Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN TETAP

PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI HASIL PERIKANAN


PENGENALAN ALAT DAN STERILISASI

Mario Ortega
05061281419022

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016

Universitas Sriwijaya

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme
yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang untuk meneliti apa saja yang
terkandung di dalam mikroorganisme. Dalam meneliti mikroorganisme diperlukan
teknik atau cara cara khusus untuk mempelajarinya serta untuk bekerja pada
skala

laboratorium

untuk

meneliti

mikroorganisme

baik

sifat

maupun

karakteristiknya, tentu diperlukan adanya pengenalan alat yang akan digunakan


serta mengetahui cara penggunaan alat alat yang berhubungan dengan penelitian
unutk memudahkan dalam melakukan penelitian (Dwidjoseputro, 2003).
Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk
mendukung kegiatan praktikum. Siswa akan terampil dalam praktikum apabila
mereka mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi
nama alat, fungsi alat, dan cara menggunakannya. Pengetahuan alat yang kurang
akan mempengaruhi kelancaran saat praktikum. Sebagai contoh, selama
praktikum siswa dilibatkan aktif dengan pemakaian alat dan bahan kimia. Siswa
yang menguasai alat dengan baik akan lebih terampil dan teliti dalam praktikum
sehingga siswa memperoleh hasil praktikum seperti yang diharapkan (Laila,
2006).
Alat alat yang digunakan dalam penelitian harus dalam keadaan steril
atau bebas dari kuman, bakteri, virus dan jamur. Perlu adanya pengetahuan
tentang cara cara atau teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat alat yang
digunakan memiliki teknik sterilisasi yang berbeda (Dwidjoseputro, 2003).
Sterilisasi adalah suatu perawatan untuk merendahkan potensi pelekatan
mikroorganisme

dalam

system

air

pendinginan

jalan

pembunuhan

mikroorganisme (Lestari et al., 2009 ).


Sterilisasi adalah suatu perawatan untuk merendahkan potensi pelekatan
mikroorganisme
mikroorganisme

dalam

system

air

pendinginan

jalan

pembunuhan

( Lestari et al., 2009 ).

Universitas Sriwijaya

Kegiatan di laboratorium mikrobiologi dilakukan dengan memperlihatkan


aspek sterilisasi dengan perlatan tertentu antara lain ose, mikroskop, sterilisator
(oven dan autoklaf). Keamanan kerja perlu diperhatikan sehingga dapat dihindari
kontaminasi pribadi, pekerja dan lingkungan kerja. Pemeriksaan mikrobiologis
merupakan penunjang diagnostic klinik untuk menguatkan diagnosis definitive
suatu penyakit infeksi mirobial. mikroorganisme seperti bakteri, kapang, khamir
dapat dijumpai pada lingkungan di sekitar kita. Misalnya di udara, tanah, air,
tubuh serta benda-benda yang ada di sekitar kita. Bentuknya yang mikroskopis
tidak memungkinkan kita untuk melihatnya dengan mata langsung tanpa bantuan
mikroskop.(Herdiana, 2004).
Sebelum dilakukannya suatu proses mikrobiologi, maka terlebih dahulu
harus disiapkan prasarana yang dapat menunjang proses tersebut, mulai dari
peralatan, dan bahan-bahan yang diperlukan. Mikroorganisme dapat hidup
dimana-mana.

Untuk

menumbuhkan

suatu

mikroorganisme

di

dalam

laboratorium, diperlukan suatu media yang di dalamnya tercakup segala nutrisi


yang diperlukan : untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme. Untuk
mengamati perkembangan koloni dari suatu bakteri perlu dilakukan pembiakan
bakteri. Pembiakan bakteri memerlukan medium yang sesuai dengan jenis bakteri
yang akan dibiakkan. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang cara pembuatan
mediumnya. Supaya pada medium yang akan digunakan tidak ditumbuhi
mikroorganisme lain maka dilakukan sterilisasi

(Subroto, 2000).

1.2. Tujuan
Tujuan praktikum pengenalan alat dan sterilisasi adalah untuk mengetahui
alat-alat yang digunakan dalam laboratorium dan cara-cara sterilisasi.

Universitas Sriwijaya

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Laboratorium
Laboratorium adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan,

berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola
secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam
skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode
keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau
pengabdian kepada masyarakat (permenpan, 2010)
Dalam

melakukan

percobaan

dilaboratorium

atau

bekerja

dalam

laboratorium, seseorang akan selalu dihadapkan pada hal-hal yang berhubungan


dengan bahan-bahan kimia, peralatan yang dapat berbahaya dan merugikan bagi
diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar, bila tidak digunakan dengan
baik. Seperti layaknya pekerjaan lain, bekerja dalam laboratorium kimia juga
mempunyai resiko kecelakaan kerja. Resiko ini dapat disebabkan karena faktor
ketidaksengajaan, keteledoran dan sebab-sebab lain yang diluar kendali manusia.
Terutama disebabkan karena kesalahan penggunaan alat dan bahan. sehingga
menjadi sangat penting untuk mengetahui setiap kemungkinan bahaya
(imamkhasani, 1990)
2.2.

