Anda di halaman 1dari 20

Outline Presentasi

Portret Birokrasi Indonesia

Arah Kebijakan

9 Program Akselerasi

Penutup

Potret Birokrasi Indonesia

• Organisasi – Struktur gemuk dan tidak fit dengan fungsi • Hukum dan Peraturan Perundang-undangan –
Organisasi
– Struktur gemuk dan tidak fit dengan fungsi
Hukum dan Peraturan Perundang-undangan
– Kontradiktif dan Ambigu
Sumber Daya Aparatur
Overstaffed dan Understaffed
– Masalah Integritas
Business Process dalam Pelayanan Publik
– Prosedur, biaya dan waktu yang tidak pasti
– Pelayanan Publik yang tidak berkualitas, terbuka celah korupsi
Mindset dan Culture Set
– Tidak innovatif, tidak memiliki semangat perubahan

Beberapa Masalah SDM Aparatur

Rekrutmen yang tidak objektiv, tidak kompetitif dan KKN

Promosi Jabatan yang masih tertutup dan KKN

Level Remunerasi yang rendah dan tidak terkait dengan Kinerja

Masih belum terbangunnya sistem dan Budaya Kinerja

Indikator Eksis dan Target

Targets

Indicators

Baseline

Target

(2009)

(2014)

Creating clean government (free from Corruption)

Corruption Perception Index

2,8

5,0

Supreme Audit’s (BPK) Unqualified Opinion (WTP)

National

42,17%

100%

Sub-National

2,73%

60%

Increasing Public Service Quality

National Integrity Index

National

6,64

8,0

Sub-National

6,46

8,0

Ease of Doing Business Rank

122

75

Developing gov’t capacity and performance

Gov’t Effectiveness Index

-0,29

0,5

accountability

Number of Accountable Gov’t Offices (LAKIP)

24%

80%

4 Pilar Reformasi Birokrasi s/d 2014

Pemerintahan yang Efektif dan Efisien SDM Aparatur yang Kompeten dan Kompetitif Pemerintahan yang terbuka dan berbasiskan
Pemerintahan
yang Efektif dan
Efisien
SDM Aparatur
yang Kompeten
dan Kompetitif
Pemerintahan yang
terbuka dan
berbasiskan ICT
Pemerintahan
yang
partisipatif

Program Goal:

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik, meningkatnya Akuntabilitas Pemerintahan dan Bebas KKN

Program Goal: Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik, meningkatnya Akuntabilitas Pemerintahan dan Bebas KKN Objective 2: Objective 1:
Objective 2: Objective 1:
Objective 2:
Objective 1:
Objective 4:
Objective 4:

Pemerintahan

 

SDM yang

 

Objective 3:

 

Pemerintahan

 

Kompeten dan

Pemerintahan

yang Efektif dan Efisien

Kompetitif

Terbuka yang

Berbasiskan

yang

Partisipatif

 

ICT

Program results

 

Program results

 

Program results

 

Program results

Struktur

Terpetakannya

Terlaksananya

Implemented

Pemerintahan

Analisis Jabatan,

GRMS (Govt.

National Public

yang tepat

Analisis

Ressource

Complaint

kebutuhan dan

Management

Handling System

Konsolidasi Kempan, LAN, BKN, BPKP dan

Analisis Kompetensi SDM Nasional

System)

Terlaksananya

Terlaksananya Pusat Pengaduan

ANRI

One Stop Service

Pelayanan Publik

SDM yang

yang Efektif

Nasional

Menurunnya

kompeten berdasarkan UU

Belanja

ASN

Pemeringkatan

Terimplementasi-

Pegawai di

Kualitas

kannya kebijakan

APBN/D (Max

Pelayanan Publik

No Wrong Door

50%)

Promosi Terbuka berbasiskan Kinerja

yang teraudit

Policy

         

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi Penataan Struktur Birokrasi Penataan Jumlah dan Distribusi PNS Sistem Seleksi CPNS
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi Penataan Struktur Birokrasi Penataan Jumlah dan Distribusi PNS Sistem Seleksi CPNS
Penataan Struktur Birokrasi
Penataan Struktur Birokrasi
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi Penataan Struktur Birokrasi Penataan Jumlah dan Distribusi PNS Sistem Seleksi CPNS

