching untapped countries and market Meningkatkan jangkauannya ke negaranegara dan pasar belum tersentuh.
10. Memasarkan dan mempopulerkan produk yang kurang dikenal.
11. Diversifikasi portofolio produknya dengan memasuki industri makanan ringan untuk bersaing
dengan Pepsi Co.
12. Kompetisi yang kuat di segmen minuman soda dari Pepsi Co berarti pertarungan konstan
terhadap perebutan pangsa pasar. Berfokus pada iklan dan diferensiasi dapat meningkatkan
keuntungan.

Ancaman (Threats) Perusahaan The Coca Cola Company

1. Perubahan selera konsumen. Konsumen di seluruh dunia menjadi lebih sadar akan kesehatan
dan mengurangi konsumsi minuman berkarbonasi, minuman yang memiliki yang
mengandung gula, kalori dan lemak. Ini adalah ancaman yang sangat serius bagi perusahaan
seperti Coca-Cola yang fokusnya pada minuman berkarbonasi.
2. Air menjadi langka di seluruh dunia sehingga meningkatkan baik dalam biaya dan kritik
untuk Coca-Cola akan penggunaan air yang besar dalam produksinya.
3. Lebih dari 60% dari The Coca-Cola Company adalah pendapatan dari luar Amerika Serikat.
Karena kinerja dolar yang kuat terhadap mata uang lainnya, pendapatan perusahaan secara
keseluruhan mungkin akan jatuh.
4. Persyaratan hukum untuk mengungkapkan informasi negatif pada label produk. Minuman
berkarbonasi Beberapa Coca-Cola memiliki konsekuensi kesehatan yang merugikan. Produk
yang mengandung informasi tersebut dapat dianggap negatif dan kehilangan pelanggan.
5. Penurunan laba kotor dan margin laba bersih. Margin laba kotor dan laba bersih Coca-Cola
mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir dan akan terus turun karena biaya
penggunaan air dan bahan baku lainnya.
6. PepsiCo bersaing keras dengan Coca-Cola atas pangsa pasar di negara-negara BRIC,
terutama India. Pepsi adalah rival utamadari Coca-Cola dalam industri minuman ringan.
Pepsi memiliki nilai total pendapoatan kedua setelah Coca-Cola, dan juga mengalahkan
Coca-Cola di beberapa pasar.
7. Bisnis secara signifikan bergantung pada penjualan minuman berkarbonasi, yang merupakan
ancaman bagi Coca-Cola sebagai pasar minuman berkarbonasi yang tidak tumbuh atau
bahkan menurun di dunia. Sedangkan pesaing utamanya, PepsiCo sangat terdiversifikasi
dengan menyediakan berbagai produk makanan.
8. Kesulitan dalam mematuhi peraturan pemerintah dan norma yang berbeda di berbagai negara.
9. Harga bahan baku seperti gula dan logam yang digunakan dalam pembuatan kaleng semakin
bertambah.

10. Tingkat pertumbuhan rendah di pasar minuman berkarbonasi di Amerika Utara yang
merupakan pasar utama Coca-Cola.
11. Berbagai studi telah dilakukan dan ditemukan bahwa beberapa minuman termasuk Coca-Cola
berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.

