Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA


(GPW 0101)
ACARA IX:
PEMAHAMAN KONDISI SOSIAL EKONOMI INDONESIA

Disusun oleh :
Nama

: Mohammad Farhan Arfiansyah

NIM

: 13/346668/GE/07490

Hari, tanggal : Rabu, 18 November 2014


Waktu

: 11.00-13.00 WIB

Asisten

: 1. Elisabeth Simatupang

Asisten

: 2. Septi Purnama S.

LABORATORIUM ANALISIS DATA WILAYAH


FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

ACARA 9
PEMAHAMAN KONDISI SOSIAL EKONOMI INDONESIA

I. TUJUAN
1. Dapat memahami kondisi sosial ekonomi tiap provinsi di Indonesia
2. Dapat memahami dan mengidentifikasi tentang potensi dan permasalahan region
II. ALAT DAN BAHAN
1. Alat tulis
2. Petunjuk praktikum Geografi Regional Indonesia
3. Pensil warna
4. Kalkulator
5. Peta administrasi Indonesia
6. Buku referensi acuan lainnya
III.

TINJAUAN PUSTAKA
Fertilitas merupakan kemampuan berproduksi yang sebenarnya dari penduduk
(actual reproduction performance). Atau jumlah kelahiran hidup yang dimiliki oleh
seorang atau sekelompok perempuan.
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang
nyata dari seseorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini
menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Fekunditas, sebaliknya, merupakan
potensi fisik untuk melahirkan anak. Jadi merupakan lawan arti kata sterilitas.
Natalitas mempunyai arti sama dengan fertilitas hanya berbeda ruang lingkupnya.
Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk sedangkan natalitas
mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia.
Ukuran-Ukuran Fertilitas Tahunan
1. Tingkat Fertilitas Kasar (Crude Birth Rate)
Tingkat fertilitas kasar adalah banyaknya kelahiran hidup pada suatu tahun
tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun. Dalam ukuran CBR, jumlah
kelahiran tidak dikaitkan secara langsung dengan penduduk wanita, melainkan dengan
penduduk secara keseluruhan.
2. Tingkat Fertilitas Umum (General Fertility Rate)
Tingkat fertilitas umum mengandung pengertian sebagai jumlah kelahiran
(lahir hidup) per 1.000 wanita usia produktif (15-49 tahun) pada tahun tertentu. Pada
tingkat fertilitas kasar masih terlalu kasar karena membandingkan jumlah kelahiran

dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Tetapi pada tingkat fertilitas umum ini
pada penyebutnya sudah tidak menggunakan jumlah penduduk pada pertengahan
tahun lagi, tetapi jumlah penduduk wanita pertengahan tahun umur 15-49 tahun.
3. Tingkat Fertilitas menurut Umur (Age Specific Fertility Rate)
Diantara kelompok wanita reproduksi (15-49 tahun) terdapat variasi
kemampuan melahirkan, karena itu perlu dihitung tingkat fertilitas wanita pada tiaptiap kelompok umur. Dengan mengetahui angka-angka ini dapat pula dilakukan
perbandingan fertilitas antar penduduk dari daerah yang berbeda.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dan Menentukan Fertilitas
Ada beragam faktor yang mempengaruhi dan menentukan fertilitas baik yang
berupa faktor demografi maupun faktor non-demografi. Yang berupa faktor demografi
diantaranya adalah struktur umur, umur perkawinan, lama perkawinan, paritas,
distrupsi perkawinan dan proporsi yang kawin sedangkan faktor non-demografi dapat
berupa faktor sosial, ekonomi maupun psikologi.
Teori Ekonomi tentang Fertilitas
Pandangan bahwa faktor-faktor ekonomi mempunyai pengaruh yang kuat
terhadap fertilitas bukanlah suatu hal yang baru. Dasar pemikiran utama dari teori
transisi demografis yang sudah terkenal luas adalah bahwa sejalan dengan
diadakannya pembangunan sosial-ekonomi, maka fertilitas lebih merupakan suatu
proses ekonomis dari pada proses biologis.
New household economics berpendapat bahwa (a) orang tua mulai lebih
menyukai anak-anak yang berkualitas lebih tinggi dalam jumlah yang hanya sedikit
sehingga harga beli meningkat; (b) bila pendapatan dan pendidikan meningkat maka
semakin banyak waktu (khususnya waktu ibu) yang digunakan untuk merawat anak.
Jadi anak menjadi lebih mahal.
Di dalam setiap kasus, semua pendekatan ekonomi melihat fertilitas sebagai hasil dari
suatu keputusan rasional yang didasarkan atas usaha untuk memaksimalkan
fungsi utility ekonomis yang cukup rumit yang tergantung pada biaya langsung dan
tidak langsung, keterbatasan sumberdaya, selera. Topik-topik yang dibahas dalam
ekonomi fertilitas antara berkaitan dengan pilihan-pilihan ekonomi seseorang dalam
menentukan fertilitas (jumlah dan kualitas anak). Pertimbangan ekonomi dalam
menentukan fertilitas terkait denganincome, biaya (langsung maupun tidak langsung),
selera, modernisasi dan sebagainya.
Teori Caldwell menekankan pada pentingnya peranan keluarga dalam arus
kekayaan netto (net wealth flows) antar generasi dan juga perbedaan yang tajam pada

regim demografis pra-transisi dan pasca-transisi. Caldwell mengatakan bahwa sifat


hubungan ekonomi dalam keluarga menentukan kestabilan atau ketidak-stabilan
penduduk. Jadi pendekatannya lebih menekankan pada dikenakannya tingkah laku
fertilitas terhadap individu (atau keluarga inti) oleh suatu kelompok keluarga yang
lebih besar (bahkan yang tidak sedaerah) dari pada oleh norma-norma yang sudah
diterima masyarakat. Seperti diamati oleh Caldwell, didalam keluarga selalu terdapat
tingkat eksploitasi yang besar oleh suatu kelompok (atau generasi) terhadap kelompok
atau generasi lainnya, sehingga jarang dilakukan usaha pemaksimalan manfaat
individu.
IV.

CARA KERJA
Menyiapkan alat dan
bahan

Mempelajari naskah
yang telah disediakan

Membuat Grafik
1.
2.
3.
4.

Presentase buta huruf


Kematian bayi
Angka fertilitas
Jumlah penduduk
miskin

Membuat tabel
1. HDI dilengkapi
kolom rangking

Membuat
pembahasan dan
kesimpulan

V. HASIL
Pada pembelajaran praktikum ini, diperoleh hasil tentang:
1. Grafik presentase buta huruf (terlampir)
2. Grafik kematian bayi (terlampir)
3. Grafik angka fertilitas (terlampir)

4. Tabel HDI yang dilengkapi kolom rangking (terlampir)


5. Grafik jumlah penduduk miskin (terlampir)
VI.
VII.

PEMBAHASAN
KESIMPULAN

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Bagoes Mantra, Ida.2010.Demografi Umum. Jakarta : Pustaka Pelajar
Doda, Jhosua.1989. Pendidikan kependudukan dan lingkungan Hidup. Jakarta :
P2LPTK
I Made Sandy. 1996. Republik Indonesia Geografi Regional. Jakarta: PT. Indograph
Bakti

Suharyano. 2005. Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional. Semarang : Universitas


Negeri Semarang Press.
Wirosuhardjo, kartomo (1981). Dasar-dasar Demografi. Lembaga Demografi Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia : Jakarta
Yusupana, Sandra (2005). Belajar Efektif Geografi. Intimedia Ciptanusantara : Jakarta
Timur

LAMPIRAN