Anda di halaman 1dari 16

RANGKAIAN FILTER RC

Muhammad Akbar Pratama*), Asrianti BT. Sunardi, Gina Hasanah Hidayah, Muh. Arief
Fitrah I.A.
Laboratorium Elektronika Dan Instrumentasi
Jurusan Fisika
Universitas Negeri Makassar
Tahun 2015
LATAR BELAKANG
Rangkaian filter (rangkaian penyaring) merupakan rangkaian yang didesain hanya untuk
memperbolehkan suatu frekuensi pada rentang tertentu memiliki nilai redaman yang kecil
(disebut sebagai Pass Band), sedangkan pada rentang frekuensi lainnya memiliki nilai redaman
yang sangat besar (disebut sebagai Attenuation Band atau Stop Band).
Sebuah rangkaian filter bias terdiri hanya dari komponen-komponen pasif dan bias
disebut sebagai rangkaian filter pasif (Passive Filter Network). Ada juga rangkaian filter yang
menggunakan komponen-komponen aktif dan biasa disebut sebagai rangkaian filter aktif (active
Filter Network). Daerah filter terdiri dari low pass filter dan high pass filter.
Low pass filter merupakan rangkaian filter yang memberikan redaman sangat kecil pada
frekuensi di bawah frekuensi cut-off (-3dB) yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di atas
frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang sangat besar. Lebih sederhanya, hanya
frekuensi rendah saja yang dapat melewati rangkaian filter ini. Rangkaian low pass filter dapat
dibangun menggunakan dua jenis rangkaian dasar, yakni rangkaian low pass filter iinduktif dan
rangkaian low pass filter kapasitif.
Filter aktif high pass atau sering disebut dengan Active High Pass Filter (Active HPF)
atau juga disebut dengan filter aktif lolos atas adalah rangkaian filter yang akan melewatkan
sinyal input dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off rangkaian dan akan melemahkan sinyal
input dengan frekuensi dibawah frekuensi cut-off rangkaian dan ditambahkan rangkaian penguat
tegangan menggunakan operasional amplifier (Op-Amp).
Rangkaian high pass filter aktif pada dasarnya sama saja dengan filter pasif high pass,
perbedaannya pada bagian output filter aktif high pass ditambahkan rangkaian penguat tegangan.
Untuk mengetahui tipe tipe filter aktif dan fungsinya, maka dilakukan praktikum tentang filter
aktif.
TUJUAN
Mahasiswa diharapkan dapat:
1. Membedakan jenis rangkaian RC tapis lolos rendah dan tinggi.
2. Menentukan frekuensi cut off rangkaian tapis RC lolos rendah dan lolos tinggi berdasarkan
bode - plot.
3. Merancang suatu sistem rangkaian tapis RC tingkat satu.

KAJIAN TEORI
Perkenalan rangkaian RC telah dibahas pada percobaan sebelumnya.Tetapi kali ini, akan
dikaji sifat RC sebagai penapis frekuensi. Artinya rangkaian RC ada yang bersifat meloloskan
frekuensi rendah, tetapi menahan frekuensi tinggi, dan begitu pula sebaliknya. (Tim Elektronika
Dasar. 2015:31).
Riak (ripple) merupakan sesuatu yang tidak diinginkan, karenanya harus diusahakan
untuk direduksi sekecil mungkin. Salah satu metode yang biasa digunakan untuk mereduksi
suatu amplitudo riak keluaran dari sebuah catu daya yaitu dengan memperbesar konstanta waktu
pelepasan muatannya. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbesar nilai C 1 atau memperbesar
nilai resistansi RL. (Bakri, A.H., dkk. 2008).
Dasar pemahaman tentang proses tanggapan frekuensi ini, maka kita hanya akan
mengkaji pada sifat RC yang bisa meloloskan frekuensi rendah dan tinggi dan sebagai alat
pengubah (converter) gelombang persegi-ke-segitiga dan persegi-ke-pulsa dengan, masingmasing, mengintegrasikan dan mendiferensialkan gelombang inputnya dan rangkaiannya
sendiri masing-masing disebut rangkaian integrator dan rangkaian diferensiator orde 1,
yang hanya terdiri dari sebuahresistor yang seri dengan sebuah kapasitor yang ditunjukkan oleh
gambar berikut.
R

