Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA (GPW 0101)


ACARA IV:
PEMAHAMAN FENOMENA HIDROSFER

Disusun oleh :
Nama

: Mohammad Farhan Arfiansyah

NIM

: 13/346668/GE/07490

Hari, tanggal : Rabu, 4 November 2014


Waktu

: 11.00-13.00 WIB

Asisten

: 1. Elisabeth Simatupang

Asisten

: 2. Septi Purnama S.

LABORATORIUM ANALISIS DATA WILAYAH


FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

ACARA 4
PEMAHAMAN FENOMENA HIDROSFER

I. TUJUAN
1. Mampu mengenali sistem perairan di Indonesia
2. Mampu mengenali sebaran sungai-sungai besar di Indonesia
3. Mampu mengenali sebaran pantai di Indonesia
4. Mampu mengenali keberadaan, potensi, dan permasalahan pesisir dan laut di
Indonesia dan sekitarnya
II. ALAT DAN BAHAN
1. Alat tulis
2. Petunjuk praktikum Geografi Regional Indonesia
3. Pensil warna
4. Kalkulator
5. Peta administrasi Indonesia
6. Peta sebaran sungai-sungai besar di Indonesia
7. Peta sebaran pantai, mangrove, dan coral reef di Indonesia
8. Peta sebaran kerusakan potensi pesisir dan laut di Indonesia
9. Buku referensi acuan lainnya
III.

TINJAUAN PUSTAKA
Secara Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer
berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di
permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan
uap air yang terdapat di lapisan udara.
Siklus hidrologi
Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang
berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada
siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar
matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air akan
mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.
Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus
panjang.
Siklus sedang
Pada siklus sedang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin menuju ke
daratan. Di daratan uap air membentuk awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan di

atas daratan. Air hujan tersebut akan mengalir melalui sungai-sungai, selokan dan
sebagainya hingga kembali lagi ke laut.
Siklus panjang
Pada siklus panjang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin ke atas
daratan. Adanya pendinginan yang mencapai titik beku pada ketinggian tertentu,
membuat terbentuknya awan yang mengandung kristal es. Awan tersebut menurunkan
hujan es atau salju di pegunungan. Di permukaan bumi es mengalir dalam bentuk
gletser, masuk ke sungai dan selanjutnya kembali ke lautan.
Hidrosfer di muka bumi selanjutnya akan dikelompokkan menjadi dua, yaitu
perairan darat dan perairan laut. awan terbentuk karena adanya penguapan
Perairan di daratan
Perairan di daratan tergolong sebagai perairan tawar, yaitu semua perairan yang
melintasi daratan. Air di daratan meliputi air tanah dan air permukaan.
Air tanah
Air tanah adalah air yang terdapat di dalam tanah. Air tanah berasal dari salju,
hujan atau bentuk curahan lain yang meresap ke dalam tanah dan tertampung pada
lapisan kedap air. Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air
tidak jauh dari permukaan tanah.
Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim
kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan jumlah air freatis
akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui sumur atau mata air.
Air tanah dalam
Air artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua
lapisan kedap air.
Lapisan di antara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan
tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan
keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air artesis. Air
artesis dapat dapat diperoleh melalui pengeboran. Sumur pengeborannya disebut
sumur artesis
Air permukaan

Air permukaan adalah wadah air yang terdapat di permukaan bumi. Bentuk air
permukaan meliputi sungai, danau, rawa.
Sungai
Sungai adalah air hujan atau mata air yang mengalir secara alami melalui suatu
lembah atau di antara dua tepian dengan batas jelas, menuju tempat lebih rendah (laut,
danau atau sungai lain).
Bagian-bagian sungai
Sungai terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian hulu, bagian tengah dan bagian hilir.
1. Bagian hulu sungai terletak di daerah yang relatif tinggi sehingga air dapat
mengalir turun.
2. Bagian

tengah

sungai

terletak

pada

daerah

yang

lebih

landai.

