Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

Tubuh manusia sebagaimana makhluk hidup yang lain tersusun atas


berbagai sistem organ, puluhan organ, ribhuan jaringan, dan jutaan molekul.
Secara fisik, molekul pembentuk tubuh manusia dapat dibedakan menjadi jenis
cairan dan matriks molekul padat. Fungsi cairan dalam tubuh manusia, antara lain
sebagai alat transportasi nutrien, elektrolit, dan sisa metabolisme, sebagai
pembentuk sel, plasma, darah, komponen tubuh lainnya, serta sebagai media
pengatur suhu tubuh dan lingkungan seluler.1
Dengan makan dan minum tubuh kita mendapat air, elektrolit, karbohidrat,
protein, lemak, vitamin dan lain-lainnya. Pertahanan volume cairan tubuh
bertujuan agar relatif konstan dan komposisinya tetap stabil, penting untuk
homeostasis.2,3 Cairan tubuh meliputi cairan darah, plasma jaringan, cairan
sinovial pada persendian, cairan serebrospinal pada otak dan medula spinalis,
cairan dalam bola mata (aqueous humor dan vitreous humor), cairan pleura, dan
berbagai cairan yang terkandung dalam organ dan jaringan.1
Terapi cairan dibutuhkan, kalau tubuh tidak dapat memasukkan air,
elektrolit dan zat-zat makanan secara oral misalnya pada keadaan pasien harus
puasa lama, karena pembedahan saluran cerna, perdarahan banyak, syok
hipovolemik, anoreksia berat, mual muntah tak berkesudahan dan lain-lainnya.
Dengan terapi cairan kebutuhan akan air dan elektrolit dapat dipenuhi. Selain itu
dalam keadaan tertentu adanya terapi cairan dapat digunakan sebagai tambahan
untuk memasukkan obat dan zat makanan secara rutin atau dapat juga digunakan
untuk menjaga keseimbangan asam-basa.2
Sampai saat ini terapi cairan dan elektrolit masih merupakan topik yang
menarik untuk dibicarakan. Oleh karena dalam tulisan ini akan dibahas mengenai
terapi cairan.