Anda di halaman 1dari 1

Praktikum acara 7 ini membahas tetang pengukuran pH dan salinitas tanah.

pH
penting untuk tanah karena dapat menentukan ketersediaan unsur hara dan
nutrisi, kecocokan untuk kehidupan mikroorganisme tanah, kecocokan
pertumbuhan tanaman, kecocokan penggunaan pupuk, serta menggambarkan
keberadaan logam di bawah tanah. Secara sudut pandang geografi, fungsi pH
pada tanah adalah untuk menentkan umur tanaman, serta menentukan material
penyusunan tanah, dengan fungsi khusus adalah untuk mengetahui nutrisi
tanaman (berdasarkan reaksi antar partikel), serta mengetahui koloid-koloid
yang terpisah, yang mana kkoloid-kolid tersebut dapat menentukan reaksi-reaksi
kimia yang ada di dalam tanah seperti reaksi redoks, dll. pH berpengaruh pada
proses kimia pada faktor ekologi seperti perubahan kandungan nitrogen, fosfor,
dll., serta pada faktor pedologi seperti proses pengembangan tanah karena alih
rupa mineral dan perkembangan kandungan organik, dan lain sebagainya.
Pengaruh pH pada proses pedologi ini dapat dilihat pada pita keterkaitan pH
tanah dengan proses pedologi, dengan cara melihat lebar pita. Lebar pita ini
mewakili intensitas proses dan tingkat ketersediaan hara. Semakin memiliki sifat
basa, maka proses yang terjadi akan semakin lambat. Sebaliknya, bila semakin
memilki sifat asam, maka proses yang terjadi akan menjadi lebih cepat. Namun
proses terjadi lebih cepat bila berada dalam kondisi netral. Proses-proses yang
dipengaruhi oleh pH ini antara lain pelapukan kimia, neoformasi mineral,
dekomposisi, humifikasi, kegiatan hayati, pembentukan agregat, migrasi
lempung, mobilisasi Al dan Fe, peracunan Al, peracunan H-OH, serta
ketersediaan hara.
Pengukuran pH dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan mengunakan
akuades/H2O (aktual) maupun menggunakan potassium klorida/KCL (potensial).
Cairan h2o digunakan dalam pengukuran karena dapat