Anda di halaman 1dari 23

STUDI KASUS PASIEN

OSTEOARTHRITIS PADA PASIEN USIA LANJUT


DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA
DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMAYORAN
PERIODE 20 OKTOBER 21 NOVEMBER 2014

Oleh :
Farhana Oktoriana
1102009106
Pembimbing :
dr. Dian Mardhiyah, MKK

KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


BAGIAN KEDOKTERAN KELUARGA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
JAKARTA
2014

PERNYATAAN PERSETUJUAN
Laporan Hasil Studi Kasus Pasien dengan judul Osteoarthritis pada
Pasien Usia Lanjut dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas
Kecamatan Kemayoran Periode 20 Oktober 21 November 2014 telah
disetujui oleh pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah
satu tugas Kepaniteraan Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
Jakarta, November 2014

Pembimbing
dr. Dian Mardhiyah, MKK

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas bimbingan
dan tuntunanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan hasil Studi Kasus Pasien
dengan penerapan Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Ilmu Kedokteran
Keluarga yang berjudul Osteoarthritis pada Pasien Usia Lanjut dengan
Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Kecamatan Kemayoran
Periode 20 Oktober 21 November 2014.
Tujuan pembuatan Studi Kasus Pasien dengan penerapan Pendekatan
Kedokteran Keluarga ini sebagai salah satu tugas dalam menjalani Kepaniteraan
Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI untuk periode
20 Oktober 21 November 2014.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. dr. Dian Mardhiyah, MKK sebagai dosen pembimbing sekaligus staf pengajar
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI.
2. Drg. Suzy Freud selaku kepala Puskesmas Kecamatan Kemayoran, serta
dr. Marleni sebagai koordinator kepaniteraan di Puskesmas Kecamatan
Kemayoran, Jakarta Pusat. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan
hidayah-Nya.
3. dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK selaku Kepala Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat sekaligus staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
4. Prof. Dr. Hj. Qomariyah RS, MS, PKK, AIFM selaku Guru Besar
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI.
5. DR. dr. Artha Budi Susila Duarsa, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI sekaligus staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

6. Rifda Wulansari, SP, M.Kes selaku Koordinator Kepaniteraan Ilmu Kesehatan


Masyarakat sekaligus staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
7. dr. Dini Widianti, MKK selaku Sekretaris Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat sekaligus staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
8. dr. Yusnita, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
9. dr. Fathul Jannah, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
10. dr. Erlina Wijayanti, MPH selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
11. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
12. dr. Citra Dewi, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
13. dr. H. Sumedi Sudarsono, MPH selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
14. Seluruh Rekan Sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerjasama
sehingga tersusun hasil Studi Kasus Pasien ini.
Penulis

menyadari

sepenuhnya

masih

banyak

kekurangan

dalam

penyusunan hasil studi kasus pasien ini. Oleh karena itu penulis menerima kritik
dan saran yang membangun sebagai perbaikan bagi penulis.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Jakarta, November 2014

Farhana Oktoriana, S.Ked

LAPORAN KASUS
BERKAS PASIEN
A. Identitas Pasien
Nama

: Ny. S

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 58 tahun

Agama

: Islam

Alamat

: Jl. Sumur Batu RT 12/07, Kemayoran, Jakarta Pusat

Suku Bangsa

: Jawa

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Tanggal berobat

: 23 Oktober 2014

B. Anamnesa
Anamnesa dilakukan secara autoanamnesa pada tanggal 23 Oktober 2014
1. Keluhan Utama
Nyeri pada lutut kanan dan kiri.
2. Keluhan Tambahan
Kedua lutut berbunyi saat digerakan.
3. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke Puskesmas Kecamatan Kemayoran dengan
keluhan nyeri pada lutut kanan dan kiri sejak 2 hari sebelum ke
Puskesmas. Nyeri dirasakan setelah pasien naik turun tangga untuk
menjemur pakaian di lantai dua rumahnya. Nyeri dirasakan bertambah
bila pasien menggerakan kedua lututnya. Keluhan disertai bunyi pada
kedua lutut, terutama pada lutut sebelah kiri. Keluhan bengkak pada
kedua lutut disangkal, riwayat terjatuh di daerah lutut disangkal oleh
pasien.

