Anda di halaman 1dari 12

PERKEMBANGAN POLA PIKIR

MANUSIA

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar
Dosen Pengampu : Bp. Suwahono, S.Pd

Disusun oleh:
Shofroul Maesaroh (083911053)
Ida Yulianti (083911072)
Lailiyatul Ulfah (083911074)
Ahmad Muthohirin (083911065)
Umi Arifah (083911090)
Siti Imroatun (083911085)
Samsul Arifin (083911084)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2009
PERKEMBANGAN POLA PIKIR MANUSIA

I. LATAR BELAKANG
Makhluk yang bernama manusia memiliki ciri-ciri yang khusus yang tidak
dimiliki oleh makhluk lain(makhluk hewan dan tumbuhan).Ciri-ciri tersebut
adalah manusia memiliki akal,budi,rasa ingin tahu,kemauan yang lebih baik dan
lain-lain.
Bila dibandingkan dengan makhluk lain,tubuh manusia lebih lemah,tetapi
rohani nya(akal,budi dan kemauan) jauh lebih kuat walaupun manusia tidak dapat
berenang seperti ikan atau terbang seperti burung atau tidak mampu mengangkut
benda yang berat seperti gajah, tetapi manusia mampu menjadi makhluk yang
paling maju dan paling kuat dibanding makhluk lain.Hal ini terbukti ,saat ini
manusia telah mampu menguasai dunia dan hewan.Itu semua dapat terjadi karena
hanya manusia yang memiliki akal budi dan kemauan keras.
Manusia sebagai makhluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu terhadap
benda dan semua peristiwa yang terjadi disekitarnya, bahkan juga ingin tahu
terhadap dirinya sendiri.Pada hakikatnya,perkembangan pikiran manusia didasari
dari dorongan rasa ingin tahu dan ingin memahami serta memecahkan masalah
yang dihadapi.Rasa ingin tahu pada manusia tidak sama, selalu berkembang
seakan tiada batas yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan.

II. RUMUSAN MASALAH


1. Perkembangan Pola Pikir Manusia
2. Perkembangan Pola Pikir Manusia di Eropa
3. Perkembangan Pola Pikir Manusia di dunia Islam

III. PEMBAHASAN
A. Perkembangan Pola Pikir Manusia
Ilmu Pengetahuan berawal dari rasa ingin tahu tentang benda-benda
disekitarnya dan semuanya ini terdapat dalam IPA secara lengkap.Misalnya

2
pohon yang tumbuh dan bergerak yang terkadang mengikuti rangsangan
matahari dan akar-akarnya yang mencari air untuk bertahan hidup seperti
halnya manusia. Banyak sekali benda-benda entah hidup atau mati yang
berada disekitar kita, yang membuat kita ingin tahu akan hal tersebut.Seperti
bunglon yang menyesuaikan tempat hinggapnya dengan merubah warnanya
untuk melindungi diri
Manusia memiliki rasa ingin tahu dan insting seperti makhluk lain,tetapi
manusia memiliki akal yang dapat digunakan untuk berpikir sehingga dapat
mengembangkan ilmu pengetahuaannya serta mendorongnya untuk
memecahkan masalah.
Pengamatan terhadap benda-bend ditangkap oleh pancra indra sehingga
rasa ingin tahu kembali muncul dan tentunya manusia tidak akan puas jika
belum mengetahui tentamg benda-benda tersebut. Hal ini hanya dimiliki oleh
manusia saja yanh mempunyai akal untuk berpikir.
1. Mitos Penalaran dan Cara Memperoleh Pengetahuan
Rasa ingin tahu ternyata tidak hanya atas dasar pengamatan
saja,seperti halnya zaman dahulu sebelum diketahuinya. Asal-usul
pelangi,mereka mengira pelangi adalah selendang bidadari.Hal ini karena
manusia tidak bisa menjawab dengan ilmu pengetahuan seperti adanya
gerhana,bulan,gempa dan lain-lain.
Hal inilah yang disebut Mitos. Mitos timbul karena keterbatasan alat
indra manusia seperti:
a. Alat penglihatan
Banyak benda-benda bergerak cepat sehingga tidak jelas oleh
mata, mata tidak dapat ,melihat benda yang sangat kecil selain
menggunakan alat.
b. Alat Pendengaran
Pendengaran manusia terbatas pada getarn frekuensi 30-
30.000/detik.
c. Alat Pencium dan Pengecap

