Anda di halaman 1dari 4

2.

6 Indikator kesehatan tanah


Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah untuk
menyediakan unsur hara dalam jumlah cukup dalam bentuk yang
tersedia. Bentuk tersedia adalah bentuk ion yang dapat diserap
oleh tanaman.Kesehatan tanah merupakan kemampuan tanah
memerankan fungsinya secara berkesinambungan sebagai sistem
kehidupan yang utama.
Adapun indikator kesehatan tanah adalah Fisika, Kimia ,
Biologi. Dari Segi Kimia Tanah
a) Bahan Organik Tanah
Bahan organik tanah merupakan penimbunan dari sisa-sisa
tanaman dan binatang yang sebagian telah mengalami pelapukan
dan pembentukan kembali. Sumber primer bahan organik tanah
dapat berasal dari Seresah yang merupakan bagian mati tanaman
berupa daun, cabang, ranting, bunga dan buah yang gugur dan
tinggal di permukaan tanah baik yang masih utuh ataupun telah
sebagian mengalami pelapukan. Dalam pengelolaan bahan organik
tanah, sumbernya juga bisa berasal dari pemberian pupuk organik
berupa pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos, serta pupuk
hayati (inokulan). Bahan organic tersebut berperan langsung
terhadap perbaikan sifat-sifat tanah baik dari segi kimia, fisika
maupun biologinya, diantaranya :
o Memengaruhi warna tanah menjadi coklat-hitam
o Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah
o Meningkatkan daya tanah menahan air sehingga
drainase

tidak

berlebihan,

kelembapan

dan

tempratur tanah menjadi stabil.


o Sumber energi dan hara bagi jasad biologis tanah
terutama heterotrofik.
b) pH Tanah (Kemasaman Tanah) dan Adanya Unsur
Beracun
Tanah bersifat asam dapat disebabkan karena berkurangnya
kation Kalsium, Magnesium, Kalium dan Natrium. Unsur-unsur
tersebut terbawa oleh aliran air kelapisan tanah yang lebih bawah
atau hilang diserap oleh tanaman. pH tanah juga menunjukkan
keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. Pada

tanah asam banyak ditemukan unsur alumunium yang selain


bersifat racun juga mengikat phosphor, sehingga tidak dapat
diserap oleh tanaman. Pada tanah asam unsur-unsur mikro
menjadi mudah larut sehingga ditemukan unsur mikro seperti Fe,
Zn, Mn dan Cu dalam jumlah yang terlalu besar, akibatnya juga
menjadi racun bagi tanaman.
Tetapi dengan pH yang agak masam belum tentu kebutuhan
tanaman terhadap pH tanah tidak cocok karena itu tergantung dari
komoditas
pengelolaan

tanaman
pH

budidaya

tanah

yang

yang

dibudidayakan.

berbeda-beda

dalam

Untuk
suatu

agroekosistem maka apabila suatu lahan digunakan untuk


pertanian maka pemilihan jenis tanamannya disesuaikan dengan
pH tanah apakah tanaman yang diusahakan sesuai dan mampu
bertahan dengan pH tertentu
c) Ketersediaan Unsur Hara
Unsur hara yang digunakan

tanaman

untuk

proses

pertumbuhan dan perkembangannya diperoleh dari beberapa


sumber antara lain : Bahan organik, mineral alami, unsur hara yang
terjerap atau terikat, dan pemberian pupuk kimia. Pada lahan
pertanian diketahui sumber unsur hara berasal dari bahan organik,
karena pada lokasi tersebut banyak ditemukan seresah yang
merupakan sumber bahan organic selain itu aplikasi pupuk
kandang juga menambah ketersediaan unsur hara yang berfungsi
ganda, diserap oleh tanaman dan memperbaiki sifat fisik, kimia,
dan biologi tanah.
2. Dari Segi Fisika Tanah
a) Kondisi kepadatan tanah
Widiarto (2008) menyatakan bahwa, Bahan organik dapat
menurunkan BI dan tanah yang memiliki nilai BI kurang dari satu
merupakan tanah yang memiliki bahan organik tanah sedang
sampai tinggi. Selain itu, Nilai BI untuk tekstur berpasir antara 1,5
1,8 g / m3, Nilai BI untuk tekstur berlempung antara 1,3 1,6 g /
m3 dan Nilai BI untuk tekstur berliat antara 1,1 1,4 g / m3

merupakan nilai BI yang dijumpai pada tanah yang masih alami


atau tanah yang tidak mengalami pemadatan.
b) Kedalaman efektif tanah
Kedalaman efektif adalah kedalaman tanah yang masih
dapat ditembus oleh akar tanaman. Pengamatan kedalaman efektif
dilakukan dengan mengamati penyebaran akar tanaman. Banyakya
perakaran, baik akar halus maupun akar kasar, serta dalamnya
akar-akar tersebut dapat menembus tanah, dan bila tidak dijumpai
akar tanaman maka kedalaman efektif ditentukan berdasarkan
kedalaman solum tanah (Hardjowigeno, 2007).
3. Dari Segi Biologi Tanah
a) Keanekaragaman biota dan fauna tanah
Ditunjukkan dengan adanya kascing. Biota tanah memegang
peranan penting dalam siklus hara di dalam tanah, sehingga dalam
jangka panjang sangat mempengaruhi keberlanjutan produktivitas
lahan. Salah satu biota tanah yang paling berperan yaitu cacing
tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacing tanah dapat
meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik,
dan biologis tanah.
Kascing (pupuk organik bekas cacing atau campuran bahan
organik sisa makanan cacing dan kotoran cacing) mempunyai
kadar hara N, P dan K 2,5 kali kadar hara bahan organik semula,
serta meningkatkan porositas tanah (pori total dan pori drainase
cepat meningkat 1,15 kali). Cacing jenis penggali tanah yang
hidup aktif dalam tanah, walaupun makanannya berupa bahan
organik di permukaan tanah dan ada pula dari akar-akar yang mati
di dalam tanah. Kelompok cacing ini berperanan penting dalam
mencampur seresah yang ada di atas tanah dengan tanah lapisan
bawah, dan meninggalkan liang dalam tanah. Kelompok cacing ini
membuang kotorannya dalam tanah, atau di atas permukaan
tanah. Kotoran cacing ini lebih kaya akan karbon (C) dan hara
lainnya dari pada tanah di sekitarnya. (Hairiah, 2004).
Hairiah, Kurniatun, dkk. 2004. Ketebalan Seresah sebagai
Indikator Daerah Aliran Sungai (DAS) Sehat. FP-UB. Malang.

Hardjowigwno, Sarwono dkk.2007. Morfologi dan Klasifikasi


Tanah Sawah.