Anda di halaman 1dari 26

\,

Ytwt
t Pelayanan Basic Science

PETUNJUK PRAKT KUM


FISIKA DASAR
Disusun oleh:

TIM Fisika Dasar


Jurusan Fisika, Fakultas MlPA

I.IAMA
NPM

WAKTU

i KELOMPOK

.T.JRUSAN / FAKULTAS

UN IVERSITAS PADJADJARAN

2015
http:/llabfisdas. phys.unpad.ac.id

'4.

PETUNJUK PRAKTIKUM
'FISIKA DASAR

Semester Ganjil
+"

Tahun Ajaran 2015t2016

Disusun oleh:

TIM Fisika Dasar


Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Padjadjaran

Editor:

Dr. Togar Saragi, MSi

(Kepala Laboratorium Fisika Dasar PPBS)

NAMA
NPM

WAKTU / KELOMPOK
JURUSAN I FAKULTAS

PUSAT PELAYANAN BASIC SCIENCE

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UN

IVERSITAS PADJADJARAN
2015

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD

KATA PENGANTAR

'Fisika
Panduan Praktikum
Dasar I adalah buku panduan yang disusun untuk
pedoman mahasiswa peserta praktikum (praktikan) Fisika Dasar I di Pusat pelayanan
Basic Science (PPBS), Universitas Padjadjaran. Modul-modul yang dimuat dalam panduan

ini adalah modul-modul yang disusun oleh Tim Fisika Dasar, Jurusan Fisika, Fakultas
Matematika dan llmu Penge-tahuan Alam, Universitas Padjadjaran. Panduan praktikum
terdiri dari 7'(tujuh) modul dengan topik: Pengukuran Dasar dan Ketidakpastian dalam
Pengukuran, Metode Kuadrat Terkecil, Koefisien Pergeseran Zat Cair, Voltmeter dan
Arnperemeter, Sifat-sifat Lensa dan Pembentukan Bayangan, Pesawat Atwood, Kalor Jenis
Zat Padat, Jembatan Wheatstone.

Sesuai dengan SOP Praktikum, maka Praktikan diharuskan mengikuti semua


rndul praktikum. Praktikan yang tidak mengikuti minimal dua modul, maka mahasiswa
tersebut adalah "gagal". Selain itu Praktikan diharapkan memperhatikan Format Log Book,
Format Laporan Akhir dalam mengerjakan kegiatan praktikum, Komponen Penilaian dan
Tata Tertib Praktikum demi terlaksananya kegiatan praktikum dengan baik.

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas masukan

demi

penyempurnaan isi, dan panduan praktikum ini.

Jaiinangor, Juli2014
Kepala Laboratorium Fisika Dasar,

Dr. Toqar Saragi


NtP. 19680826 199603 1 00i

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD


DAFTAR ISI
_

a.a

Halaman

Kata Pengantar ..............'r...............

Daftar lsi ............,.

ii

Tujuan dan Format Praktikum

iii

Sistematika Peyusunan Laporan Praktikum...

iv

Komponen Penilaian....43"................
Tata Teitib Praktikum

L
ll.
lll.
Vl.
V.

Pengukuran Dasar dan Ketidakpastian dalam pengukuran

vi
1

Metode Kuadrat Terkecil

12

Koefisien Pergeseran ZatCair

19

Voltmeter dan Amperemeter

23

Sifat-sifat Lensa dan Pembentukan Bayangan

28

Vl.
Vll.

Kalor Jenis Zat Padat

35

Vlll.

Jembatan Wheatstone

37

Pesawat Atwood

Daftar Pustaka

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

32

41

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNpAD


TUJUAN DAN FORMAT PRAKTIKUM
Pral<tikum FisikaDasar adalah praktikum yang didesain untuk mahasiswa tahap

persiapan bersama (tahun pertama) fakultas eksakta, Universitas Padjadjaran. Agar


mahasiswa (praktikan) dapat mengikuti praktikum dengan baik, sebelum memasuki
praktikum, praktikan harus memiliki kemampuan dasar untuk praktikum. Oleh karena itu,
langkah yang harus dipersiapkan adalah: mengikuti satu persatu praktikum pendahuluan

dengan tujuan pengenalan.konsePkonsep, alat-alat dan prosedur yang akan digunakan


dalam praktikum yang akan diikuti.
Setiap praktikum didesain membutuhkan waktu tiga jam (150 menit) kegiatan di
bboratorium dan enam jam pekerjaan rumah. Sebelum melakukan eksperimen, praktikan
harus membaca buku petunjuk praktikum, text book atau referensi lain dan menjawab soalsoal yang diberikan. Dengan mempertimbangkan waktu kerja yang terbatas, disarankan

agar praktikah merencanakan kerja sebelum praktikum:1. membuat daftar tujuan,2.


membuat daftar hal-hal yang harus dilakukan dan data yang harus diperoleh pada
praktikum, 3. mengenal alaralat yang perlu dikalibrasi dan 4. mengerti masalah-masalah
khusus yang mungkin dihadapi.
Praktikan harus mencatat informasi yang cukup mengenai hal-hal yang dilakukan
dan data-data yang diperoleh secara lengkap sehingga informasi tersebut dapat dipublikasi

tanpa mengulang eksperimen. Catatan eksperimen (Log Book) harus mencantumkan


tanggal, diagram, narasi, tabel data mentah, formula, perhitungan, data yang direduksi,
analisa kesalahan (errofi dan kesimpulan secara ringkas dan cermat dalam susunan yang
rapi. Laporan Akhir praktikum dikumpulkan paling lambat satu minggu setelah kegiatan
praktikum dilakukan. Sistematika penyusunan LogBook dan Laporan Akhir mengikuti
furmat yang telah ditentukan.

ktunjuk Praktikum Fisika Dasar I

ill

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD


SISTEN/HTIKA PENYUSUNAN IAPORAN PRAKTIKUM

Format Log Book


Log Book ditulis dalam buku Campus diberi Nama, NPM, Partner & NPM Partner, Jadwal
Praktikum dan disampul seragam.