Pasien mengatakan mempunyai riwayat pengapuran sendi pada


kedua lututnya sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya pasien merasa kedua
lututnya sering terasa sakit dan kaku hampir sepanjang hari, serta bila
digerakan berbunyi. Pasien kemudian memeriksakan diri ke RSPAD
Gatot Soebroto. Disana pasien melakukan foto rontgen pada kedua
lutunya. Hasilnya terdapat pengapuran pada kedua lutut pasien. Pasien
diberikan obat dan disarankan untuk menjalani rehabilitasi rutin satu kali
setiap bulan.
Karena jarak dari rumah pasien ke RSPAD cukup jauh dan pasien
tidak mempunyai kendaraan selain sepeda, bila sakit atau merasa nyeri
pada kedua lututnya pasien pergi ke Puskesmas Kecamatan Kemayoran.
Pasien hanya menjalani rehabilitasi saja di RSPAD satu kali setiap bulan.
Pasien mengatakan sejak mengetahui tentang penyakitnya, pasien
berusaha untuk mengubah gaya hidup dan pola makannya.
Pasien datang berobat ke Puskesmas Kecamatan Kemayoran atas
kesadaran pasien sendiri dan pasien lagsung pergi berobat jika pasien
merasa sedang sakit. Pasien merasa penyakit yang ia dapat tidaklah berat,
namun penyakitnya akan bertambah buruk jika pasien kurang istirahat
dan menjalani aktivitas berat.
Pasien memiliki harapan untuk dapat mengurangi gejala-gejala dari
penyakitnya, pasien juga memiliki harapan agar penyakitnya tidak
bertambah

berat

dan

memburuk.

Pasien

terkadang

memiliki

kekhawatiran jika penyakitnya akan bertambah berat atau semakin


memburuk.

4. Riwayat Penyakit Dahulu


a. Riwayat penyakit hipertensi disangkal.
b. Riwayat penyakit DM disangkal.
c. Riwayat stroke disangkal.
d. Riwayat penyakit jantung disangkal.
e. Riwayat alergi obat - obatan disangkal.

5. Riwayat Penyakit Keluarga


a. Riwayat penyakit hipertensi pada keluarga diakui yaitu bapak
pasien..
b. Riwayat penyakit DM pada keluarga disangkal.
c. Riwayat stroke pada keluarga pasien disangkal.
d. Riwayat penyakit jantung pada keluarga disangkal.
e. Riwayat alergi pada keluarga disangkal.
f. Riwayat penyakit pengapuran sendi pada ibu serta kakak pasien.
6. Riwayat Sosial Ekonomi
Saat ini pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga. Biaya hidup sehari-hari
pasien didapatkan dari gaji pensiunan suami berjumlah Rp1.850.000,dan dari hasil sewa kamar kost kost-an di rumahnya yang ia sewakan
sebanyak 7 kamar dengan tarif sebulan Rp 500.000,- per kamar. Jumlah
tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat
pasien.
7. Riwayat Kebiasaan
Pasien mengatakan sebelumnya jarang berolah raga dan tidak pernah
mengontrol asupan makanannya. Sejak mengetahui penyakitnya, pasien
berusaha mengubah gaya hidup dengan mengikuti senam lansia setiap
hari jumat di lapangan dekat rumahnya. Pasien juga mengubah pola
makan untuk menurunkan berat badan yang saat ini termasuk dalam
kategori gemuk. Saat ini pasien memiliki kebiasaan minum susu,
vitamin, buah, serta sayuran.
C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum
Kesadaran

