Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU TANAH HUTAN


ACARA I
PENGAMBILAN CONTOH TANAH

Nama

: Tito Septavianto

NIM

: 13/349070/KT/07537

Co.Ass

: Agus

Shift

: Rabu, 15.00 17.00

LABORATORIUM TANAH HUTAN


FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013

ACARA I
PENGAMBILAN CONTOH TANAH
I. TUJUAN
1. Mahasiswa mengetahui bagaimana cara pengambilan contoh tanah.
2. Mahasiswa mengetahui perbedaan pengambilan contoh tanah yang disesuaikan
dengan sifat-sifat tanah yang akan disidik.
II. DASAR TEORI
Warna tanah dapat digunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui sifat-sifat
fisik dan kima tanah diantaranya untuk menilai atau menaksir kandungan bahan
organik tanah, semakin gelap warna tanah tersebut, maka relative lebih tinggi
kandungan bahan organiknya. Dan menaksir kandungan mineral tanah tersebut,
semakin pucat warna tanah tersebut biasanya berasal dari kwarsa. Selain itu bisa
digunakan untuk menilai keadaan drainase tanah, menaksir derajat pelapukan tanah,
menunjukkan adanya cluirasi dan illiurasi
Contoh tanah adalah suatu volume massa tanah yang diambil dari suatu bagian
tubuh tanah (horizon/lapisan/solum) dengan cara-cara tertentu disesuaikan dengan
sifat-sifat yang akan diteliti secara lebih detail di laboratorium. Pengambilan contoh
tanah dapat dilakukan dengan 2 teknik dasar yaitu pengambilan contoh tanah secara
utuh dan pengambilan contoh tanah tidak utuh. Sebagaimana dikatakan dimuka
bahwa pengambilan contoh tanah disesuaikan dengan sifat-sifat yang akan diteliti.
Untuk penetapan sifat-sifat fisika tanah ada 3 macam pengambilan contoh tanah
yaitu :
1. Contoh tanah tidak terusik (undisturbed soil sample) yang diperlukan untuk
analisis penetapan berat isi atau berat volume (bulk density), agihan ukuran pori
(pore size distribution) dan untuk permeabilitas (konduktivitas jenuh)
2. Contoh tanah dalam keadaan agregat tak terusik (undisturbed soil aggregate) yang
diperlukan untuk penetapan agihan ukuran agregat dan derajad kemantapan
agregat (aggregate stability).
3. Contoh tanah terusik (disturbed soil sample), yang diperlukan untuk penetapan
kadar lengas, tekstur, tetapan Atterberg, kenaikan kapiler, sudut singgung, kadar
lengas kritik, Indeks patahan (Modulus of Rupture:MOR), konduktivitas hidroulik

tak jenuh, luas permukaan (specific surface), erodibilitas (sifat keterosian) tanah
menggunakan hujan tiruan (rainfall simulator).
Untuk penetapan sifat kimia tanah misalnya kandungan hara (N,P,K dll), kapasitas
tukar kation (KPK), kejenuhan basa, dll digunakan pengambilan contoh tanah terusik
( Agus, 2009 ).
Menurut JACOBS.JOFFE,1949, seorang ahli tanah berkebangsaan Amerika,
mengatakan tanah adalah bangunan alam yang tersusun atas horison-horison yang
terdiri atas bahan-bahan mineral dan organic, biasanya tidak padu (=unconsolidated)
mempunyai tebal yang tidak sama dan berbeda dengan bahan induk yang ada di
bawahnya dalam hal morfologi, sifat, dan susunan fisik maupun kimia serta laksanalaksana biologi
Warna tanah yang sering kita jumpai adalah warna kuning, merah, coklat,
putih, dan hitam.
Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas warna tanah adalah :
Kadar lengas dan tingkat hidratasi
Kadar bahan organik
Kadar dan mutu mineral
( Mulyani, 2002 ).
Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah yang
dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir (sand)
(berdiameter 2,00-0,20 mm), debu (silt) (berdiameter 0,2-0,002 mm), dan liat (clay).
Terasa kasar, tanpa rasa licin dan tanpa rasa lengket, serta tidak bisa membentuk
gulungan atau lempengan kontinyu, berarti tanah bertekstur pasiran. Jika partikel
tanah terasa halus, lengket, dan dapat dibuat gulungan atau lempengan kontinyu,
berarti tanah bertekstur liat. Tanah bertekstur debu akan mempunyai partike-partikel
yang terasa agak halus dan licin tetapi tidak lengket, serta gulungan atau lempengan
yang terbentuk rapuh. Tanah bertekstur lempung akan mempunyai partikel-partikel
yang mempunyai rasa ketiganya secara proporsional (Ali, 2005).

