Anda di halaman 1dari 1

PT BIMA SAKTI

(Pertemuan Kedelapan)
5. Kebijakan mutu perusahaan belum sesuai dengan konsep manajemen mutu total karena:
1. Pengendalian kualitas/mutu hanya dilakukan melalui inspeksi, seharusnya perusahaan memiliki sistem untuk mengidentifikasikan masalah mutu, mengembangkan solusi, dan menetapkan tujuan perbaikan mutu seperti pembentukan
kelompok atau lingkaran mutu.
2. Manajemen perusahaan terutama manajemen puncak harus terlibat secara aktif dalam perbaikan mutu dan bukan
hanya fokus pada mencari kesalahan. Seharusnya manajemen perusahaan harus mencari penyebab terjadinya
kegagalan mutu dan memberikan penghargaan kepada karyawan yang memberikan kontribusi pada usaha
perbaikan mutu.
3. Karyawan tidak secara aktif terlibat dalam usaha perbaikan mutu, karena yang terlibat dalam usaha tersebut hanyalah
para petugas inspeksi.
Saran-saran:
1. Manajemen perusahaan sebaiknya mulai mengukur biaya mutu dan mengklasifikasikannya ke dalam biaya
pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal. Hal ini dilakukan agar
manajemen perusahaan menyadari biaya mutu yang terjadi di perusahaannya, sehingga lebih fokus dalam usaha
perbaikan mutu tersebut.
2. Melibatkan karyawan secara aktif dalam proses perbaikan mutu seperti membentuk tim mutu, mengadakan sistem
sumbang saran, dan memberikan penghargaan yang layak pada karyawan yang memberikan kontribusi dalam
usaha perbaikan mutu.
3. Manajemen puncak harus terlibat secara aktif dalam usaha perbaikan mutu dengan cara memberikan komitmen untuk
mengarahkan usaha perbaikan mutu, memberikan saran, dan memotivasi karyawan.
4. Menyediakan pelatihan secara terus-menerus untuk meningkatkan kesadaran seluruh karyawan akan pentingnya
meningkatkan dan mempertahankan mutu.