Anda di halaman 1dari 6

Perbedaan kata beserta contohnya

1. Kata Benda
Kata bend adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak).Kata
benda berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap, dan keterangan.. Menurut wujudnya, kata
benda dibedakan menjadi dua, yaitu (a) Kata benda konkrit ialah kata benda yang wujud
bendanya nampak kelihatan dengan jelas and dapat ditangkap oleh pancaindera. (b) Kata
benda abstrak ialah kata benda yang wujud bendanya tidak nampak kelihatan dan tidak
dapat ditangkap oleh pancaindera, namun keberadaannya ada. Selain dua jenis kata benda
diatas, ada satu lagi jenis kata benda, yaitu kata yang dibendakan. Kata yang dibendakan
adalah kata yang sebenarnya tidak terdiri dari kata benda asli namun dianggap sebagai kata
benda sebab mendapatkan imbuhan.
Ciri-ciri kata benda :
1) Kata tersebut terebntuk dari imbuhan : ke-, pe-, ke-an, pe-an, per-an, -an dan nya.
2) Kata-kata tersebut dapat diperluas dengan menambahkan kata yang + kata sifat.
Contoh :
buku, kertas, rumah, ide, udara, ilmu, keberanian, kekuatan, penyanyi, meja, kursi,
bangku, bunga, permen, kubus, bola, laptop, tikus, kambing, kasur, boneka, tas,
lemari, gajah, jilbab, baju, air, oksigen, karbondioksida, lampu

2. Kata Kerja
Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atautindakan, proses, dan
keadaan yang bukan merupakan sifat.Kata kerja pada umumnya berfungsi sebagai predikat
dalam kalimat.Kata kerja dibedakan menjadi dua, yaitu : (a) Kata kerja transitif adalah kata
kerja yang selalu diikuti objek. Contoh: membeli, menabrak, menangkap, dan sebagainya.
(b) Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak diikuti secara langsung oleh objek.
Contoh: menyanyi, menari, berubah, dan sebagainya. Dari segi bentuknya kata kerja
transitif dapat dibedakan dalam tujuh bentuk, yaitu:
1) Kata kerja transitif tak berimbuhan, contoh: makan nasi, minum susu, dan sebagainya.
2) Kata kerja transitif berimbuhan
a. Kata kerja transitif berawalan me:
- Menabrak pohon
- Memukul anjing
- Menelan obat
b. Kata kerja transitif berimbuhan mekan:
- Mengikatkan tali
- Melepaskan sandal
- Memutuskan ikatan
c. Kata kerja transitif berimbuhan
memper-kan:
- Mempertahankan prestasi
- Memperjuangkan hidup
- Mempermainkan bola

d. Kata kerja transitif berimbuhan me-i:


- Menyeberangi jalan
- Mengendarai sepeda
- Mengawasi ujian
e. Kata kerja transitif berimbuhan
memper-i:
- Memperbarui lukisan
- Memperbaiki sepeda
- Memperingati hari kemerdekaan
f. Kata kerja transitif berimbuhan
memper- :
- Memperburuk suasana
- Memperdalam ilmu
- Memperjelas masalah

Sedangkan kata kerja intransitif dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu :

1) Kata kerja intransitif berimbuhan


- Saya duduk-duduk
- Ibu berjalan-jalan
- Adik menangis

2) Kata kerja intransitif yang terbentuk


dari kata kerja yang aus (tidak
berimbuhan)
- Adik lari
- Kakak pulang
- Ibu pergi

Ciri-ciri kata kerja:


