Anda di halaman 1dari 5

Avtur

Avtur merupakan bahan bakar pesawat terbang jenis jet. Avtur sering disebut denga
n Jet-A. avtur merupakan jenis kerosin. Avtur adalah bahan bakar dari fraksi minyak
bumi yang dirancang sebagai bahan bakar pesawat terbang yang menggunakan me
sin turbin atau mesin yang memiliki ruang pembakaran eksternal (External Combusti
on Engine). Kinerja atau kehandalan avtur terutama ditentukan oleh karakterisasi dar
i kebersihan, pembakaran, dan performanya pada temperature rendah. Berdasarkan
spesifikasi tersebut, Avtur harus memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, seperti me
miliki titik beku maksimum -470C dan titik nyala minimum 380C. titik didihnya antara
150 300 0C
Syarat Syarat avtur
a. Syarat Kenampakan
Syarat kenampakan dari avtur adalah apabila dilihat dengan mata telanjang avtur tet
ap jernih, tembus sinar, bebas dari partikel partikel padat dan cair yang tidak terlar
ut pada susunan sekeliling yang normal.
a. Syarat Komposisi Senyawa Senyawa Kimia
Secara kimiawi avtur tersusun atas senyawa hidrokarbon (berupa parafin, naften, da
n aromat) dan senyawa impirities dalam jumlah kecil serta additive. Senyawaan ters
ebut tersebut dibatasi keberadaannya didalam avtur, hal ini erat kaitannya dengan sif
at sifat avtur baik mutu bakar, stabilitas pada penyimpanan dan pemakaian maupu
n sifat korosifitas avtur tersebut.
Komposisi senyawa kimia dapat ditunjukkan dengan pemeriksaan:
1. Jumlah Keasaman
2. Aromatik
3. Jumlah Sulfur
4. Sulfur Mempekatkan
b. Syarat Penguapan

Sifat penguapan sifat kecenderungan bahan avtur berubah fase cair ke fase gas. Di
dalam hidrokarbon yang kompleks. Seperti avtur mempunyai trayek didih atau daera
h suhu pendidihan atau kemudahan menguap tertentu, sesuai dengan komposisi hid
rokarbon yang terkandung didalamnya.
Sifat penguapan dapat ditunjukkan dengan pemeriksaan:
1. Destilasi
2. Titik Nyala
3. Densitas
c. Syarat Pengaliran
Sifat pengaliran avtur dibatasi mengigat avtur harus dapat digunakan sebagai bahan
bakar pesawat terbang yang beroperasi pada suhu maksimal 450C, avtur harus di
semprotkan ke ruang bakar.
Sifat pengaliran dapat ditunjukkan dengan pemeriksaan:
1. Freezing Point
2. Viskositas Kinetik pada 200C.
d. Syarat pembakaran
Sifat pembakaran sangat penting untuk mengetahui nilai kalori yang dihasilkan dala
m pembakaran yang sempurna dan untuk menghindari terjadinya radiasi panas yang
berlebihan dari senyawa yang terkandung dalam avtur. Sifat pembakaran dapat ditu
njukkan dengan pemeriksaan:
1. Energi Spesifik
2. Smoke Point
3. Naptalen
e. Syarat Pengkaratan
Sifat pengkaratan ini ditimbulkan adanya senyawa belerang yang reaktif yang akan
menimbulkan kerusakan kerusakan pada sistem distribusi bakar maupun pada ba