Vin

Vout

(a) Rangkaian Integrator


C

Vin

Vout

(b) RangkaianDiferensiator
Untuk pengintegralan RC, sinyal keluaran rangkaian merupakan integral dari sinyal
masukan yang dinyatakan oleh :
t

Vo

1
Vin dt
RC 0

(3.1)
dan untuk pendiferensialan RC, sinyal keluaran rangkaian merupakan diferensial dari sinyal
masukan yang dinyatakan oleh :

Vo RC

dVin
dt

(3.2)
Untuk keduanya, integrator dan diferensiator, sinyal akan mengalami pelemahan sinyal dari
daya mula-mulanya pada suatu nilai frekuensi yang disebut frekuensi
cut off (fc) yang
dinyatakan oleh :

fc

1
2 R C

(3.3)
(Tim Elektronika Dasar, 2013: 13-14).
Harga Vo/Vi sebagai fungsi frekuensi disebut tanggap frekuensi (Frequency Response)
dari rangkaian. Apabila frekuensi rendah ( ~ 0) amplitudo keluaran V o harganya sama dengan
amplitudo masukan Vi, sedang untuk frekuensi yang semakin tinggi V o menjadi jauh lebih kecil
dari Vi. Oleh karena frekuensi rendah diteruskan sedang frekuensi tidak sehingga dinamakan
tapis lolos bawah. Pada frekuensi = odimana o RC = 1, maka menurut

Vo
1
=
2
2
V i 1+(RC)2 , Vo /Vi = . Oleh karena pada frekuensi ini daya keluaran setengah dari
daya masukan, maka o disebut frekuensi paro daya (half-power frequency), dan sering juga
disebut cut off frequency atau corner frequency (frekuensi pojok). Demikian juga oleh karena
pada frekuensi = o, harga A = Vo/Vi =

1
2

= 0,707, sehingga harga:

Adb = 20 log A = -10 log 2 = -3,0 db


maka o juga dinamakan 3 db cut- off frequency. Gambar tanggap frekuensi dengan harga A
menggunakan skala db, dinamakan Bode plot.
Jika harga RC dibuat besar sehingga RC >> 1, maka dari

cos =

RC
1+(RC)2

=0 dan

V o=

dan

V o=

V o=

Vi
1
=
C 1+(RC)2

Vi
RC

( CI )cos ( t+ )=V sin {t( 90 ) }

akan berubah menjadi:

dan

sin =

1
1+(RC)2

Vo
1
=
Vi 1+( RC)2

sehingga

dan

didapat,

persamaan

dimana Vo adalah amplitudo dari keluaran

V o=

V i
1
cos t=
V i dt
RC
RC

Karena keluaran merupakan intergral dari masukan, sehingga sering disebut dengan rangkaian
integrator.

V o=V R =iR , sehingga dari i=i R =i C =I sin ( t + ) diperoleh:

Keluaran

V o=RI sin ( t+ )=V O sin ( t + ) dimana amplitudo keluaran adalah:


V o=

RV i

1
C

Vi
2

( )

R2 +

1+

1
RC

Atau

VO
=
Vi

1+

1
RC

dari persamaan tersebut terlihat bahwa untuk kecil ( << 1/RC), Vo mendekati nol, sedangkan
untuk besar harga Vomendekati Vi. Oleh karena frekuensi tinggi diteruskan sedang frekuensi
rendah tidak, maka rangkaian tersebut merupakan tapis lolos atas (high-pass-filter). Dengan
alasan yang sama, oleh karena pada frekuensi = o =

, maka cut-off frekuensi dari tapis lolos atas ini juga

1
RC , harga A =
o=

V o 1
=2 2 =0,707
Vi

1
RC . Jika RC kecil sehingga

(1/RC) >>1, maka ~ 90 dan Vo ~ RCVi. Dengan demikian diperoleh:

V o=RC V i cos t=RC dv i /dt


Karena keluaran merupakan diferensial dari masukan maka rangkaian tersebut disebut sebagai
diferensiator (Purwadi: 69-70).
METODE PERCOBAAN
Alat dan Bahan
1. Osiloskop Sinar Katoda + Probe
2. Audio Function Generator
3. Resistor
4. Kapasitor
5. Kabel Penghubung
Identifikasi Variabel

1 set
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

1. Variabel manipulasi
2. Variabel respon
3. Variabel kontrol

: frekuensi (Hz)
: tegangan output (volt)
: tegangan input (volt), resistor () dan kapasitor (F).

Definisi Operasional Variabel


1. Frekuensi (f) adalah sebagai variabel manipulasi yang akan menunjukkan bagaimana
tanggapan rangkaian terhadap besarnya frekuensi yang diberikan dengan satuan Hz.
2. Tegangan Keluaran (Vout) adalah besarnya tegangan keluaran yang merespon besar
frekuensi yang dimanipulasi, dimana tegangan keluaran akan membentuk gelombang.
Satuan tegangan keluaran yaitu volt.
3. Tegangan Input (Vin) adalah besarnya tegangan masuk dari Audio Function Generator dan
satuannya adalah volt.
4. Resistor (R) adalah berfungsi sebagai penahan arus yang tidak dapat diloloskan oleh filter
RC seperti menahan frekuensi tinggi untuk filter RC integrator dan menahan frekuensi
rendah untuk filter RC Diferensiator. Satuan resistor yaitu Ohm ().
5. Kapasitor (C) adalah berfungsi sebagai penyimpan arus, dalam hal ini akan menyimpan
frekuensi yang telah ditahan atau tidak dapat di filter/ tapis. Satuan kapasitor yaitu Farad (F)
Prosedur Kerja
a. Filter RC Lolos Rendah (Integrator).
1) Membuat rangkaian seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut di atas papan kit.
R

In p u t

O u tp u t

2) Sebelum melakukan pengamatan terhadap outputnya, maka terlebih dahulu harus


mencatat dan mengukur :
Nilai / harga komponen C dan R.
Memperkirakan berapa besar frekuensi potong (Cut-Off) rangkaian yang dibuat
dengan menggunakan Pers. (3.3).
Mengukur tegangan puncak Vi (maksimum) audio generator untuk gelombang
persegi.

Mempelajari dengan seksama kalibrasi untuk basis waktu dan basis tegangan pada
Osiloskop.
b. Filter RC Lolos Tinggi(diferensiator).
1) Membuat rangkaian seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut di atas papan kit.

C
In p u t

O u tp u t

2) Sebelum melakukan pengamatan terhadap outputnya, maka terlebih dahulu harus


mencatat dan mengukur :
Nilai / harga komponen C dan R.
Memperkirakan berapa besar frekuensi potong (Cut-Off) rangkaian yang dibuat
dengan menggunakan Pers. (3.3).
Mengukur tegangan puncak Vi (maksimum) audio generator untuk gelombang
persegi.
Mempelajari dengan seksama kalibrasi untuk basis waktu dan basis tegangan pada
Osiloskop.

HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS DATA

Hasil Pengamatan
R = 220 5%

C = 214,9.10-9 F

Tabel.1 Hubungan antara frekuensi dan tegangan pada integrator


Integrator

V =2 volt

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

f (Hz)
30
40
50
60
70
80
90
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
2000
3000
4000
5000

V out (v) Av
1,900
1,900
1,900
1,900
1,900
1,900
1,900
1,900
1,900
1,900
1,900
1,900
1,900
1,800
1,700
1,700
1,700
1.300
1.100
0,850
0,700

0,950
0,950
0,950
0,950
0,950
0,950
0,950
0,950
0,950
0,950
0,950
0,950
0,950
0,900
0,850
0,850
0,850
0,650
0,550
0,425
0,350