TIGA PERUSAHAAN PESAING dari THE COCA COLA COMPANY


1.) PepsiCo
PepsiCo merupakan pesaing yang sangat sengit di dalam dua pertumbuhan tercepat dalam
kategori industri minuman bagi The Coca Cola Company. Perusahaan ini didirikan pada
tahun 1965. PepsiCo memperoleh 60 persen pendapatannya dari snack division. PepsiCo
diperingkat 19 diantara perusahaan yang paling dikagumi di Amerika. PepsiCo terdiri dari
sekitar 168.000 karyawan dan pada tahun 2006 memiliki pendapatan lebih dari $35 billion.
PepsiCo mendirikan bisnisnya di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, the Middle East,
Africa dan Asia Pasifik. Volume minuman PepsiCo naik sebesar 7 persen di timur tengah,
Argentina, China dan Brazil pada tahun 2006. Meksiko dan Rusia adalah dua pasar kontribusi
yang kuat untuk PepsiCo. Pepsi-Cola Company yang berdiri sejak 1898, sudah melakukan
ekspansi bisnis ke beberapa produk makanan. Merger dengan Frito-Lay pada 1965 menandai
lahirnya nama PepsiCo, sebagai payung perusahaan. Kemudian PepsiCo mengakuisisi
Tropicana pada 1998, dan 2001 melakukan merger dengan The Quaker Oats Company,
termasuk Gatorade. Hingga sekarang, PepsiCo sudah mempunyai lima merek besar yaitu
Frito-Lay, Pepsi-Cola, Quaker, Gatorade, dan Tropicana. Merek-merek ini membawahi
produk-produk PepsiCo yang variatif, sesuai kebutuhan dan pilihan konsumen, dari produk
yang fun hingga produk ala hidup sehat. Mekanisme pemasaran produk PepsiCo dilakukan
melalui empat departemennya, yaitu Frito-Lay North America, PepsiCo Beverages North
America (PBNA), PepsiCo International, dan Quaker Foods North America. Sejak didirikan,
Coca Cola baru mengeluarkan merek lain pada 1960-an, yakni Sprite, Fanta, dan Fresca. Diet
Coke dan Cherry Coke diperkenalkan pada 1980-an sedangkan merek Powerade baru muncul
pada 1990-an.
Hingga saat ini, Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah
ke sektor lain. Lain halnya dengan PepsiCo yang lebih peka dalam dan selangkah lebih maju
dalam hal ini. Ketika Coca Cola sibuk membeli dan mengakuisisi perusahaan minuman lain
di seluruh dunia, PepsiCo sudah selangkah lebih maju dengan merambah industri makanan,
seperti berbagai macam snack berlabel Frito-Lay dan makanan sehat berlabel Quaker. Total
pendapatan PepsiCo, hingga kuartal III-2007 adalah US$ 27,12 miliar dibanding periode
yang sama tahun lalu sebesar US$ 27,75 miliar. Pemasukan tahunan juga meningkat pesat, di
mana total pendapatan 2006 adalah US$ 35,13 miliar, naik US$ 2,57 miliar dari total
pendapatan 2005. Bandingkan saja dengan pemasukan Coca Cola, yang hingga kuartal III2007 hanya sebesar US$ 21,52 miliar, dan periode yang sama 2006 sebesar US$ 18,15 miliar.

Sedangkan total pemasukan selama 2006 adalah US$ 24,08 miliar. Hanya naik US$ 1 miliar
dibanding pemasukan 2005. Meskipun pemasukan Coca Cola tidak terlalu besar, data dari
lembaga riset pasar Millward Brown Optimor menunjukkan bahwa merek Coca Cola masih
cukup kuat, dengan urutan ke-4 yang ditempatinya dari 10 besar Worlds Most Powerful
Brand. Nilai merek Coca Cola pun mencapai US$ 44,1 miliar pada 2007.
Demikian juga menurut survei yang diadakan majalah BusinessWeek. Dari 100 merek
teratas, Coca Cola sudah menempati urutan pertama selama tujuh tahun berturut-turut. Nilai
merek Coca Cola tahun ini sebesar US$ 65,32 miliar atau turun 3% dari 2006 sebesar US$ 67
miliar. Sedangkan peringkat PepsiCo turun menjadi 26 setelah tahun lalu bertengger di posisi
22. Adapun nilai merek PepsiCo tahun ini adalah US$ 12,88 miliar, naik 2% dibanding tahun
lalu sebesar US$ 12,69 miliar.
Visi dan Misi PepsiCo sebagai pesaing
1. Visi:

Mengembangkan semua aspek di dunia yang terlibat secara operasional, baik


lingkungan, sosial, ekonomi, serta menjadikan hari esok agar lebih baik dari hari ini.
Fokus pada pemeliharaan lingkungan, aktivitas sosial, serta berkomitmen untuk
membangun kepercayaan pada pemegang saham dengan sungguh-sungguh

2. Misi:

Fokus terhadap produksi makanan dan minuman yang tepat bagi konsumen sehingga
menjadi produk premier bagi para konsumen.
Berusaha untuk memproduksi penghargaan dalam segi keuangan untuk para investor
sebagaimana PepsiCo menyediakan peluang untuk berkembang dan memperkaya para
karyawan, rekan bisnis, dan komunitas dimana mereka beroperasi.
Dalam setiap upaya yang PepsiCo lakukan, PepsiCo mempertahankan untuk bersikap
jujur, adil, dan berintegritas tinggi.

Analisis SWOT Perusahaan Pepsi Company


Kekuatan(Strenghs) Perusahaan Pepsi Co
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pepsi memiliki lini produk yang lebih luas dan reputasi yang luar biasa
Penggabungan Quaker Oats menghasilkan sinergi di pasaran.
Kerjasama dengan berbagai gerai makanan seperti KFC
Rekam pendapatan dan meningkatkan pangsa pasar.
Kurangnya kendala modal (ketersediaan aliran kas bebas yang besar).
Merek yang kuat, distribusi yang kuat, kemampuan inovatif
Nomor satu dalam pembuat makanan ringan, seperti keripik jagung dan keripik
kentang. Produk bervariasi, tidak hanya minuman.

Kelemahan(Weaknesses) Perusahaan Pepsi Co

1. Pepsi sulit untuk menginspirasi visi dan arah perusahaan global yang besar.
2. Tidak semua produk PepsiCo menanggung nama perusahaan
3. PepsiCo tertinggal jauh dari Coca-cola di pasar internasional, permintaan adalah
sangat elastis.
Peluang (Opportunities) Perusahaan Pepsi Co
1. Pengembangan Pasar dimana perusahaan memperkenalkan produk saat ini ke area
geografis yang baru.
2. Pengembangan Produk dimana perusahaan menciptakan produk baru jenis makanan.
3. Diversifikasi Konsentrik dimana perusahaan menambah produk baru yang masih
berkaitan dengan produk lama.
4. Strategi Kepemimpinan Harga dimana perusahaan berusaha menjadi perusahaan yang
berbiaya rendah karena semakin tingginya tingkat persaingan.
Ancaman(Threats) PepsiCo
1. Pepsi dipersalahkan atas residu pestisida dalam produk mereka dalam salah satu dari
mereka yang paling menjanjikan di pasar Negara berkembang misalnya di India
2. Lebih dari 50 persen dari penjualan perusahaan berasal dari Frito-Lay; ini merupakan
ancaman jika pasar mengalami penurunan
3. PepsiCo sekarang bersaing dengan Cadbury Schweppes, dan Kraft, selain Coca Cola,
(karena produk yang lebih luas).
4. Ukuran perusahaan akan menuntut beragam program pemasaran; sosial, budaya,
ekonomi, politik dan pemerintahan menjadi pertimbangan.
2.) AJE GROUP (BIG COLA)
Big Cola sendiri merupakan minuman berkarbonasi yang di jual seharga Rp
3.000 ukuran 535 mililiter (ml) dan ukuran 1,5 liter seharga Rp 9.000. Hingga saat ini
baru terdapat 4 varian rasa yaitu jeruk, strawberry, cola, lemon. Big Cola adalah brand
dari AJE Group yang paling digemari dan AJE Group adalah pemimpin pasar
minuman di Peru, Amerika Latin. Big Cola hadir di 11 negara Amerika Selatan dan
produk ini merambah pasar Asia melalui peluncurannya di Thailand tahun 2005.
Selanjutnya, produk ini diperkenalkan di Indonesia, Vietnam dan India pada 2010.
Aje Group yang di dirikan 23 tahun yang lalu adalah perusahaan multinasional
terdepan yang bermarkas di Spanyol dan memiliki cabang di lebih dari 20 negara.
VISI DAN MISI AJE GROUP (BIG COLA)
Visi