: Baik
: Compos mentis

2. Vital Sign
a. Tekanan darah : 130/80 mmHg

b. Respirasi

: 20 x/menit

c. Nadi

: 72 x/menit

d. Suhu

: 36,7 C

3. Status Gizi
a. Berat badan

: 70 kg

b. Tinggi badan

: 160 cm

c. IMT

: 27,34 kg/m2 (overweight)

4. Status Generalis
a. Kepala
a) Bentuk

: Normocephal

b) Rambut

: Hitam beruban, tidak mudah dicabut

b. Mata

: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),


refleks cahaya (+/+) pupil bulat isokor

c. Telinga

: Bentuk normal, serumen (+), pendengaran baik

d. Hidung

: Septum tidak deviasi, sekret (-/-), polip (-/-)

e. Tenggorokan

: Tidak hiperemis, T1 T1

f. Mulut

: Mukosa bibir basah, tidak sianosis,

g. Leher

: Trakea di tengah, pembesaran kelenjar getah


bening (-), pembesaran kelenjar tiroid (-)

h. Thoraks
a) Inspeksi

: Bentuk dada simetris, pergerakan dinding dada


simetris, iktus kordis terlihat

b) Palpasi

: Fremitus taktil dan vokal sama kanan dan kiri,


iktus kordis teraba di sela iga V linea midclavicula
sinistra

c) Perkusi

: Sonor diseluruh lapang paru, batas jantung normal

d) Auskultasi : Vesikuler diseluruh lapang paru, wheezing (-),


rhonki (-), bunyi jantung I dan II reguler, murmur
(-), gallop (-)

i. Abdomen
a) Inspeksi

: Perut cembung, supel

b) Auskultasi : Bising usus (+) normal


c) Palpasi

: Nyeri tekan epigastrium (-), hepar dan lien tidak


teraba, ballotement (-)

d) Perkusi

: Timpani diseluruh lapang abdomen, shifting


dullness (-)

j. Genitalia

: Tidak diperiksa

k. Ekstremitas

: Akral hangat, edema (-/-/-/-), sianosis (-/-/-/-)

BERKAS KELUARGA
A. Profil Keluarga
1. Karakterisktik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga
Nama

: Tn. M

Usia

: 71 Tahun

b. Identitas Pasangan
Nama

: Ny. S

Usia

: 58 tahun

c. Struktur Komposisi Keluarga


Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah
No.

Nama

1.

Tn. M

2.

Ny. S

Status

Jenis

Umur

keluarga
Kepala

kelamin

(tahun)

Laki-laki

71

TNI

Perempuan

58

SMP

Keluarga
Istri

d. Fungsi Keluarga
1) Biologis

Pendidikan

Pekerjaan
Pensiunan
TNI-AD
Ibu rumah
tangga

Di dalam keluarga pasien dapat menghasilkan keturunan yang


dapat melanjutkan silsilah keluarga. Pasien dan suami pasien
dapat membesarkan anak-anaknya sampai usia dewasa serta
memelihara anggota keluarganya.
2) Psikologis
Keluarga pasien cukup memperhatikan kondisi penyakit pasien,
suami pasien selalu mengingatkan untuk menjaga pola makan,
berolahraga, serta mengingatkan pasien untuk rutin menjalani
rehabilitasi di RSPAD setiap bulannya.
3) Sosial
Cukup aktif mengikuti kegiatan yang diadakan oleh pengurus
RT atau RW setempat. Pasien setiap minggu nya mengikuti
pengajian rutin RT seminggu tiga kali. Pasien juga mengikuti
senam lansia setiap satu minggu sekali.
4) Ekonomi
Tidak terdapat masalah yang signifikan dalam pemenuhan
kebutuhan sehari-hari.
5) Pendidikan
Seluruh anggota keluarga sudah mendapatkan pendidikan yang
cukup layak.
2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup
a. Lingkungan tempat tinggal

Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal


Status Kepemilikan Rumah : Milik sendiri
Daerah Perumahan : Padat

Karakteristik Rumah dan

Kesimpulan

Lingkungan
Luas rumah : 4 m x 11 m
Jumlah penghuni dalam rumah : 9
orang ( 2 di lantai bawah dan 7 orang
di lantai atas )
Luas halaman rumah : tidak

Rumah milik sendiri yang

memiliki halaman

berada pada lingkungan yang

Rumah bertingkat

cukup padat. Rumah tersebut

Lantai rumah : keramik

cukup nyaman untuk ditempati

Dinding rumah : tembok

sepasang suami istri. Tujuh

Jamban keluarga : ada

orang lainnya yang tinggal di

Tempat bermain : tidak ada

rumah tersebut adalah pengisi

Penerangan listrik : 2000 watt

kamar kost - kostan di lantai 2

Ketersediaan air bersih : ada (PAM)

rumah pasien.

Tempat pembuangan sampah : ada


b. Kepemilikan barang-barang berharga
Keluarga Tn. M memiliki satu buah sepeda. Keluarga pasien
memiliki barang-barang elektronik antara lain satu buah televisi
yang terletak di ruang keluarga, satu buah lemari es, satu buah
telepon rumah dan tiga buah kipas angin, dua di kamar tidur dan satu
di ruang keluarga. Peralatan rumah tangga yang dimiliki keluarga
pasien antara lain magic jar,dan kompor gas.

c. Denah rumah
Gambar 1. Denah Rumah Keluarga Tn. M

3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Tempat Berobat

: Puskesmas

b. Balita

: (-)

c. Asuransi / Jaminan Kesehatan : ASKES


4. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)
Tabel 3. Pelayanan Kesehatan
Faktor

Keterangan

Cara mencapai pusat

Bersepeda atau

pelayanan kesehatan
Tarif

pelayanan

kesehatan
Kualitas

pelayanan

kesehatan

dengan bajaj
Gratis
Memuaskan

5. Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan Makan

Kesimpulan

Pasien pergi berobat ke Puskesmas


dengan bersepeda atau dengan bajaj. Tarif
berobat di Puskesmas gratis dan kualitas
pelayanannya pun memuaskan.

Keluarga Tn. M makan sebanyak tiga kali sehari dengan menu


makanan yang bervariasi dan dimasak sendiri oleh istrinya.
Terkadang mereka juga membeli makanan yang ada di sekitar
rumah. Pasien selalu makan bersama di ruang makan atau ruang
keluarga.
b. Status Gizi dan Kebutuhan Energi
Tinggi Badan
: 160 cm
Berat Badan
: 70 kg
Indeks Massa Tubuh : 70/(1,6)2 = 27,34kg/m2 (overweight)
Berat Badan Ideal (BBI): (160-100) - (160-100) x 10% = 54 kg
Kebutuhan kalori pasien per hari :
Kebutuhan Kalori Basal = 25 x BBI
(KKB)
= 25 x 54 kg
= 1350 kkal
Kebutuhan Kalori Total = KKB + akitivitas fisik faktor koreksi
(KKT)
= 1350 + (20 % x 1350) (5% x 1350)
= 1350 + 270 67,5
= 1552,5 kkal

c. Menerapkan Pola Gizi Seimbang


Menu makanan keluarga Tn. M yang selalu ada saat mereka makan
setiap harinya ialah nasi, tempe, tahu dan sayur. Disertai menu
makanan lainnya seperti ikan, telur, ayam atau daging sesekali.
Setiap malam, pasien mengkonsusmsi buah buahan.
Pola makan pasien tiga hari terakhir ialah :
Tabel 4. Food Recall
Hari

Waktu
Pagi

20 Oktober
2014
Siang

Menu
Nasi putih
Tahu goreng
Sayur asam
Teh tawar
Nasi putih

URT
3/4 gelas
1 potong
1 gelas
1 gelas
1 1/2 gelas

Berat (g)
100
50
100

Kalori
175
150
88

200

350

Tahu goreng
Sayur asam

1 potong
1 gelas

50
100

150
88

Malam

Pagi

21 Oktober
2014

2 potong
1 gelas
1 potong
1 gelas

Air putih

1 gelas

Nasi putih
Tempe goreng
Bening bayam
Teh tawar
Nasi putih

Tempe goreng
Siang Bening bayam
Ayam goreng
Air putih
Pisang
Malam
Susu
Air putih

