Anda di halaman 1dari 8

REVIEW JURNAL

ENTREPRENEURIAL, TECHNICAL, AND VOCATIONAL


SKILLS REQUIRED FOR SELF-RELIANCE AND JOB CREATION
IN NIGERIA

OLEH:
NI LUH PUTRI SETYASTRINI
(1306305104)
17

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2015

REVIEW JURNAL
Judul

Entrepreneurial, Technical, and Vocational Skills Required for SelfReliance and Job Creation in Nigeria
(Keterampilan yang Berkaitan dengan Wirausaha, Teknis dan
Kejuruan yang Diperlukan untuk Kemandirian dan Penciptaan

Penulis

Lapangan Pekerjaan di Nigeria)


Umunadi, E. Kennedy Ph.D. (2014), Technical and Business Education,

Jurnal
Abstraksi

Delta State University, P.M.B.I, Abraka


British Journal of Education. Vol 2 No 5. (2014) p.(48-56)
Jurnal ini disusun untuk menguji mengenai ketrampilan dalam
berwirausaha, teknis, dan kejuruan yang diperlukan untuk menciptakan
kemandirian dan lapangan pekerjaan. Keprihatinan yang terjadi di industri
saat ini adalah mengenai kualifikasi yang tidak mencukupi dari tenaga
terampil yang ada dan banyaknya lulusan yang tidak memiliki pekerjaan
di Nigeria. Oleh sebab itu, diperlukannya perubahan kurikulum yang
berkaitan dengan ketrampilan dalam berwirausaha, teknis dan kejuruan
agar dapat ditinjau kemungkinan dalam mengidentifikasi kemampuan
untuk bertahan hidup dan inisiatif dalam memperoleh pendapatan agar
mandiri dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan. sehingga, komite
kurikulum gabungan harus dibentuk untuk menyoroti mengenai isu

Kata Kunci

keterampilan.
Kewirausahaan, Wirausaha, Teknis, Kejuruan, Mandiri dan Penciptaan

Pendahuluan

Lapangan Pekerjaan
Adanya individu yang tidak memiliki pekerjaan serta individu yang
dipecat dari sekolah di Nigeria memunculkan kewirausahaan sebagai
salah satu bentuk pendidikan yang diberikan kepada orang-orang tersebut.
Kewirausahaan juga dijadikan sebagai strategi untuk menyelesaikan
masalah sosial dari pengangguran, kemiskinan, dan ketidakseimbangan
perkembangan teknologi. Kewirausahaan dapat menjadikan individu
untuk lebih sering melakukan eksplorasi dalam hal meraih kesuksesan
melalui investasi modal yang menguntungkan atau yang nantinya akan
merugikan. Sebagai bidang studi, kewirausahaan dapat menemukan

potensi tersembunyi individu sebagai wirausaha maupun pencipta


lapangan pekerjaan. Fungsi utama dari studi kewirausahaan pada sekolah
atau perguruan tinggi adalah untuk memungkinkan siswa atau mahasiswa
untuk menggali potensi diri selama mengikuti pendidikan yang sedang
ditempuh, memberikan pandangan lain kepada siswa atau mahasiswa
selain sebagai pekerja dalam institusi pemerintahan maupun perusahaan,
Rumusan

mereka dapat menjadi wirausaha.


Bagaimanakah keterampilan dalam berwirausaha, teknis dan

Masalah

kejuruan akan berpengaruh terhadap kemandirian serta penciptaan

Tujuan

lapangan pekerjaan di Nigeria?


Untuk menguji pengaruh dari keterampilan dalam berwirausaha,

Penulisan

teknis dan kejuruan terhadap kemandirian serta penciptaan lapangan

Kajian Teori

pekerjaan di Nigeria.
Menurut Caree and Thurick (2002) seorang wirausaha adalah
individu yang giat dalam membangun usaha melewati risiko dan atau
inisiatif. Wirausaha dalam kamus bahasa Inggris merupakan istilah yang
diberikan kepada seseorang yang bersedia untuk membantu, mendirikan
sebuah usaha baru atau perusahaan dan bertanggungjawab penuh atas
hasil yang diperoleh. Seorang wirausaha adalah agen ekonomi yang
berkaitan dengan produksi tanah , tenaga kerja lain serta modal lain dan
dengan demikian menghasilkan sebuah produk. Dengan menjual
produknya ke pasar, maka wirausaha tersebut dapat membayar sewa atau
tanah, menggaji pekerjanya, bunga atas modal dan yang tersisa atas
labanya, seorang wirausaha menginginkan untuk memanfaatkan sumber
daya alam seminimal mungkin dan memperoleh hasil produksi
semaksimal mungkin serta hasil yang lebih besar.
Kewirausahaan adalah kegiatan mengidentifikasi,