Alkohol

2.3.

Sterilisasi
Steril

artinya

tidak

didapatkan

mikroba

yang

tidak

diharapkan

kehadirannya abaik yang menggangu kehidupan dan proses yang sedang


dikerjakan. Setiap proses baik fisika, kimia dan mekanik yang membunuh semua
bentuk hidup terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi (Waluyo, 2008).
Sterilisasi didefenisikan sebagai tindakan untuk membebaskan alat atau
media dari jasad renik.Sterilisasi dilakukan baik pada alat alat yang digunakan

Universitas Sriwijaya

maupun medianya. Suatu alat atau bahan dikatakan steril apabila alat atau bahan
tersebut bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetatif maupun spora, sterilisasi
secara fisik adalah sterilisasi menggunakan faktor faktor fisika misalnya
temperatur tinggi, penyinaran dan uap panas ( Akrom, 2010 ).
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu
secara mekanik, fisik dan kimiawi. Pemilihan mekanisme sterilisasi yang
dilakukan hendaknya disesuaikan dengan sifat bahan yang akan disterilkan.
Sterilisasi secara fisik dilakukan dengan menggunakan pemanasan, penggunaan
sinar UV, sinar X, dan sinar-sinar yang memiliki panjang gelombang pendek
(Ramona , 2007).
Alat alat yang digunakan dalam penelitian harus dalam keadaan steril
atau bebas dari kuman, bakteri, virus dan jamur. Perlu adanya pengetahuan
tentang cara cara atau teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat alat yang
digunakan memiliki teknik sterilisasi yang berbeda (Dwidjoseputro, 2003).
Menurut Ramona (2007), sterilisasi secara kimia dilakukan dengan
menggunakan bahan-bahan kimia seperti alkohol, desinfektan, formalin, dan
sebagainya. Sedangkan menurut Waluyo (2004), bahan kimia yang baik adalah
yang memiliki kemampuan membunuh mikroba secara cepat dengan dosis yang
rendah tanpa merusak bahan atau alat yang disterilkan. Sterilisai secara mekanik
(filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau
0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Sterilisasi dengan
swab dilakukan untuk mengetahui jumlah mikroba pada permukaan tubuh.
Teknik aseptis memiliki beberapa macam sterilisasi, yaitu sterilisasi
mekanik, sterilisasi fisik dan sterilisasi kimia. Setiap macam tersebut memiliki
prinsip kerja yang berbeda sesuai dengan keadaan media yang akan
disterilisasikan. Apabila dalam melakukan penelitian maupun percobaan tidak
dilakukan teknik tersebut kemungkinan akan terjadi kontaminasi yang
menyebabkan hasil penelitian atau percobaan itu kurang akurat. Oleh karena itu,
teknik aseptis sangat penting dalam kegiatan praktikum ataupun penelitian
(Khusnuryani, 2006).
Penggunaan alat-alat dalam laboratorium diharapkan dalam keadaan steril.
Penggunaan alat-alat yang tidak steril dapat menyebabkan kegagalan pada

Universitas Sriwijaya

praktikum yang dilakukan. Dalam melakukan percobaan dilaboratorium atau


bekerja dalam laboratorium terutama laboratorium kimia, seseorang akan selalu
dihadapkan pada hal-hal yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia, peralatan
yang dapat berbahaya dan merugikan bagi diri sendiri, orang lain maupun
lingkungan sekitar, bila tidak digunakan dengan baik. Seperti layaknya pekerjaan
lain, bekerja dalam laboratorium kimia juga mempunyai resiko kecelakaan kerja.
Resiko ini dapat disebabkan karena faktor ketidaksengajaan, keteledoran dan
sebab-sebab lain yang diluar kendali manusia (Tandra, 2013).
Adanya pertumbuhan mikroorganisme menunjukkan bahwa pertumbuhan
bakteri masih berlangsung dan tidak sempurnanya proses sterilisasi. Jika sterilisasi
berlangsung sempurna, maka spora bakteri yang merupakan bentuk paling resisten
dari kehidupan mikrobia akan diluluhkan (Lestari, 2011).
Pemanasan basah bertekanan tinggi (autoklaf) dapat digunakan untuk
mensterilkan larutan komponen media, bahan dan alat-alat yang tahan terhadap
pemanasan tinggi. Sterilisasi ini lebih baik dibandingkan sterilisasi dengan
pemanasan

