Anda di halaman 1dari 2

NAMA

NIM

: AKHMAD JEJEN SYUKRILLAH


: 017640382
TUGAS I AUDITING II

1. Jelaskan pengertian, tujuan, serta langkah-langkah dalam pelaksanaan penaksiran risiko


pengendalian !
Penaksiran risiko pengendalian ialah proses evaluasi atasefektivitas pengendalian internal
sebuah entitas dalam prevensi atau deketsi salah saji dalam laporan keuangan yang
material (PSA No 69 Paragraf47/AU 319.47). Tujuannya untuk membantu auditor dalam
membuat sebuah penilaian tentang risiko salah saji laporan keuangan yang material.
Adapun langkah-langkah dalam penaksiran risiko pengendalian ialah sebagai berikut :
1) Mempertimbangkan hal-hal dari pemahaman pengendalian internal
2) Indentifikasi potensi salah saji dalam asersi
3) Identifikasi pengendalian untuk prevensi atau deteksi dan koreksi salah saji
4) Uji pengendalian untuk menilai efektivitas rancangan dan implementasi
5) Mengevaluasi bukti dan menilai risiko pengendalian
2. Uraikan langkah-langkah yang dilakukan auditor dalam menaksir risiko salah saji
material !
1) Mengevaluasi jenis potensi salah saji yang mungkin terjadi
2) Mengevalusi besarnya potensi salah saji
3) Mengevaluasi kemungkinan potensi salah saji
3. Jelaskan pengertian dan karakteristik Uji Substantif !
Uji substantif adalah jenis pengujian yang mengungkapkan kekeliruan atau salah saji
moneter dalam pencatatan dan pelapran transaksi (test of transaction) dan saldo akun
(test of balance). Karakteristik Uji Substantif ialahmeliputi kesalahan moneter pada
transaksi dan saldo.
4. Jelaskan perbedaan antara Uji Pengendalian dan Uji Substantif !
Dimensi Perbedaan
Jenis

Uji pengendalian
Bersamaan
Tambahan

Tujuan

Sifat Ukuran Pengujian

Menentukan
efektivitas
rancangan
dan
pengoperasian kebijakan dan
prosedur SPI
Frekuensi deviasi dari
kebijakan dan prosedur
struktur pengendalian

uji substantif
Prosedur Analitis
Pengujian Detil
transaksi
Pengujian detil saldo
Menentukan
kewajaran asersiasersi Laporan
Keuangan yang
signifikan
Kesalahan jumlah
rupiah dalam
transaksi-transaksi
dan saldo

prosedur audit yang


dapat diterapkan

Pengajuan, Pertanyaan,
Observasi, Inspeksi,
Pengerjaan Ulang & Teknik
Audit berbatuan komputer

Sama dengan
pengujian
pengendalian,
ditambah prosedur
analitis, perhitungan,
pengiriman
konfirmasi,
penelusuran, dan
pencocokan ke
dokumen pendukung

Saat

Terutama berupa pekerjaan


interim

Terutama pada
tanggal neraca atau
mendekati tanggal
neraca

Komponen Risiko
Audit

Risiko Pengendalian

Standar Pekerjaan
Lapangan
yang utama
Diwajibkan oleh
standar
audit

Risiko Deteksi

Kedua

Ketiga

Ya
Tidak

5. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi ukuran sampel pada Uji Substantif ?
1) Risiko Pengukuran CR terlalu rendah
2) Tingkat Deviasi (penyimpangan) yang masih dapat ditolerir (tolerable deviation rate,
disngkat TDR), yaitu tingkat deviasi maksimun atas suatu pengendalian yang masih
dapat diterima oleh auditor dan tetap menggunakan risiko pengendalian yang
direncanakan.
3) Tingkat deviasi populasi yang diharapkan untuk setiap pengendalian (expected
population deviation rate, disngkat EPDR), yaitu tingkat deviasi (terbaik) populasi
yang sesungguhnya yang dapat diramalkan oleh auditor.