Anda di halaman 1dari 3

Kamis, 17 Desember 2015

Contoh ESSAY "KONTRIBUSIKU BAGI


INDONESIA" - Beasiswa Lembaga
Pengelolah Dana Pendidikan (LPDP)
Hi Mates, khususnya untuk Scholarship Hunters yang pastinya sedang membongkar habis "tante
Google" dengan kata kunci contoh Essay Kontibusiku Bagi Indonesia yang menjadi salah satu syarat
penting dalam seleksi berkas Beasiswa LPDP.
Tenang saja, saya juga pernah diposisimu saat ini, yang sedang bertanya-tanya: apa sih yang akan
saya tulis? Dari mana harus saya mulai tulisannya? apakah tulisan saya nanti akan menarik atau
tidak? apakah tulisan saya akan membawa saya lulus Beasiswa LPDP atau tidak?
JANGAN TERLALU BANYAK BERPIKIR- TULIS SAJA APA YANG MUNCUL DIPIKIRANMU SAAT
ITU, REVISINYA TULISAN BISA DILAKUKAN NANTI... (NANTI KLO SUDAH PUNYA WAKTU)
HAHHAHAHHA.............
Nah.......... saat ini saya mau berbagi contoh essay yang saya tulis dan membawa saya lulus seleksi
berkas LPDPJujur saja, tulisan saya sangat sederhana, bahkan mungkin masih jauh dari kesempurnaan sebuah
essay yang baik dan benar- hahhaha.........
tapi essay itu lah yang telah membawa saya lulus pada seleksi wawancara dan menjadi salah satu
penerima beasiswa tersebut.
Saran saya untuk para Scholarship Hunters yang mau menulis essay untuk beasiswa LPDP yaitu
KEJUJURAN............... Jujurlah dalam menulis, jujurlah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi
tanpa menambahkan kejadian yang sebenarnya tidak terjadi atau menambahkan kata-kata yang
terlalu persuasif dan terkesan melebih-lebihkan.
Tanpa membuang waktu, di bawah ini adalah contoh tulisan sederhana saya- (lengkap tanpa potong),

KONTRIBUSIKU BAGI INDONESIA


Dilahirkan dan dibesarkan oleh keluarga sederhana, kedua orang tua berprofesi sebagai
petani yang bahkan tidak lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tinggal di daerah yang
dikategorikan sebagai salah satu tertinggal di indonesia yaitu Talaud, sesungguhnya merupakan suatu
kenyataan yang akan saya banggakan pada semua orang. Mungkin hal ini akan menimbulkan sebuah
pernyataan mendasar, seperti: apa yang perlu dibanggakan dari kehidupan yang jauh dari
karakteristik kehidupan sejahtera ini?. Pertanyaan ini hanya akan terjawab oleh satu kata ajaib yaitu
didikan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan didikan sebagai hasil mendidik. Saya
menambahkan pengertian didikan sebagai suatu hasil dari proses pendidikan yang didapatkan secara
langsung atau tidak langsung oleh seseorang sejak masih kanak-kanak hingga dewasa yang
memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kehidupan di masa depan.
Pemahaman saya di atas, bukanlah hanya sebuah pemahaman yang tidak berdasar. Secara
langsung saya memperoleh pendidikan akademis melalui proses panjang yang saya mulai dari sekolah
dasar hingga memperoleh gelar sarjana di perguruan tingggi. Saya menamatkan Sekolah Dasar dan