kering

karena

dengan

autoklaf

tidak

hanya

mematikan

mikroorganisme tapi juga mematikan sporanya. Waktu sterilisasi sangat


bervariasi, tergantung dari ukuran obyek yang disterilkan. Lamanya waktu
sterilisasi bahan cair (air, media) tergantung pada volume cairan yang disterilkan.
Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan kering (oven)
(Novilia, 2008).
Dalam suatu laboratorium, ada banyak jenis alat alat yang digunakan,
salah satu jenis alat yang sering digunakan dalam laboratorium mikrobiologi
adalah alat sterilisasi. Dalam laboratorium, sterilisasi media dilakukan dengan
menggunakan autoklaf yang menggunakan tekanan yang disebabkan uap air,
sehingga suhu dapat mencapai 1210C. Sterilisasi dapat terlaksana bila mencapai
tekanan 15 psi dan suhu 1210C selama 15 menit. Media biakan yang telah
disterilkan harus diberi penutup agar tidak dicemari oleh mikroorganisme yang
terdapat disekelilingnya. Pemanasan basah bertekanan tinggi (autoklaf) dapat
digunakan untuk mensterilkan larutan komponen media, bahan dan alat-alat yang
tahan terhadap pemanasan tinggi. Sterilisasi ini lebih baik dibandingkan sterilisasi
dengan pemanasan kering karena dengan autoklaf tidak hanya mematikan

Universitas Sriwijaya

mikroorganisme tapi juga mematikan sporanya. Waktu sterilisasi sangat


bervariasi, tergantung dari ukuran obyek yang disterilkan. Lamanya waktu
sterilisasi bahan cair (air, media) tergantung pada volume cairan yang disterilkan.
Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan kering atau
oven (Maink, 2013).

BAB 3
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum pengenalan alat dan sterilisasi ini dilakukan pada hari Jumat,
tanggal 20 Februari 2015 sampai dengan selesai di Laboraorium Program Studi
Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.
3.2. Alat dan Bahan
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum pengenalan alat
laboratorium dan sterilisasi antara lain Erlenmeyer, cawan petri, bunshen, korek
api, autoclave, beaker glass, dan tabung reaksi. Sedangkan bahan yang digunakan
pada praktikum pengenalan alat dan sterilisasi antara lain Alkohol, Spiritus,
kertas, dan kapas.
3.3. Prosedur Kerja
Cara kerja sterilisasi alat yaitu sebagai berikut :
1. Sterilisasi tangan dan tempat dengan alkohol 70%
2. Keringkan dengan menggunakan tisu
3. Nyalakan bunsen
4. Sterilisasi cawan dan tabung reaksi dengan mendekatkannya pada Bunsen
yang sudah menyala
5. Bungkus dengan kertas
6. Masukkan cawan petri dan tabung reaksi ke dalam autoclave

Universitas Sriwijaya

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Hasil yang didapatkan dari praktikum pengenalan alat dan sterilisasi antara
lain dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Alat yang digunakan pada praktikum
Nama Alat
Fungsi

Cawan petri

Sebagai tempat media untuk


menumbuhkan bakteri.

Bunsen

Untuk mensterilkan alat


secara fisik.

Tabung reaksi

Untuk mereaksikan larutan.

Beker gelas

Sebagai tempat larutan


sementara.

Gambar

Universitas Sriwijaya

Erlenmeyer

Sebagai tempat untuk


pembuatan media agar.

Autoclave

Untuk mensterilkan alat pada


suhu 100-121oC.

4.2. Pembahasan
Berbagai percobaan dilakukan pada praktikum pertama. Pada percobaan
pengenalan alat-alat gelas, ada beberapa alat gelas yang digunakan pada saat
praktikum. Yang pertama beker gelas yang berukuran 250 ml dan 100 ml. Beker
gelas merupakan alat yang digunakan untuk memanaskan, menyimpan, dan
mengukur dengan ketelitian yamg rendah.
Erlenmeyer yang digunakan di laboratorium perikanan merupakan
erlenmeyer yang berukuran 250 dan 100 ml. Fungsi dari erlenmeyer antara lain
untuk mereaksikan, mencampur, dan menghomogenkan bahan. Selain itu ada
pipet ball yang mempunyai 3 pipa, antara lain pipet dengan simbol huruf s
berfungsi untuk menghisap, huruf e berfungsi untuk mengeluarkan, dan a
berfungsi untuk pertukaran udara.