3
Bau dan rasa tidak dapat memastikan benda yang dicecap
maupun diciumnya.
d. Alat Perasa
Manusia dapat membedakan panas atau dingin namun relatif
terbatas sehingga dapat diketahui secara tepat dengan alat tertentu.
Mitos dipercaya sebelun ilmu pengetahuan diketahui, namun setelah
diperoleh pengamatan dengan bantuan alat-alat.
Menurut Aguste Comte dalam sejarah perkembangan jiwa manusia
baik secara individu maupun kelompok berlangsung tiga tahap:
a. Tahap Teologi /Fiktif
Mencari dan menemukan sebab pertama dan tujuan yang terakhir
dihubungkan dengan hal gaib.
b. Tahap Metafisika/Abstrak
Manusia tetap mencari sebab utama tujuan akhir tetapi tidak
dihubungkan dengan hal gaib tetapi kepada akal sendiri yang mampu
berpikir untuk menemukan suatu hal.
c. Tahap Positif Riil
Manusia mampu berpikir secara positif atas dasar pengetahuan
yang dicapai dan dikembangkan.
2. Mitos antara Pro dan Kontra
Manusia menerima mitos karena keterbatasan pengetahuan,
pengalaman dan pemikirannya. Bahkan horoskop/ramalan nasib manusia
berdasarkan perbintangan juga berasal dari zaman Babylonia kira-kira
abad 700-600 SM.Karena kemampuan berpikir yang maju dan
perlengkapan memadai seperti teropong maka mitos sedikit demi sedikit
mulai ditinggalkan dan mereka menggunakan akal sehat atau
rasionalnya.Banyak orang yunani yang mengikuti perubahan termasuk di
dalamnya:1

1
Punama Heri, Ilmu Alamiah Dasar, (Jakarta:PT Rineka cipta,2001), hal.18

4
1. Anaximender (610-546 SM)
Alam semesta yang kita lihat seperti bola dan bumi sebagai
pusatnya.Ia juga mengajarkan pembuatan jam matahari dengan
menggunakan tongkat.
2. Anaximenes (560-520 SM)
Pembentukan semua benda itu adalah air,namun air merupakan
salah satu bentuk saja.
3. Phytagoras (±500 SM)
Menurutnya ada 4 unsur yaitu tanah,api,udara dan air.penemuan
terkenal adalah “Dalil Phytagoras” tentang segitga siku-siku.Tentang
alam semesta,bumi ini bulat dan berputar maka seolah-olah benda alam
lain mengelilingi matahari.
4. Empedokles (480-430 SM)
Dia menyempurnakan ajaran Phytagoras tentang 4 unsur dengan
mengenalkan tenaga penyekat atau tarik menarik dan pemisah atau
tolak menolak.Sehingga dapat menyatukan atau memisahkan unsur.
5. Plato (427-347 SM)
Keanekaragaman yang tampak sebenarnya suatu duplikasi saja dari
suatu yang kekal dan immaterial.
6. Aristoteles (348-322 SM)
Tentang unsur adanya zat tunggal yang disebut “Hule” yang
tergantung kondisinya.Adapun transmutasi karena keadaan
dingin,lembab,panas dan kering.Bagi Aristoteles yang paling penting
adalah berdasarkan logika.
Buku yang berjudul “De Revolution Orbium Caelestium” artinya
perdaran ala, semesta,buku ini berprinsip heliosentrisme (pusat
matahari) bertentangan dengan kepercayaan penguasa dan pokok
ajarannya yaitu:
1. Matahari pusat sistem solar

