Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH DESAIN INSTALASI II

STARTER SEPARATE WINDING


Untuk memenuhi matakuliah
Desain Instalasi II
Yang diampu oleh Drs. Abdul Manaf,MMT

Disusun Oleh Kelompok 1 :


1.
2.
3.
4.

ADE AGUSTIAN LAKSONO (1441150042)


ALDI NUGRAHA YONOKA (1441150038)
ANDRI BAGUS WICAKSONO (1441150029)
ARISKI WIDIYAWATI
(1441150020)

PROGRAM STUDI SISTEM KELISTRIKAN


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015

PENGERTIAN

Starting motor separate windings adalah jenis starter yang digunakan untuk mengaktifkan motor
yang memiliki dua kumparan stator yang terpisah (motor separate windings).
Secara teori motor dengan dua gulungan stator yang terpisah memungkinkan adanya kombinasi
kecepatan pada setiap kumparan. Kedua kumparan stator tersebut harus bekerja secara
bergantian yang dapat diatur menggunakan kontaktor. Starter separate winding biasanya
digunakan pada motor konveyor dan pabrik .

Mengatur kecepatan motor induksi berbasis pada rumus :


n=

60 f
p

Dimana : n = kecepatan putar motor (rpm)


f = frekuensi sumber listrik (50 hz)
p = jumlah pasang kutub
Dengan demekian untuk mengatur kecepatan putar induksi dapat dilakukan dengan mengatur
jumlah kutub atau besaran frekuensi sumber listrik . Motor yang dapat diatur jumlah kutubnya
salah satunya adalah motor separate winding. Secara kelistrikan motor dibagi menjadi dua.
Rangkaian kontrol menghubungkan kumparan motor pada konvigurasi yang berbeda yang
menyebabkan perubahan kecepatan dari kecepatan tertentu ke yang lainya. Masing-masing
kumparan dapat menyalurkan daya motor pada kecepatan tertentu .

Pengoperasian dan pengendalian kecepatan motor induksi dan pengendalian kecepatan motor
induksi 3 fasa dengan mengatur kutub-kutubnya pada motor separate winding dapat dilihat pada
gambar berikut .

Diagram Kontrol Motor Separate


Winding

Seperti gambar yang ditunjukan diatas , dua buah kontaktor tersebut secara kelistrikan tidak
boleh bekerja bersamaan. Untuk memproteksinya dipisahkan oleh masing-masing proteksi beban
lebih dan diamankan dengan menyilangkan kontak NC pada masing-masing kontaktor.

Diagram Utama Pengoperasian


Motor Separate Winding