gian yang lain dalam pesawat. Sifat pengkaratan dapat ditunjukkan dengan pemerik
saan Coppet Strip Corrosion.
f. Syarat Kontaminasi
Kontaminasi yang dimaksudkan adalah adanya senyawa senyawa pengotor yang
keberadaannya tidak diinginkan, antara lain adanya kandungan air yang teremulsi d
alam avtur.
Adanya kontaminasi dapat ditunjukkan dengan pemeriksaan:
1. Existen Gum
2. Water Reaktion Intertface
3. Microseparometer
g. Syarat Kestabilan
Syarat kestabilan avtur adalah kondisi avtur selama penyimpanan dan pemakaian. H
al ini disebabkan adanya suhu yang cukup tinggi yang cenderung dapat menimbulka
n deposite. Sifat kestabilan dapat ditunjukkan dengan pemeriksaan termal stanbility.
h. Syarat Daya Hantar Listrik
Karena avtur termasuk fraksi minyak bumi yang mempunyai sifat mudah terbakar, m
aka kemungkinan timbulnya bahaya kebakaran sangat besar. Bahaya kebakaran ini
dapat terjadi akibat timbulnya listrik statis yang terakumulasi pada saat pemompaan
avtur dengan kecepatan alir yang cukup tinggi. Hal ini dapat diatasi dengan penamb
ahan static disssipator additives ke dalam avtur.
Daya hantar listrik dapat ditunjukkan dengan pemeriksaan electrical conductivity.
l. Syarat Pelumasan
Kehausan karena gesekan yang berlebihan mengakibatkan umur komponen menjad
i pendek seperti pada pompa fuel dan kontrol fuel, yang kadang kadang dianggap
berasal dari avtur kekurangan sifat pelumasan. Pelumasan pada avtur dapat ditunjuk
kan dengan pemeriksaan lucbricity (Mudjirahardjo.2002).

Spesifikasi avtur adalah batasan batasan yang harus dipenuhi oleh bahan bakar m
inyak, yang bertujuan agar bahan bakar tersebut aman, nyaman serta ekonomis dal
am pemakaiannya.
Spesifikasi tersebut biasanya berupa angka batasan minimum atau maksimum deng
an menggunakan metode tertentu tergantung dari klasifikasi bahan bakar yang bers
angkutan, khususnya yang berhubunggan dengan keamanan dan keselamatan dala
m penggunaannya. Karena avtur digunakan oleh pesawat terbang bermesin turbin (j
et) yang mempunyai resiko keselamatan tinggi bila dibandingkan dengan bahan bak
ar yang lainnya. Maka spesifikasi yang ditentukan terhadap avtur sangat ketat sesua
i dengan standar internasional.
Adapun tahapan proses pengolahan untuk mendapatkan avtur adalah :
1. Destilasi Atmosfir
Pada toping unit (Crude Destilation Unit CDU), Crude oil yang diolah merupakan ca
mpuran antara Sumatra Light Crude (SLC) dan Duri Crude Oil (DCO), CDU bekerja
pada temperatur 3500C dan tekanan 1 atmosfir.
Dari proses destilasi ini dihasilkan produk antara lain :
1. Naptha
2. Kerosin
3. Light Gas Oil
4. Heavy Gas Oil
5. Long Residu
6. Destilasi Hampa (Vacum Destilation)
Long Residu yang dihasilkan CPU, digunakan sebagai umpan pada Heavy Vacum U
nit pada tekanan 40 mmHg temperatur 3900C.
Dari unit destilasi hampa ini menghasilkan produk yaitu :
1. Light Vacum Gas Oil (LVGO)
2. Heavy Vacum Gas Oil (HVGO), sebagai umpan pada unit Hydrocracking.

3. Short Residu
4. Delayed Coker Unit (DCU)
Short residu yang dihasilkan dari heavy vacum unit, digunakan sebagai umpan pada
delayed coker unit (DCU) yang bekerja pada temperatur 3200C dan tekanan 0.98
kg/cm2.
Dari Delayed Coker Unit(DCU) dihasiklkan produk antara lain :
1. Naptha
2. Kerosin
3. Light Coker Gas Oil (HCOGO), dipakai sebagai umpan Hydrocracking
4. Green Coke
Dengan spesifikasi tertentu produk produk diatas digunakan sebagai bahan baku d
ari avtur.
Pertamina berhasil mengubah Minyak Tanah menjadi Avtur, produk yang bernilai jual
lebih tinggi. Melalui secondary process, Minyak Tanah yang dihasilkan kilang-kilang
Pertamina yang berada di Dumai, Balikpapan dan Cilacap berhasil diolah menjadi b
ahan bakar minyak untuk pesawat, karena spesifikasi kedua minyak ini tidak jauh be
da.

Keberhasilan Pertamina mengekspor Avtur betul-betul merupakan berita gembira di t


engah-tengah krisis global yang tengah melanda dunia saat ini. Betapa tidak, Perta
mina yang dulu mengimpor bahan bakar pesawat ini sebanyak 300.000 barel perbul
an, kini berbalik menjadi perusahaan yang melakukan eskpor. Direncanakan Pertami
na akan melakukan eskpor Avtur bergantian setiap bulannya melalui kilang Dumai, B
alikpapan dan Cilacap.