Penataan Jumlah dan Distribusi PNS

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi Penataan Struktur Birokrasi Penataan Jumlah dan Distribusi PNS Sistem Seleksi CPNS
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi Penataan Struktur Birokrasi Penataan Jumlah dan Distribusi PNS Sistem Seleksi CPNS
Sistem Seleksi CPNS dan Promosi PNS secara Terbuka Profesionalisasi PNS
Sistem Seleksi CPNS dan Promosi PNS
secara Terbuka
Profesionalisasi PNS

Peningkatan Transparansi dan

Akuntabilitas Aparatur

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi Penataan Struktur Birokrasi Penataan Jumlah dan Distribusi PNS Sistem Seleksi CPNS
Penyederhanaan Perizinan Usaha
Penyederhanaan Perizinan Usaha
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi Penataan Struktur Birokrasi Penataan Jumlah dan Distribusi PNS Sistem Seleksi CPNS
   

Peningkatan Kesejahteraan Pegawai

 

Negeri

   

Pengembangan Sistem Elektronik

Pemerintah (E-Government)

Pemerintah (E-Government)

   

Efisiensi Penggunaan Fasilitas,

Sarana dan Prasarana Kerja

Sarana dan Prasarana Kerja

Pegawai Negeri

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

a. A nalisis & Pemetaan Jabatan a. Evaluasi & Penataan Organisasi K/L di K/L & Pemda
a.
A nalisis & Pemetaan Jabatan
a.
Evaluasi & Penataan Organisasi K/L
di K/L & Pemda
b.
Evaluasi dan Penataan Jabatan Struktural
Es. III, IV & V pada Unsur Pelaksana &
Penunjang
a.
K ebijakan seleksi CPNS melalui:
b.
Kebijakan Minus Growth
(Penerimaan < Jumlah PNS
c.
Evaluasi Pemda
Pensiun setiap tahun)
Kerjasama dengan Konsorsium
PTN untuk seleksi CPNS
Penggunaan Computer
d.
Evaluasu LNS
c.
Kebijakan Pembatasan
e.
Evaluasi UPT Es. II
dan/atau Pengurangan
Belanja Pegawai
Assissted Text (CAT) untuk
seleksi CPNS
b.
Kebijakan Promosi PNS
d.
Penataan Struktur Birokrasi
Monev Redistribusi/Realokasi
PNS
Penguatan Assessment Center
untuk Promosi Jabatan, Diklat
e.
Kebijakan Pemberian Pensiun
Dini secara sukarela
Penjenjangan dan/atau
Fungsional
c.
Penataan Jumlah dan Distribusi PNS
Kebijakan Pengisian Lowongan
Jabatan Secara Terbuka Antar
Instansi baik Tingkat Nasional
maupun Regional
Sistem Seleksi CPNS dan Promosi PNS
secara Terbuka
Profesionalisasi PNS
a. Penetapan Standar Kompetensi b. Peningkatan Kemampuan PNS Berbasis Kompetensi c. Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri Sistem
a.
Penetapan Standar Kompetensi
b.
Peningkatan Kemampuan PNS
Berbasis Kompetensi
c.
Peningkatan Kesejahteraan Pegawai
Negeri
Sistem Nasional Diklat PNS Berbasis
Kompetensi
d.
Penegakan Etika dan Disiplin Pegawai
Negeri
a.
Perbaikan struktur Penggajian
e.
Sertifikasi Kompetensi Profesi
b.
Pemberian Tunjangan Berbasis
Kinerja secara bertahap
f.
Mutasi dan Rotasi Sesuai dengan
Kompetensi Secara Periodik
c.
Penyempurnaan Sistem Pensiun
g.
Pengukurn Kinerja Individu
d.
Peningkatan Jaminan Kesehatan bagi
Aparatur dan Pensiunan
h.
Penguatan Jabatan Fungsional:
Pengembangan Sistem Elektronik
Pemerintah ( E -Government )
Penambahan jumlah
Penetapan Pola Karier
Peningkatan Kemampuan
Peningkatan Tunjangan
a.
Kebijakan E -Office
b.
Kebijakan E -Planning
c.
Kebijakan E -Budgeting
d.
Kebijakan E -Procurement
e.
Kebijakan E -Performance
Efisiensi Penggunaan Fasilitas, Sarana dan Prasarana Kerja Pegawai Negeri
Efisiensi Penggunaan Fasilitas,
Sarana dan Prasarana Kerja
Pegawai Negeri