Pagi

22 Oktober
2014
Siang
Hari

Empal daging
Air putih
Pepaya
Susu

Waktu

Malam

Nasi putih
Perkedel
jagung
Telor dadar
Teh tawar
Nasi putih
Perkedel
jagung
ikan lele
goreng
Menu
Oseng daun
singkong
Air putih
Apel
Susu
Air putih

3/4 gelas
1 potong
1 gelas
1 gelas
1 1/2 gelas

100

150

75
250

46
152

TOTAL
100
50
100

1.349
175
150
32

200

350

50
100
75

150
32
358

100
250

75
152

TOTAL

1.474

3/4 gelas

100

175

1 potong
1 potong
1 gelas
1 1/2 gelas

50
75

108
188

200

350

1 potong

50

108

1 potong

60

160

URT

Berat (g)

Kalori

1 gelas
1 gelas
1 buah
1 gelas
1 gelas

120

151

160
250

92
152

TOTAL

1.484

1 potong
1 gelas
1 potong
1 gelas
1 buah
1 gelas
1 gelas

Rata - rata total kalori : 1435,67 kalori per hari


Kesan : Berdasarkan kebutuhan total kalori per hari pada pasien ini sudah
mencukupi kalori yang dibutuhkan.
6. Pola Dukungan Keluarga
a. Faktor pendukung terselesainya masalah dalam keluarga
a) Suami

pasien

senantiasa

memberikan

dukungan

dalam

menghadapi penyakit yang diderita pasien dengan cara :


-

Mengingatkan pasien untuk memperhatikan pola makannya.


Mengingatkan pasien untuk berolahraga.

Mengingatkan pasien agar tidak lupa pergi rehabilitasi ke


RSPAD.

Mengingatkan pasien agar bila merasa sakit segera berobat ke


Puskesmas terdekat.

Mengingatkan pasien untuk beristirahat dan tidak melakukan


aktivitas yang berlebihan.

b) Anak-anak pasien hampir setiap satu minggu sekali menjenguk


pasien ke rumahnya, dan terkadang mengantar pasien ke
Puskesmas.
b. Faktor penghambat terselesainya masalah dalam keluarga
-

Pasien tinggal hanya berdua bersama suami yang memiliki


riwayat penyakit katarak serta pernah mengalami stroke pada
tahun 2012.
Kedua anak pasien mengunjungi ke rumah seminggu sekali saja.
Pasien mengerjakan tugas rumah tangga sendiri tanpa ada bantuan
dari orang lain.

B. Genogram
1. Bentuk Keluarga
Bentuk keluarga ini adalah nuclear dyad dimana terdiri dari suami (Tn.
M) dan istri (Ny. S) yang tinggal dalam satu rumah.

2. Tahapan Siklus Keluarga


Menurut Duvall (1977) dikutip dalam Friedman (1998), keluarga Tn. M
berada pada tahapan siklus keluarga yang ke delapan, yaitu keluarga
dalam masa pensiun dan lansia.
3. Family Map
Gambar 2. Family Map

Tn. J

Ny. S

Tn. K

Ny. R
Riwayat Osteoarthritis

Ny. R

Tn. A

Tn. M (71 tahun)

Ny. S (58 tahun)

Ny. I

Ny. A

Tn. B

Riw. OA

Tn. Y

Ny. M

Ny. A

Tn. F

Keterangan Gambar :
: Laki-laki

: Pasien

: Perempuan

: Meninggal

: Keturunan

: Pernikahan

: Tinggal serumah
a. Pasien adalah seorang istri dari pensiunan Angkatan Darat yang
tinggal berdua bersama suaminya saja. Pasien memiliki dua orang
anak, anak pertama dan anak kedua sudah menikah dan tinggal
bersama

keluarganya

masing-masing.