: Menjadi 20 top perusahaan multinasional pada tahun 2020

Misi

: Berkontribusi pada kemakmuran masyarakat yang berkembang dengan


menjadi pilihan produk elaborasi terbaik dan mencari keunggulan dari
perspektive integral

Analisis SWOT Perusahaan AJE GROUP


Kekuatan(Strenghs) Perusahaan AJE GROUP
1. Harga jual lebih murah, dan volume lebih banyak dari pesaing yang sudah lebih
dulu ada.
2. Jangkauan jaringan distribusi luas (traditional channel), serta sistem distribusi
outsourcing.
3. Proses yang inovatif untuk optimasi biaya.
4. Mempunyai tenaga kerja yang professional pada manajemen dan staff
eksekutifnya.
5. Produk berkualitas internasional, menggunakan bahan bahan dari Indonesia.
6. Memiliki satu pabrik produksi di Cikarang dengan kapasitas produksi 36 ribu
botol per jam.
7. Pertumbuhan penjualan tahun 2011 naik hingga 2000 persen, dan penjualan
mencapai 4,5 juta botol.
Kelemahan (Weaknesses) Perusahaan AJE GROUP
1. Kurangnya pemahaman akan perilaku konsumen (misal ketidakpuasan
konsumen), karena sistem distribusi outsourcing.
2. Baru terdapat 1 pabrik di Indonesia.
3. Agen penjual Big Cola sering kehabisan stok dan harus menunggu lama.
4. Brand/image produk murah akan sulit untuk menjangkau konsumen atas.
5. Sistem distribusi outsourcing dan konsinyiasi rentan terhadap terjadinya
kehilangan barang.
6. Tidak adanya kontrol terhadap distributor menyebabkan distributor kurang dapat
di andalkan.
7. . Tidak adanya website khusus di Indonesia.
Kesempatan (Opportunities) Perusahaan AJE GROUP
1. Masih rendahnya konsumsi minuman karbonasi di Indonesia yaitu sekitar 4 % (33
L perkapita pertahun ).
2. Penjualan minuman berkarbonasi di Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh 15%
menjadi 790,4 juta liter.
3. Banyak konsumen di daerah sub urban/pedesaaan yang belum di jangkau
produsen minuman berkarbonasi lain.
4. Banyak konsumen beranggapan bahwa minuman berkarbonasi masih mahal.
5. Adanya keringanan pajak dan insentif dari pemerintah untuk investasi asing.
6. Jumlah konsumen yang cukup besar (sekitar 50 % dari 240 juta penduduk
Indonesia di bawah 29 tahun).

Ancaman (Threats) Perusahaan AJE GROUP


1. Konsumen semakin sadar akan kesehatan.
2. Pesaing cukup kuat (yaitu Coca Cola) dan sudah memimpin pasar minuman
ringan dengan pangsa pasar 40 %.
3. Tahun sebelumnya pertumbuhan penjualan pesaing yaitu, Coca-Cola sebesar 18%.
4. Harga BBM yang diperkiraan akan naik dapat mempengaruhi biaya produksi.
5. Tenaga kerja Indonesia sering bergejolak, produktifitas juga terbilang rendah.
6. Lahan untuk pabrik di Jawa sedikit.
3.) PT. AQUA DANONE
PT AQUA Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 oleh Bapak Tirto Utomo,
sebagai produsen pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia. Pabrik pertama didirikan
di Bekasi. Setelah beroperasi selama 30 tahun, kini AQUA memiliki 14 pabrik di seluruh
Indonesia.
Pada tahun 1998, AQUA (yang berada di bawah naungan PT Tirta Investama) melakukan
langkah strategis untuk bergabung dengan Group DANONE, yang merupakan salah satu
kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia dan ahli dalam nutrisi.
Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan
teknologi pengemasan air terkini. Di bawah bendera DANONE-AQUA, kini AQUA memiliki
lebih dari 1.000.000 titik distribusi yang dapat diakses oleh pelanggannya di seluruh
Indonesia.
Visi :
AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia lebih selama lebih dari 30 tahun.
Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA
tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA
merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.
Misi :
AQUA selalu ingin melakukan program untuk menyehatkan konsumen Indonesia,
diantaranya program AKSI (AQUA untuk Keluarga Sehat Indonesia) dan AuAI (AQUA
untuk Anak Indonesia).
Analisis SWOT Perusahaan AQUA DANONE
Kekuatan (Strenghs) Perusahaan AQUA DANONE