Log Book
Praktikum Fisika Dasar
Nama
NPM

Partner
NPM

Fakultas/Jurusan
Jadwal Praktikum:

((t*,\
,-::
../

Laboralorium Fisika Dasar


Pusat Pelayanan Basic Science
Fakultas Matematika dan llmu Pengetahuan Alam

Universitas Padjadjaran
20.15

k* Log Book
Jr.rdul Praktikum:

Haffianggal

lll-

Tujuan Percobaan
Alat-Alat Percobaan dan Fungsinya
l!!- Teori Dasar dan Rumus yang Digunakan
Dicantumkan konsep dasar, hukum-hukum fisika dan rumus yang digunakan.
M. Tugas Pendahuluan
Diisi dengan jawaban tugas pendahuluan yang terdapat pada modul yang
bersangkutan, tanpa dibatasi jumlah halamannya.
V- Prosedur Percobaan
Mencantumkan urutan prosedur percobaan dan kalibrasi alat dengan menggunakan
kalimat aktif.
M- Data dan Analisa Sementara

Berisi data-data hasil pengukuran dalam percobaan sesuai dengan

prosedur

percobaan termasuk data kalibrasi dan konversi. Analisa data yang diperoleh selama
praktikum sesuai dengan urutan prosedur percobaan.
Daftar Pustaka

i5 menit sebelum waktu praktikum selesai, praktikan wajib menyerahkan LogBook dan
data pengamatan kepada Asisten untuk ditandatangani.

futunjuk Praktikum Ftsika Dasar I

IY

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD


Format Laporan Akhif
Laporan Akhir adalah lail)oran yang dibuat dan diselesaikan oleh praktikan selama satu
minggu setelah waktu praktikum untuk masing-masing modul. Laporan Akhir ditulis tangan
diatas kertas HVS ukuran 44, margin atas & margin kiri 4 cm dan margin kanan & margln
bawah 3 cm dengan format cover seperti berikut:

Laporan Akhir
Praktikum Fisika Dasar

JUDUL PRAKTIKUM
(kode)

Nama
NPM
Partner

:
'.

NPM

Fakullas/Jurusan

Jadwal Praktikum

Nama

Asisten

-r-^\

((&*)
'.-lil

Laboratorium Fisika Dasar


Pusat Pelayanan Basic Science

Fakultas Matematika dan llmu Pengetahuan Alam


Universitas Padjadjaran
2015

Sstematika lsi La.poran Akhir Praktikum


Cover
Lembar Pengesahan
lntisari Percobaan
l. Latar Belakang
ll. Tujuan Percobaan
lll. Alat-Alat Percobaan dan Fungsinya
lV. Teori Dasar dan Rumus yang Digunakan
V. Prosedur Percobaan
Vl. DataHasilPercobaan
Vll. Pengolahan Data dan Analisa Data
Vlll. Tugas Akhir
lX. Kesimpulan
Daftar Pustaka

KOMPONEN PENILAIAN
Log Book dan Speken

200h

Praktikum (keterampilan penyusunan alat, aktivitas dan pengambilan


Laporan Akhir

40yo
4Ao/o

Jumlah

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

data)

100o/o

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNPAD

,
.1.

TATA TERTIB PRAKTIKUM

Praktikan yang boleh mengikuti praktikum adalah mahasiswa aktif dan mengontrak
mata kuliah Praktikun'l Fisika Dasar, dan tidak diperkenankan bagi mahasiswa yang
mengulanq hanva beberapa modul saja.

2.

Praktikan harus hadir sesuai dengan jadwal kelompok masing-masing (tidak ada
toleransi waktu keterlambatan).

3.

Praktikan wajib berpakaian sopan dan rapi (kemeja berkerah), memakaijas lab dan
sepatu tertutup.

4- Sebelum memasuki Laboratorium,

praktikan menyimpan tas dan jaket di tempat


penyimpanan barang (locker) dan mematikan peralatan komunikasi.
Selama praktikum berlangsung praktikan tidak diperbolehkan makan dan minum.

5.
6. Praktikan wajib membawa kartu praktikum dan mengisidaftar hadir praktikum.
7 - sebelum melakukan percobaan, praktikan harus
menyerahkan Laporan
Pendahuluan yang dikerjakan dengan tulisan tangan di Buku Jurnal (Log Book)
sesuai dengan modul yang telah dilentukan kepada Asisten Pengawas praktikum.

Praktikan yang tidak membawa dan mengisi Log Book untuk modul yang
bersangkutan tidak diperbolehkan mengikuti praktikum.

B.

Praktikan wajib mengisi form peminjaman alat yang disetujui oleh asisten apabila
membutuhkan peminjaman alat untuk praktikum.

9.

Praktikan harus memeriksakan rangkaian alat praktikum kepada Asisten pengawas


sebelum rangkaian dihubungkan dengan sumber tegangan pLN.

10. Praktikan tidak diperbolehkan meninggalkan tempat praktikum tanpa izin asisten.
11. Kerusakan cian atau kehilangan alat yang diakibatkan oleh kelalaian praktikan
menjadi tanggung jawab kelompok praktikan.
12- Praktikan

wajib mengambil data pengamatan sesuai prosedur praktil<um

dan

mengisi tabel pengamatan yang telah tersedia.


13. Lima belas menit sebelum

sesi praktikum berakhir, tabel pengamatan

harus

ditandatangani oleh asisten dan tabel pengamatan tersebut selanjutnya dilampirkan

dalam laporan akhir yang diserahkan paling lambat satu minggu setelah sesi
praktikum berakhir.
14. Setelah percobaan selesai, praktikan harus merapihkan meja praktikum, melepas

stop-kontak dan mengembalikan alat-alat yang telah digunakan pada tempatnya.