Suami

pasien

memberikan dukungan kepada pasien agar rajin berobat.


b. Masalah dalam fungsi biologis

selalu

Pasien dan suami masih menjalani hubungan suami istri, namun


pasien sudah tidak menstruasi ( menopause ) sejak 5 tahun yang lalu.
c. Masalah dalam fungsi psikologi
-

Pasien terkadang merasa stres karena harus merawat suaminya


yang sakit - sakitan. Sementara pasien juga memiliki sakit pada
kedua lututnya yang hilang timbul.

Pasien kurang memperhatikan kesehatan diri sendiri karena


pasien

lebih

memperhatikan

kesehatan

suaminya

yang

menurutnya lebih membutuhkan perhatian.


-

Pasien sering merasa lelah karena mengurus rumah tangga


sendiri, kedua anak pasien sudah berkeluarga sehingga sudah
tidak serumah dengan pasien.

d. Masalah dalam fungsi ekonomi


Pasien tidak bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan
biaya untuk berobat pasien dapatkan dari gaji pensiunan suaminya
serta menyewakan kamar kost kost-an di rumahnya. Pasien
mengatakan penghasilan dari gaji pensiunan dan menyewakan kostkostan dirumahnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan seharihari keluarganya.
e. Masalah lingkungan
Pasien tinggal di lingkungan yang cukup padat penduduk.
f. Masalah perilaku kesehatan
-

Pasien memiliki masalah kelebihan berat badan. Sejak dulu


pasien tidak pernah mengontrol asupan makannya.

Sebelum sakit, pasien juga jarang berolah raga.

Pasien sering membeli obat sendiri di apotik bila merasa sakit


pada kedua lututnya tanpa mengetahui efek samping dari
penggunaan obat obatan yang ia beli dan konsumsi.

C. Diagnosis Holistik
1. Aspek Personal
a.

Alasan kedatangan
Pasien datang berobat ke Puskesmas Kecamatan Kemayoran atas
kesadaran pasien sendiri dan pasien lagsung berobat jika merasa
sakit.

b. Harapan
Pasien memiliki harapan untuk dapat mengurangi gejala-gejala dari
penyakitnya, pasien juga memiliki harapan agar penyakitnya tidak
bertambah berat.
c. Kekhawatiran
Pasien memiliki kekhawatiran jika penyakitnya akan bertambah
berat.
d. Persepsi sakit
Pasien merasa penyakit yang ia dapat tidaklah berat, namun
penyakitnya akan bertambah buruk jika pasien kurang istirahat dan
banyak menjalani aktivitas berat.

2. Aspek Klinik
Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik disimpulkan sebagai
berikut :
a. Diagnosis kerja

: Osteoarthritis

b. Diagnosis banding

:-

3. Aspek Risiko Internal


a. Genetik
Terdapat riwayat penyakit osteoarthritis di keluarga pasien, yaitu ibu
dan kakak pasien.
b. Pola makan

Pasien tidak pernah mengontrol asupan makanan yang ia konsumsi,


sehingga pasien memiliki masalah dengan berat bedannya yang
berlebih.
c. Kebiasaan
Pasien terbiasa tidak berolah raga karena menurut pasien melakukan
kegiatan rumah tangga sudah cukup sebagai pengganti olah raga.
d. Spiritual
Pasien percaya bahwa penyakit yang dideritanya merupakan teguran
agar pasien lebih memperhatikan kesehatannya.
4. Aspek Risiko Eksternal
a. Faktor pendukung kesehatan pasien
- Dukungan dari suami pasien dengan ikut memperhatikan pola
makan pasien dan
mengingatkan pasien agar tidak lupa rehabilitasi setiap bulan di
RSPAD Gatot Soebroto serta
- mendukung pasien agar berobat ke Puskesmas bila merasa sakit.
b. Faktor penghambat kesehatan pasien
- Serta kondisi suami pasien yang lebih membutuhkan perhatian.
Sehingga pasien kurang memperhatikan kesehatannya sendiri.
-

5. Aspek Fungsional
Menurut skala ECOG pasien termasuk derajat 1 dimana pasien mampu
melakukan pekerjaan ringan sehari-hari seperti pekerjaan rumah tetapi
tidak mampu melakukan pekerjaan fisik yang berat.