Bagian hilir sungai terletak di daerah landai dan sudah mendekati muara sungai.
Jenis-jenis sungai
Jenis-jenis sungai dibagi menjadi 5, yaitu sungai hujan, sungai gletser, sungai
campuran, sungai permanen dan sungai periodik.
1. Sungai hujan adalah sungai yang berasal dari hujan.
2. Sungai gletser adalah sungai yang airnya berasal dari gletser atau bongkahan es
yang mencair.
3. Sungai campuran adalah sungai yang airnya berasal dari hujan dan salju yang
mencair.
4. Sungai permanen adalah sungai yang airnya relatif tetap.
5. Sungai periodik adalah sungai dengan volume air tidak tetap
Daur / siklus hidrologi, siklus air, atau siklus H2O adalah sirkulasi yang tidak
pernah berhenti dari air di bumi dimana air dapat berpindah dari darat ke udara
kemudian ke darat lagi bahkan tersimpan di bawah permukaan dalam tiga fasenya
yaitu cair (air), padat (es), dan gas (uap air). Daur hidrologi merupakan salah satu dari
daur biogeokimia. Siklus hidrologi memainkan peran penting dalam cuaca, iklim, dan
ilmu meteorologi. Keberadaan siklus hidrologi sangat significant dalam kehidupan.
kita tidak akan lama-lama di bagian pembukaan, ayo kita segera meluncur ke detaildetail dari proses siklus hidrologi.

Meskipun keseimbangan air di bumi tetap konstan dari waktu ke waktu, molekul
air bisa datang dan pergi, dan keluar dari atmosfer. Air bergerak dari satu tempat ke
tempat yang lain, seperti dari sungai ke laut, atau dari laut ke atmosfer, oleh proses
fisik penguapan, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, limpasan, dan aliran bawah
permukaan. Dengan demikian, air berjalan melalui fase yang berbeda: cair, padat, dan
gas.
Siklus hidrologi melibatkan pertukaran energi panas, yang menyebabkan
perubahan suhu. Misalnya, dalam proses penguapan, air mengambil energi dari
sekitarnya dan mendinginkan lingkungan. Sebaliknya, dalam proses kondensasi, air
melepaskan energi dengan lingkungannya, pemanasan lingkungan. Siklus air secara
signifikan berperan dalam pemeliharaan kehidupan dan ekosistem di Bumi. Bahkan
saat air dalam reservoir masing-masing memainkan peran penting, siklus air
membawa signifikansi ditambahkan ke dalam keberadaan air di planet kita. Dengan
mentransfer air dari satu reservoir ke yang lain, siklus air memurnikan air, mengisi
ulang tanah dengan air tawar, dan mengangkut mineral ke berbagai bagian dunia. Hal
ini juga terlibat dalam membentuk kembali fitur geologi bumi, melalui proses seperti
erosi dan sedimentasi. Selain itu, sebagai siklus air juga melibatkan pertukaran panas,
hal itu berpengaruh pada kondisi iklim di bumi.

IV.

CARA KERJA

Menyiapkan alat dan bahan

Mengidentifikasi
persebaran potensi
sungai di Indonesia

Membuat tabel
Mengidentifikasi
persebaran potensi
potensi
serta
sungai
di Indonesia,
ancaman
kerusakan
tabel
potensi
pantai
coral
reef
di Indonesia,dan
serta
mangrove
tabel potensi di
dan
Indonesia
ancaman kerusakan
coral reef dan
mangrove di
Indonesia

Mengidentifikasi
potensi pantai di
Indonesia

Membuat peta
persebaran potensi
sungai di Indonesia

Membuat
pembahasan dan
kesimpulan

= Input

= Proses

= Output

V. HASIL
Pada pembelajaran praktikum ini, diperoleh hasil tentang:
1. Tabel persebaran potensi sungai di Indonesia (terlampir)
2. Tabel potensi pantai di Indonesia (terlampir)
3. Tabel potensi dan ancaman kerusakan coral reef dan mangrove di Indonesia
(terlampir)
4. Peta persebaran potensi sungai di Indonesia (terlampir)
VI.
VII.

PEMBAHASAN
KESIMPULAN

VIII. DAFTAR PUSTAKA


I Made Sandy. 1996. Republik Indonesia Geografi Regional. Jakarta: PT. Indograph
Bakti
Suharyano. 2005. Dasar-Dasar Kajian Geografi Regional. Semarang : Universitas
Negeri Semarang Press.
Wibowo, Rudi dan Soetriono. 2004. Konsep, Teori, dan Landasan Analisis Wilayah.
Malang : Bayu Media

LAMPIRAN