15. Praktikan harus mengumpulkan Laporan Akhir sesuai dengan format yang telah
ditentukan satu minggu setelah sesi praktikum. Praktikan yang tidak menyerahkan

Laporan Akhir modul yang bersangkutan pada jadwal/hari yang ditentukan


dianggap gagal.
16. Praktikan dilarang memanipulasi data praktikum.

17. Asisten berhak mengeluarkan praktikan yang tidak mentaatitata tertib di atas.

futunjuk Praktikum Fisika Dasar I

VI

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD


PENGUKURAN DASAR DA}.I KETIDAKPASTIAN DALAM PENGUKURAN
(P-1)

1T{uan Percobaan

1-

Praktikan dapat menggunakan alat-alat ukur dasar

2- Praktikan dapat menentukan hasil pengukuran dari alat ukur dasar


3- Menentukan ketidakpastian dalam pengukuran
4. Menuliskan hasil pengukuran secara benar
I-AJat- alat Percobaan

1-

Jangka sorong

2. Mikrometer sekrup
3- Mistar
4. Neraca ohauss
5"

Balok besi

6.

Pelat alumunium

f-

Kalkulator (praltikan membawa sendiri)

Teori Dasar

Kegiatan praktikum

di

Laboratorium Fisika Dasar erat hubungannya dengan

Iegiatan pengukuran. Kualitas hasil pengukuran sangat bergantung pada kernampuan


ffarq rnelakukan pengukuran dan alat ukur yang digunakan. Keterbatasan suatu alat ukur
dapat menyebabkan tidak diperolehnya nilai pengukuran sebagaimana mestinya. Oleh
trarena itu, pengukuran yang berulang pada umumnya akan memberikan hasil yang
berbeda-beda.

Akurasi suatu alat ukur menggambarkan seberapa dekat hasil suatu pengukuran

furgan nilai sebenarnya. Sedangkan perubahan nilai terkecil yang dapat direspon

oleh

suaftr alat ukur disebut presisi (ketelitian) alal. llustrasi hasil pengukuran (hasil yang benar

=X) dimuat dalam Gambar

1.

+
1

Presisi t,ir:,::

1.,:'.;i':r

;'

.l:r:r:r

l
I

Presisi dan akurasi rendah

Presisi dan akurasi tinggi

Gambar 1. llustrasi hasil pengukuran (X: nilaiyang benar)

ktunjuk Praktikum Fisika Dasar I

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD


Ketidakakuratan hasil pengukuran dapat diperbaiki dengan melakukan kalibrasi alat

t*ur. Oleh karena itu'kalus yang akan muncul dalam kegiatan praktikum

P-1 diasumsikan

hanya ketidakpresisian ala't.

3.1. Mengukur
Mengukur adalah membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang
ditetapkan sebagai satuan.
Contoh:

Tinggi badan Amir adalah 150 cm.

tinggibadan = besaran
'150 kuantitas pengukuran
=
cm = satuan
Massa buku adalah 200 gram.
massa buku = besaran
2OA = kuantitas pengukuran

gram = satuan
Waktu yang diperlukan untuk berlari adalah 90 menit.
waktu = besaran
90 = kuantitas pengukuran

menit = satuan
Untuk memperoleh hasil pengukuran suatu benda, diperlukan beberapa alat

ukur^

Berikut akan diuraikan beberapa alat ukur dasar (panjang, massa dan waktu).

A Alat ukur panjang


a- Mistar

Jenis mistar ada2 macam, yaitu:

1.

Stik meter, yaitu mistar yang memiliki panjang satu meter (m) dan memiliki skala
desimeter (dm), sentimeter (cm), dan milimeter (mm).

2.

Mistar metrik, yaitu mistar yang memiliki panjang 30 cm dan memiliki skala
sentimeter (cm), milimeter (mm), dan inchi. Ketelitian mistar = 1 mm atau 0,1 cm.

b. Jangka Sorong

Bagian utama jangka sorong terdiri

dari:

- Rahang tetap, yaitu bagian yang tetap yang berskala panjang

- Rahang sorong, yaitu bagian yang dapat digeser-geser


Skema jangka sorong diperlihatkan pada Gambar 2.

futunjuk Praktikum Fisika Dasar I

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNpAD

45678910,t1121314150
Skala nonius

Rahang tetap

Gambar 2. Skema jangka sorong


:'

Skafa pada jangka sorong terdiri dari:

- skala utama
- skala nonius atau vernier, yaitu skala pendek yang memiliki panjang g mm

dan

terbagiatas 10 bagian yang sarna besar.


Ketelitian jangka sorong adalah 0,05 mm

Gambar 3. Contoh posisi pengukuran dalam jangka sorong

Apabila dalam suatu pengukuran jangka sorong menunjukkan posisi seperti


ditunjukkan dalam Gambar 3, maka cara pembacaan jangka sorong tersebut adalah
sbb:
- angka nol pada skala nonius berada di antara nilai 5,g dan 5,g.
- garis nonius yang berimpit dengan skala utama adalah garis ke lima.
- bacaan jangka sorong adalah S,g + 0,05 = 5,g5 cm.
Kegunaan jangka sorong antara lain untuk:

1. mengukur diameter bola atau silinder


2. mengukur diameter dalam tabung
3. mengukur kedalaman suatu lubang
c. Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup (Gambar 4 dan Gambar 5) memiliki bagian-bagian utama
lain:

a. rahang atas
b. rahang geser
c. kunci
d. skala tetap

futunjuk Praktikum Fisika Dasar t

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNpAD

ef.

skala putar
pemutar (ter:bmol)

Mikronieter sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm

Gambar 4. Mikrometer Sekrup

Apabila dalam suatu pengukuran, mikrometer sekrup menunjukkan posisi seperti


dalam Gambar 5, maka cara pembacaan jangka sorong tersebut adalah:

Gambar 5. Contoh posisi pengukuran dengan mikrometer


- angka pada skala tetap berada di antara 5 mm dan 6 mm

- skala di bawah menunjukkan nilai tengah antara 5 mm dan 6 mm, sehingga nilainya
tebih dari 5,5 mm

- kelebihan 5,5 milimeter ditentukan dengan menggunakan skala putar. Skala putar
tepat menunjuk pada skala 28, yang berarti nilai 5,5 harus ditambah dengan 0,28
(0,01

x28=0,28).

hasilnya 5 + 0,5 + 0,28 = 5,78.