Harta kekayaan PNS

  • 1. Wajib dilaporkan

  • 2. Sebagai dasar dalam promosi dan kenaikan pangkat

  • 3. Sanksi tegas bagi PNS yang punya transaksi keuangan yang tidak wajar (rekening gendut) (PP 53/2010)

Larangan Penggunaan rekening pribadi untuk keperluan proyek Penertiban pembuatan rekening untuk penampungan

sementara ( escrow account ) Penerapan sistem pengaduan dugaan penyimpangan yang terjadi di K/L/Pemda yang dapat memberikan perlindungan terhadap pelapor ( whistle blower ) Pekerjaan yang tidak selesai dalam satu tahun dilaksanakan bertahap ( multi years)

Pengajuan APBN/D - P harus melalui evaluasi

Peningkatan peran APIP dalam pengawasan dan pencegahan

korupsi Peningkatan akuntabilitas keuangan dan kinerja instansi pemerintah

Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Aparatur

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi a. A nalisis & Pemetaan Jabatan a. Evaluasi & Penataan Organisasi

Penyederhanaan Perizinan Usaha

a.

Deregulasi Perizinan Usaha Penguatan Pelayanan Terpadu Satu

Deregulasi Perizinan Usaha

Penguatan Pelayanan Terpadu Satu

b.

Pintu

c.

Pembatasan Waktu Pengurusan Izin

d.

Kejelasan Biaya dan Persyaratan Perizinan

e.

Penguatan Budaya Pelayanan Prima melalui:

 

a.

 

b.

Penetapan dan Penerapan Standar Pelayanan Publik dan Maklumat Pelayanan Pemeringkatan Pelayanan Publik Seluruh K/L dan Pemda Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pengelolaan Pengaduan Masyarakat

Kebijakan Efisiensi Penggunaan Fasilitas Kedinasan Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja
Kebijakan Efisiensi Penggunaan
Fasilitas Kedinasan
Standarisasi Sarana dan Prasarana
Kerja

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENATAAN STRUKTUR BIROKRASI 1. Evaluasi dan Penataan Organisasi K/L 2. Evaluasi

PENATAAN STRUKTUR BIROKRASI

  • 1. Evaluasi dan Penataan Organisasi K/L

  • 2. Evaluasi dan Penataan Jabatan Struktural Eselon III, IV dan V pada Unsur Pelaksana dan Penunjang

  • 3. Evaluasi Pemda

  • 4. Evaluasi LNS

  • 5. Evaluasi UPT Eselon II

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENATAAN STRUKTUR BIROKRASI 1. Evaluasi dan Penataan Organisasi K/L 2. Evaluasi
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENATAAN STRUKTUR BIROKRASI 1. Evaluasi dan Penataan Organisasi K/L 2. Evaluasi

Melihat ulang

organisasi K/L

 

Mengidentifikasi

kebutuhan riil

organisasi

Menata LNS (Tahun 2011 sudah dilakukan evaluasi terhadap 10

LNS)

Melihat ulang UNT Eselon II

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENATAAN STRUKTUR BIROKRASI 1. Evaluasi dan Penataan Organisasi K/L 2. Evaluasi

Memperoleh

organisasi birokrasi

yang tepat

Birokrasi yang efektif,

efisien dan melayani

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENATAAN JUMLAH DAN DISTRIBUSI PNS a. Analisis & Pemetaan Jabatan di

PENATAAN JUMLAH DAN DISTRIBUSI PNS

  • a. Analisis & Pemetaan Jabatan di K/L & Pemda

  • b. Kebijakan Minus Growth (Penerimaan < Jumlah PNS Pensiun setiap tahun)

  • c. Kebijakan Pembatasan dan/atau Pengurangan Belanja Pegawai

  • d. Monev Redistribusi/Realokasi PNS

  • e. Kebijakan Pemberian Pensiun Dini secara sukarela

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENATAAN JUMLAH DAN DISTRIBUSI PNS a. Analisis & Pemetaan Jabatan di
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENATAAN JUMLAH DAN DISTRIBUSI PNS a. Analisis & Pemetaan Jabatan di