D. Rencana Penatalaksanaan
Tabel 5. Rencana Penatalaksanaan

Aspek

Kegiatan

Aspek

a. Penjelasan
tentang
penyakit
yang
di
deritanya
yaitu
osteoarthritis, mulai
dari
pengertian
osteoarthritis, faktor
resiko penyakit, gejala
penyakit, pengobatan
serta komplikasi yang
dapat diakibatkan oleh
penyakit yang diderita
pasien.
b. Penjelasan
tentang
pentingnya berobat ke
Puskesmas
serta
menjalani rehabilitasi
sebulan sekali untuk
penyakit yang diderita
pasien.

Personal

Aspek
Klinik

Aspek
Risiko
Internal

a. Penyuluhan
tentang
obat-obat
yang
dikonsumsi
pasien
termasuk
efek
sampingnya.
b. Obat yang diberikan
berupa
natrium
diklofenak 3 x 50 mg
yang diminum apabila
lutut terasa nyeri.

Sasaran

Waktu

Hasil yang diharapkan

Pasien

Pasien
memahami
Saat
di mengenai
penyakit
Puskesmas osteoarthritis serta rutin
dan
berobat ke Puskesmas
kunjungan dan rehabilitasi secara
rumah
teratur setiap sebulan
sekali.

Pasien

Pasien dapat mengetahui


obat obatan yang di
Saat
di
minum
serta
efek
Puskesmas
samping dari obat-obatan
yang dikonsumsinya

a. Pasien menjalani diet Pasien Saat


untuk kelebihan berat
dan
kunjungan
badannya
sesuai seluruh rumah
dengan
kebutuhan anggota
kalori pasien.
keluarga

Pasien menjalani diet


untuk menurunkan berat
badannya agar sesuai
dengan berat badan ideal
serta berolahraga seperti

b. Melakukan olahraga
seperti bersepeda atau
berjalan kaki paling
sedikit
3
kali
seminggu selama 30
menit
sesuai
kemampuannya serta
melanjutkan
senam
lansia
yang
rutin
pasien lakukan.
a. Menjelaskan kepada
suami
pasien
mengenai
kondisi
penyakit istrinya.
Aspek
b. Menganjurkan kepada
Psikososial
suami pasien agar
Keluarga
lebih
memberikan
dukungan
dan
perhatian
kepada
pasien.

Aspek
Fungsional

Melakukan
aktivitas
yang tidak berlebihan
sesuai kemampuannya,
seperti berjalan kaki atau
bersepeda ke pasar, serta
mengerjakan
kegiatan
rumah
tangga
semampunya.

bersepeda atau berjalan


kaki paling sedikit 3 kali
seminggu selama 30
menit
sesuai
kemampuannya
serta
melanjutkan senam lansia
yang
rutin
pasien
lakukan.

Pasien
dan
suami
pasien

Saat
kunjungan
rumah

Suami
pasien
lebih
memperhatikan
dan
memberikan dukungan
kepada pasien.

Pasien

Saat
di
Puskesmas
dan
kunjungan
rumah

Pasien merasa kebugaran


tubuhnya
meningkat,
mengurangi
gejala
penyakit, dan mencegah
timbulnya komplikasi.

E. Prognosis
1. Ad vitam

: ad bonam

2. Ad sanationam

: dubia ad malam

3. Ad fungsionam

: dubia ad bonam

LAMPIRAN
Pemeriksaan di Puskesmas Kecamatan Kemayoran

Kondisi Rumah Tn. M