III.

Alat dan Bahan

Bor

Tabung berbentuk silinder (cincin) yang terbuat dari kuningan

Pisau yang tipis dan tajam

Sekop

Tangkai penjepit tabung (cincin)

Kotak yang terbuat dari alumunium / seng / kayu

Cangkul

Kantong plastic

IV. CARA KERJA


A. Pengambilan contoh tanah terusik dengan bor
1. Mata bor diletakkan di permukaan tanah.
2. Pegangan bor diputar perlahan-lahan ke arah kanan dengan disertai tekanan sampai
seluruh kepala bor terbenam.
3. Kepala bor perlahan-lahan dikeluarkan dari tubuh tanah dengan memutar pegangan
bor tanah ke arah kiri dengan disertai tarikan.
4. Contoh tanah yang terbawa kepala bor dilepaskan perlahan sampai bersih dan
diusahakan tidak banyak merusak susunan tanah.
5. Pengeboran dilanjutkan lagi pada setiap ketebalan tanah 20 cm.
6. Contoh tanah hasil pengeboran pada setiap ketebalan 20 cm itu diletakkan tersusun
menurut kedalaman aslinya, sehingga akan diperoleh gambaran profil tanah.

B. Pengambilan contoh tanah tidak terusik


1. Dibersihkan permukaan bagian tubuh tanah yang akan diambil dari penutupan
tumbuhan ,seresah dan batu
2. Tabung silinder diletakkan pada permukaan tanah yang akan diselidiki dengan
bagian tajam berada pada sisi yang bersinggungan
3
4

3. Ditekan perlahan-lahan dengan tekanan merata sampai terbenam

nya

4. Diletakan tabung silinder kedua di atasnya, kemudian tekan sampai tabung pertama
mencapai kedalaman yang diinginkan.
5. Tanah digali di sekeliling tabung hingga tabung-tabung tersebut dapat diambil secara
bersamaan dalam keadaan bertautan.

6. Dirapikan tanah berlebihan di sisi depan dan belakang dengan mengunakan pisau
tipis tajam.
7. Ditutup kedua mulut tabung silinder dengan tutup yang tersedia, kemudian isolasi
dan beri label.

V.

HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN


No
1
2
3

Kedalaman
20
40
60

Struktur
remah
remah
remah

Kadar Air
Agak basah
Basah
Lebih basah

Warna
Cokelat terang
Cokelat
Cokelat gelap

Tabel 1. Contoh Tanah Terusik

Tanah Tidak Terusik


Jalan
atas
bawah
Setapak
Bawah
atas
bawah
Tegakan
atas
Rerumputan
bawah

luar (cm)
5
5
5
4,3
4,96
4,98

dalam (cm)
4,5
4,5
4,5
4,3
4,46
4,36

PERHITUNGAN

Nisbah luas =

{ ( diameter luar )2 (diameter dalam)2 }


(diameter dalam)2

1. Lokasi Jalan Setapak

Ring atas : - diameter luar


- diameter dalam

Nisbah luas =

= 5
= 4,5

{ ( 5 )2 ( 4,5)2 }
= 0,23456
(4,5)2

Ring bawah : - diameter luar

= 5

- diameter dalam = 4,5

Nisbah luas =

{ ( 5 )2 ( 4,5)2 }
= 0,23456
(4,5)2

2. Lokasi Bawah Tegakan

Ring atas : - diameter luar


- diameter dalam

= 5
= 4,5

Tinggi
5
4,9
5
5
5
5

NL
0,23
0,23
0,23
0
0
0,3

Nisbah luas =

{ ( 5 ) ( 4,5) }
2
= 0,23456
(4,5)

Ring bawah : - diameter luar

= 4,3

- diameter dalam = 4,3


2

Nisbah luas =

{ ( 4,3 ) (4,3) }
2
( 4,3)