Kegunaan mikrometer sekrup antara lain untuk:


1. mengukur diameter kawat

2. mengukur ketebalan bidang tipis seperti kertas

Mtnjuk Praktikum

Fisika Dasar I

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNpAD


B. Alat ukur massa

Beberapa alat'pkur massa antara lain:

a.

b.

Neraca pasar, yaitu neraca yang banyak digunakan di pasar tradisional.


Penggunaan neraca pasar antara lain untuk menimbang bahan kebutuhan
pokok rumah tangga seperti sayur mayur, minyak, gula dan lain-lain
Neraca analitis, yaitu neraca yang banyak digunakan penjual emas dan
peneliti di laboratorium.

c.

Neraca tiga lengan, yaitu neraca yang banyak digunakan untuk menimbang
benda-benda atau bahan-bahan di laboratorium.

d-

Neraca surat, yaitu neraca yang banyak dipergunakan kantor-kantor pos,


untuk menimbang surat.

e.

Neraca elektronik, yaitu neraca yang memiliki tampilan digital untuk


menyatakan massa yang ditimbang.

C. Alat ukurwaktu

Beberapa alat ukur waktu antara lain:

a,

Jam bayangan matahari, yaitu jam yang menggunakan gerakan bayangan


benda diam yang dibentuk oleh matahari untuk menentukan waktu.

b.

Jam pasir, yaitu jam yang didasarkan pada waktu yang dibutuhkan pasir
pada bagian atas gelas untuk jatuh ke bagian bawah.

Jam air, yaitu jam yang didasarkan pada berapa rama waktu yang dipakai
untuk mengalirkan air keluar dari suatu tempat melalui sebuah lubang.
d.

Jam, misalnya jam dinding atau jam tangan (arloji)

e.

Stop watch

f.

Jam atom, yaitu jam yang diatur oleh gerakan atom cesium

dan

diperkirakan hanya akan membuat kesalahan sekitar 1 detik dalam waktu


6.000 tahun.

i,

Ketidakpastian dalam pengukuran


Penyajian suatu hasil pengukuran pada Pasal 3.1. dalam suatu eksperimen harus

disertai dengan ketidakpastian (sesatan)nya. Penulisan hasil pengukuran tersebut


adalah senagai berikut:

X=)QtAX

............. ( 1 )

Persamaan 1 menyatakan bahwa nilai X berada pada interval: X.-AX < x

< xo+ax.
Nilai AX sebaiknya dipilih sekecil mungkin berdasarkan nilai yang masih dapat
dipertanggungjawabkan. Sebagai contoh jika dikatakan bahwa usia seseorang (50
45) tahun, maka tak banyak informasi yang dapat diperoleh dari pernyataan tersebut.

Wunjuk Praktikum Fisika Dasar t

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNpAD

Berbeda halnya jika usia orang tersebut dinyatakan sebagai (50 t 2) tahun.
Banyaknya angtii yang harus dituliskan bergantung pada nilai sesatannya. Jika angka
pertama (selain nol) pada sesatannya bernilai

1,2,3 atau 4, maka sesatannya dapat


dituliskan dengan dua angka berarti. Sedangkan jika angka pertama tersebut lebih
besar dari 4, maka sesatannya dituliskan satu angka saja. Dalam hal ini akan terlibat
aturan pembulatan sebagai berikut

- Jika angka awal yang akan dihilangkan kurang dari 5, dibulatkan ke bawah.
- Jika angka awalyang akan dihilangkan lebih dari 5, dibulatkan ke atas.
- Jika angka awal yang akan dihilangkan sama dengan 5, diusahakan agar angka
sebelumnya menjadi genap.
Contoh nilai hasil pengukuran dan penulisan nilai dalam pelaporan dimuat dalam Tabel
1.

Tabel 1. Nilai hasil pengukuran dan penulisan nilaidalam pelaporan


Hasll Pengukuran
5,1 078

0,0025

0,345678
19,348

525,342
987524
7545

0,0073

Pelaporan
5,1 08

0,002

0,346

0,007

2,5

191 3

3.532

525,3

5345

t
(7,s4 I

t
55

(9,88

3.5
0,05)10s
0,006)103

3.3. Teknik Pengukuran

Pengukuran dalam fisika pada dasarnya dapat dibedakan atas pengukuran secara

langsung dan pengukuan secara tak langsung. Pengukuran langsung merupakan


pengukuran pada besaran pokok. Pengukuran tersebut dilakukan jika suatu alat ukur
yang mampu mengukur besaran fisis bersangkutan tersedia. Misalnya untuk mengukur

suhu adalah termometer, untuk mengukur kuat arus adalah amperemeter, dan lain
sebagainya
Sedangkan pengukuran tak langsung dilakukan dengan menghubungkan sifat
benda yang akan diukur dengan besaran yang telah tersedia alat ukurnya.
3.4. Ketidakpastian pada Pengukuran Langsung
Pengukuran langsung dibedakan atas pengukuran sekalidan pengukuran berulang.