1) Kata tersebut terbentuk dari imbuhan me-, di-, ber-, ter-, me-kan, di-kan, ber-an,
memper-kan, diper-kan, dan memper-i.
2) Kata tersebut dapat didahului kata telah, sedang, akan, hampir, dan segera.
3) Kata tersebut dapat diperluas dengan cara menambahkan dengan + kata sifat. Contoh :
menghitung dengan teliti, lari dengan cepat, dan sebagainya.
3. Kata Sifat
Kata sifat atau adjektiva adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan watak, dan tabiat
orang/binatang/ benda.Kata sifat umumnya berfungsi sebagai predikat, objek dan penjelas
subjek. Menurut bentuknya, kata sifat dibedakan menjadi :
a. Kata sifat yang terbentuk dari kata dasar. Contoh : kuat, lemah, jauh, dan sebagainya.
b. Kata sifat yang terbentuk dari kata jadian. Contoh : terindah, mengecil, terbaru, dan
sebagainya.
c. Kata sifat yang terbentuk dari kata ulang. Contoh : kekanak-kanakan, pontangpanting, gelap-gulita dan sebagainya.
d. Kata sifat yang terbentuk dari kata serapan. Contoh : amoral, kreatif, super, dan
sebagainya.
e. Kata sifat yang terbentuk dari frase atau kelompok kata. Contoh : murah hati, keras
kepala, kepala batu, dan sebagainya
Ciri-ciri kata sifat:
1) Kata tersebut terbentuk dengan tambahan imbuhan ter- yang mengandung arti paling.
2) Kata tersebut dapat diterangkan atau didahului dengan kata-kata lebih, agak, paling,
sangat, cukup.
3) Kata tersebut dapat diperluas dalam bentuk se + reduplikasi (pengulangan kata) + nya.
Contoh : secantik-cantiknya, setinggi-tingginya, dan sebagainya.
Contoh
besar, kecil, cantik, jelek, bagus, tampan, ganteng, cepat, lambat, kurus, gendut, lamban,
elok, tinggi, manis, pahit, asin, asam, hilang, ulang, pintar, rajin, bodoh, hebat, pandai, kalah,
menang, sial,kreatif,super
4. Kata Ganti
Kata ganti adalah kata yang dipergunakan untuk menggantikan benda atau sesuatu yang
dibendakan. Kata ganti dibedakan menjadi :
a. Kata ganti orang
Ialah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan nama orang atau nama bendabenda lain. Kata ganti orang dibagi lagi menjadi :
1) Kata ganti orang pertama tunggal, yaitu : aku, saya, hamba, dan sebagainya
2) Kata ganti orang pertama jamak, yaitu : kami, kita.
3) Kata ganti orang kedua tunggal, yaitu : kamu, dikau, kau, anda, dan sebagainya.

4) Kata ganti orang kedua jamak, yaitu : kalian


5) Kata ganti orang ketiga tunggal, yaitu : ia, dia, beliau
6) Kata ganti orang ketiga jamak, yaitu : mereka
b. Kata ganti kepunyaan ialah kata ganti yang digunakan untuk menyatakan kepemilikan.
Contoh : Baju saya, sepatu kamu, sepedaku, mobilnya, dan sebagainya.
c. Kata ganti petunjuk ialah kata ganti yang digunakan untuk menunjuk suatu tempat atau
benda. Contoh : ini, itu, sana, dan sebagainya.
d. Kata ganti penghubung ialah kata ganti yang dipakai untuk menghubungkan anak
kalimat dengan induk kalimat. Kata penghubung yang biasanya dipakai yaitu : yang,
tempat, waktu. Contoh : Baju Rafi yang berwarna merah itu mahal harganya.
Kantor Kabupaten tempat ayahku bekerja, dikunjungi oleh gubernur.
Tadi pagi, waktu ayah pergi tergesa-gesa, hujan lebat sekali.
e. Kata ganti tanya ialah kata ganti yang digunakan untuk menanyakan tentang benda,
orang atau tentang suatu hal. Contoh : apa, mana, siapa.
f. Kata ganti tak tentu ialah kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan atau
menggantikan benda atau orang yang jumlahnya tak tentu. Contoh : masingmasing, seseorang, sesuatu, para, dan sebagainya.
5. Kata Keterangan
Kata keterangan adalah semua kata yang menerangkan atau memberikan keterangan
terhadap selain kata benda. Dengan kata lain, kata ketereangan adalah semua kata yang
memberi keterangan pada kata kerja, kata sifat, kata bilangan atau seluruh kalimat.
Kata keterangan dapat dibedakan menjadi banyak bagian, diantaranya yaitu :
a. Kata keterangan tempat ialah semua kata yang menjelaskan suatu tempat lokasi,
misalnya : disini, disitu, di rumah, dan sebagainya.
b. Kata keterangan waktu ialah semua kata yang menjelaskan berlangsungnya sesuatu
dalam waktu yang teretntu, misalnya : sekarang, nanti, minggu depan, dan sebagainya.
c. Kata keterangan alat ialah kata yang menjelaskan dengan apa sesuatu itu berlangsung.
Contoh : dengan tongkat, dengan pisau, dengan membabi buta, dan sebagainya.
d. Kata keterangan syarat ialah kata yang menerangkan terjadinya suatu proses di bawah
syarat-syarat tertentu, misalnya : jikalau, seandainya, bila, dan sebagainya.
e. Kata keterangan sebab ialah kata yang memberi keterangan mengapa sesuatu itu bisa
berlangsung, misalnya : sebab, karena, oleh karena itu, dan sebagainya
6. Kata Bilangan
Kata bilangan adalah kata yang menyatakan jumlah kumpulan dan urutan atau tingkatan
suatu benda sesuatu yang dibendakan. Kata bilangan dapat dibedakan menjadi beberapa
bagian, yaitu :
a. Kata bilangan utama ialah kata bilangan yang menyatakan satuan jumlah dalam angka.
Contoh : satu, seratus, seribu, dan sebagainya.
b. Kata bilangan bertingkat ialah kata bilangan yang menunjukkan tingkatan atau susunan
jumlah sesuatu. Contoh : kesatu, kedua, keseribu, dan sebagainya.
c. Kata bilangan tak tentu ialah kata bilangan yang menyatakan jumlah satuan sesuatu
yang tak tentu. Contoh : beberapa, sebagian, segerombolan, dan sebagainya.

