Anda di halaman 1dari 4

Soal 1

Tn. Amir membutuhkan dana sebesar Rp 25 juta. Petugas hubungan


pelanggan PT. Bank Syariah Abadi menyarankan Tn. Amir menjual barang
yang dimilikinya kepada Bank. Tn. Amir menjual motor honda CBR tahun
2010 seharga Rp 25 juta kepada Bank Syariah Abadi. Pada saat yang
bersamaan Bank Syariah abadi menjual motor tersebut kepada Tn. Amir
dengan akad murabahah dan mengambil keuntungan sebesar 10%. Tn. Amir
akan mencicil biaya pembelian motor kepada bank selama 1 tahun.
A. Tentukan apakah transaksi antara Tn. Amir dan Bank Syariah
Abadi telah sesuai dengan syariah.
B. Jelaskan jawaban anda dan apakah usul anda agar transaksi
tersebut bisa sesuai dengan syariah
JAWAB:
a. Transaksi antara Tuan Amir dan Bank Syariah Abadi belum sesuai
dengan ketentuan syariah. Ada beberapa ketentuan muamalah sesuai
dengan syariah yang dilanggar dalam transaksi ini, yaitu:
1) Tidak ada perpindahan aset dan kepemilikan. Motor tetap dikuasasi
oleh Tuan Amir, meskipun seolah-olah terjadi transaksi jual beli.
2) Bank yang mensyaratkan margin sebesar 10% termasuk riba,
karena mengambil tambahan dari pokok pinjaman. Sesuai dengan
firman Allah swt. dalam Q.S. Ar-Rum (30:39) yang artinya Dan
sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia
bertambah, maka tidak menambah dalam pandangan Allah. Dan
apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk
memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang
melipatgandakan (pahalanya).
3) Tidak ada beban yang ditanggung oleh penjual dan tidak ada risiko
untung-rugi yang ditanggung oleh penjual. Dalam kasus ini, Bank
Syariah Abadi pasti memperoleh keuntungan 10%. Sedangan dalam
Islam, transaksi jual-beli harus mengandung unsur beban dan risiko
ini. Transaksi dalam kasus ini mengadung unsur riba. Sementara
Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba, sesuai
dengan Q.S. Al-Baqarah (2:275) ... Yang demikian itu karena
mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah
telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barang siapa
mendapat peringatan dan Tuhan-Nya lalu dia berhenti, maka apa
apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan
urusannya (terserah) kepada Allah....

4) Dalam akad Tuan Amir dan Bank Syariah Abadi, terdapat dua
transaksi yang saling berhubungan.
b. Menurut kami, agar transaksi tersebut menjadi halal, ada beberapa
pilihan transaksi yang dapat dilakukan:
1) Qardul hasan (pinjaman tanpa bunga). Dalam hal ini, Tuan Amir
mencari pihak yang bersedia untuk memberi pinjaman tanpa
bunga. Akan tetapi, qardul hasan dilakukan jika Tuan Amir benarbenar membutuhkan dana.
2) Tuan Amir menjual motornya untuk memperoleh uang.
3) Tuan Amir dapat menggadaikan (rahn) motornya.
4) Jika Tuan Amir membutuhkan dana untuk menjalankan suatu
kegiatan usaha, maka Tuan Amir dan Bank Syariah Abadi dapat
melakukan akad mudharabah, dimana bank menjadi shahibul maal
(pemilik modal) dan Tuan Amir menjadi mudharib (pengusaha).
Pada intinya, Tuan Amir punya banyak pilihan selain transaksi yang
tidak sesuai dengan ketentuan syariah. Karena, dalam muamalah,
semua transaksi dibolehkan jika tidak ada larangan dari Allah dan
rasul-Nya.