6000 0,600

0,300

7000 0,550

0,275

8000 0,440

0,220

9000 0,400

0,200

10000 0,360

0,180

20000 0,190

0,095

30000 0,130

0,065

40000 0,100

0,050

23
24
25
26
27
28
29

20 log Av
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,446
-0,915
-1,412
-1,412
-1,412
-3,742
-5,193
-7,432
-9,119
10,458
11,213
13,152
13,979
14,895
20,446
23,742
26,021

30
50000 0,080

0,040

60000 0,065

0,033

70000 0,056

0,028

80000 0,048

0,024

90000
10000
0
20000
0
30000
0
40000
0
50000
0

0,044

0,022

0,040

0,020

0,020

0,010

0,014

0,007

0,010

0,005

0,008

0,004

31
32
33
34
35
36
37
38
39

27,959
29,762
31,057
32,396
33,152
33,979
40,000
43,098
46,021
47,959

Tabel. 2 Hubungan antara frekuensi dan tegangan pada diferensiator


Diferensiator

V =2 volt

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

f (Hz)
30
40
50
60
70
80
90
100
200

V out (v) Av
0,016

0,008

0,022

0,011

0,028

0,014

0,031

0,015

0,038

0,019

0,044

0,022

0,050

0,025

0,054

0,027

0,104

0,052

20 log Av
41,938
39,172
37,077
36,193
34,425
33,152
32,041
31,373
25,680

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39

Analisis Data
1 Integrator

300
400
500
600
700
800
900
1000
2000
3000
4000
5000
6000
7000
8000
9000
10000
20000
30000
40000
50000
60000
70000
80000
90000
10000
0
20000
0
30000
0
40000
0
50000
0

0,160

0,080

0,210

0,105

0,250

0,125

0,300

0,150

0,340

0,170

0,390

0,195

0,430

0,215

0,560
0,720
0,860
0,920
0,960
0,980
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000

0,280
0,360
0,430
0,460
0,480
0,490
0,500
0,500
0,500
0,500
0,500
0,500
0,500
0,500
0,500
0,500
0,500
0,500

1,000
1,000
1,000
1,000
1,000

0,500
0,500
0,500
0,500
0,500

21,938
19,576
18,062
16,478
15,391
14,199
13,351
11,057
-8,874
-7,331
-6,745
-6,375
-6,196
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021
-6,021

a. Teori

fc=

1
2 RC

1
9
2 ( 3,14 )( 220 ) (214,9 10 F)

1
6,28 ( 472,78 109 ) Hz

3366 Hz
1
RC

0 =

1
( 220 ) (214,9 109 F)

1
rad / s
9
47278 10

21151 rad /s

b. Praktikum
frekuensi cut off diperoleh dari Av yang paling mendekati 0,707
Av = 0,65
f = 2000 Hz

0 =2 f c

c.

%diff =

2 ( 3.14 ) (2000 Hz)

12560 rad /s

f cteorif c prak
100
f cratarata

|33662000
|100
2683

100
|1366
2683 |

%diff =

0,51 100
2

0teori0 prakt
100
0ratarata

51
8591
100
|
100
|2115112560
|
16855,5
16855,5 |

51

Diferensiator
a. Teori

fc=

1
2 RC

3366 Hz

1
2 ( 3.14 )( 220 ) (214,9 109 F)

1
6.28 ( 47278 109 ) Hz

0 =

1
RC

1
( 220 ) (214,9 109 F)

1
rad / s
47278 109

21151 rad /s
b. Praktikum
frekuensi cut off diperoleh dari Av yang paling mendekati 0,707
Av = 0,50
f = 7000 Hz

0 =2 f c

c.