memulai,

mengorganisasi dan membawa impian ke suatu produk, jasa, proses,


strategi organisasi, strategi promosi atau ceruk pasar yang baru.
(Akinwumi, 2012). Kekuatan kreatif kewirausahaan telah menyebar di
seluruh pasar dan industri dan secara bersamaan menciptakan produk baru
dan model bisnis. Kesamaan tujuan karir dari hal-hal yang berkaitan

dengan wirausaha, teknis dan pendidikan kejuruan memiliki sebuah


pernyataan yang menjadi titik pertemuan individu untuk memperoleh
keterampilan yang diperlukan agar menjadi mandiri dalam bidang yang
dipilih dalam Kebijakan Nasional Pendidikan (FRN, 2004):
1. Tenaga kerja yang terlatih akan dilengkapi dengan pengetahuan
ilmiah, teknologi dan pengetahuan bisnis khususnya pada keahlian
serta keahlian canggih pada tingkat teknis.
2. Pengetahuan teknis dan keterampilan kejuruan diperlukan untuk
pertanian, komersial dan pertumbuhan ekonomi.
3. Pelatihan dan pemberian keterampilan yang diperlukan agar
individu menjadi mandiri secara ekonomis
Tujuan karir mensyratkan semua keterampilan pendidikan teknis
diperlukan oleh pengusaha untuk bertahan sebagai pemilik bisnis.
Meskipun demikian, subjek yang terpenting dalam dunia bisnis sehingga
menjadi pengusaha paling sukses adalah pendidikan teknis dengan
pelatihan. Pengusaha dengan pengetahuan tentang pendidikan teknis
sering memiliki performa yang lebih baik daripada rekan-rekan mereka
yang tidak mahir dalam subjek tersebut (Ugwuda, 2014). Selain itu,
kewirausahaan dapat didefinisikan juga sebagai proses menggunakan
inisiatif pribadi untuk mengubah konsep bisnis menjadi sebuah usaha atau
menumbuhkan usaha baru dan keragaman usaha yang ada atau
perusahaan dengan pertumbuhan yang tinggi baru potensial. Akonbowa
(2005) berpendapat bahwa kewirausahaan adalah penciptaan organisasi
baru dan bahwa itu adalah proses menciptakan ide-ide baru melalui
pengabdian waktu danusaha. Mengingat definisi di atas, salah satu syarat
yang harus dipenuhi sebagai wirausaha ia harus menjadi pencetus ide
bisnis yang menguntungkan.
Lokasi
Penelitian
Variabel
Penelitian

Penelitian ini dilakukan di negara Nigeria.


Variabel bebas dari penelitian ini adalah hal-hal yang berkaitan
dengan wirausaha, keterampilan teknis dan keterampilan kejuruan.
Variabel terikat dari penelitian ini adalah mandiri dan penciptaan
lapangan pekerjaan.

Hasil
Penelitian

Berbagai program telah dimulai di masa lalu oleh pemerintahan


militer dan sipil dan badan hukum di negara Nigeria yang bertujuan untuk
memperoleh