Jika pengukuran dilakukan sekali, maka nilai )Q merupakan hasil pembacaan, dan
sesatannya merupakan sesatan taksiran. Nilai sesatan taksiran bergantung pada
resolusi alat dan keberanian pengukur untuk memberi jaminan. Sebagai contoh,
pengukuran langsung dimuat pada Gambar 6. Penunjukan anak panah pada ilustrasi
Gambar 6 dapat dilaporkan bahwa nilai X adalah: X = 26J + 0,2.

futunjuk Praktikum Fisika Dasar I

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD

: I,Wf,,-^",
:

Gambar 6. Contoh hasil pengukuran langsung

Sesatan nilai tersebut dituliskan 0,2 karena orang yang melakukan pengukuran
yakin bahwa nilai X lebih besar dari 26,5 dan lebih kecil ciari 26,9. Namun demikian

telah meniadi kelaziman bahwa nilai sesatan taksiran tersebut diambil sebagai
setengah dari resolusi alat (skala terkecil), dengan tingkat kepercayaan 100%. Dengan
perjanjian tersebut, maka nilai X di atas dapat dituliskan sebagai : X = 26,7 + 0,5.

Jika pengukuran dilakukan berulang, maka baik nilai \ maupun AX ditentukan


berdasarkan konsep statistik. NilaiX" ditaksir dengan nilai rata-rata X yaitu:

N=

lx,
.....,.,..,.{2)

sedangkan sesatannya merupakan sesatan statistik, dapat dipilih simpangan baku


terhadap nilai rata-rata :

o -S.,
' ./,4/
dengan

Lr(lr - t)

............(3)

(4)

Makna statistik dari ungkapan tersebut adalah bahwa jika pengukuran dilakuan
berulang dan setiap kali pengulangan dihitung nilai rata-ratanya, maka 68% dari nilai
rata-rata yang diperoleh berada pada interval:

x-s... <x<x+So. lni berarti

bahwa pemilihan sesatan statistik ini akan memberikan tingkat kepercayaan 68%.

t5.

Ketidakpastian pada Pengukuran Tidak Langsung

Jika kita ingin mengetahui nilai suatu besaran (misalnya besaran F), sedangkan
yang dapat diukur hanyalah besaran X dan Y, di lain pihak kita punya hubungan teoritis
bahwa F = f(X,Y). Maka nilai F yang kita peroleh darif(X,Y) akan terjangkiti oleh adanya

*satan

pada pengukuran X dan Y.

futunjuk Praktikum Fisika Dasar t

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD


Penentuan sesatan dari pengukuran tak langsung tersebut dapat dibedakan atas tiga
masalah
.

1.

Semua sesatan pengukuran merupakan sesatan taksiran.

Jika semua sesatan pengukuran merupakan sesatan taksiran, maka sesatan


dari pengukuran tak langsung yang diperoleh dapat ditentukan sebagai:

*=l#1,

, ^x.l#l,,

Ax+

.. ...............(s)

dengan tingkat kepercayaan 100%

2.

Semua sesatan pengukuran merupakan sesatan statistik.

Jika semua sesatan pengukuran berasal dari sesatan statistik, maka dengan
tingkat kepercayaan 68% penjalaran sesatannya dapat ditentukan sebagai
berikut

*=J(#),,,r*r.(#),,(ar)'+
r

3.

(6)

Sesatan pengukurannya merupakan campuran dari sesatan taksiran dan


sesatan statistik.

jika sesatan pengukurannya merupakan campuran dari sesatan


taksiran dan statistik, maka tingkat kepercayaannya dijadikan 68% dengan
mengalikan kesalahan taksiran dengan 213, kemudian digunakan rumus
Sedangkan

sesatan statistik (persamaan 5)


Contoh Pelaporan

1.

seorang ayah memiliki tinggi badan 170 cm, sedangkan anaknya yang baru
lahir memiliki tinggi badan 50 cm. Berapa tinggi rata-rata ayah dan anak
teserbut?

Pembahasan:
Rata-rata tinggibadan ayah dan anak = (170 + SO) lZcm = 11Ocm

Apa arti nilai rata-rata tersebut ?

Nilai rata-rata hanya memiliki makna apabila nilai-nilai yang dirata-ratakan


selayaknya sama, sehingga jika datanya diperbanyak akan membentuk
distribusi normal. Dalam soal tersebut, seorang bayi tidak layak memiliki tinggi

yang sama dengan orang dewasa, sehingga rata-rata tinggi badan ayah dan
anak yang dihitung tidak memiliki makna.
Misalkan dari suatu bangun dalam suatu bidang datar diukur sepasang besaran

X dan Y, diperoleh hasil seperti Tabel 2.


Perlukah kesalahan/ketakpastian pengukuran dituliskan pada setiap data? Dari
data tersebut, tentukan nilai rata-rata dan simpangan baku dari kedua besaran
X dan Y.

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNpAD


Tabel 1. Panjang X dan Y dalam suatu bidang datar
No

X(cm)

Y(cm)

1.10

4,10

1,45

3,9s

1,90

4,05

2,55

4,15

3,1s

4,00

3,90

4,05

4,50

4,15

9,00

4,10

Pembahasan:
Ketakpastian tidak perlu dituliskan pada setiap data, karena pada pengukuran

yang berulang-ulang akan digunakan ketakpastian statistik. Terlihat bahwa


makin kebawah nilai X makin besar, berawal dari 1,10 dan berakhir pada nilai
9,00. Tampaknya nilai X bukanlah sesuatu yang seharusnya rata, sehingga
kalaupun secara matematis dapat dihitung nilai rata-ratanya, tetapi nilai
tersebut tidak memiliki makna fisis.

x(cm)

(X, _ X),

1,10

5,4756

1.45

3,9601

3,95

0,0141015

I,90

2,3716

4,05

0,0003515

2,55

4,7921

4,15

0,0066015

3,1s

0,0841

4,00

0,0047265

3,90

0,2116

4.05

0,0003515

4,50

1 ,1

236

4,1 5

0,0066015

9,00

30,9136

4,10

0,0009765

27.55

44,9323

32,55

0,034687

.r =.1144,9323
si = o'02489

2.

