Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH PROFESI KEPENDIDIKAN

ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS DAN KETATAUSAHAAN SEKOLAH

OLEH

NAMA KELOMPOK:
1. AMIR SYARIFUDDIN (55197)
2. YONDRI (1201002)
3. AJENG NOVIA ANGGRAINI (1201027)
4. RAMADANIL FEBRIANTO (1202185)
5. YOLLA KHARISMA DESRIZON (1205273)
6. ARI GUNAWAN (1206846)
7. EKONO SAPUTRA (1206934)

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


2015

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.2
BAB I PENDAHULUAN....3
I.1 Latar Belakang Masalah.3
I.2 Rumusan Masalah...3
I.3 Tujuan Penulisan....3
I.4 Manfaat Penulisan..3
BAB II PEMBAHASAN....4
2.1 Administrasi Ketatausahaan...4
2.1.1 Pengertian Ketatausahaan4
2.1.2 Kegiatan Ketatausahaan...5
2.1.3 Pengelolaan Surat6
2.1.4 Pengeloalaan Arsip..8
2.2 Administrasi Layanan Khusus...8
2.2.1 Pengertian Layanan Khusus....8
2.2.2 Jenis-Jenis Layanan Khusus....9
BAB III PENUTUP.....15
Kesimpulan....15
Saran..16
Daftar Pustaka.17

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah yang berjudul
Administrasi Layanan Khusus dan Ketatausahaan Sekolah.
Makalah ini dibuat sebagai tambahan nilai dari tugas mata kuliah Profesi Kependidikan.
Adapun tujuan penulisan membuat makalah ini yaitu untuk mengetahui lebih luas mengenai
pengertian dan bentuk pengelolaan layanan khusus dan tata usaha sekolah. Tentu saja dalam
pelaksanaan penelitian dan penulisan makalah ini, penulis banyak diberi bimbingan, arahan,
petunjuk, dan dorongan dari berbagai pihak sehingga penulis dapat memberikan yang terbaik
dalam penulisan makalah ini. Karena itu dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan
terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak mata kuliah Profesi Kependidikan, serta
pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun sehingga akan menambah pengetahuan penulis dimasa yang akan datang. Penulis
mengharapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca
umumnya.

Padang, 11 Juli 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN.

1.1 Latar Belakang


Pendidikan memerlukan unsur-unsur yang penting dalam prosesnya. Pendidikan di
sekolah contohnya. Untuk dapat membuat proses dalam belajar mengajar berjalan lancar dan
menghasilkan siswa terbaik, sekolah memerlukan administrasi ketatausahaan sekolah dan
administrasi layanan khusus. Dalam ketatausahaan, terdapat berbagai macam hal yang mesti
diperhatikan seperti kegiatan ketatausahaan, pengelolaan surat dan pengelolaan arsip. Begitu
juga pada saat proses belajar mengajar memerlukan dukungan fasilitas yang tidak secara
langsung dipergunakan di kelas. Fasilitas yang tidak secara langsung antara lain adalah
perpustakaan sekolah, koperasi sekolah, usaha kesehatan sekolah dan kafetaria sekolah.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan administrasi ketatausahaan?
2. Apa saja kegiatan yang ada dalam ketatausahaan di sekolah?
3. Apa yang dimaksud dengan pengelolaan surat?
4. Apa yang dimaksud dengan pengelolaan arsip?
5. Apa yang dimaksud dengan administrasi layanan khusus?
6. Apa saja jenis-jenis yang ada dalam layanan khusus?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memahami:
1. Pengertian administrasi ketatausahaan
2. Kegiatan yang ada dalam ketatausahaan di sekolah
3. Pengertian pengelolaan surat
4. Pengertian pengelolaan arsip
5. Pengertian administrasi layanan khusus
6. Jenis-jenis yang ada dalam layanan khusus
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini bagi mahasiswa adalah untuk dijadikan sebagai
bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri pada khususnya dan
meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Administrasi Ketatausahaan