5
2. Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi
matahari
3. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur.
Bruno, pengikut Copernicus dari hal tersebut menyimpulkan bahwa
jagad raya tidak akan ada natasnya dan bintang tersebar di langit.
Ahli Ekonomi John Kepler berpendapat bahwa:
1. Planet beredar mengelilingi matahari pada garis edar yang berbentuk
elips dengan suatu fokus.
2. Bila ditarik garis imajinasi dari planet ke matahari dan sementara ia
bergerak menurut garis edar maka luas bidang yang ditempuh sama.
Galileo merupakan orang italia yang mengumumkan penemuannya
berupa teleskop, dengan benda seperti itu dapat digunakan untuk
menemukan benda-benda langit yang tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang. Ia menemukan 4 bulan yang mengelilingi yupiter. Ada gunung-
gunung dibulan dan bintik-bintik hitam di matahari yang penting
digunakan untuk menghitung kecepatan rotasinya. Kelompok taburan
bintang disebut “Milky Way” atau galaksi Bimasakti, ini merupakan
bagian dari bermilyar-milyar bintang.
3. Mitos dan Ilmu Pengetahuan
Sebelum ditemukannya pengetahuan, manusia percaya akan adanya
mitos seperti halnya gerhana bulan. Masyarakat mengira gerhana bulan
terjadi karena bulan tersebut dimakan oleh raksasa sebangsa makhluk
halus, dan anak-anak mereka dilarang keluar rumah dikarenakan takut
hilang dibawa makhluk halus tersebut seperti halnya bulan tersebut.
Namun kenyataanya gerhana bulan terjadi karena bulan memasuki daerah
bayang-bayang bumi akibat matahari,bumi, bulan berada dalam satu garis
Lurus.Hal ini diketahui karena adanya ilmu pengetahuan yang semakin
canggih.
Hal lain lagi terjadi yaitu asal-usul terjadinya pelangi. Masyarakat
mengira atau beranggapan bahwa pelangi itu adalah selendang
bidadari.Cerita yang menyangkut hal ini dihubungkan dengan manusia

6
bernama Jaka Tarub yang telah mencuri selendang milik bidadari untuk
dijadikan isteri.Jika selendangnya dicuri, bidadari tersebut tidak akan bisa
terbang ke kahyangan.Namun setelah beberapa tahun kemudian selendang
tersebut ditemukan dan sang bidadari tersebut kembali ke kahyangan dan
mendiami bulan adalah bidadari tersebut, bayang hitam tersebut bukanlah
bidadari melainkan di bulan terdapat bagian yang bergunung-gunung dan
bagian dataran rendah,seperti halnya kawah dan lembah.Sehingga dari
bumi terlihat bayang-bayang hitam. Hal ini terjadi karena terkenanya sinar
dari cahaya bulan tersebut. Dan pelangi ada karena pembiasan air yang
terkena sinar matahari.Hal ini terlihat ketika setelah hujan tiba. Bunyi petir
bukanlah seorang dewa yang mengendarai kereta melainkan tabrakan
antara ion-ion yang ada di langit.
Bahkan terjadinya air hujan bukanlah karena diatas langit ada
jendelanya, sebenarnya air hujan terjadi karena “uap air yang mengalami
kondensasi sehingga berubah menjadi titik embun,titik-titik embun yang
terbentuk awan. Jika awan menjadi berat maka air tidak bisa ditahan
sehingga terjadilah hujan.

B. Perkembangan Pola Pikir Manusia di Eropa


Perkembangan pola pikir manusia di Eropa ini mulai timbul pada masa
abad permulaan ke 142.di Eropa mulai berkembang dalam ilmu pengetahuan
sejak zaman itu, sampai sekarang eropa masih menjadi pusat kemajuan ilmu
pengetahuan bagi umat umumnya.
Permulaan perkembangan itu dipelopori oleh Roger Bacon (1214-1240)
yang menganjurkan agar pengalaman manusia sendiri dijadikan sumber
pengetahuan dan juga penelitian.3
Tokoh-tokoh lain yang juga sebagai pelopor di eropa yaitu
Copernicus,Tyco Beoche,Kepper dan Galileo, mereka juga mengembangkan
pengetahuan yang didasarkan pengalaman.4Perkembangan menjadi sangat
2
.Ahmad dkk., Ilmu Alamiah Dasar, (Jakarta:Rineka Cipta,1991), hal 38
3
Ibid, hal 38.
4
Ibid, hal 38.