= 0

3. Lokasi Rerumputan

Ring atas : - diameter luar


- diameter dalam

Nisbah luas =

= 4,96
= 4,96

{ ( 4,96 )2 (4,96)2 }
= 0
( 4,96)2

Ring bawah : - diameter luar

= 4,98

- diameter dalam = 4,36

Nisbah luas =

{ ( 4,98 )2 (4,36)2 }
( 4,36)2

= 0,30462

VI. PEMBAHASAN
Dalam percobaan pengambilan contoh tanah, kelompok kami mengambil sampel
tanah yang berada dibawah tegakan pohon di sekitar Laboratorium. Didapat contoh tanah
dibawah tegakan ialah contoh tanah Regosol (tanah muda). Jenis tanah yang ada di daerah
Yogyakarta adalah didominasi oleh jenis tanah ini karena berasal dari bahan vulkanik yang
berasal dari Gunung Merapi.
Didalam praktikum ini dilakukan pengambilan contoh tanah terusik dengan bor dan
contoh tanah tidak terusik. Pada pengambilan tanah terusik dilakukan dengan bantuan bor
yang dilakukan 3 kai pengeboran, yaitu kedalaman 20 cm, kedalaman 40 cm dan kedalaman
60 cm. Profil tanah setelah dib or semakin dalam warnanya akan semakin gelap. Hal ini
disebabkan karena pada bagian atas terjadi proses dekomposisi seresah oleh organisme
pengurai yang akan terurai menjadi bahan organik yang akan masuk ke dalam tanah. Untuk
struktur tanah dari atas ke bawah tak terlalu mencolok perbedaannya, yaitu bertekstur remah.

Selain itu kadar airnya meskipun tak terlihat secara langsung, tanah yang paling bawah terasa
lebih basah dari tanah diatasnya.
Untuk pengambilan contoh tanah tidak terusik digunakan tabung yang berbentuk
silinder yang mempunyai penutup pada bagian atas dan bawah. Tebal tabung harus memenuhi
ketentuan nisbah luas yaitu area rasionya lebih kecil dari 0,1 untuk menghindari adanya
tekanan dari luar pada saat dibenamkan ke tanah, hasil 0,1 ini diperoleh dengan rumus

Nisbah luas =

{ ( diameter luar )2 (diameter dalam)2 }


(diameter dalam)2

Pada praktikum kali ini setelah dilakukan perhitungan diperoleh nilai nisbah 0,23; 0;
0,3. Pada beberapa tabung, ada nisbah luas yang lebih besar dari 0,1. Jadi tekanan dari luar
tabung pada saat dibenamkan kedalam tanah ada karena nilai nisbah luas berada diatas
ketentuan yang ada.
Pengambilan data tanah kering yang dilakukan oleh kelompok kami tidak dihitung 3
hari menyebabkan data nisbah mungkin kurang valid.
Perbedaan tanah dengan cara pengambilan sampel tanah menggunakan bor
keuntungannya ialah mengetahui tekstur tanah dan warna tanah sampai kedalaman yang
diinginkan sedangkan kerugiannya adalah cara tersebut lebih susah dan tidak efisien karena
diperlukan tenaga yang lebih dalam mengebor tanah secara manual oleh tenaga manusia. Dan
menggunakan tabung silinder keuntungannya ialah lebih efisien dan terjangkau karena mudah
dilakukan oleh siapa saja tanpa menggunakan tenaga ekstra, kerugiannya adalah tanah yang
diambil tidak sampai pada kedalaman yang jauh dari batas tinggi 2 tabung yang dipakai saja.
VII.

KESIMPULAN
1) Pengambilan contoh tanah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara terusik dan
secara tidak terusik.
2) Pada pengambilan contoh tanah terusik :
dari pengamatan ini dapat diketahui profil tanah
pada setiap lapisan tanah terdapat perbedaan warna, tekstur dan kelengasan.
semakin dalam warna semakin gelap
semakin dalam kelengasan tanah semakin besar
3) Pada pengambilan contoh tanah tidak terusik :
contoh tanah yang didapat strukturnya masih sama dengan keadaan lokasi
pengambilan (tidak terusik)

tekanan dari samping oleh tabung saat dibenamkan dalam tanah relative kecil
karena nisbah luas < 0,2 bahkan 0.
4) Pengambilan contoh tanah secara terusik menggunakan bor dan secara tidak terusik
menggunakan tabung adalah untuk menyesuaikan dengan sifat yang akan diselidiki,
yaitu tekstur, struktur dan kelengasan.

DAFTAR PUSTAKA
Agus, Cahyono . 2009 . Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah Hutan . Fakultas Kehutanan
UGM . Yogyakarta .
Ali, Kemas . 2005 . Dasar-dasar Ilmu Tanah . PT Raja Grafindo Persada . Jakarta .
Bale, Anwar . Ilmu Tanah Hutan Program Diploma III . Fakultas Kehutanan UGM .
Yogyakarta .
Mulyani, Mul . 2002 . Pengantar Ilmu Tanah (Terbentuknya Tanah dan Tanah Pertanian) .
Rineka Cipta . Jakarta .