Universitas Sriwijaya

Cawan petri yang digunakan pada laboratorium perikan berfungsi sebagai


tempat menyimpan mikroba. Mortal digunakan untuk menghaluskan zat padat.
Spatula digunakan untuk mengambil bahan yang berupa zat padat. Tabung reaksi
yang digunakan pada laboratorium perikanan merupakan tabung reaksi yang
berukuran kecil, yang beruna untuk mereaksikan bahan. Gelas ukur digunakan
yang berukuran 10 ml dan 5 ml yang berfungsi untuk mengukur reaksi.
Sedangkan suntik digunakan untuk mengambil bahan yang berupa zat cair. Dan
pipet volumetri digunakan untuk mengukur zat cair dengan ketelitian yang lebih
tinggi.
Yang harus diperhatikan pada pada praktikum ini adalah pastikan bahwa
semua proses dilakukan dengan tepat, dan pastikan semua alat, tempat, dan kita
sebagai praktikan memperhatikan tingkat sterilisasi alat dan benda pada praktikum
ini, agar praktikum ini dapat dinyatakan berhasil.
Percobaan terakhir yang dilakukan pada praktikum ini adalah metode
sterilisasi dan desinfeksi. Pertama diperkenalkan dulu bahan sterilisasi dan
desinfeksi antara lain alkohol 70% dan formalin. Setelah itu praktikan
mempraktikkan dua metode sterilisasi dan desinfeksi yaitu sterilisasi basah dan
sterilisasi kering.
Pada proses sterilisasi basah percobaan dilakukan menggunakan autoclave.
Panaskan terlebih dahulu autoclave. Atur temperatur autoclave menjadi 121
derajat celcius. Mikroba yang sudah terbungkus rapi dimasukkan dalam autoclave
dan tunggu hingga 15 menit. Lalu tunggu temperatur pada autoclave menurun dan
buka autoclave. Proses sterlisasi kedua yang dilakukan adalah sterilisasi kering.
Proses sterilisasi kering yang dilakukan di Laboratoium Perikanan Universitas
Sriwijaya menggunakan bunsen, hotplate dan oven. Bila menggunakan bunsen
dan hotplate praktikan cukup meletakkan alat atau bahan pada alat tersebut.
Namun, jika praktikan mensterilisasi bahan dengan menggunakan oven maka
praktikan harus memperhatikan cara menggunakan oven dengan baik.
Berbagai percobaan yang dilakukan pada praktikum ini membuat para
praktikan jadi lebih mengetahui berbagai alat yang digunakan pada praktikum
mulai dari kegunaannya, cara menggunakannya, dan sebagainya agar pada
praktikum selanjutnya praktikan jadi lebih mengerti menggunakan alat tersebut.

Universitas Sriwijaya

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

Universitas Sriwijaya

5.1. Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum pengenalan alat, maka dapat menarik
kesimpulan sebagai berikut :
1. Dapat mengetahui fungsi atau kegunaan dari alat-alat yang telah kita kenal di
laboratorium.
2. kecerobohan para praktikan dapat menyebabkan kecelakaan terhadap dirinya
dan orang lain didekatnya.
3. Pengenalan alat dilakukan bertujuan agar praktikan dapat mengerti bagaimana
cara penggunaan dan fungsi-fungsi dari masing-masing alat yang terdapat
didalam laboratorium Mikrobiologi Hasil Perikanan.
4. Alat-alat yang ada dilaboratorium biasanya terdiri dari beker glass, gelas ukur,
tabung reaksi, cawan petri, erlenmeyer dan sebagainya.
5. Dalam menggunakan alat laboratorium harus sesuai dengan fungsinya masingmasing.
5.2. Saran
Untuk pengenalan alat-alat dan penjelasan tentang materi yang dijelaskan
diharapkan lebih diperjelas, agar praktikan bias lebih memahami materi tersebut.
Dan para praktikan sebaiknya lebih hati-hati menggunakan alat-alat di
laboratorium karena sebagian dari peralatannya terbuat dari bahan kaca.

Universitas Sriwijaya

DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro, D.2003. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta
Hafsah Penuntun Praktikum Mikrobiologi Umum (Fakultas Sains dan Teknologi
UIN: Makassar. 2011)
Herdiana. 2004. Penuntun Praktikum Dasar-dasar Mikrobiologi Aquatik.
Palembang: Universitas Sriwijaya.
Imamkhasani. 1990. Dasar-dasar Praktikum Laboratorium. Rineka Cipta,
Jakarta.
Laila, Khusucidah. 2006. Krelasi Antara Pengetahuan Alat Praktikum dengan
Psikomotorik Siswa kelas XII IPA SMAN 11 Semarang Materi pokok.
Univ. Negeri semarang.
Lestari et al., 2009. Mikrobiologi umum. http: // Mikrobiologi Umum /DinaNufailah.PDF (diakses pada 22 Februari 2015)
Mored. 2000. Biokimia 2000. Erlangga. Jakarta.
Setiawati. 2002. Biokimia I. Jogjakarta: Gajah Mada University Press
Subroto, Djoko. 2000. Alat-alat Laboratorium. Solo: CV Aneka.
Waluyo, 2008 Mikrobiologi Umum.UMM Press:Jakarta