7
pesat setelah di tulisnya buku Novum Organum oleh Francis Bacon (1560-
1626) yang mengutarakan tentang landasan empiris dalam mengembangkan
pengetahuan dengan menguraikan metodenya 5 itu semua didasarkan pada:
1. Pengamatan dan pengamalan
2. Pengumpulan data yang secara sistematis
3. Analisis
a. Langsung
b. Perbandingan
c. Matematis

C. Perkembangan Pola pikir Manusia Dalam Dunia Islam


Islam bukan hanya sebuah agama, tetapi juga basis peradaban yang
sangat luas yang menyebar di atlantik ke pasifik dan mencakup kehidupan
banyak kelompok etnis termasuk Arab, Persia, Indo, Pakistan, Malaysia, Cina,
Afrika, Turki, dan lain-lain.
Peradaban yang luar biasa ini telah menghasilkan sejumlah gerakan yang
spiritual, aliran, teologi, filsafat dan sains, yang berada diantara peradaban
besar dan terkaya lain dalam wilayah kegiatan intelektual. Untuk mendapatkan
pemahaman menyeluruh tentang pengaruh agama Islam serta wahyu Al
Qur’an, sangat penting untuk menengok berbagai aliran ini. Penting untuk
menyadari bahwa selama berabad abad para pemikir muslim terkemuka
menyumbangkan kepada setiap generasi apa yang dapat mereka pikirkan,
membenturnya dengan kenyataan dan memecahkan masalah baik yang
menyangkut agama maupun berkenaan dengan dunia ini berdasarkan ajaran
Al Qur’an mulia dan sunnah6.
Dalam iklim intelektual yang terjadi di Baghdad, beberapa pemikiran
meslim tertentu mulai berfikir tentang hubungan antara wahyu dengan akal
dan berusaha menghormoniskan ajaran Islam dengan gagasan filsafat yang
telah diterjemahkan dalam bahasa Arab. Yang pertama dan terdepan

5
Ibid, hal 39
6
Ibid, hal 46

8
diantaranya adalah Abu Ya’qub Al-Kindi, yang disebut sebagai “Filosof
Arab” dan dianggap sebagai perintis filsafat peripatetic7.
Abu Nasr Al-Farabi juga termasuk filosof besar Islam kedua pada masa
awal yang berdo’a dengan Al-Kindi, bukan berasal dari Bahgdad atau irak
tetapi dari kurasan dan Transociana8. Di wilayah timur Islam, khususnya di
Persia, situasinya agak berbeda. Di tempat ini pada abad keenam, satu
generasi sebelum Ibnu Rosyid, muncul aliran filsafat baru yang dibangun oleh
Syekh Al-Israf Syihab al-Din al-Suhrawardi dengan karya karyanya yang
terkenal adalah Hikmah Al-Israf (Filsafat Pencerahan)9.
Satu generasi setelah Suwardi, pad awal abad ketujuh, Nahir al-Din al-
Din Al Tuhsi ,ahli matematika, astronom dan teolog terkenal yang juga
seorang filosofbesar,berusaha menghidupkan kembali mazhab Ibnu Shina
,Sejak saat itu, mazhab itu berkembang di wilayah timur Islam khususnya di
persia.Sampai abad 10 aliran Peripatetic yang dihidupkan oleh Al Tuhsi,yaitu
mahzab pencerahan yang dibentuk oleh Suhrawardi,aliran kalam, baik
As’ariyah maupun syiah dan tasawuf teoritis mazhab Ibnu Arab.Semua
berkembang dan mulai semakin bercampur aduk menjadi satu.10
Dan juga Filosof terkenal dari india seperti Syekh Akhmad Sirhingi dan
Syekh Wali Allah dari Delhi, Pembaharu agama terkemuka yang langsung
terkait dengan garis Mazhab ini dihidupkan kembali pada abad ke 19 oleh para
tokoh seperti Mulla ‘Ari Nuri, Mulla Ali Zunuri dan lain-lain hingga berlanjut
sampai sekarang.11 Sedangkan di Arab,ajaran ini dibawa oleh Jamal al Din al
Afghani ke mesir pada abad ke 13/19 untuk menyalakan kembali lampu
filsafat Islam di negara-negara Arab.
a. Spiritualitas Islam
Pesoalan spiritualitas Islam tentu saja berhubungan langsung dengan
Alqur’an dan Sunnah Nabi.Hal ini berdasarikan pada makna batin ayat-
ayat firman tuhan dan perilaku nabi yang berkanaan dengan kehidupan
7
Ibid, hal 63
8
Ibid, hal 64
9
Ibid, hal 69
10
Ibid, hal 70
11
Ibid, hal 72