2.2.1 Pengertian Administrasi Ketatausahan
Menurut Musanef dalam bukunya Manajemen Kepegawaian di Indonesia,
mengemukakan bahwa Administrasi adalah kegiatan sekelompok manusia melalui
tahapan-tahapan yang teratur dan dipimpin secara efektif dan efisien dengan
menggunakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar dapat dicapai tujuan yang
diinginkan. Sedangkan menurut The Liang Gie dalam bukunya Administrasi
Perkantoran Modern memberikan pengertian tata usaha yaitu suatu rangkaian aktivitas
menghimpun, mencatat, mengelola, mengadakan, mengirim, dan menyimpan
keterangan- keterangan yang diperlukan dalam setiap usaha kerja sama.
The Liang Gie (1998;16) merumuskan pengertian tatausaha sebagai segenap
rangkaian aktivitas menghimpun, mencatat, mengolah, mengganda, mengirim, dan
menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam setiap organisasi.
Dalam buku dasar-dasar administrasi pendidikan yang disusun oleh staf
pengajar FIP IKIP Padang (1986;61) dikemukakan bahwa administrasi ketatausahaan
meliputi segenap kegiatan mulai dari pembuatan, pengelolaan, penataan sampai
dengan penyimpanan semua bahan keterangan yang diperlukan oleh organisasi.
Berdasarkan pengertian diatas, bahwa pola perbuatan dalam kegiatan
ketatausahan meliputi:
Menghimpun segala keterangan yang diperlukan.
Mencatat berbagai keterangan baik dalam bentuk tulisan ataupun dalam audio
visual secara manual maupun elektronik sehingga dapat dibaca, dikirim, dan

disimpan.
Mengolah berbagai keterangan-keterangan yang telah dihimpun untuk dapat

disajikan menjadi informasi yang berguna.


Mengadakan
berbagai
keterangan
untuk

didistribusikan

maupun

pendokumentasian.
Mengirim berbagai keterangan- keterangan untuk dipergunakan pihak lain.
Menyimpan berbagai keterangan untuk di pergunakan pada suatu saat yang lain.

2.1.2 Kegiatan Ketatausahaan


Menurut The Liang Gie (1998; 16), ciri utama kegiatan tatausaha adalah
bersifat pelayanan, merebes ke segenap bagiab dalam organisasi dan dilaksanakan oleh

semua pihak dalam organisasi. Artinya kegiatan tatausaha dilakukan untuk


memudahkan atau meringankan kegiatan yang bersifat operasional pada suatu
organisasi. Kegiatan tatausaha tidak mendatangi keuntungan sebagaimana kegiatan
operasional. Kegitan pelayanan tata usaha merupakan kegiatan yang ikut menunjang
terlaksananya kegiatan operasional dengan baik.
Ciri kedua adalah tatausaha mengandung, arti bahwa kegiatan usaha
berlangsung dalam keseluruhan bagian organisasi, pada organinsasi induk maupun
organisasi cabang, dalam kantor maupun luar kantor, pada tingkat manager hingga
tingkat pekerja lapangan.
Dikemukakan oleh The Liang Gie (1998) kegiatan tatausaha mempunyai
peranan pokok, yaitu:
Melayani pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan

organisasi.
Menyediakan keterangan-keterangan bagi pimpinan organisasi untuk membuat

keputusan atau melakukan tindakan yang tepat.


Membantu kelancaran perkembangan organisasi sebagai suatu keseluruhan.
Implikasinya di dunia pendidikan peran melayani peksanaan pekerjaan-

pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan organinsasi, diataranya: penyedian informasi


siswa yang dapat berguna bagi guru untuk melaksanakan proses belajar mengajar di
kelas dengan baik.
Informasi siswa yang mengalami masalah untuk di lakukan bimbingan dan
konseling, serta guru yang mengalami masalah pelaksanaan pengajaran untuk
dilakukan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah. Peran tatausaha dalam
menyediakan

keterangan-keterangan

bagi pemimpin organisasi untuk membuat

keputusan atau melakukan tindakan yang tepat. Tugas-tugas ketatausahaan guru dan
kepala sebagian juga dibahas dalam bidang garapan administari pendidikan yang lain.
2.1.3 Pengelolaan Surat
Menurut kepman dikbud nomor 091/U/1995 surat adalah suatu sarana
komunikasi yang di gunakan untuk menyampaikan informasi tertulus oleh suatu pihak
kepada pihak lain.