keterampilan,

mandiri,

penciptaan

lapangan

kerja,

pemberantasan kemiskinan, kecukupan pangan, penciptaan kekayaan,


pemberdayaan pemuda dan pengurangan kejahatan di sosial masyarakat.
Namun sangat disayangkan, saat ini para lulusan di Nigeria banyak yang
menganggur sebagai akibat dari kurangnya keterampilan yang berkaitan
dengan wirausaha, teknis dan kejuruan yang diperlukan untuk pekerjaan
sebagai tenaga terampil. Suatu hal yang penting dari pengembangan
ketrampilan di Nigeria adalah untuk memastikan bahwa sumber daya
manusia yang dikembangkan sedemikian rupa telah mencapai tingkat
yang diinginkan dari perubahan teknologi dan tidak akan terhambat
karena kurangnya personil dengan keterampilan yang sesuai dan
fungsional untuk dunia kerja.
Perolehan keterampilan dalam sistem pendidikan di Nigeria dapat
melalui pendidikan teknis dan kejuruan. Hal ini dilakukan melalui
pengajaran, pelatihan, pelatihan ulang, pengalaman praktis dan pelatihan
pekerjaan yang akan dilakukan. (Uzoka dan Bayode, 2010). Pendidikan
teknis dan kejuruan adalah pendidikan yang memberikan keterampilan,
pengetahuan dan sikap yang mengarah ke penciptaan individu yang
pandai dan produktif (Ndagi, 1998). Pendidikan teknis dan kejuruan
menekankan pada keterampilan, pengetahuan dan sikap akuisisi untuk
produktivitas dan kemandirian. Perolehan keterampilan dapat dicapai
dalam beberapa bidang pendidikan kejuruan, sebagai berikut:

Industri dan perdagangan


Pendidikan kejuruan mengenai pertanian
Ekonomi dalam negeri
Pendidikan bisnis
Pendidikan yang terdistribusi
Pendidikan teknis memberdayakan dan mempersiapkan individu

untuk mencapai potensi penuh untuk kontribusi untuk kehidupan yang


lebih

berkualitas.

Onwuka

(2000)

menunjukkan bahwa

melalui

pendidikan

teknis

individu

diberdayakan

untuk

mengembangkan

kemampuan dan nilai-nilai manfaat dari individu dan masyarakat. Dalam


penelitian ini, peneliti menerapkan keterampilan yang berkaitan dengan
wirausaha, teknis dan kejuruan di pendidikan sistem formal untuk
membantu individu pengangguran untuk memperoleh keterampilan dan
pengetahuan yang diperlukan untuk memungkinkan mereka melakukan
tugas di dunia kerja. Hornby (2010) menyatakan bahwa individu dapat
memperoleh pendidikan melalui proses pengajaran, pelatihan dan
pembelajaran terutama di institusi untuk meningkatkan pengetahuan dan
mengembangkan keterampilan.
Ada banyak alasan atas kegagalan wirausaha di Nigeria menurut
Amera dan Emuwa (2011) dan Ali - Momoh (2011). Para peneliti ini
menunjukkan bahwa ada infrastruktur atau fasilitas yang tidak memadai
seperti jalan yang baik dan listrik. Ada masalah listrik di Nigeria dan
masalahnya masih sama sampai saat ini. Masalah mengenai pendidikan
teknologi telah menjadi masalah besar di negara tersebut. Lembagalembaga di Nigeria tidak memiliki pengetahuan teknis dan sebagian besar
kursus yang berorientasi ilmu yang diajarkan secara teoritis dan aspek
praktis dari kursus tidak memberikan pertimbangan yang matang.
Campur tangan pemerintah dan ketidakstabilan politik adalah alasan
lain mengapa para wirausaha di Nigeria tidak sukses seperti wirausaha,
pendidikan teknis dan kejuruan di negara-negara maju. Kegiatan
pemerintah Nigeria dan kebijakan pemerintah yang ikut campur dalam
pertumbuhan kewirausahaan di berbagai kota di seluruh negara. Kegiatan
politik dan lingkungan suatu negara secara garis besar dapat
mempengaruhi iklim kewirausahaan di suatu negara. Ada pula halangan
lainnya, yaitu ketidakpercayaan, ketidakjujuran dan korupsi. Keinginan
untuk menjadi kaya adalah alasan untuk melakukan korupsi dan sindrom
menjadi kaya dapat memfasilitasi individu untuk menjadi tidak jujur dan
akhirnya ketidakpercayaan dalam dunia bisnis akan muncul. Di Nigeria,
ada beberapa pengusaha yang tidak membayar gaji pegawainya saat akhir
bulan. Pengusaha seharusnya memperlakukan pekerja seperti rekan usaha

bisnis mereka. Mereka harus jujur dalam berurusan dengan karyawan


mereka (Ajayi, et al, 2012).
Masyarakat akan mandiri ketika mereka memiliki kemungkinan
untuk mengakses dan memperoleh hal penting dalam kehidupan yang
meliputi