Melihat ulang kebutuhan riil PNS

Menurunkan pertumbuhan jumlah PNS

Mengatur

Redistribusi/Realokasi

PNS

Merencanakan kebutuhan CPNS sesuai kebutuhan

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENATAAN JUMLAH DAN DISTRIBUSI PNS a. Analisis & Pemetaan Jabatan di

Mengurangi Belanja Pegawai

Birokrasi yang efektif,

efisien dan melayani

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi SISTEM SELEKSI CPNS DAN PROMOSI PNS SECARA TERBUKA a. Kebijakan seleksi

SISTEM SELEKSI CPNS DAN PROMOSI PNS

SECARA TERBUKA

  • a. Kebijakan seleksi CPNS melalui:

Kerjasama dengan Konsorsium PTN untuk seleksi CPNS

Penggunaan Computer Assissted Text (CAT) untuk seleksi CPNS

  • b. Kebijakan Promosi PNS Penguatan Assessment Center untuk Promosi Jabatan, Diklat Penjenjangan dan/atau Fungsional

  • c. Kebijakan Pengisian Lowongan Jabatan Secara Terbuka Antar Instansi baik Tingkat Nasional maupun Regional

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi SISTEM SELEKSI CPNS DAN PROMOSI PNS SECARA TERBUKA a. Kebijakan seleksi
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi SISTEM SELEKSI CPNS DAN PROMOSI PNS SECARA TERBUKA a. Kebijakan seleksi

Menciptakan sistem rekruitmen dan promosi yang selektif

Menjaring calon-calon yang berkualitas

Mengurangi KKN dalam proses seleksi

Mendorong kinerja birokrasi melalui penempatan pegawai yang tepat

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi SISTEM SELEKSI CPNS DAN PROMOSI PNS SECARA TERBUKA a. Kebijakan seleksi

Birokrasi yang efektif,

efisien, bersih dan melayani

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PROFESIONALISASI PNS a. Penetapan Standar Kompetensi b. Peningkatan Kemampuan PNS Berbasis

PROFESIONALISASI PNS

  • a. Penetapan Standar Kompetensi

  • b. Peningkatan Kemampuan PNS Berbasis Kompetensi

  • c. Sistem Nasional Diklat PNS Berbasis Kompetensi

  • d. Penegakan Etika dan Disiplin Pegawai Negeri

  • e. Sertifikasi Kompetensi Profesi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PROFESIONALISASI PNS a. Penetapan Standar Kompetensi b. Peningkatan Kemampuan PNS Berbasis
  • f. Mutasi dan Rotasi Sesuai dengan Kompetensi Secara Periodik

  • g. Pengukuran Kinerja Individu

  • h. Penguatan Jabatan Fungsional:

Penambahan jumlah

Penetapan Pola Karier

Peningkatan Kemampuan

Peningkatan Tunjangan

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PROFESIONALISASI PNS a. Penetapan Standar Kompetensi b. Peningkatan Kemampuan PNS Berbasis

Menciptakan standar kompetensi jabatan yang menjadi acuan bagi penembatan dalam jabatan

Meningkatkan dan menjaga kualitas SDM Aparatur

Meningkatkan disiplin dan kinerja PNS

Mendorong PNS

untuk memberikan kontribusi kinerja melalui jabatan fungsional

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PROFESIONALISASI PNS a. Penetapan Standar Kompetensi b. Peningkatan Kemampuan PNS Berbasis

Birokrasi yang efektif,

efisien, bersih dan melayani

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI a. Perbaikan struktur Penggajian b. Pemberian Tunjangan

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI

NEGERI

  • a. Perbaikan struktur Penggajian

  • b. Pemberian Tunjangan Berbasis Kinerja secara bertahap

  • c. Penyempurnaan Sistem Pensiun

  • d. Peningkatan Jaminan Kesehatan bagi Aparatur dan Pensiunan

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI a. Perbaikan struktur Penggajian b. Pemberian Tunjangan
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI a. Perbaikan struktur Penggajian b. Pemberian Tunjangan

Menciptakan sistem

penggajian yang

memberikan kesejahteraan bagi PNS

Menghubungkan sistem tunjangan kinerja dengan prestasi PNS

Menjamin kesehatan PNS dan Pensiunan

Menciptakan sistem pensiun yang mensejahterakan para pensiunan PNS

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI NEGERI a. Perbaikan struktur Penggajian b. Pemberian Tunjangan