9
batiniah.Dalam sejarah Islam,aspek tradisi ini dikenal sebagia Al Thariqah
ila’ allah,yang makna literalnya berarti jalan menuju tuhan,dn kemudian
pada suatu waktu dalam kurun kedua abad Islam,dikenal dengan nama
tasawuf.Jalan menuju Tuhan diciptakan dari atas oleh tuhan sendiri
sehingga umat manusia yang melaksanakan syariah dan disucikan sebagai
muslim pada saat yang sama juga dapat menjalankan kebajikan
batiniah,menjalankan agama dalam tingkatan yang paling dalam dan
mengacu sepenuhnya kepada sunah dan makna batiniah keyakinan
mereka.12
b. Teologi Islam
Disamping tradisi spiritual sufi yang kaya beragam dalam
Islam,dan melahirkan bentuk-bentuk teologi yang ekstensif dan silih
berganti yang dikenal dalam pemikiran Islam sebagai kalam. Istilah ini
mengacu pada pemahaman tentang firman Tuhan (kalam Allah) atu aAl
qur’an pembangun bentuk pemikiran Islam ini adalah Ali bin Abi thalib
yang juga sekaligus mutakalim pertama atau ulama kaum kalam.Tidak
ada keraguan bahwa diskusi tentang kalam akan kembali pada periode
masyarakat yang sangat awal.13

IV. KESIMPULAN
Manusia merupakan mahluk yang diciptakan Allah dengan sempurna oleh
Allah. Hal ini dapat kita lihat bahwa manusia berbeda dengan makhluk yang lain.
Misanya makhluk ciptaaan Allah seperti hewan diciptakan hanya diberi insting,
hal ini digunakan untuk eksplorasi dirinya. Sedangkan manusia selain diberi
insting, juga diberi akal untuk berfikir. Akal diberikan kepada manusia supaya
berfikir tentang ciptaan Allah. Akal manusia dari zaman ke zaman semakin
berkembang, seperti diketahui bahwa dahulu manusia melihat segala sesuatu yang
kiranya irasional langsung dihubungkan pada mitos. Tetapi semakin
berkembangnya akal manusia hal yang mitos itu sudah mulai ditinggalkan.
Dibuktikan dengan adanya hal yang belum diketahui manusia selalu ingin tahu
12
Ibid, hal 72
13
Ibid,hal 51-52

10
apa itu? Tidak hanya itu saja setelah tahu apa itu? Akan bertanya lagi tentang
bagaimana, mengapa dan lain-lain.
Dengan adanya rasa ingin tahu seperti itu, manusia dapat menemukan hal-
hal yang baru misalnya Phytagoras menemukan “dalil Phytagoras”. Aristoteles
menemukan tentang unsur dasar adanya zat tunggal yang disebut “Hule” dan
tokoh lainnya yang mengembangkan ilmu pengetahuan.
Makhluk yang bernama manusia itu tidak seperti makhluk yang lainnya,
seperti hewan dan tumbuhan. Manusia itu lebih sempurna dibandingkan dengan
makhluk yang lain. Manusia memiliki akal budi, rasa ingin tahu, kemauan yang
lebih baik dan lain-lain.
Perkembangan di Eropa itu dimulai pada permulaan abad ke-14 yang
dipelopori oleh Roger Bacon (1214-1240) yang menganjurkan agar pengalaman
manusia sendiri dijadikan pengetahuan dan juga penelitian.
Agama bukan hanya berisi hukum Tuhan yang mengatur bagaimana
manusia seharusnya hidup, tetapi juga sebuah tradisi intelektual yang luas yang
menuntun pemikiran manusia.
Untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh tentang pengaruh Islam
terhadap wilayah pemikiran Islam dan buah intelektual dari pohon yang tumbuh
dari akar agama Islam serta wahyu Al-Qur’an.

V. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat pemakalah sampaikan. Pemakalah sadar
bahwa dalam penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan.
Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata. Untuk itu kritik dan
saran yang konstruktif pemakalah harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan
makalah-makalah selanjutnya.
Dan semoga apa yang telah pemakalah buat ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca sekalian yang budiman dan khususnya bagi pemakalah sendiri.
Aminnn……
DAFTAR PUSTAKA

11
Ahmad dkk., Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: Rineka Cipta,1991.

Heri, Punama, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: PT Rineka cipta, 2001.

12