Jenis surat : dibedakan atas 14 jenis; Surat dinas, Nota dinas, Memo, Surat
pengantar, Surat kawat, Surat keputusan, Surat edaran, Surat undangan, Surat tugas,
Surat kuasa, Surat pengumuman, Surat pernyataan, Surat keterangan,Berita acara.
Sifat dan derajat surat :Surat sangat sahasia, Surat rahasia, Surat terbatas, Surat
biasa. Derajat surat dikelompokkan atas tiga derajat; kilat, segera, biasa.
Pencantuman alamat surat: Alamat surat dicantumkan pada dua tempat yaitu:
sampul dan surat. Alamat pada smapul surat terdiri atas kata Kepada Yth: nama
jabatan, unit kerja dan alamat lengkap. Di depan nama jabatan dan atau gelar pada
sampul surat dan surat tidak ti cantumkan penyapa seperti Bapak, Ibu, Saudara /I.
Kode surat dibedakan atas beberapa kategori yaitu kode jabatan, kode unit,
kode Perihal Kode jabatan, Kode unit, Kode Perihal.
Pemakaian Singkatan: Singkatan penggunaan dan penulisannya dalam
penandatanganan surat adalah a.n. (atas nama) dipergunakan jika yang berwenang
menadatangani surat menguasakan penandatanganan surat kepada pejabat setingkat
dibawahnya, dll
Cap Jabatan dan Cap Dinas merupakan cap jabatan yang dipergunakan oleh
pejabat tertentu untuk memenuhi ke absahan suatu surat dalam melaksanakan tugas
sesuai dengan jabatannya. Sedangkan cap dinas merupakan cap atau stempel yang
dipergunakan oleh setiap pejabat untuk memenuhi keabsahan suatu surat pada unit
oraganisasi, unik pelaksana teknis,pusat-pusat serta lembaga, biro di lingkungan
universitas/institut atau jurusan, bagian di lingkungan sekolah tinggi, akademik dan
politeknik.
Prosedur Pengurusan Surat; Penerima Surat, Pengirim surat, Pencatat surat,
Pengarah surat, Pengolah surat.
2.1.4 Pengelolaan Arsip
Arsip adalah naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga-negara atau
swasta, dalam membentuk dan corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun
berkelompok dalam rangka pelaksanaan kegiatan lembaga tersebut.
Kegiatan pengelolaan arsip terdiri dari:
Azaz penataan arsip,
Azaz penataan arsip terdiri dari azaz sentralisasi, azaz desentralisasi dan
Azaz gabungan.

System penataan arsip,


Sistem penataan bersadarkan masalah.
Sistem penataan berdasarkan abjad

Sistem penataan berdasarkan tanggal.


Sistem penatan berdasakan nomor
Sistem penatan berdasakan wilayah

Prosedur penataan arsip,


Penelitian arsip yang akan di smapaikan
Pengelompokan arsip surat masuk dan arsip surat keluar.
Meneliti kesesuain lampiran dan jumlah yang di sebutkan.
Mengklasifikasikan arsip surat yang akan disimpan sesuai dengan pola arsip

tersebut.
Mengindeks arsip dengan cara memberikan ciri khas atau tanda suatu arsip

atau dokemen pada ujung kanan surat sebagai petunjuk dan tanda pengenal.
Menyusun arsip sesuai dengan sistim penyimpanan menurut pola klasifikasi
ke dalam oeralatan yang tersedia.

Peralatan dalam penataan arsip,


Filling cabinet
Sekat petunjuk
Tab
Folder
Kotak ( box)
Rak arsip
Peminjaman arsip merupakan kegiatan menemukan kembali arsip yang telah di
tata untuk suatu keperluan tertentu, kegiata meminjam arsip dilakukan secara
terkoordinasi dengan menggunakan formulir lembar peminjaman arsip.
Penyusunan arsip merupakan kegiatan mencegah kemungkinan hilangnya
informasi yang terkandung di dalam setiap arsip serta menjaga kerahasian dan ke utuhan
arsip. Kegiatan pemeliharan arsip melupiti tempat, peralatan, cara menangani arsip yang
rusak dan pembuatan duplikat arsip secara secara fotografis/microfilm atau rekaman data
computer
Pemeliharaan arsip:

Arsip yang rusak karena terbakar ditangani dengan membungkus arsip dengan

kertas halus selanjutnya di masukan ke dalam kotak.


Arsip yang terkena air atau debu di bersihkan dengan kipas.

Arsip yang terkena serangan atau cendawan dapat di tangani dengan melakukan

finugasi dan menghilangkan cedndawan dengan mengoleskan acetone.


Arsip yang sobek dengan merekat kembali.
Arsip yang terkena air dapat dilakukan dengan mengeluarkan arsip dari dalam air
dan menempatkannya padaketas kembang/penguap (blotting paper) pada ruangan
yang kering dan cukup udara.

