Anda di halaman 1dari 2

[Book Review] #4 30 Paspor di Kelas Sang Profesor

Judul buku : 30 Paspor di Kelas Sang Profesor


Penulis : J.S. Khairen
Penerbit : Noura Books
Halaman : 298
Ini salah satu buku yang baru saya beli setelah sekian lama saya inginkan haha. Bukan masalah
waktu atau harga sih sebenarnya. Tapi, masalah saya yang gak terlalu menginginkan buku ini.
Ada saja buku baru yang lebih menggiurkan untuk dibeli daripada buku lama meski keduanya
sama-sama recommended. Huft.
Buku ini merupakan sekumpulan cerita perjalanan mahasiswa pengambil mata kuliah Pemasaran
Internasional (Pemintal) FE UI yang diampu oleh Prof. Rhenald Kasali. 30 mahasiswa
ditugaskan untuk membuat paspor dan nyasar seorang diri ke luar negeri. Tidak boleh
ditemani siapapun dan segalanya harus diurus sendiri, termasuk mengurus paspor dan visa.

Di buku 1 ini hanya tertulis sebanyak 16 cerita perjalanan, plus Kata Pengantar dari sang
Profesor dan curhatan dari Mbak Puti Aza Rena, asisten mata kuliah Pemintal ini. Mungkin
sisanya akan ditemukan di buku kedua. Seperti cerita perjalanan pada umumnya, 16 mahasiswa
bercerita mulai dari proses pembuatan paspor hingga kepulangan mereka yang tentu saja
menemui beberapa masalah. Ada beberapa mahasiswa yang sudah terbiasa ke luar negeri, ada
juga yang baru pertama kali (terpaksa) ke luar negeri demi menyelesaikan tugas unik mata kuliah
ini. Namun, ke-16 mahasiswa ini belum pernah ke luar negeri sendirian. Ini pengalaman pertama
mereka bepergian jauh seorang diri. Seru sekali sepertinya.
Enam belas tulisan di dalam buku ini mengantarkan pembaca ke beberapa negara yang berbeda.
Sebagian besar masih di Asia, hanya beberapa yang keluar Asia. Pemilihan negara ini diserahkan
kepada mahasiswa. Jadi, mereka bebas ke mana saja asal berbeda negara dan tidak pergi ke
negara yang berbahasa Melayu. Ada yang memilih negara berdasarkan impian mereka, seperti
Islandia, Belanda dan Amerika Serikat. Ada juga memilih negara berdasarkan budget yang
terbatas. Wajar lah ya, masih mahasiswa.
Buku ini sebenarnya bagus. Sayangnya 16 cerita perjalanan yang ditulis oleh mahasiswa masih
kalah menarik dari Kata Pengantar yang ditulis oleh sang Profesor. Entahlah bagi saya di
bagian Kata Pengantar Prof. Rhenald Kasali berhasil membuat pembaca merasa sangat perlu
untuk pergi keluar negeri. Nyasar di luar negeri sepertinya akan menjadi pengalaman hidup
yang menarik. Tapi, sayang sekali motivasi-pergi-ke-luar-negeri-ini tidak begitu berhasil
diteruskan oleh tulisan mahasiswanya. Beberapa berhasil, beberapa kurang menarik. Overall,
buku ini layak dibaca untuk yang masih ragu pergi ke luar negeri. Selamat membaca!