Mendorong motivasi kerja PNS

Birokrasi yang efektif, efisien, bersih dan

melayani

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENGEMBANGAN SISTEM ELEKTRONIK PEMERINTAHAN ( E-GOVERNMENT ) a. Kebijakan E-Office (pengembangan

PENGEMBANGAN SISTEM ELEKTRONIK

PEMERINTAHAN (E-GOVERNMENT)

  • a. Kebijakan E-Office (pengembangan Website, E-Administrasi Umum/ Manajemen Dokumen Elektronik (E-Arsip), Administrasi Keuangan Elektronik/Sistem Keuangan Elektronik, dan Administrasi Kepegawaian Elektronik/Simpeg)

  • a. Kebijakan E-Planning

  • b. Kebijakan E-Budgeting

  • c. Kebijakan E-Procurement

  • d. Kebijakan E-Performance (SAKIP)

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENGEMBANGAN SISTEM ELEKTRONIK PEMERINTAHAN ( E-GOVERNMENT ) a. Kebijakan E-Office (pengembangan
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENGEMBANGAN SISTEM ELEKTRONIK PEMERINTAHAN ( E-GOVERNMENT ) a. Kebijakan E-Office (pengembangan

Mengembangkan pemerintahan yang berbasis Teknologi Informasi

Mendorong efektivitas, efisiensi dan peningkatan kualitas pelayanan

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENGEMBANGAN SISTEM ELEKTRONIK PEMERINTAHAN ( E-GOVERNMENT ) a. Kebijakan E-Office (pengembangan
Mengurangi KKN
Mengurangi KKN

Birokrasi yang efektif, efisien, bersih dan

melayani

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi EFISIENSI PENGGUNAAN FASILITAS, SARANA DAN PRASARANA KERJA PNS a. Kebijakan efisien

EFISIENSI PENGGUNAAN FASILITAS, SARANA

DAN PRASARANA KERJA PNS

  • a. Kebijakan efisien penggunaan fasilitas Kedinasan

  • a. Standarisasi sarana dan prasarana kerja

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi EFISIENSI PENGGUNAAN FASILITAS, SARANA DAN PRASARANA KERJA PNS a. Kebijakan efisien
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi EFISIENSI PENGGUNAAN FASILITAS, SARANA DAN PRASARANA KERJA PNS a. Kebijakan efisien

Efisiensi anggaran operasional

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi EFISIENSI PENGGUNAAN FASILITAS, SARANA DAN PRASARANA KERJA PNS a. Kebijakan efisien

Meningkatkan belanja publik

Birokrasi yang efektif,

efisien, bersih dan

melayani

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENYEDERHANAAN PERIZINAN USAHA a. Deregulasi Perizinan Usaha b. Penguatan Pelayanan Terpadu

PENYEDERHANAAN PERIZINAN USAHA

  • a. Deregulasi Perizinan Usaha

  • b. Penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

  • c. Pembatasan Waktu Pengurusan Izin

  • d. Kejelasan Biaya dan Persyaratan Perizinan

  • e. Penguatan Budaya Pelayanan Prima melalui:

Penetapan dan Penerapan Standar Pelayanan Publik dan Maklumat Pelayanan

Pemeringkatan Pelayanan Publik Seluruh K/L dan Pemda

Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Pengelolaan Pengaduan Masyarakat

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENYEDERHANAAN PERIZINAN USAHA a. Deregulasi Perizinan Usaha b. Penguatan Pelayanan Terpadu
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENYEDERHANAAN PERIZINAN USAHA a. Deregulasi Perizinan Usaha b. Penguatan Pelayanan Terpadu

Mengurangi waktu proses, menjamin kepastian, dan memberikan pelayanan berkualitas

Mendorong tumbuhnya iklim investasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENYEDERHANAAN PERIZINAN USAHA a. Deregulasi Perizinan Usaha b. Penguatan Pelayanan Terpadu

Meningkatkan

kredibilitas Indonesia dalam lingkup global

Birokrasi yang efektif, efisien, bersih dan

melayani

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENINGKATAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS APARATUR a. Harta kekayaan PNS 1. Wajib

PENINGKATAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS APARATUR

  • a. Harta kekayaan PNS

    • 1. Wajib dilaporkan

    • 2. Sebagai dasar dalam promosi dan kenaikan pangkat

    • 3. Sanksi tegas bagi PNS yang punya transaksi keuangan yang tidak wajar (rekening gendut) (PP 53/2010)

  • b. Larangan Penggunaan rekening pribadi untuk keperluan proyek

  • c. Penertiban pembuatan rekening untuk penampungan sementara (escrow account)

  • d. Penerapan sistem pengaduan dugaan penyimpangan yang terjadi di K/L/Pemda yang dapat memberikan perlindungan terhadap pelapor (whistle blower)

  • 9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENINGKATAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS APARATUR a. Harta kekayaan PNS 1. Wajib
    • e. Pekerjaan yang tidak selesai dalam satu tahun dilaksanakan bertahap (multi years)

    • f. Pengajuan APBN/D-P harus melalui evaluasi

    • g. Peningkatan peran APIP dalam pengawasan dan pencegahan korupsi

    • h. Peningkatan akuntabilitas keuangan dan kinerja instansi pemerintah

    9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENINGKATAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS APARATUR a. Harta kekayaan PNS 1. Wajib
    9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi PENINGKATAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS APARATUR a. Harta kekayaan PNS 1. Wajib
    Mengurangi KKN
    Mengurangi KKN
    SLEGNAYDUR
    SLEGNAYDUR

    Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran

    Meningkatkan kredibilitas Indonesia dalam lingkup global

    Birokrasi yang efektif,

    efisien, bersih dan

    melayani

    Sasaran Strategis Reformasi Birokrasi 2012-2014

    Tujuan

    Kualitas Pelayanan Publik yang Baik

     

    Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Aparatur yang Baik

    Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN

    Sasaran

    Peningkatan Efisiensi

    Peningkatan Pemerintahan

    Peningkatan Kapasitas Sumber

    Peningkatan Partisipasi Publik

    2014

    Pemerintahan

    yang Terbuka

    Daya Manusia Aparatur

    dalam Pemerintahan

    Sasaran

    Ditetapkannya UU Tata

    Terlaksananya secara penuh

    Terlaksananya Reform Leaders

    Pelaksanaan UU Pelayanan

    2013

    Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

    GRMS di semua K/L dan Pemda (e-planning, e- budgeting, e-procurement,

    Academy secara nasional

    Publik secara menyeluruh

    Ditetapkannya UU Badan Layanan Nirlaba

    e-payment, e-service delivery, e-performance)

    Ditetapkannya UU Etika Penyelenggara Negara

    Beroperasinga Pusat Pengaduan Pelayanan Publik Nasional

    Sasaran

    Kelembagaan

    Ditetapkannya UU

    Laporan hasil Analisis Jabatan,

    Penyusunan pedoman dan

    2012

    kementerian/LPNK/LNS yang

    Administrasi Pemerintahan

    Analisis kebutuhan dan Analisis

    pelaksanaan Kebijakan no wrong

    telah diaudit

    kompetensi

    door policy

     

    Pelaksanaan one stop services secara efektif di K/L dan Pemda

    Diterbitkannya peraturan pelaksana UU Aparatur Sipil Negara

    Penyusunan pedoman dan Pelaksanaan Penanganan Konflik Kepentingan

    Tersedianya pedoman penataan kelembagaan untuk kementerian, LPNK, dan LNS

    Terlaksananya sebagian GRMS di K/L dan Pemda, khususnya e-procurement

    Ditetapkannya UU Aparatur Sipil Negara

    Pelaksanaan kode etik secara menyeluruh di K/L dan Pemda

    Tersedianya pedoman pendukung efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan

    Terlaksananya Reform Leaders Academy di Leading Sector dalam RB

    Terbentuknya Pusat Pengaduan Pelayanan Publik Nasional

    Tersedianya pedoman pendukung Sistem Manajemen Sumber Daya Pemerintahan (Government Ressource Management System, GRMS)

    Tersedianya pedoman penataan sistem manajemen SDM Aparatur

    Ditetapkannya Peraturan Pemerintah untuk Pelaksanaan UU Pelayanan Publik

    TERIMA KASIH
    TERIMA KASIH