Soal 2
Koperasi Simpan Pinjam ABC ingin merubah bisnis koperasi dari konvensional
ke keuangan syariah. Koperasi tidak lagi mengenakan bunga atas pemberian
dana kepada anggotanya tetapi menanyakan terebih dahulu apakah usaha
yang akan didanai oleh koperasi dapat menghasilkan keuntungan harian
sebesar Rp 100.000. Jika usaha anggota dapat menghasilkan keuntungan
sebesar Rp 100.000/hari maka koperasi menetapkan bagi hasil untuk
koperasi sebesar Rp 30.000/hari.
A. Tentukan apakah transaksi antara Koperasi Simpan Pinjam dan
anggota telah sesuai dengan syariah.
B. Jelaskan jawaban anda dan apakah usul anda agar transaksi
tersebut bisa sesuai dengan syariah
JAWAB
a. Menurut kami, transaksi yang terjadi antara Koperasi Simpan Pinjam
dan anggota dalam kasus tersebut belum sesuai dengan ketentuan
syariah. Hal ini dikarenakan Koperasi tersebut menetapkan jumlah
keuntungan minimal yang harus disetor anggota ke koperasi.

Sedangkan, bisa saja pelaku usaha yang meminjam pada Koperasi


tersebut tidak mendapatkan keuntungan sesuai yang diharapkan, jika
demikian maka akan timbul perilaku dzalim yang merugikan pelaku
usaha.
b. Agar transaksi antara Koperasi Simpan Pinjam dan anggota menjadi
halal dan sesuai dengan syariah, maka ada beberapa opsi yang dapat
diterapkan, seperti:
1) Melakukan akad mudharabah, di mana koperasi sebagai pihak
pemberi dana (shahibul maal) dan anggota menjadi pelaku usaha
(mudharib). Dalam hal ini, juga harus diperhatikan ketentuanketentuan dalam mudharabah, seperti misalnya pembagian hasil
yang tidak boleh menyatakan nilai nominal.
2) Dengan menggunakan akad musyarakah, di mana koperasi dan
anggota sama-sama menyetor modal dan mengelola kegiatan
usaha. Dalam hal ini, antara dua pihak tersebut melakukan profit
and loss sharing (sama-sama menanggung untung dan risiko).

Soal 3
Bapak Turman seorang pedagang pengumpul hasil panen terbesar di desa
Anbang. Dikenal para petani sebagai pedagang yang saleh, berhasil dan baik
hati. Kebaikan Bapak Turman yang dikenal luas adalah selalu membeli
dengan harga yang baik, bahkan di saat panen raya pun selalu membeli
dengan harga baik untuk kualitas yang baik. Di saat sulit pun Bapak Turman
selalu membantu para petani dengan membeli hasil pertanian yang belum
dapat dipanen.Alasan Bapak Turman melakukan hal tersebut adalah untuk
membantu petani di saat kesulitan dana. Di samping itu, ia selalu
memberikan harga yang tinggi untuk pembelian barang tersebut sesuai
dengan informasi dan pengalamannya atas hasil pertanian milik petani yang
bersangkutan. Selain itu pembelian ini dilakukan dengan saling rela dan
tanpa ada unsur paksaan. Bapak Turman adalah orang yang selalu berusaha
untuk menjalankan syariat Islam dengan benar. Namun dia kaget, ketika
dijelaskan oleh seorang mahasiswa yang sedang KKN bahwa apa yang
dijalankan tersebut tidak sesuai syariat Islam.
A. Tentukan apakah transaksi antara Bapak Turman dan Petani
telah sesuai dengan syariah.
B. Jelaskan jawaban anda dan apakah usul anda agar transaksi
tersebut bisa sesuai dengan syariah

JAWAB:
a. Belum seusuai dengan syariah, karena membeli hasil pertanian yang
belum dapat dipanen/mengijon termasuk perbuatan yang dilarang
Allah, karena mengandung ketidakpastian. Hal ini sesuai dengan sabda
Rasulullah saw. yang artinya Bagaimana pendapatmu jika Allah
mencegah biji itu untuk menjadi buah, sedang salah seorang dari
kamu menghalalkan (mengambil) harta saudaranya. (HR Bukhari)
b. Jika Pak Turman berniat untuk membantu saat tetangganya mengalami
kesulitan dana, maka Pak Turman dapat memberikan pinjaman tanpa
bunga (qardul hasan). Atau bahkan memberi hibah untuk tetangganya.
Jika Pak Turman berniat untuk mencari keuntungan, maka transaksi
pembelian hasil pertanian tersebut dilakukan saat panen, sehingga
tidak ada unsur gharar yang dilarang. Meskipun transaksi dengan
sistem ijon telah umum terjadi di masyarakat dan dilakukan atas dasar
suka sama suka, namun transaksi tersebut dilarang dalam syariah.