d. Kata bilangan bilangan ialah kata bilangan pelengkap yang menunjuk pada satuan
objeknya, yaitu : sehelai, secarik, sekuntung, sebutir, seonggok, sebuah, sepiring, dan
sebagainya.
Pemakaian Kata Bantu Bilangan
Dalam Bahasa Indonesia kata bantu bilangan ini mempunyai pasangan kata tersendiri yang
tidak dapat ditukar dengan kata yang lain. Untuk lebih jelasnya, lihatlah daftar kata bantu
bilangan berikut ini.
Kata Bantu bilangan
Pasangan kata
Sekapur sirih
Sebatang pohon, kayu
Sekeping logam
Sebilah pisau, keris
Sekerat tebu
Seberkas cahaya
Sekalindan benang
Sebentuk cincin
Sekodi jarit, sarung
Sebuah mangga, jeruk
Semata wayang, jarum
Sebidang tanah
Serorang anak, manusia
Sebongkah emas
Sepasang kekasih, pengantin
Sebonggol bawang
Sepatah kata
Sebutir telur
Sepotong bambu
Sebulir padi
Sepucuk surat, senjata
Secangkir kopi, susu, teh
Serawan gelang
Secarik kertas
Serajut jala
Secocok sate
Seruas tebu
Secawan mangkok
Serumpun bambu
Seekor kuda, kambing, sapi
Sesayat daging
Segagang sirih
Sesisir pisang
Segenggam pasir
Sesuap nasi
Segumpal darah
Setangkai bunga, daun, dahan
Segulung benang
Seteguk air
Segayung air
Setandan pisang
Segantang beras
Setukal benang
Sehelai rambut, benang
Seulas limau
Seikat sayur
Seuntai kalung
Sejengkal tanah
Seutas tali
Sekaki paung