2.2.2 Administrasi Layanan Khusus


2.2.1 Pengertian Layanan Khusus

Layanan khusus adalah suatu usaha yang tidak secara langsung berkenaan dengan
proses belajar mengajar dikelas, tetapi secara khusus diberikan oleh pihak sekolah kepada
para siswanya agar mereka lebih optimal dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

2.2.2 Jenis-Jenis Layanan Khusus


Ada beberapa jenis layanan khusus, tetapi hanya 3 jenis yang akan dibahas
dalam bagian ini. Jenis-jenis layanan khusus yang dimaksud adalah:
a. Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah
sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan
utama membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan
pendinikan pada umumnya. Ada beberapa jenis perpustakaan sekolah, yang pada
dasarnya disesuaikan dengan jenjang atau tingkat sekolah yang bersangkutan.
Jenis perpustakaan sekolah tersebut adalah perpustakaan taman kanak-kanak,
perpustakaan sekolah dasar, perpustakaan sekolah lanjutan tingkat pertama dan
perpustakaan sekolah lanjutan tingkat atas. Semua jenis perpustakaan sekolah
yang disebutkan diatas dikelola berdasarkan tujuan khusus masing-masing jenis
dan jenjang sekolah.
Fungsi perpustakaan sekolah adalah:

fungsi pendidikan
fungsi informasi
fungsi rekreasi
fungsi penelitian

fungsi penyaluran hobi


fungsi penanaman rasa tanggung jawab

Pengelolaan bahan pustaka


Sebelum bahan pustaka dapat dipinjamkan kepada pengunjung bahan
tersebut harus diolah terlebih dahulu. Proses pengolahan bahan pustaka tersebut
melalui tahap-tahap berikut:

Klasifikasi
Katalogisasi
Pemberian stempel
Pemberian nomor buku
Pengaturan buku dirak
Peranan guru dalam administrasi perpustakaan sekolahada beberapa
peranan guru yang terlibat dalam administrasi perpustakaan sekolah. Peran
tersebut antara lain:
o Memperkenalkan buku-buku kepada siswa dan guru-guru.
o Memilih buku-buku dan bahan pustaka lainnya yang kan dibeli.
o Mempromosikan perpustakaan baik untuk pemakaian, maupun
pembinaanya.
o Mengetahui jenis dan menguasai criteria-krikteria umum yang
menentukan baik buruknya susu koleksi.
o Mengusahakan agar siswa aktif membantu

perkembangan

perpustakaan.
b. Usaha Kesehatan Sekolah
Usaha kesehatan sekolah

merupakan

salah

satu

wahana

untuk

meningkatkan kemampuan hidup sehat yang pada gilirannya menghasilkan


derajat kesehatan peserta didik yang optimal. Usaha kesehatan sekolah tersebut
bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah akan tetapi tanggung jawab
peserta didik dan masyarakat dimana sekolah itu berada.
Tujuan khusus usaha kesehatan sekolah adalah agar siswa:
Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip
hidup sehat serta berpartisipasi aktif didalam usaha peningkatan kesehatan

disekolah, dirumah tangga maupun dilingkungan masyarakat.


Sehat dalam arti fisik mental maupun social

Memiliki daya khayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk,


penyalahgunaan narkotika, obat dan bahan berbahaya, alcohol, rook, dan
sebagainya.
Ruang lingkup usaha kegiatan sekolah tercermin dalam tree program UKS

yang dikenal dengan istilah trias UKS yang meliputi:


Pendidikan kesehatan
Pelayanan kesehatan
Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat, pembinaan lingkungan
kehidupan sekolah sehat dilaksanakan dalam rangka menjadikan sekolah
sebagai institusi pendidikan yang dapat menjamin berlangsungnya proses
belajar mengajar.
c. Labolatorium.
Labolatorium secara sederhana dapat diuraikan sebagai suatu tempat dimana
dosen, mahasiswa, guru, siswa, dan orang lain melaksanakan kegiatan kerja
ilmiah seperti pratikum, observasi, penelitian, demokrasi dan pembuatan modelmodel dalam rangka kegiatan belajar mengajar.
Labolatorium dapat dibedakan atas berapa jenis jenis-jenis laboratorium
tersebut biasanya disesuaikan dengan bidang studi atau kelompok bidang studi
tertentu. Jenis laboratotium tersebut antra lain:
Menurut bidang studi misalnya: labolatorium kimia, fisika, pmp dan

sebagainya.
Menurut kelompok bidang studi misalnya : laboratorim IPS, IPA.
Untuk bidang ilmu teknik labor dapat diartikan sebagai workshop/ bengkel
kerja.