makanan,

pakaian,

tempat

penampungan,

obat-obatan,

transportasi, dan pendidikan fungsional (Ofoye, 2010). Penciptaan


pekerjaan mungkin dapat dilakukan jika calon atau personil memiliki
keterampilan kewirausahaan, teknis atau kejuruan yang diperlukan untuk
membuat atau mengamankan pekerjaan baik dalam industri atau menjadi
individu yang mandiri. Alasan untuk penciptaan lapangan kerja adalah
untuk memproduksi barang serta jasa dan pembentukan perusahaan harus
memerlukan

tenaga

terampil

untuk

mengaktualisasikan

tujuan

perusahaan.
Lingkungan sosial dan ekonomi di Nigeria sehubungan dengan
teknis dan pendidikan kejuruan, menyerukan penciptaan kemitraan penuh
antara pengusaha dan pendidik dalam mempersiapkan individu untuk
dunia kerja. Pendidikan teknis dan kejuruan dapat memperluas cakrawala
untuk memberikan pilihan baru bagi kaum muda dan berkontribusi
terhadap peningkatan produktivitas melalui keterlibatan dalam pendidikan
kewirausahaan

(Mndebele

dan

Lukhele,

1995).

Proses

untuk

memperkenalkan kewirausahaan harus dimulai baik di tingkat menengah


dan pasca tingkat menengah. Kebutuhan untuk memperluas kemampuan
individu untuk menganalisis keterampilan kerja mereka sendiri dalam
rangka menciptakan dan memperluas basis ekonomi saat ini sangat
Simpulan

penting untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Hal-hal yang berkaitan dengan wirausaha, teknis dan pendidikan
kejuruan dapat dijelaskan sebagai bentuk sinonim dari pelatihan yang
bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan seseorang, keterampilan,
pikiran, sikap dan karakter terhadap kemandirian dan penciptaan lapangan
kerja. Ketiga bidang ini khusus disiapkan untuk mempromosikan
keterampilan yang dibutuhkan untuk dunia kerja di berbagai bidang
kehidupan usaha. Pendidikan kewirausahaan dapat dijelaskan sebagai

bentuk pendidikan yang diberikan kepada pengusaha yang bersedia


membantu, meluncurkan usaha baru atau perusahaan dan menerima
tanggung jawab penuh untuk hasilnya. Seorang pengusaha bisa
didefinisikan

sebagai

mengembangkan

individu

kegiatan

usaha

yang

berinovasi

yang

yang

tidak

sebelumnya.

ada

telah

Kewirausahaan adalah seni yang melibatkan kegiatan dimana orang dapat


mencari nafkah, serta memberikan kesempatan kerja bagi yang lain.
Teknis dan pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang memberikan
keterampilan, pengetahuan dan sikap yang mengarah untuk menciptakan
individu yang pandai dan produktif. Kepandaian dan kualitas tenaga
pendidik yang produktif di teknis dan kejuruan menjelaskan dengan baik
titik pertemuan dari wirausaha, teknis dan pendidik kejuruan di era
Rekomendasi

pengangguran dan pemberantasan kemiskinan di masyarakat.


a. Pemerintah harus menyediakan fasilitas infrastruktur yang memadai
seperti barang dan listrik
b. Pendidikan teknologi harus diberikan perhatian oleh pemerintah dan
guru di lembaga pendidikan menengah dan lanjutan.
c. Pemerintah harus mendirikan pusat pelatihan kewirausahaan teknis
dan kejuruan untuk menghasilkan tenaga terampil yang diperlukan
untuk memenuhi tuntutan lokal tenaga terampil di Nigeria.
d. Pusat lembaga kewirausahaan di Nigeria harus dilengkapi dan
dimanfaatkan untuk membantu universitas dan institusi lain untuk
menjembatani kesenjangan yang dibuat oleh sifat teoritis program
pendidikan kewirausahaan, teknis dan kejuruan di Nigeria.
e. Pemerintah harus menyusun sebuah kurikulum bersama mengenai
kewirausahaan, teknis dan pendidikan kejuruan untuk menyoroti
kemungkinan ketidakcocokan pengetahuan keterampilan dan inisiatif
atau perolehan keterampilan untuk kemandirian dan penciptaan
pekerjaan.