Sekolah menengah Pertama saya di Talaud, dan melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan hingga
perguruan tinggi di Manado.
Sekolah Menengah Pertama adalah masa yang akan paling saya kenang. Di sana benarbenar saya mendapatkan pendidikan yang membuka segala pemahaman saya tentang persaingan
sehat dalam pendidikan. Pada saat itu, ada sebuah sistem sekolah yang disebut dengan kelas
unggulan dimana siswa-siswa berprestasi akademis ditempatkan di kelas unggulan dan terus disaring
secara akademis pula. Melalui orientasi siswa yang disertai dengan beberapa tes tertulis, saya
mendapatkan salah satu kursi di kelas tersebut. Saya selalu mendapatkan posisi 10 besar saat
penerimaan hasil studi pada setiap semester mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Mungkin hal tersebut
adalah hal yang biasa bagi para siswa berprestasi, namun sejujurnya saya berusaha sangat keras
untuk tetap menjadi salah satu diantara 10 siswa yang berprestasi dan bisa berdiri di atas panggung di
depan seluruh guru, seluruh siswa dan orang tua siswa. Usaha tersebut saya lakukan bukan hanya
untuk diri saya sendiri, namun karena saya ingin selalu melihat senyum lebar dan bangga kedua orang
tua saya ketika mendengar nama mereka dipanggil untuk mendapingi saya menerima hasil studi setiap
semesternya. Saya ingin membuat mereka selalu bangga dengan kerja keras yang mereka lakukan
sebagai petani untuk membiayai pendidikan saya. Di sinilah yang saya maksudkan sebagai proses
didikan secara tidak langsung yang saya dapatkan dari pengalaman kehidupan yang saya jalani yaitu
memberikan kebahagiaan yang juga berpengaruh pada motivasi diri untuk kesejahteraan kehidupan di
masa depan melalui pendidikan.
Pada awalnya saya sempat berpikir keras untuk menemukan kontribusi yang telah, sedang
dan yang akan saya lakukan untuk Indonesia. Bisa dibayangkan, bagaimana seseorang anak petani
yang berasal dari sebuah daerah tertinggal bermimpi untuk memberi kontribusi terhadap negara
Indonesia?. Namun, saya adalah anak Indonesia yang telah dididik, ingin terus dididik dan ingin
mendidik di masa depan, secara langsung dan tidak langsung saya sudah, sedang dan akan terus
berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan Indonesia.
Indonesia adalah negara potensial yang dapat dilihat dari setiap aspek kehidupan di
dalamnya, salah satunya adalah kebudayaan. Sebagai wilayah kepulauan terluar Indonesia, Talaud
memiliki potensi kebudayaan yang luar biasa untuk di terus diteliti, dilestarikan dan dipatenkan. Mimpi
saya di masa depan, Indonesia dapat dikenal dengan kebudayannya yang beragam yang mencakup
hingga ke seluruh wilayah terluarnya seperti di kabupaten kepulauan Talaud.
Mewujudkan mimpi saya terhadap potensi kebudayaan di Talaud, saya akan terus mendalami
studi kebudayaan yang dapat membuka pemahaman saya lebih luas lagi terhadap kebudayaan di
dunia, mempelajari bagaimana memanagemen kebudayaan hingga bisa terus bertahan di era modern
ini serta ingin memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia dan masyarakat di dunia tentang
kebudayaan-kebudayaan daerah-daerah tertinggal dan terluar di Indonesia. Langkah-langkah yang
akan saya ambil untuk mewujudkan impian saya terhadap tanah kelahiranku Talaud adalah saya
berusaha untuk mendapatkan beasiswa dan mendapatkan kesempatan studi di luar negeri sehingga
dapat memperdalam ilmu kebudayaan yang saya minati. Setelah mendalami studi kebudayaan, saya
ingin menjadi seorang pendidik dan peneliti kebudayaan terutama kebudayaan-kebudayaan yang ada
di daerah-daerah tertinggal Indonesia agar dapat dikenal dan dipublikasikan ke dunia.
Di sinilah, betapa didikan membentuk pondasi kokoh sebuah mimpi, mimpiku yang akan selalu
diimpikan, mimpiku yang selalu ingin diwujudkan dan mimpiku yang selalu memperkuat tekat untuk

terus maju hingga mimpiku yang mampu memberikan peranan bagi banyak orang, mimpiku bagi
Indonesia.
Bagaimana pendapatmu tentang tulisan saya di atas?? sangat sederhana kan? saya pikir juga begitu!
LOL xD
Bagi para Scholarship Hunters, mudah-mudahan essay di atas bisa bermanfaat untuk essay yang
akan kalian tulis nantinyaSALAM SUKSES!!!
Diposkan oleh Natanael Wangkanusa di 10.32

http://natanaelwangkanusa.blogspot.co.id/2015/12/contoh-essay-kontribusikubagi.html

Anda mungkin juga menyukai