4,10

-v)'

0,000s765

v =32,55:B=4,06875

=27,55:B=3,44375

(r,

Y(cm)

/7 =2,53355s

s, = Jo,o346g7o l7 =o,o7o4

Jika diperolah hasil pengukuran dengan sesatan taksiran berikut:

X=6,00+0,05

Y= 5,00+0,b

tentukan nilaiZ berikut sesatannya, jika

sr
Y

Jawab:

Z=5x6/5=6
^z

=lql
dr
I

l;;.

lazl
Ax+l
l Ay

lavl-| / tx,t_.

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar t

->

lsl
LZ =l1l
lvl

l- s"l
Ax+l
,I
I

/- l;;

Ly

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNpAD

az =lJlo,os.lflo,os

LZ :0.05 + 0.06

AZ=0,11
3.

JadiZ=6,00 + 0,1'l
Untuk menentukan massa jenis benda padat yang berbentuk kubus, massa

benda ditimbang sekalidan diperoleh nilai m = (74,50

0,01) gram. sedangkan

rusuk benda tersebut (L) diukur 12 kali sehingga 1 = (2,100 r 0,006) cm.
Tentukan massa jenis benda tersebut berikut sesatan dan cara pelaporannya.
Pembahasan
Diketahui

m=
l_

(74,50t 0,01) gram

= (2,100

0,006) cm

Tentukan : p

74.50

Q=---= -'')er =8.0445sraml


Penyelesaian

cm3

sesatan dari p dapat dihitung dengan menjadikan tingkat kepercayaannya 6g%.

L=2,1 AL=0,004 m=74,5 Am=0,0i x1l3=0,07


r

l(H),,,,,{o*)'

.(fr)i,,t*l'

y)=.(,",f)

Lp=

*)'.(Y)'

Dengan memasukkan nilai m, Am, L, dan AL, akan diperoleh


Ap = 0,00597 glcm3 Pelaporan akhirnya : p = (8,044

t 0,006) g/cm3

lV. Tugas Pendahuluan

1.

Tuliskan hasil pengukuran berikut ini secara benar

46,984354 x2,76832
356,29874

t 8,32469

12,34234 + 0,65123
6567548

2-

!23632

Tentukan perumusan kesalahan pada penentuan rapat massa silinder aluminium


jika massa silinder aluminium diukur sekali pengukuran, sedangkan diameter dan
panjang silinder aluminium diukur berulang kali. Apakah perbedaan makna antara
,S.,.

dan

S,

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

t0

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD


V, Prosedur Percobaan

1.

Ukurlah panjbhg, lebar dan tinggi dari balok masing-masing 5 kali menggunakan
jangka sorong dan mistar.

2.

Ukurlah panjang, lebar dan tebal dan diameter lubang darr pelat masing-masing 5
kali menggunakan mikrometer sekrup dan mistar.

3.

Timbanglah massa balok dan pelat masing-masing 3 kali.

Vl. Tugas Akhir

1. Tuliskan data hasil pengamatan beserta ketidakpastiannya.


2- Hitunglah panjang, lebar dan tinggi rata-rata balok beserta ketidakpastiannya.

3.

Hitunglah panjang, lebar, tebal dan diameter rata-rata untuk pelat beserta
ketidakpastiannya.

4.
5.
6.
7.

hitunglah massa rata-rata untuk balok dan pelat beserta ketidakpastiannya.


Hitunglah volume balok dan pelat beserta ketidakpastiannya.

Hitunglah massa jenis balok dan pelat beserta ketidakpastiannya.


Bandingkan massa jenis balok dan pelat terhadap massa jenis literatur.

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

ll

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNPAD


TODE KUADRATTERKECIL

(P-2)
l. Tujuan Percobaan

- Praktikan dapat menyajikan grafik hasil percobaan dengan baik dan benar
- Menentukan garis lurus terbaik dari sejumlah pasangan data yang secara teoritis
memiliki hubungan linier

- Menentukan fungsi linier dari fungsi kuadrat


- Menentukan koefisien korelasidari beberapa pasangan

data

ll. Alat Percobaan

Kalkulator (praktikan membawa sendiri)

lll. Teori Dasar


3.1. Pembuatan Grafik
Misalkan dalam suatu percobaan kita peroleh titik-titik data Xr + AXr dan titik yr t
AY1, lang diperoleh dari perhitungan (bukan dari pengukuran langsung). Ketidakpastian

(AXl dan AY1) yang diperoleh harus disesuaikan dengan ketidakpastian yang dimiliki kertas
grafik AXs. dan AYs,, yaitu setengah darijarak antara dua garis terdekat pada kertas grafik
tersebut, Dengan demikian asas ketidakpastian pada X dan Y tetap dapat kita terapkan.
Sebagai ilustrasi, kita ambil kertas grafik yang umum (kertas millimeter), dimana

jarak dua garis terdekat 1 mm. Maka

A\,

= 0,5 mm dan bila ukuran kertas grafik 10 cm x

10 cm, ketelitian terbaik yang dapat tercapai adalah:

'

***rtllo/o=0,5yo.
i00

Dengan

demikian, ketidakpastian hasil pengukuran dengan ketelitian misalnya 0,1% tidak dapat
diplotkan pada kertas grafik 1Ocm x 1Ocm tetapi harus lebih besar lagi, yaitu 50cm x 50cm.
Contoh lain, bila sebuah sumbu X dengan panjang 10 cm kita beri nilai 100 Volt,
ketidakpastian terkecil yang dapat digambar adalah