Rencana penggunaan labor minimal meperhatikan hal-hal berikut:


Jenis labor yang akan digunakan
Siswa atau pihak yang akan menggunakan
Waktu yang tersedia
Peralatan yang ada
Jenis bidang studi
Topic yang akan dipelajari

d. Koperasi Sekolah
Koperasi berasal dari perkataan co dan operation, yang mengandung arti
kerja sama untuk mencapi tujuan. Oleh sebab itu definisi koperasi dapat
diberikan sebagai berikut:
Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang
atau badan-badan, yang memberikan masuk dan keluar sebagai anggota; dengan
bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha, utuk mempertinggi
kesejahteraan jasmaniah para anggotanya. Tersebut mengandung unsur-unsur
bahwa:
1.
Perkumpulan koperasi bukan merupakan perkumpulan modal (bukan
2.
3.

akumulasi modal), akan tetapi persekutuan sosial.


Sukarela untuk menjadi anggota, netral terhadap aliran dan agama.
Tujuannya mempertinggi kesejahteraan jasmaniah anggota-anggota dengan
kerja sama secara kekeluargaan.
Kerja sama dalam masyarakat modern telah nampak wujudnya dalam
suatu jaringan sistem yang lebih kompleks. Bentuk-bentuk ikatan perekutuan
hidup telah berkembang dan menjadi lebih beragam. Kini kerja sama di samping
memenuhi kebutuhan menjaga kelangsungan hidup dan rasa aman, juga untuk
memperoleh kasih sayang dan persahabatan seperti dalam keluarga dan
paguyuban, juga telah digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang
diinginkan, seperti nampak pada bentuk-bentuk organisasi yang resmi.
Kerja sama dalam lapangan ekonomi bagi masyarakat modern sudah
sangat berkembang, bukan saja dalam ragam kegiatannya, tetapi juga jangkauan
luas lingkupnya. Kerja sama terjalin dalam sistem pembagian kerja yang rumit
pada setiap lapangan kegiatan ekonomi, seperti pertanian, industri, perdagangan
dan lain-lain di samping jaringan-antar lapangan ekonomi; antar kelompok, antar
organisasi, antar daerah, bahkan dalam lingkup internasional. Secara ekonomis,
umat manusia di pelosok bumi maupun saling membutuhkan, saling bergantung
satu sama lain. Apa yang saat ini kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari, tak selalu kita mendengar radio, maka radio itu adalah hasil buatan
orang lain. Diramu dari bahan-bahan dan teknologi dan teknologi yang datang

dari segala penjuru dunia. Hasil tanaman tembakau kita dinikmati juga oleh
orang-orang di Eropa, Amerika, atau tempat yang amat jauh.
Tujuan koperasi yang utama ialah meningkatkan taraf hidup dan
kesejahteraan anggota-anggotanya. Pada dasarnya koperasi bukanlah suatu usaha
yang mencari keuntungan semata-mata seperti halnya usaha-usaha swasta seperti
firma dan perseroan. Firma dan pereroan bersifat sangat kapitalis. Tujuan firma
dan pereroan yang terutama ialah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.
Sungguh pun berusaha memperbaiki nasib, meningkatkan taraf hidup serta
memajukan kemakmuran
e. Kafetaria Sekolah
Pertimbangan awal pendirian kafetaria/warung/kantin sekolah adalah
bukan karena unsur bisnis semata, tanpa memperhitungkan aspek lain yang lebih
penting. Keberadaan kafetaria/warung/kantin sekolah diharapkan mampu
menyokong kelancaran proses belajar mengajar dari sisi keperluan akan makanan
bagi siswa.
Kafetaria/warung/kantin sekolah secara tidak langsung mempunyai kaitan
dengan proses belajar-mengajar di sekolah. Adakalanya proses belahar-mengajar
tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya karena siswa lapar dan haus.
Kafetaria/warung/kantin sekolah tidak harus diadministrasikan oleh
sekolah, tetapi dapat diadministrasikan oleh pribadi di luar sekolah atau oleh
darma wanita sekolah. Namun kafetaria/warung/kantin sekolah ini tidak boleh
terlepas dari perhatian kepala sekolah. Kepala sekolah harus memikirkan atau
mengupayakan kehadiran kafetaria/warung/kantin sekolah itu mempunyai
sumbangan positif dalam proses belajar-mengajar anak di sekolah
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam administrasi kafetaria itu
1.

adalah:
Administrasi kafetaria/warung/kantin sekolah harus menjaga kesehatan

2.