1. Brand Aqua Danone sangat kuat


2. Aqua Danone sebagai market leader bisnis air mineral (pangsa pasar 60%)
3. Memasarkan produk tidak susah, karena konsumen sudah mengetahui kualitas
produk
4. Kemasan Aqua semakin beragam ( dari kemasan gelas, botol kecil, sedang hingga
galon )
5. Menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih. Sebagai bagian dari
Grup Danone di seluruh dunia, AQUA mengikuti aturan yang dituangkan dalam
Piagam Danone untuk manajemen sumber daya air untuk menjamin kualitas
sumber-sumber mata airnya
6. Inovasi terbaru tutup Aqua Galon yang unik dan inovatif, dan secara eksklusif
dilengkapi segel transparan dengan hologram untuk menjamin terjaganya produk
alami dari tiap tetes Aqua
7. Agen penjualan Aqua yang tersebar dimana-mana, karena untuk menjadi agen
Aqua sangat mudah, hanya dengan pengambilan minimal 20 galon Aqua
Kelemahan (Weaknesses) Perusahaan AQUA DANONE
1.
2.
3.
4.
5.

Kendali pasokan / stok barang berada di tangan Principal / Main Distributor


Margin tipis
Diperlukan Modal Kerja yang cukup besar
Ketika musim hujan penjualan turun dan Arus Kas terbenam di Stok Barang.
Air mineral Aqua masih menggunakan proses Ozonisasi, sehingga menimbulkan
stigma negatif pada masyarakat

Kesempatan (Opportunities) Perusahaan AQUA DANONE


1. Jenjang menuju strata Distributor (margin cukup menggiurkan) terbuka lebar
2. Track record distribusi Aqua Danone bisa dipakai referensi untuk melebarkan
sayap bisnis produk Danone Food (Biskuat dll)
3. Mempunyai peluang untuk merambah ke agen-agen kecil yang belum mempunyai
pasar lokal
4. Sosialisasi ke masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi air mineral yang
bersih dan higienis dimana Aqua memiliki semua kriteria yang dibutuhkan
5. Pemberian bantuan Aqua untuk wilayah terpencil merupakan salah satu promosi
Aqua bahwa Aqua juga perduli terhadap sesama
6. Air PDAM yang sekarang sudah tidak memungkinkan untuk dikonsumsi, maka
Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar mengkonsumsi air mineral
dalam kemasan
7. Aqua mempunyai kesempatan besar untuk bisa menembus pasar Internasional
Ancaman (Threats) Perusahaan AQUA DANONE

1. Persaingan harga dengan sesama Agen / Sub Distributor / Distributor Aqua


Danone dari wilayah lain (cross border)
2. Tidak dipasok produk / pencabutan lisensi keagenan Aqua Danone apabila
melanggar aturan keagenan.
3. Mulai muncul produk-produk air mineral baru
4. Sekarang ini banyak bermunculan depo-depo air minum isi ulang dikawasan padat
penduduk dimana harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding Aqua
5. Adanya kenaikan bahan baku untuk kemasan, seperti plastik untuk label dan
6.
7.
8.
9.

bahan untuk pembuatan gallon


Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing
Melemahnya daya beli konsumen
Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri
Biaya pengiklanan yang tidak murah