E*r*ll}volt
100

=0,5V. Jadi

untuk

AX yang lebih kecil dari 0,5 kita harus mengecilkan pula nilai satuan skala. Dengan kata
lain, kertas yang diperlukan harus lebih luas. Tetapi sering juga titik nol skala tidak perlu
nampak pada grafik, sehingga kita bisa saja menggunakan kertas grafik yang lebih kecil

asal daerah harga X1 dan Y; tercakup. Terlihat jelas bahwa memilih luas kertas grafik
memerlukan perencanaan yang bijak. Selain itu sebuah garis grafik yang kita buat harus
tampak penuh (mengisi seluruh luasan kertas grafik) dengan cara memilih nilai skala
mendatar maupun tegak yang tepat. Contoh penyajian grafik diperlihatkan pada Gambar 1.

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

t2

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNpAD

Grafik Pengaruh Perubahan Arus

Graflk Pengaruh Perubahan Arus

terhedap Tegangan
70

35

60

30

^50
a

...--'..+-.

ct

g^^

. .-.

E'A

dJu
o
o
ts20

o
o

lc

F10

10

,5

2o

Gambar 1. contoh Erafik, a. Grafik yang kurang baik dan b. Grafik yang baik
Hal lain yang perlu kita ingat dan perhatikan dalam membuat grafik antara lain adalah:

1. Judul grafik, ditulis pada bagian atas grafik


2- Nama besaran pada sumbu mendatar dan sumbu

tegak, harus ditulis lengkap


dengan satuannya, disertai harga kalibrasinya jika ada dan dapat terbaca jelas.
Contoh: Tegangan ( 1 02 volt).

3.
4.

Harga satuan skala sumbu-sumbu grafik dipilih dengan bilangan bulat atau
kelipatan puluhan. Misar : 1,2,3,... atau 5, .l0, 15,... , sebaiknya jangan 3,6, g,....
Bentuk fungsi dari besaran yang akan kita gambarkan grafiknya perlu diperhatikan
lebih dulu. Apakah merupakan fungsi linier (garis lurus) atau bentuk kuadratik (garis
tengkung). Dengan demikian bagaimanapun bentuk titik-titik data yang kita peroleh,
kita sudah tahu bentuk grafik yang akan kita gambar.

5.

Bila grafik berupa fungsi, misal:

y = f(X), sebaiknya

besaran pengubah f(X)


diplotkan pada sumbu mendatar, sedangkan besaran yang diubah y pada sumbu
tegak.

3.2. Menentukan Garis Lurus Terbaik

Dari hasil pengukuran dan perhitungan, tidak semua titik-titik data akan berada
tepat pada satu garis lurus. Ada beberapa cara untuk menentukan garis lurus terbaik,
yaitu:

1.

Metoda memandang (visual)


Mata dapat melihat cukup baik apakah sederetan titik data terletak pada garis atau
agak menyimpang. Dengan cara visual tersebut, dapat ditarik sebuah garis lurus.

2.

Metoda titik sentroid

Titik sentroid merupakan sekumpulan titik adalah titik dengan koordinat

Fx

: u... ' dan


l' ,,"N"l/

1,, =

Fy
2_!-,

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

N = jumlah data.

t3

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD


Plotkan titik

: )G; Yo pada kertas grafik, kemudian tarik garis lurus

melaluinya

sedemikian rurpa, hingga jumlah titik-titik yang terdapat diatasnya lebih kurang sama
dengan jumlah yang ada di bawahnya. Gunakan mistar plastik bening sebagai alal
bantu, putar aJat bantu tersebut dengan titik sentroid sebagai poros putaran.
3.

Metoda garis sumbu

Dari sekumpulan titik data yang telah diplotkan pada suatu kertas grafik.Tarik
sebuah garis sembarang (gs) yang kira-kira berada ditengah-tengah area titik data,
sehingga titik-titik data terbagi dua, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Buatlah
penggalan-penggalan garis dari setiap titik data yang tegak lurus ke garis gs. Bila

jumlah penggalan-penggalan garis yang tegak lurus bagian atas sama (hampir
sama) dengan jumlah pengalan-penggalan garis yang tegak lurus bagian bawah,
maka garis gs yang telah kita buat merupakan garis lurus terbaik yang telah
mewakili semua titiktitik data.
4.

Metoda kuadrat terkecil

Apabila kita memiliki persamaan dengan hubungan y = ax + b dengan x dan y


merupakan variabel bebas, sedangkan a dan b merupakan parameter, maka
sekumpulan data pasangan (x,y) tersebut dapat digambarkan dalam bentuk grafik
pada kertas grafik linear. Grafik yang diperoleh merupakan suatu garis lurus.

Dengan menganggap bahwa x memiliki sesatan yang lebih kecil dari sesatan y,
garis lurus terbaik dapat diperoleh berdasarkan metode kuadrat terkecil (regresi
terhadap y). Nilai a terbaik dituliskan dengan notasi

a,

sedangkan nilai b terbaik

dituliskan dengan notasi &, dengan:


N,^/N

0,=

a'rf (r,.v,)- Z*,Ly,


(1)

NIr,l -(i.,)'
dan

b,=

Z*iZv, - |,=l x,l(*,t,)


i-l

....

.(2)

'*,i -[I,,)'
Sesatan pada nilai a dan b bersifat statistik, yaitu:

. .. . .(3)

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

t4

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNpAD

AD, =

dengan

S.,,

.....

.. (4)

'

(s)

t, = rF

,/ri El' -(a,x' b,)|'


+

Sebaran titik-titik data dari garis lurus dapat diukur berdasarkan nilai koefisien
korelasi (r) berdasarkan rumus:
NNN

lrf

(r,-v,)-

Zr,Zy,
.."....(6)

dengan nilai -1 < r < 1.