(higienitas) masakan-masakan yang dijajakan kepada siswa.


Kebersihan tempat juga harus menjadi pertimbangan utama, karena

3.

kebersihan diharapkan dapat menjauhkan penyebaran hama penyakit.


Makanan-makanan yang disediakan hendaknya makanan yang bergizi
tinggi, dan bilamana perlu dapat menambahkan vitamin-vitamin yang
diperlukan siswa pada umumnya.

4.

Harga makanan-makanan hendaknya dapat dijangkau atau sesuai dengan

5.

kondisi ekonomi siswa.


Usahakan agar kafetaria/warung/kantin

sekolah

tidak

memberikan

kesempatan kepada siswa untuk berlama-lama atau nongkrong. Kondisi


yang demikian akan menyokong munculnya perilaku-perilau negatif.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Administrasi ketatausahaan memiliki peranan penting dalam melancarkan


kehidupan dan perkembangan setiap organisasi. Melalui kegiatan ketatausahaan tersebut
dilakukan kegiatan menghimpun, mencatat, mengolah, mengganda, mengirim, dan
menyimpan segala informasi organisasi. Ciri kegiatan ketatausahaan adalah sebagai kegiatan
yang bersifat pelayanan untuk menunjang kelanacaran operasional kegiatan organisasi
dengan melibatkan semua organisasi dari tingkat manager hingga pelaksana operasional baik
yang dilaksanakan di dalam kantor maupun luar kantor.
Kegiatan ketatausahaan sekolah mencakup juga kegiatan persuratan dan
kearsipan. Surat merupakan suatu sarana komunikasi yang di gunakan untuk menyampaikan
informasi tertulus oleh suatu pihak kepada pihak lain. Disampimg itu, arsip merupakan
naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga-negara atau swasta, dalam membentuk dan
corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok dalam rangka pelaksanaan
kegiatan lembaga tersebut.
Administrasi pelayanan khusus sangat diperlukan untuk melengkapi keorganisasian
dalam sekolah. Namun, dalam pelaksanaannya administrasi pelayanan khusus ini belum bisa
dimanfaatkan secara maksimal.
Administrasi pelayanan khusus merupakan sarana/prasana di administrasi pendidikan
yang merupakan sistem kerja sama diantara para personel pendidikan untuk mencapai tujuan
pendidikan.
Administrasi pendidikan tidak dapat dikerjakan dengan sempurna, tanpa ada
administrasi pelayanan khusus. Jadi administrasi pelayanan khusus ini merupakan kerja
sama dengan memanfaatkan sumber daya, baik sumber manusia maupun non manusia.

3.2 Saran
3.2.1 Diharapkan agar masyarakat dapat memahami maksud dari makalah ini dan bisa
menambah pengetahuan dan wawasan tentang administrasi layanan khusus dan
ketatausahaan sekolah.

3.2.2 Diharapkan bagi penulis lain untuk mencari referensi yang lebih relevan sebagai
bahan dalam pembuatan makalah guna menciptakan tulisan yang lebih bermanfaat
mengenai materi tentang administrasi layanan khusus dan ketatausahaan sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Profesi Keguruan oleh Soetjipto


Koperasi Indonesia oleh Drs. Arifinal Chaniago

Pemasyarakatan Perpustakaan oleh Drs. Athaillah Baderi.


Syahril dan asmidir ilyas 2008. Prifesi kependidikan, padang, UNP Pres
http://darwoto.wordpress.com/2010/03/17/administrasi-pelayanan-khusus/
http://yasinta-adilah.blogspot.com/2012/04/administrasi-ketata-usahaan-dan-layanan.html
http://viviap.wordpress.com/2010/04/15/d-jenis-jenis-layanan-khusus-di-lembaga-pendidikan/
http://perangkatbelajar.blogspot.com/2012/01/administrasi-tata-usaha-tu.html
Diposkan oleh yuni firwinda di 17.08