7. Kata Sambung
Kata sambung adalah kata yang berfungsi untuk menyambungkan bagian-bagian dalam
kalimat atau menggabungkan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain bahkan satu
paragraf dengan paragraf yang lain.
Berdasarkan jenisnya,kata sambung dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu :
a. Kata sambung menyatakan gabungan, contoh : dan, lagi, serta
b. Kata sambung menyatakan pertentangan, contoh : tetapi, akan tetapi, melainkan, tidak
hanya, dan sebagainya.
c. Kata sambung menyatakan waktu, contoh : bila, selama, sesudah, sehabis, dan
sebagainya.
d. Kata sambung menyatakan tujuan, contoh : agar, supaya, biar, dan sebagainya
e. Kata sambung menyatakan sebab, contoh : sebab, karena, sebab itu, dan sebagainya
f. Kata sambung menyatakan akibat, contoh : hingga, sampai, dan sebagainya.
g. Kata sambung menyatakan syarat, contoh : jika, apabila, andaikata, dan sebagainya
h. Kata sambung menyatakan pilihan, contoh : atau, maupun
i. Kata sambung menyatakan perbandingan, contoh : ibarat, seperti, bak, dan sebagainya
j. Kata sambung menyatakan tingkat, contoh : semakin, kian, dan sebagainya
k. Kata sambung menyatakan penjelas, contoh : bahwa
l. Kata sambung menyatakan cara, contoh : sambil, sembari dan sebagainya
m. Kata sambung menyatakan pengantar kalimat, contoh : alkisah, konon, dan sebagainya
8. Kata Depan
Kata depan adalah kata yang berfungsi merangkaikan kata/kelompok kata satu dengan
kata/kelompok kata yang lain dalam suatu kalimat sekaligus menentukan jenis
hubungannya. Pada umumnya, kata depan berfungsi merangkaikan kata benda atau kata
yang dibendakan dengan jenis kata lain. Adapun cara penulisan kata depan adalah harus
dipisahkan dengan kata yang mengikutinya.
Berdasarkan fungsinya, kata depan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
a. Di, ke, dari
Ketiga kata depan ini digunakan untuk merangkaikan kata-kata yang menyatakan
tempat atau seuatu yang dianggap tempat, contoh : di Jakarta, ke Surabaya, dari
Bandung.
b. Pada
Kata depan ini digunakan untuk menyatakan orang, nama orang atau nama binatang,
nama waktu atau kiasan. Dipergunakan kata depan pada untuk menggantikan kata
depan di atau kata depan yang lain, contoh : pada suatu hari, pada bapak, dan
sebagainya.
c. Dengan
Kata depan ini digunakan untuk menyatakan alat atau cara. Contoh : saya berjalan
dengan cepat.
d. Untuk, kepada, buat, tentang, akan, kepada
Kata depan ini digunakan sebagai pengantar objek tak langsung. Contoh : kami
berdiskusi tentang pelajaran.
9. Kata Sandang
Kata sandang sebenarnya tidak mempunyai arti, tetapi hanya mempunyai fungsi, yaitu
menjadikan sebuah kata itu sebagai kata benda. Contoh : Tuhan sang Pencipta alam.

10. Kata Seru


Kata seru adalah kata yang sudah jelas menyatakan suatu maksud tertentu, yaitu seruan
yang terdapat dalam kalimat perintah. Kata seru yang paling sering digunakan adalah
partikel lah. Selain partikel lah, macam-macam kalimat seru yang biasa digunakan dalam
bahasa kita adalah ah, oi, hai, wah, cis, gih, aduh, amboi, aduhai, masya Allah, dan
sebagainya.
Contoh :
- Hai, datanglah kemari!
- Pergilah ke sekolah!
- tutup pintu itu!
- berdiri!
- jangan merokok!
- buanglah sampah itu!
- duduk!
- matikan lampu!
- hidupkan lampu!
- jangan bergerak!
- makan buah itu!
- jagalah kebersihan!
11. Kata Tanya
Kata Tanya adalah uraian kata tanya dimasukkan kata ganti tanya. Macam-macam kata
tanya :
a. Apa
Digunakan untuk menanyakan benda, hal dan binatang. Contoh : Apa yang kau lakukan
?
b. Siapa
Digunakan untuk menanyakan orang. Contoh : Siapa namamu ?
c. Kapan
Digunakan untuk menanyakan waktu. Contoh : Kapan acara itu dimulai ?
d. Berapa
Digunakan untuk menanyakan jumlah. Contoh : Berapa banyak anakmu ?
e. Dimana
Digunakan untuk menanyakan tempat. Contoh : Dimana rumah kakekmu ?
f. Bagaimana
Digunakan untuk menanyakan keadaan atau cara. Contoh : Bagaimana kabar
nenekmu ?
g. Mengapa
Digunakan untuk menanyakan alasan. Contoh : Mengapa kamu bolos kemarin ?