Sedangkan jit<a

lrl

lifa lrl r

1 berarti titik-titik data mendekati garis terbaik.

= 0 titik{itik data jauh dari garis turus terbaik.

Beberapa fungsi yang tidak linier, dalam batas-batas tertentu dapat dibuat linier,
Setelah diperoleh fungsi linier, metode kuadrat terkecil dapat digunakan untuk
menentukan parameter terbaiknya.

Contoh: Sebuah miliamperemeter teiah dikalibrasi dan ditera dengan tepat.


Sedangkan voltmeter yang dipakai memiliki kesalahan sistematik. Alat tersebut
digunakan untuk menentukan nilai suatu hambatan. Jika dari pengukuran kuat arus
dan tegangan pada suatu hambatan diperoleh data seperti pada Tabel 1, tentukan
nilai hambatan yang dimaksud berikut cara pelaporannya.

Tabel 1. Kuat arus dan tegangan pada sebuah hambatan listrik


No

KuatArus
(1)

Tegangan (V)
volt = v

mA=x

R = V/l

(ko)

V.l=x.y

12=x2

1.00

2,30

2,30

2,30

1.00

1.50

3,20

2,13

4.80

2,25

2,00

4.20

2,10

8,40

4,00

2.50

4,90

1.96

12.25

6,25

3.00

6,1 0

2,03

18.30

9,00

3,50

7.30

2,09

25,55

12.25

4.00

8,70

2.18

34,80

16 00

4,50

9.20

2.04

41 ,40

20.25

5.00

9,80

196

49,00

25,00

10

5,50

10.50

1,91

57,15

30.25

IR=20,70

IVi=254.55

7t'?=126,25

Il=32 50

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar

IV

= 66.20

I5

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD


Penyelesaian:
Karena voltmeter tidak ditera terlebih dulu, kesalahan kalibrasi mungkin terjadi. Dari
persainaan

V-Vo=P1
V=RI*Vo
Hubungan antara

dengan

merupakan hubungan linier, sehingga

dapat

ditentukan dari kemiringan grafik:


NNN

NI(r, v,)-Zr,Zv,
R_

t't

/,V

\l

'Z': -[I'',J
R-

IA

x 254,55

32,50 x 66,2A

10x126,25- (:z,sO)'

ft = l.9l ftf)
NNNN

-Zr,l(r,tt,)
Zr,Zv,
r=l
i=l

,7 _ t=l
'u --

r=l

/,v

\l

r=l

\ r-t

.r'rFlr-lyl
I Z-/-t
L/ t

i
I

Jika data dari soal dimasukkan ke dalam persamaan dapat diperoleh:


Vo = 0,41 volt

Untuk menghitung sesatan dari R dan Vo, terlebih dahulu dihitung S, sebagai

lr,t

t, ={r-,

Z{, -(n

r, +rt,,)\'

Tabel2. Hubungan Nilai V dan V grafik


V

Ys*rt* = RI +Vo

(V-Vgrafik)2

2,30

2.32

0,0004

3.20

3,28

0.0056

4,20

4.23

0,0009

4,90

5.19

0,0812

6.10

6,14

0.0016

0,0420

7.30

7,14

8.70

805

o.4225

9,20

n'1

0.0380

9,96

0,02s6

0,92

0.1722

9,80
10.50

Jumlah

0,7900

Diperoleh S, = 0,30

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

r6

Pusat Pelayanan Basic Science (ppBS) UNPAD

Sesatan dari R atau AR dapat dihitung berdasarkan rumus:

A,R=d.y

E,)'
Untuk data pada Tabel 2 diperoleh . AR = 0.07 KCr.

Sedangkan sesatan dariVo dapat dihitung dari:

LVr:5,
Diperoleh : AVo = 0,023 volt.
Sehingga pelaporan hasil akhirnya adalah:
R = (1,91 + 6,971 L9

Y" = (0,41 + 0,02) volt

Grafik ploting dan linierisasi menggunakan metoda kuadrat terkecil dimuat pada
Gambar 2.
Grafik Pengaruh Perubahan Arus terhadap Tegangan
12,00
10.00

8.00

o
C
6
o
o

0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00


Arus (mA)
,' = I ,9 I/ + 0,4 I

6,00

n':= 0.99

Gambar 2. Grafik Pengaruh Perubahan Arus terhadap Tegangan


lV. Tugas Pendahuluan

1.

Buktilian bahwa

:
N

-r)>(r,
i--l

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

\1

Iri - +(r')'
r=l

l7

Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS) UNPAD

2.

Suatu fungsi secara teoritis dinyatakan sebagai y

ax2

+ bx. Dalam hal ini x dan y

merupakan variable, sedangkan a dan b merupakan parameter. Bagaimanakah


cara"memilih sumbu koordinat agar diperoleh fungsi garis lurus?

3.

Kerjakan seperti soal nomor 2 untuk fungsiy = ax2 + b.

Y- Prosedur Praktikum

1.

Asisten akan membagikan data yang harus saudara olah.

2.

Untuk kelompok data'tersebut, tentukan parameter a dan b beserta sesatannya, jika


diperkirakan data tersebut memenuhifungsi

i.

Y=ax+b

ii.

Y=ax2+bx
Y=axz+b

iii.

3.

Tentukan koefisien korelasi untuk ketiga fungsi perkiraan pada tugas nomor 2 di
atas. Berdasarkan nilai koefisien korelasi tersebut tentukan fungsi mana yang
paling memenuhi data yang tersedia.

4.

Kerjakan seperti pada tugas

dan

3 di atas untuk ketiga pasangan data yang

diberikan asisten.

5. Buatlah

grafik linierisasi untuk masing-masing data tersebut dengan metode

kuadrat terkecil.

Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I

l8