%diff =

2 ( 3.14 ) (7000 Hz)

43960 rad / s

f cteorif c prak
100
f cratarata
3634
100
|
100
|33667000
|
5183
5183 |

%diff =

0teori0 prakt
100
0ratarata

70

22809
100
|
100
|2115143960
|
32555,5
32555,5|

0.7 100

70

1
0.9
0.8
0.7
0.6

Av (Vout/Vin)

0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0
10

100

1000

10000

Frekuensi (Hz)

Grafik 1. Plot ternormalisasi rangkaian integrator 20 log Av

100000

1000000

0.6

0.5

0.4

Av (Vout/Vin)

0.3

0.2

0.1

0
10

100

1000

10000

100000

Frekuensi (Hz)

Grafik 2. Plot ternormalisasi rangkaian difrensiator 20 log Av

1000000

20 log Av

0.00
10
-2.00
-4.00
-6.00
-8.00
-10.00
-12.00
-14.00
-16.00
-18.00
-20.00
-22.00
-24.00
-26.00
-28.00
-30.00
-32.00
-34.00
-36.00
-38.00
-40.00
-42.00
-44.00
-46.00
-48.00
-50.00

100

1000

10000

100000

Frekuensi (Hz)

Grafik 3. Hubungan antara frekuensi dengan 20 log Av pada Integrator

1000000

0.000
10
-2.000

100

1000

10000

100000

-4.000
-6.000
-8.000
-10.000
-12.000
-14.000
-16.000
-18.000
-20.000

20 log Av

-22.000
-24.000
-26.000
-28.000
-30.000
-32.000
-34.000
-36.000
-38.000
-40.000
-42.000
-44.000

Frekuensi (Hz)

Grafik 4. Hubungan antara frekuensi dengan 20 log Av pada diferensiator

1000000

PEMBAHASAN
Rangkaian penapis RC adalah suatu jenis rangkaian yang bersifat sebagai penapis
frekuensi. Artinya jenis rangkaian ini ada yang bersifat meloloskan frekuensi rendah, tetapi
menahan frekuensi tinggi dan begitu pula sebaliknya. Rangkaian penapis RC dibedakan menjadi
integrator dan diferensiator. Integrator yaitu rangkaian yang bersifat meloloskan frekuensi
rendah dan menahan frekuensi tinggi sedangkan diferensiator yaitu rangkaian yang bersifat
meloloskan frekuensi tinggi dan menahan frekuensi rendah.

Pada praktikum ini dilakukan dua kali kegiatan yaitu kegiatan pertama integrator
dan kegiatan kedua yaitu diferensiator. Pada kegiatan integrator maupun diferensiator
menggunakan R = 220 5% , C = 214,9.10-9 F dan Vin = 2 Volt. Frekuensi cut-off yang
didapatkan secara teori sebesar 3366 Hz , adapun secara praktikum frekuensi cut off
diperoleh dari Av yang paling mendekati 0,707. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kedua
kegiatan tersebut nilai tegangan keluaran pada frekuensi mula-mula akan konstan hingga pada
frekuensi tertentu tegangan keluaran akan menurun seiring bertambahnya nilai frekuensi.
KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:


Filter RC lolos rendah (integrator) yaitu rangkaian RC yang bersifat meloloskan
frekuensi rendah dan menahan frekuensi tinggi dengan bentuk rangkaian kapasitor
yang diparalelkan dengan Vout-nya. Sedangkan filter RC lolos tinggi (diferensiator)
yaitu rangkaian RC yang bersifat meloloskan frekuensi tinggi dan menahan
frekuensi rendah. Dengan rangkaian resistor yang di paralelkan dengan Vout-nya
Filter RC lolos rendah maupun tinggi memperlihatkan bahwa setelah mencapai
frekuensi tertentu tegangan yang mulanya konstan akan turun seiring bertambahnya
frekuensi.
Rangkaian RC tapis tingkat satu hanya terdiri dari dari 1 resistor dan satu kapasitor.

DAFTAR PUSTAKA
Bakri, A.H., dkk. (2008). Dasar-dasar Elektronika.Makassar. Jurusan Fisika FMIPA UNM
Purwadi, Bambang. Elektronika 1. Jakarta: Penerbit Jalan Pintu Satu.
Tim Elektronika Dasar, 2015. Penuntun Praktikum Elektronika Dasar 1. Makassar:
Laboratorium Unit Elektronika & Instrumentasi Jurusan Fisika FMIPA UNM.